
Malam harinya mereka melakukan makan malam bersama, umi Laila telah memasakkan makanan kesukaan Alfina yaitu opor ayam yang rasanya tidak terlalu pedas. Semenjak sore tadi Alfina menginginkan makanan favoritnya itu, alhasil umi Laila memasakkan makanan tersebut.
"Duduk sayang". Kata Alfan setelah menarik kursi untuk diduduki istrinya
"Makasih mas". Ucap Alfina
"Sama-sama sayang". Balas Alfan sambil tersenyum
Akan tetapi sebelum duduk, Alfina mengambilkan makanan untuk suaminya. Ia tidak lupa menjalankan kewajibannya sebagai seorang istri, meskipun saat ini badannya masih lemas akibat mual dan muntah tadi akan tetapi ia wajib melayani dan menyiapkan keperluan suaminya.
"Biar mas saja sayang yang ambil". Kata Alfan ketika melihat Alfina yang mulai mengambil nasi serta lauk pauknya
"Tidak apa-apa kok mas". Jawab Alfina dengan sopan kepada suaminya
Alfan tersenyum menatap istrinya yang begitu antusias menyiapkan makan malamnya, padahal kondisi tubuh istrinya masih sedikit lemas. Sedangkan umi Laila dan abi Lukman yang melihatnya pun lantas tersenyum manis menyaksikan keharmonisan rumah tangga anaknya.
"Silahkan mas". Ucap Alfina sambil memberikan piring yang sudah penuh dengan makanan
"Terimakasih dek". Kata Alfan
Alfina mengangguk "Sama-sama mas". Balas Alfina
Setelah mengambilkan suaminya makan, ia hendak mengambil untuk dirinya sendiri akan tetapi umi Laila berucap kepada Alfina yang membuat ia mengurungkan niatnya untuk mengambil makanan.
"Biar umi ambilkan sayang". Ucap umi Laila
"Ehm tidak usah umi nanti merepotkan, biar Alfina ambil sendiri saja". Jawab Alfina dengan nada halus dan sopan
"Tidak apa-apa sayang". Jawab umi Laila kemudian mengambilkan sepiring nasi dan lauk pauk untuk Alfina
"Terimakasih banyak umi". Ucap Alfina kepada umi Laila
"Sama-sama sayang, sudah sekarang dimakan ya dihabiskan". Kata umi Laila
Alfina mengangguk "Baik umi". Jawabnya
Setelah menghabiskan makanannya, Alfina bangkit dari duduknya kemudian mengambil piring suaminya untuk dibawa ke wastafel dan dicuci. Alfan yang melihatnya pun segera menahan tangan Alfina agar tidak membawa piringnya yang kotor.
__ADS_1
"Kenapa mas?". Tanya Alfina dengan pelan sambil menatap suaminya
"Biar mas saja yang bawa piringnya, mas tidak mau kalau kamu kecapekan". Jawab Alfan
"Aku enggak apa-apa kok mas". Balas Alfina
"Yasudah ayo biar mas bantu". Putus Alfan kemudian membawa piring kotor tersebut ke wastafel untuk dicuci
"Biar Alfina saja mas yang nyuci, nanti bajunya mas bisa kotor". Kata Alfina sambil menatap suaminya
"Tidak apa-apa dek, kalau kotor tinggal ganti". Balas Alfan yang membuat Alfina menghela napas
Setelah selesai mencuci piringnya, Alfan membalikkan badannya menatap Alfina yang masih setia berdiri disampingnya. Ia menggandeng tangan istrinya menuju ruang tengah karena sang istri ingin menonton tv terlebih dahulu sebelum tidur. Setelah sampai ia mendudukkan istrinya di sofa kemudian ia ikut duduk tepat disamping istrinya.
"Dek besok kita ke dokter kandungan ya?". Kata Alfan pada suaminya
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina
"Kalau adek menginginkan sesuatu entah itu makanan atau apa segera bilang sama mas ya, In Syaa Allah mas bakal turutin kemauan adek". Kata Alfan pada istrinya
Tak lama ada umi Laila dan abi Lukman yang juga ikut bergabung kepada mereka untuk menonton tv bersama, Alfina tersenyum melihat kedatangan umi dan abinya. Ia menggeser duduk nya agar sang umi duduk disampingnya.
"Kenapa sayang?". Tanya umi Laila pada Alfina
Alfina menggeleng "Tidak apa-apa kok umi". Jawab Alfina sambil menyenderkan kepalanya dibahu suaminya. Alfan yang peka langsung mengusap kepala Alfina dengan sayang
"Besok mau ke dokter nak?". Tanya sang umi
"Ya umi, besok kita ke dokter". Jawab Alfan pada uminya
"Umi". Panggil Alfina sedikit manja kepada umi Laila
"Ya sayang". Jawab umi Laila seraya melihat Alfina yang bersandar dibahu suaminya, umi Laila tersenyum melihat itu.
"Besok umi sibuk tidak?". Tanya Alfina dengan pelan
Umi Laila menggeleng "In Syaa Allah tidak sayang, memangnya kenapa?". Jawab umi Laila
__ADS_1
"Besok boleh Alfina periksa kandungannya ditemani sama umi?". Tanya Alfina lagi sambil menundukkan kepalanya
Umi Laila tersenyum "Boleh sayang, besok umi akan temani kamu". Jawab umi Laila
"Beneran umi?". Tanyanya lagi untuk memastikan
Umi Laila mengangguk "Ya sayang". Jawabnya sambil mengelus lengan Alfina
"Terimakasih umi". Kata Alfina
"Sama-sama sayang". Balas umi Laila
Ketika sedang asyik menonton tv, lama kelamaan mata Alfina mulai memberat tanda ia sedang mengantuk. Ia menatap suaminya yang juga sedang menatapnya, Alfan tersenyum melihat wajah sayu milik istrinya.
"Ngantuk hmm?". Tanya Alfan sambil melihat istrinya
Alfina mengangguk lucu "Ya, tapi Alfina masih mau nonton tv". Jawab Alfina pada suaminya
"Kalau ngantuk tidur dek, bukan nonton tv". Balas Alfan
"Nanti kamu bisa kecapekan kalau duduk terus begini, ini juga sudah malam. Jadi kamu harus segera istirahat". Lanjut Alfan sedikit tegas
Alfina yang mendengar suaminya mengucapkan kata-kata seperti itu, lantas ia menegakkan tubuhnya dari sandaran suaminya. Ia sedikit takut kalau melihat suaminya berbicara sedikit tegas seperti barusan.
"Maaf mas, baiklah kita istirahat". Ucap Alfina dengan sopan kepada suaminya
"Mau tidur hmm?". Tanya Alfan sambil menatap wajah Alfina
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya dengan pelan tak berani menatap suaminya
"Yasudah ayo". Balas Alfan
"Umi abi kita istirahat dulu". Kata Alfan kepada kedua orangtuanya kemudian menggandeng tangan Alfina menuju lantai atas kedalam kamarnya
"Ya sayang, kalian istirahat ya?". Balas umi Laila
Ketika sampai kamar Alfina langsung naik keatas ranjang kemudian menyelimuti tubuhnya hingga sebatas dada. Ia masih diam tidak berani bertanya kepada suaminya, mendengar suaminya berbicara sedikit tegas saja membuat ia sedikit takut. Entahlah ia juga tidak tau kenapa dirinya selalu takut ketika berhadapan dengan laki-laki.
__ADS_1