
Disisi lain ada umi Laila, bunda Nila, dan bi Marta yang sedang membersihkan sisa acara tadi pagi hingga siang dibagian dapur. Bunda Nila memang tidak ikut kembali ke panti asuhan bersama anak-anak karena beliau harus membantu umi Laila membereskan semuanya setelah selesai dilaksanakannya acara empat bulanan tadi.
"Bu kalau capek istirahat dulu, nanti bisa dilanjutkan lagi". Kata umi Laila pada bunda Nila
"Ya bu, ini mau selesai nanggung kalau tidak diselesaikan. Nanti biar bisa istirahat dengan tenang". Jawab bunda Nila
"Baiklah bu, saya juga mau naruh pudding nya Alfina didalam kulkas". Ucap umi Laila
Bunda Nila terkekeh "Ya bu, Alfina memang suka sekali dengan pudding. Mangkanya dipanti setiap hari selalu saya buatkan". Balas bunda Nila
"Ya disini saya juga buatkan dia kue, jus, apapun yang dia mau Insya Allah saya akan menyanggupinya". Kata umi Laila
"Terimakasih bu, sudah menerima putri saya dengan tulus. Saya bahagia sekali Alfina telah berjodoh dengan nak Alfan". Ucap bunda Nila
"Alhamdulillah". Jawab umi Laila
Setelah menyelesaikan kegiatannya, umi Laila dan bunda Nila masuk kedalam kamar untuk istirahat sebentar dan melaksanakan shalat dhuhur. Bunda Nila rencananya akan pulang nanti malam karena dipanti asuhan hanya ada bibi dan dua pengasuh lainnya. Beliau cukup tenang meninggalkan Alfina yang sudah bersuami, apalagi suami dari putrinya itu begitu tulus mencintai dan menyayangi putrinya.
Waktu menunjukkan pukul tiga sore, Alfan terbangun dari tidurnya. Ia menoleh kesamping dimana Alfina masih terlelap dalam tidurnya, ia tau pasti istrinya itu masih kecapekan dan ia akan membangunkannya ketika nanti ia selesai mandi saja. Alfan bangkit kemudian masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Ceklek ...
Beberapa menit setelah mandi, Alfan menghampiri istrinya yang masih tertidur diatas ranjang. Ia membangunkan dengan menepuk lengannya pelan sambil mengelus pipinya dengan lembut.
"Bangun dulu sayang". Ucap Alfan
"Adek ayo bangun dulu". Ucapnya lagi sambil mengelus kepalanya dengan pelan berharap istrinya cepat kebangun dari tidurnya
__ADS_1
Alfina membuka matanya menatap wajah suaminya yang sudah fresh, mungkin suaminya itu sudah mandi sehingga badannya keliatan lebih segar dan wangi.
"Ya mas". Ucapnya
"Sudah jam tiga lebih dek, mandi gih terus shalat. Make up yang cantik buat mas". Goda Alfan
"Mas mau ke masjid?". Tanya Alfina
Alfan mengangguk "Ya mas mau shalat dimasjid, adek buruan mandi terus shalat ashar ya. Nanti sepulang dari masjid mas akan buatkan susu ibu hamil untuk adek". Kata Alfan sambil tersenyum manis menatap Alfina
"Ya mas terimakasih". Jawabnya
"Bunda masih disini kan mas?". Tanya Alfina lagi
"Ya bunda masih disini sayang, adek mandi dulu baru nanti nemuin bunda dibawah". Balas Alfan
"Alfina bakalan hati-hati kok mas". Jawab Alfina
"Yasudah tapi kalau adek takut nunggu mas saja tidak apa-apa". Kata Alfan
"Ya mas". Jawabnya
"Kalau gitu mas berangkat dulu dek". Ucap Alfan
"Assalamualaikum". Salamnya
"Waalaikumussalam". Jawab Alfina
__ADS_1
Setelah suaminya pergi ke masjid Alfina bergegas membersihkan tubuhnya kemudian melaksanakan shalat ashar didalam kamarnya. Selesai shalat ia memoles wajahnya dengan make up lalu memasang jilbabnya.
Ia turun kebawah untuk bertemu dengan umi Laila dan bunda Nila, karena bundanya itu akan kembali pulang pada malam nanti. Ia berhati-hati ketika melewati tangga yang ada dirumahnya, ia harus berusaha menjaga dan melindungi calon buah hatinya.
"Sayang". Panggil bunda Nila saat tau Alfina turun dari lantai atas
"Bunda". Ucapnya kemudian memeluk bundanya dengan erat
"Adek sudah makan?". Tanya bunda Nila
Alfina mengangguk "Tadi Alfina sudah makan kok bunda". Jawabnya
"Yasudah ayo duduk disini bersama dengan bunda, bentar lagi umi kamu pasti kesini". Kata bunda Nila mengajak Alfina untuk duduk diruang keluarga
"Ya bund". Jawabnya
Tak lama kemudian umi Laila menghampiri mereka dengan membawa kue dan pudding kesukaan Alfina. Umi Laila begitu memperhatikan makanan yang akan dimakan oleh menantunya itu bahkan umi Laila juga turut menjaga pola makan Alfina setiap harinya.
"Sayang ini umi bawakan puding dan kue kesukaan kamu, dimakan ya nak?". Ucap umi Laila
Alfina mengangguk "Terimakasih umi". Jawabnya sambil tersenyum manis menatap umi Laila dan bunda Nila
"Silahkan dimakan bu Nila kuenya". Ujar umi Laila kepada bunda Nila
"Baik bu terimakasih sudah memberikan perhatian yang tulus untuk Alfina. Saya bahagia sekali melihat keluarga nak Alfan memperlakukan Alfina dengan baik". Kata bunda Nila
"Sama-sama bu, itu semua sudah menjadi kewajiban kami untuk memperlakukan adek dengan baik. Karena bagaimanapun juga dia adalah putri dari mendiang sahabat dekat saya". Jawab umi Laila
__ADS_1
Bunda Nila mengangguk kemudian mengusap kepala Alfina dengan sayang, ia teramat senang dan bahagia karena Alfina nya memiliki keluarga yang sangat harmonis dan begitu menyanyangi. Ia bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk mengasuh dan membesarkan Alfina hingga Alfina nya menikah dengan laki-laki yang sholeh.