Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 15


__ADS_3

Setelah selesai meeting Alfan dengan segera berangkat menuju kampus. Sore ini ia mengajar hanya dalam satu kelas saja kemudian ia akan kembali pulang kerumahnya sendiri. Mungkin nanti ia akan mengabari uminya bahwa ia akan pulang kerumah pribadinya.


Saat sampai dipelataran kampus ia dengan segera melaksanakan tugasnya untuk mengajar mahasiswa dan mahasiswi yang memasuki kelasnya sore ini.


"Assalamualaikum". Salamnya pada mahasiswa


"Waalaikumussalam". Jawab mereka


"Kita akan lanjutkan pada bab yang baru". Ucapnya


Setelah menjelaskan berbagai materi kepada semua mahasiswanya kini Alfan sedang didalam masjid kampus untuk menunaikan shalat Maghrib. Setelah shalat ia akan makan malam kemudian pulang kerumahnya.


Ketika ia berjalan akan memasuki mobilnya, para mahasiswi terang-terangan memuji dirinya, hingga membuat Alfan jengah dan risih. Tapi sebagai dosen ia harus bersikap baik agar dicontoh oleh para mahasiswa dan mahasiswinya.


"Pak Alfan ganteng banget"


"Pasti pak Alfan capek habis ngajar"


"Pak dosen satu ini cool banget"


"Terlalu Subhanallah untuk aku yang Astaghfirullah"


Begitulah kira-kira lontaran dari mereka. Para mahasiswi kebanyakan kagum melihat Alfan karena Alfan adalah dosen yang masih muda, tampan, pinter, dan lebih menariknya lagi ia juga belum menikah. Sehingga banyak mahasiswi yang selalu memuji dirinya dengan terang-terangan didepannya.


Setelah sampai rumah ia segera membersihkan badannya lalu melaksanakan shalat isya'. Alfan adalah tipe orang yang disiplin dalam beribadah. Ia akan shalat tepat pada waktunya, sehingga Alfan banyak sekali dikagumi oleh kaum hawa karena ketaatannya.


"Alhamdulillah". Ucapnya ketika selesai shalat


Tak lama kemudian handphone milik Alfan berbunyi, ketika dilihat sang umi lah yang menelpon dirinya. Dengan segera ia menyentuh ikon warna hijau


"Assalamualaikum umi". Salamnya pada sang umi


"Waalaikumussalam nak". Jawabnya


"Kamu lagi dimana sayang?". Tanya umi Laila


"Alfan lagi dirumah umi, sekalian Alfan mau izin". Jawabnya


"Kenapa gak pulang kerumah umi. Kamu pasti capek nak, kalau disini ada umi yang menyiapkan kebutuhan kamu, udah makan belum nak?". Ujar umi Laila


"Sudah umi, umi tenang saja". Jawabnya


"Nak jangan begadang, langsung istirahat saja ya. Kamu harus istirahat yang cukup fan kalau tidak kamu bisa sakit". Kata umi Laila


"Ya umi". Jawabnya

__ADS_1


"Yasudah umi matikan dulu telponnya, besok selesai mengajar dari kampus langsung kerumah umi ya? Ada yang mau umi sampaikan sama kamu. Jangan lupa berdoa sama shalat tahajud, Wassalamualaikum". Ucap umi Laila sambil tertawa


"Ya umi Waalaikumussalam". Balas Alfan


Alfan meletakkan handphonenya di nakas samping tempat tidur kemudian merebahkan tubuhnya diatas kasur sambil mengingat perkataan abi dan umi nya kemarin bahwa kedua orangtuanya itu sangat setuju bila ia mempersunting salah satu mahasiswinya yaitu Alfina


Sebenarnya Alfan sudah mendapat petunjuk dari Allah ketika ia berhari-hari selalu melaksanakan shalat tahajud dan berdoa agar selalu dipermudah urusannya. Akan tetapi ia belum terlalu dekat dengan mahasiswinya itu, mungkin ia harus mengenal terlebih dahulu sosok dari Alfina.


Memang Alfan selalu melihat nilai positif dari Alfina, mahasiswinya itu pintar dalam hal akademik, ia juga pandai memasak, dan satu lagi ia adalah gadis yang shalehah. Jika ia memang berjodoh dengan mahasiswinya itu Alhamdulillah bila tidak akan ia usahakan. Begitulah pikir Alfan


"Astaghfirullahaladzim". Ucapnya ketika ia mengingat wajah lembut mahasiswinya ketika berada dirumah uminya kemarin


***


Pagi ini Alfina akan berangkat ke kampus karena ada jadwal pagi dikelasnya. Ia dengan segera memakan sarapannya kemudian mencuci piringnya lalu bergegas pamit kepada bunda Nila. Ia harap tidak terlambat datang ke kampus karena pagi tadi Rara sempat rewel dan tidak mau ditinggalkan oleh Alfina.


