
Malam harinya Alfan akan mengajak istrinya dinner disebuah restoran mewah langganannya. Ia ingin istrinya melupakan kejadian siang tadi dan membuatnya bahagia serta tidak takut lagi dengan dirinya, pasalnya semenjak kemarin Alfina selalu menghindari tatapan matanya dan tidak berani menatap kearahnya. Alfan merasa kalau istrinya itu takut dengan dirinya.
"Umi nanti malam Alfan akan ajak istri Alfan dinner di restoran langganan kita. Apakah umi dan abi mau ikut?". Ucap Alfan kepada sang umi. Saat ini Alfan sedang berada didapur untuk mengambil air putih yang akan diberikan kepada istrinya ketika sudah bangun nanti
"Tidak sayang, umi dan abi dirumah saja. Kamu ajak istrimu makan malam diluar yang romantis biar dia happy". Jawab umi Laila sambil tersenyum
Alfan mengangguk "Baik umi". Balas Alfan
"Yaudah umi, Alfan mau keatas dulu". Ucap Alfan pada uminya
"Ya sayang". Jawab uminya
Alfan mengedarkan pandangannya ke kamar, ia melihat istrinya yang sudah bangun duduk ditepi ranjang akan tetapi ia belum melakukan aktivitas apapun. Akhirnya Alfan segera menghampiri istrinya dan memberikan segelas air putih untuk diminum olehnya.
"Minum dulu dek". Kata Alfan sambil memberikan gelasnya
Alfina menerima gelas itu kemudian meminumnya dengan pelan, ia menghabiskan air putih yang sudah diambilkan oleh suaminya.
"Terimakasih mas". Kata Alfina sambil tersenyum
"Sama-sama sayang". Jawab Alfan sambil mengelus kepala Alfina
"Kenapa belum mandi?". Tanya Alfan pada istrinya
"Maaf mas, aku tadi baru bangun jadi masih malas". Jawab Alfina kepada suaminya
"Yasudah tidak apa-apa". Balas Alfan sambil tersenyum lembut menatap istrinya
"Nanti malam mas akan mengajak adek dinner". Kata Alfan seraya memegang tangan Alfina
"Dinner?". Tanya Alfina
Alfan mengangguk "Ya". Jawab Alfan
"Adek mandi dulu ya, habis maghrib kita berangkat". Lanjut Alfan
Alfan menatap Alfina dengan genit "Atau mau dimandiin sama mas?". Tambah Alfan dengan senyuman smirknya
"Aq mandi sendiri aja mas". Jawab Alfina dengan sedikit gugup
Akhirnya Alfina bangun dan berlari menuju kamar mandi setelah mengambilkan pakaiannya didalam lemari. Ia masih malu dengan suaminya yang terang-terangan mengatakan seperti itu dengan dirinya. Dengan segera ia menghindar dari suaminya supaya sang suami tidak menggodanya terus-terusan.
Ceklek ...
Alfina sudah keluar dari kamar mandi, ia melihat keseluruh penjuru kamar bahwa suaminya sudah keluar untuk shalat ashar dimasjid. Ia berjalan menuju rias kemudian menyisir rambutnya dan mengoleskan sedikit bedak diwajahnya. Karena malam ini suaminya mengajaknya dinner diluar maka Alfina akan tetap membantu umi Laila memasak didapur menyiapkan makan malam.
__ADS_1
Ia segera turun dari kamar kemudian berjalan kearah dapur dan menghampiri umi Laila yang sedang mengiris sayuran sup,, mungkin sang umi akan membuatkan abi Lukman makanan kesukaannya yaitu sayur sup dan perkedel. Ia melihat bahwa umi Laila juga dibantu oleh bi Marta dalam memasaknya.
"Assalamualaikum umi, bibi". Salam Alfina pada mereka
"Waalaikumussalam nak". Jawab mereka bebarengan sambil tersenyum manis
"Umi, bibi biar Alfina bantu ya?". Ucap Alfina pada mereka
"Boleh sayang". Jawab umi Laila
"Terimakasih umi". Balas Alfina tersenyum senang
Keberadaan Alfina membuat mereka menjadi senang dan bahagia, pasalnya Alfina adalah perempuan yang ramah dan sopan sehingga banyak sekali orang yang menyukai Alfina. Umi Laila dan bi Marta senang dengan kehadiran Alfina terlebih Alfina juga pandai memasak.
"Sayang nanti kamu diajak dinner ya sama suamimu?". Tanya umi Laila sambil menatap Alfina
Alfina mengangguk "Ya umi". Jawabnya
"Yaudah nikmati keromantisan kalian berdua ya nak, umi dirumah saja sama abi". Kata umi Laila
"Abi sudah pulang umi?". Tanya Alfina
"Sudah sayang, abi sudah pulang". Balas umi Laila
"Tapi sekarang abi sedang berada dimasjid sayang bersama dengan suami kamu". Lanjut umi Laila
Setelah selesai membantu sang umi memasak, ia menuju lantai atas kedalam kamarnya untuk bersiap karena sudah adzan maghrib. Karena dirinya berhalangan tidak shalat jadi Alfina memilih bersiap diri dan menyiapkan baju suaminya untuk acara dinner yang sudah direncanakan oleh Alfan.
