
Pagi-pagi sekali Alfina sudah bersiap dan akan berangkat menuju kampus setelah sarapan pagi nanti. Tadi pagi ia juga membantu umi Laila memasak, kemudian ketika pukul enam pagi ia pergi bersiap ke kamar karena hari ini ada jadwal mata kuliahnya.
"Dek bantu mas pasangin dasinya?". Kata Alfan sambil berjalan kearah Alfina
Alfina mengangguk kemudian meraih dasi suaminya lalu memasangkannya. Ketika Alfina memasangkan dasi untuk suaminya, Alfan malah sibuk memandangi wajah Alfina yang putih bersih serta tatapannya terfokus pada satu titik yaitu bibir ranum milik Alfina. Benda kenyal tersebut membuatnya candu dan ingin sekali ia sentuh.
Alfina dengan telaten memasang dasi untuk suaminya, namun tatapan Alfanlah yang membuat Alfina terkadang tidak fokus dan berakhir gugup. Sebisa mungkin ia terlihat biasa saja saat berhadapan dengan suaminya dengan jarak sedekat ini.
"Sudah selesai?". Tanya Alfan ketika melihat Alfina sudah menurunkan tangannya
Alfina mengangguk "Sudah mas". Ucapnya
Saat Alfina akan berbalik dari hadapannya, ia langsung mencekal tangan istrinya kemudian menariknya dengan pelan agar lebih dekat dengan dirinya. Ia memberikan ciuman dikening dan dipipi istrinya dengan lembut. Lalu tatapannya beralih pada bibir pink milik istrinya yang begitu menggoda, lantas ia pun mengecupnya sambil merangkul bahu istrinya.
Alfina hanya pasrah oleh perlakuan suaminya itu. Ia mengerjabkan matanya pelan menatap Alfan karena sedari tadi suaminya itu terus-menerus memperhatikannya, jadilah Alfina malu dibuatnya. Alfan tersenyum manis melihat reaksi dari istrinya.
"Kenapa hmm?". Tanya Alfan
Alfina menggeleng "Tidak apa-apa mas". Jawabnya
"Jika sudah selesai kita segera kebawah pasti umi dan abi sudah menunggu kita". Kata Alfan sambil mengelus kepala Alfina
"Ya mas". Jawab Alfina
Mereka berdua turun kebawah menuju meja makan dan disana terlihatlah umi dan abi yang sudah duduk manis diruang makan sambil menatap mereka yang bergandengan dengan mesra layaknya pengantin baru. Eh tapi memang mereka masih pengantin baru jadi wajar kalau kemana-mana selalu gandengan tangan dan bersikap romantis.
"Sarapan pagi dulu sayang". Kata umi Laila pada Alfan dan Alfina
"Ya umi". Jawab mereka bebarengan
"Boy hari ini kamu ke kampus?". Tanya abi Lukman
Alfan mengangguk singkat "Ya abi". Jawabnya
"Baiklah, nanti siang abi sama umi mau berangkat ke Surabaya karena ada urusan mendadak yang harus abi selesaikan". Kata abi Lukman
"Berapa hari bi?". Tanya Alfan
"Sekitar satu minggu". Jawab sang abi
"Biar nanti Alfan antarkan ke bandara". Ucap Alfan
__ADS_1
"Tidak usah nak biar kami diantar sama sopir. Jaga istri kamu dengan baik selama abi dan umi tidak ada dirumah". Titah abi Lukman
"Tanpa abi minta Alfan akan selalu jaga istri Alfan dengan baik". Jawab Alfan yakin
Abi Lukman mengangguk "Abi percaya sama kamu". Balasnya
Setelah sarapan pagi Alfan dan Alfina berpamitan kepada kedua orangtuanya dan mengambil tangan mereka untuk salim sebagai tanda bakti kepada orangtua meskipun sekarang mereka sudah menikah.
"Fan jaga istri kamu baik-baik selama umi dan abi berada di Surabaya. Jangan biarkan Alfina membereskan rumah ini sendiri, karena umi tidak mau kalau sampai putri umi ini kenapa-kenapa". Kata umi Laila
Alfan mengangguk "Baik umi". Jawabnya
Umi Laila mengalihkan tatapannya kearah Alfina kemudian ia berkata dengan lembut sambil mengelus kepala menantunya itu dengan lembut.
"Sayang kalau kamu capek segera istirahat ya, sepulang dari kampus nanti kamu jangan ngapa-ngapain. Kalau ingin membantu bibi beberes rumah umi izinkan asalkan tidak boleh sampai kecapekan". Kata umi Laila
Alfina mengangguk "Ya umi, Alfina akan selalu ingat sama nasihat umi". Jawab Alfina
"Sini peluk umi dulu". Ujar umi Laila sambil merentangkan kedua tangannya
Dengan senang hati Alfina langsung masuk kedalam dekapan umi Laila dan memeluknya dengan erat. Ia akan rindu sama uminya jika harus ditinggal pergi ke Surabaya selama satu minggu bersama dengan sang abi.