"Mudah-mudahan aku gak terlambat". Ucapnya dalam hati


Setelah sampai dikampus ia berjalan cepat menuju kelasnya sambil membawa beberapa buku ditangannya. Ia tau karna waktu menunjukkan pukul 06.55 ia takut kalau sampai kelas sudah ada dosennya. Karena dosen pagi ini adalah pak Alfan dimana ia sangat disiplin dan selalu menghargai waktu.


Brukk ...


"Astaghfirullahaladzim". Ucapnya


Alfina mendongak melihat siapa seseorang yang sudah ia tabrak itu, sungguh Alfina merutuki dirinya sendiri yang sedikit ceroboh. Ia jadi takut kalau selalu seperti ini.


Deg ...


Alfina menunduk sambil berkata "Ma-maaf pak saya tidak sengaja". Ucapnya


"Kenapa kamu berlari?". Tanya Alfan dengan datar


"Sa-saya takut kalau sampai terlambat masuk kelas dan berakhir dihukum". Ucap Alfina polos


"Siapa dosen kamu pagi ini?". Tanya Alfan lagi. Sebenarnya dialah dosennya yg mengajar pagi ini tapi Alfan akan sedikit memberikan pertanyaan pada mahasiswinya itu


"Ehm, ba-bapak sendiri dosennya pagi ini dikelas saya". Jawab Alfina gugup, ia bisa merasakan kalau pipinya sekarang pasti sudah memerah


"Cepat masuk kelas sekarang". Perintah Alfan


"Ba-baik pak, sekali lagi saya minta maaf atas kejadian tadi". Ucap Alfina sebelum pergi


"Hmm". Respon Alfan


"Assalamualaikum". Salam Alfina

__ADS_1


"Waalaikumussalam". Jawab Alfan


Alfan tersenyum tipis melihat Alfina yang gugup berada didekatnya. Sebenarnya ia sendiri juga merasakan perasaan aneh bila dekat dengan mahasiswinya itu, akan tetapi ia bisa mengontrolnya dengan baik. Dengan segera Alfan berjalan memasuki kelas Alfina, pasti semua mahasiswa dan mahasiswinya sudah menunggunya dari tadi pagi.


"Assalamualaikum". Salamnya ketika memasuki ruang kelas


"Waalaikumussalam". Jawab mahasiswa serempak


"Silahkan pagi ini yang presentasi maju kedepan". Ucap Alfan


Alfina yang mendengar perintah dari sang dosen segera maju kedepan bersama dengan anggota kelompoknya berjumlah lima orang untuk mempresentasikan hasil materinya.


"Presentasikan materi kalian dengan baik dan efektif". Ujar Alfan


"Baik pak". Jawab mereka


Mahasiswi pertama yang menyampaikan materi adalah Alfina. Sebenarnya ia masih takut dan gugup karena kejadian tadi. Tapi semaksimal mungkin ia akan menyampaikan materinya dengan baik supaya mendapatkan nilai A dari Alfan.


Ketika Alfina menyampaikan materinya, netranya tidak sengaja berpapasan dengan dosennya. Karena sang dosen duduk sambil memperhatikan dan melihat cara mahasiswinya menyampaikan sebuah materi. Ia jadi terdiam sebentar guna menetralkan pikirannya agar tidak terganggu.


"Sudah cukup". Ucap Alfan


Alfina menunduk "Baik pak". Jawabnya dengan sopan


Ketika selesai mempresentasikan materinya kedepan kini Alfina kembali duduk di bangkunya yang berada disebelah Amel sambil bernapas lega. Hufft


"Kamu kenapa na?". Tanya Amel sang sahabat


"Gakpapa Mel, aku cuma ngerasa lega aja sudah presentasi matkulnya pak Alfan". Jawab Alfina


"Oh kirain kenapa, aku yang belum nih mana gak satu kelompok lagi sama kamu". Ucap Amel


Alfina tersenyum "Sabar kan masih ada kelompok lain yang satu kelompok sama aku". Ucapnya


"Hmm yaudah deh". Jawab Amel ngasal


"Materi hari ini telah selesai, silahkan dipersiapkan untuk kelompok berikutnya". Kata Alfan dengan tegas


"Baik pak". Jawab mereka


"Saya keluar dulu, semoga ilmunya bermanfaat. Assalamualaikum". Ucap Alfan


"Aamiin, Waalaikumussalam pak". Jawab beberapa mahasiswa


Akhirnya Alfina dan Amel keluar dari kelasnya dan berjalan menuju parkiran untuk mengambil kendaraan masing-masing. Amel akan pulang kerumahnya karena akan menemani sang mama kerumah neneknya sedangkan Alfina ia akan berangkat menuju tempat kerjanya.

__ADS_1


__ADS_2