Alfina memakai abaya bewarna hitam dengan jilbab pashmina syar'inya yang bewarna yang bewarna abu muda. Ia sangat cantik menggunakan pakaian seperti itu, terlebih pakaian abaya nya adalah pemberian dari suaminya. Ia juga mengambilkan pakaian suaminya yang bewarna senada dengan miliknya.
"Assalamualaikum". Salam Alfan ketika memasuki kamarnya saat ia sudah kembali pulang dari masjid
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina kemudian mencium tangan Alfan dengan lembut, dan Alfan memberikan kecupan dikening Alfina
Alfan melihat penampilan Alfina dari bawah hingga atas, ia dibuat berkali-kali jatuh hati dan terpesona ketika memandang istrinya yang sangat cantik dan sholehah. Ia tersenyum manis menatap Alfina sambil mengelus kepalanya dengan sayang. Alfan jadi tidak rela membawa istrinya yang cantik ini keluar dan pastinya banyak laki-laki yang menatapnya.
"Istri mas cantik sekali". Kata Alfan singkat namun bisa membuat hati dan jantung Alfina berdebar-debar
Alfina menunduk malu sambil berkata "Terimakasih mas". Jawabnya
"Yasudah mas ganti baju dulu". Ucap Alfan
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Ketika dirasa sudah selesai bersiap mereka berdua turun untuk berpamitan kepada umi dan abi. Alfan mengandeng tangan Alfina saat menuruni tangga, abi dan umi yang melihat lantas tersenyum manis menatap keduanya.
__ADS_1
"Sudah mau berangkat nak?". Tanya sang umi
"Ya umi". Jawab Alfan singkat
Alfan dan Alfina kemudian menyalimi tangan umi Laila dan abi Lukman kemudian bergegas pergi untuk dinner diluar yang sudah dipersiapkan oleh Alfan untuk istrinya.
"Yasudah kalian berdua hati-hati ya"?. Ucap umi Laila
"Jaga istrimu dengan baik boy". Imbuh Abi Lukman
Alfan mengangguk "Ya mi bi". Jawabnya
Sekitar beberapa menit, akhirnya mereka berdua sudah sampai dipelataran restoran yang mewah yang tadinya sudah direncanakan dan dipersiapkan oleh Alfan untuk istrinya. Ia akan membuat istrinya itu bahagia dan senang bersamanya, jadi sebisa mungkin ia akan berusaha memenuhi semua kebutuhan istrinya.
"Sudah sampai mas?". Tanya Alfina pada suaminya
"Sudah sayang". Jawab Alfan
Alfan segera menggandeng tangan istrinya dan membawanya masuk kedalam restoran mewah tersebut. Ketika sudah masuk didalam restoran, Alfan membawa istrinya menuju lantai dua yang tempatnya terkhusus dan VVIP yang sebelumnya sudah dibooking oleh Alfan.
Ketika sudah sampai Alfan menarikkan kursi untuk diduduki oleh istrinya kemudian ia duduk tepat didepan istrinya. Tak lama kemudian ada para pelayan yang mengantarkan dan menghindangkan banyak sekali makanan untuk dinner malam ini. Alfina tidak menyangka kalau suaminya sangat royal sekali.
"Terimakasih". Ucap Alfan dan Alfina bebarengan
"Sama-sama". Balas pelayan tersebut
Alfina menatap kagum suasana dan pemandangan direstoran ini apalagi berada dilantai dua membuatnya leluasa melihat keadaan sekitar yang dipenuhi lampu kelap-kelip indah yang menyala saat dimalam hari. Sedangkan Alfan menatap istrinya dengan lekat sambil tersenyum manis kearah Alfina.
"Adek senang?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Alfina senang banget mas, akhirnya Alfina bisa merasakan dinner di restoran yang bagus ini". Jawab Alfina dengan polos
"Alhamdulillah kalau adek senang, mas bisa bawa adek kesini kapanpun kalau adek mau". Jawab Alfan
"Beneran mas?". Tanya Alfina lagi
Alfan mengangguk "Apapun untuk istrinya mas". Balas Alfan sambil mengusap pipi Alfina
"Terimakasih banyak mas". Ujar Alfina dengan mata yang berbinar
"Sama-sama sayang". Jawabnya
"Yasudah sekarang kita makan dulu ya, mas tau kalau adek sudah lapar. Boleh adek memakan makanan apapun, kalau perlu tambah juga tidak apa-apa". Kata Alfan tersenyum geli melihat wajah istrinya yang lucu
Alfina mengangguk "Terimakasih mas". Balasnya
__ADS_1
Pasangan suami istri tersebut melanjutkan makannya dengan hati yang berbunga-bunga. Alfan menatap istrinya yang makan dengan lahap sambil tersenyum kecil melihatnya. Pasalnya istrinya itu sangat lucu sekali ketika sedang makan atau sedang melakukan apapun. Ia tidak pernah bosan memandang wajah cantik dari Alfina.
Sesekali Alfan mengusap sudut bibir Alfina yang terkena makanan dengan menggunakan tangannya. Sedangkan Alfina yang diperlakukan seperti itu oleh suaminya lantas sedikit malu dan tidak enak karena makannya masih belepotan seperti anak kecil. Akan tetapi Alfan tidak pernah mempermasalahkan itu semua, justru dirinya dibuat gemas karena tingkah laku dari Alfina.