Umi Laila terkekeh melihat sikap Alfina "Ya sayang kalau urusannya sudah selesai umi dan abi langsung pulang". Jawab umi Laila
Alfina mengangguk dalam dekapan sang umi "Baik umi". Balasnya
Alfina mengurai pelukannya kemudian menatap sang umi sambil tersenyum manis. Umi Laila pun membalasnya dengan senyuman yang tak kalah manisnya kepada menantunya itu. Menurutnya istri dari putranya itu sangatlah lucu dan polos.
Alfan dan abi Lukman yang melihat dua perempuan kesayangannya itu lantas tersenyum lebar karena dua bidadarinya itu tak mau saling meninggalkan. Abi Lukman mengerti karena istrinya itu sangat menginginkan kehadiran seorang anak perempuan, akan tetapi mereka hanya dikaruniai satu putra yang sekarang sudah menikah dengan perempuan kesayangan istri dan dirinya.
"Kamu mau oleh-oleh apa sayang dari umi dan abi?". Tanya umi Laila sambil mengelus kepala Alfina yang terbalut jilbab
Alfina menggeleng "Alfina hanya menginginkan umi dan abi kembali kerumah ini dengan sehat dan selamat, itu saja". Jawab Alfina
"Baiklah sayang tunggu oleh-oleh dari umi dan abi". Balas umi Laila
Akhirnya mereka berdua berangkat menuju kampus karena waktu sudah menunjukkan pukul tujuh pagi. Sementara jadwal mata kuliah Alfina akan dilaksanakan pada jam setengah delapan, jadilah ia punya waktu untuk belajar dan membaca materi yang sudah diberikan dosennya kemarin melalui grub WhatsApp.
"Kamu lagi baca apa dek?". Tanya Alfan sambil menyetir saat melihat Alfina yang sibuk dengan handphonenya
"Alfina lagi baca materi mas". Jawab Alfina dengan sopan
__ADS_1
"Memangnya kemarin adek tidak belajar?". Tanya Alfan lagi
Alfina menggeleng menatap Alfan "Tidak mas". Jawab Alfina dengan jujur
Alfan terkekeh mendengar jawaban dari istrinya, kemarin malam istrinya itu tidur setelah shalat isya'. Mungkin juga karena istrinya itu capek mangkanya tidak sempat belajar walau hanya sekedar membaca materi.
Setelah beberapa menit akhirnya mereka sudah sampai dikampus, Alfan segera memakirkan mobilnya khusus diparkiran dosen kemudian ia keluar dari mobilnya yang diikuti oleh istrinya.
Alfina segera menghampiri Alfan untuk pamit ke kelasnya karena sebentar lagi mata kuliah akan segera dimulai. Alfan melihat Alfina sambil tersenyum kemudian mengelus kepalanya dengan lembut.
"Mas Alfina pamit ke kelas dulu". Ucap Alfina sambil menyodorkan tangannya kearah alfan meminta salim
Alfan kemudian mengarahkan tangannya kearah Alfina sambil tersenyum lembut menatap istrinya. Ia berkali-kali mengucap kata syukur karena Allah telah memberikan sosok seorang perempuan yang sangat ia cintai dan ia muliakan ini.
"Nanti kalau sudah selesai adek keruangan mas". Kata Alfan kepada Alfina
Alfina mengangguk "Baik mas". Jawabnya
Alfina segera menuju kelasnya, yang disana sudah ditunggu oleh Amel sang sahabat. Ia juga rindu dengan sahabat bar-bar nya itu. Setelah sampai dikelas ia duduk dibangku sebelah Amel sambil melihat Amel yang tersenyum manis kepadanya.
"Assalamualaikum Amel". Salam Alfina pada Amel
"Waalaikumussalam sahabatku". Jawabnya
"Gimana keadaan kamu hari ini?". Tanya Amel
"Alhamdulillah sehat dan baik, kalau kamu?". Ucap Alfina
"Hari ini aku sedang tidak baik-baik saja na, karena mama dan papa hari ini keluar kota ada bisnis yang harus papa mama selesaikan". Jawab Amel
"Jangan sedih aku akan selalu menemani kamu kok". Balas Alfina
"Na sepulang kuliah kita jalan-jalan ke mall yuk, kita sudah lama nggak jalan bareng". Ucap Amel dengan antusias
Alfina mengerutkan dahinya berpikir "Boleh tapi nanti aku minta izin dulu sama mas Alfan". Kata Alfina
"Baiklah na, karena sekarang kamu sudah punya seorang suami. Jadi kemana-mana harus meminta izin terlebih dahulu". Jawab Amel
Alfina mengangguk "Ya mel". Balas Alfina
Mereka berdua mengikuti kegiatan perkuliahan dengan baik dan mendengarkan penjelasan dari dosen didepan. Sesekali mereka tersenyum bila menatap satu sama lain karena mereka berdua sudah seperti saudara kandung sendiri. Alfina sangat menyayangi sahabatnya itu, sebaliknya Amel juga sangat menyayangi sosok perempuan yang sudah bertahun-tahun menjadi sahabatnya dari zaman sekolah SMP sampai mereka melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
__ADS_1