
Alfan membangunkan Alfina yang masih tertidur itu untuk segera mandi dan melaksanakan shalat ashar. Ia tertawa geli melihat sang istri yang pulas sekali dalam tidurnya. Mungkin istrinya itu benar-benar kelelahan sehingga tidurnya sampai larut.
"Assalamualaikum sayang". Salam Alfan tepat ditelinga Alfina
"Bangun dulu sayang". Ucap Alfan sambil mengusap rambut Alfina dengan pelan
Alfina menggeliat dalam tidurnya, ia membuka matanya dan melihat sudah ada sang suami yang berada tepat dihadapannya. Ia mengucek kedua matanya, Alfan yang melihat itu semua langsung menahan tangan istrinya dan sontak membuat Alfan gemas dibuatnya.
"Jangan dikucek sayang". Kata Alfan sambil mengusap kedua mata Alfina dengan pelan
"Mas sudah pulang?". Tanya Alfina yang membuat Alfan terkekeh
"Kalau belum pulang tidak mungkin mas berada disini". Jawab Alfan
"Kita mandi bareng saja ya dek, biar cepat kelarnya". Kata Alfan dengan santai
Alfina menggeleng "Alfina enggak mau mas". Jawabnya
"Dosa lho dek menolak ajakan suami". Goda Alfan sambil tersenyum smirk kearah Alfina
"Mas kok gitu?". Ucap Alfina
"Tapi benarkan?". Balas Alfan
Alfina tidak menjawab pertanyaan dari suaminya, ia malah memeluk suaminya dengan erat. Ia juga tidak tau kenapa bisa semanja ini dengan suaminya, padahal sebelumnya ia tidak pernah memulai melakukan kontak fisik dengan sang suami. Akan tetapi semenjak hamil dia suka sekali menempel dan mengikuti suaminya, mungkin karena efek bawaan bayinya.
"Kenapa hmm?". Tanya Alfan
Alfina menggeleng menjawab pertanyaan dari suaminya, ia malah menenggelamkan wajahnya didada suaminya. Sedangkan Alfan mengelus kepalanya dengan lembut sambil terus tersenyum manis melihat Alfina yang begitu manja dengan dirinya.
"Mas". Panggil Alfina
"Ya sayang". Jawab Alfan
"Ada apa hmm?". Lanjut Alfan
"Nanti malam kita jalan-jalan yuk ke pasar malam". Ucap Alfina dengan pelan
"Memangnya ada?". Jahil Alfan pura-pura tidak tau
__ADS_1
"Ada, dilapangan kota mas"? Jawab Alfina pada suaminya
"Boleh, nanti malam kita kesana". Kata Alfan yang membuat Alfina senang dan menguraikan pelukannya
"Beneran mas?". Tanya Alfina memastikan
Alfan mengangguk "Ya sayang". Jawabnya
"Terimakasih mas". Ucapnya
"Tapi ada syaratnya". Ujar Alfan
Alfina menatap suaminya "Apa syaratnya?". Tanyanya
"Sekarang kita mandi bareng". Goda Alfan yang membuat Alfina cemberut
Tanpa menunggu jawaban dari istrinya, Alfan menggendong tubuh Alfina kedalam kamar mandi kemudian mendudukkan di atas kloset sementara dirinya menyiapkan air didalam bath up untuk istrinya mandi. Setelah selesai ia melepaskan semua pakaian istrinya, Alfina masih merasa malu ketika sang suami membuka seluruh pakaiannya. Ia menunduk kala Alfan mendudukkannya didalam bath up kemudian Alfan ikut masuk kedalamnya dengan tidak memakai sehelai benang pun.
"Adek diam saja, biar mas yang memandikan adek". Ucap Alfan pada Alfina
Alfina hanya mengangguk menanggapi ucapan dari Alfan, ia menikmati pijatan lembut yang diberikan oleh suaminya. Alhasil tubuhnya jadi sedikit lebih ringan karena dipijit oleh sang suami dengan lembut saat mandi bersama.
"Nanti sehabis makan malam berangkat dek". Ucap Alfan
"Ya mas". Jawab Alfina dengan mengangguk
"Mas kebawah sebentar ya, mau buatkan kamu susu hamil". Kata Alfan
"Alfina ikut mas, Alfina mau nonton tv dibawah boleh?". Tanya Alfina pada suaminya
"Boleh ayo". Jawab Alfan kemudian menggandeng tangan Alfina dengan erat menuju lantai bawah
Ketika malam tiba, sebelum berangkat Alfina harus makan malam terlebih dahulu. Umi, abi, dan suaminya mengizinkannya keluar dengan syarat harus makan malam terlebih dahulu dirumah. Tidak bermaksud apa-apa karena memang ibu hamil harus diperhatikan betul pola dan jadwal makannya dengan baik supaya janin yang dikandungnya pun juga turut sehat.
"Sini biar mas suapin adek". Ujar Alfan sambil mengambil alih piring yang dibawa oleh Alfina
"Alfina makan sendiri saja mas". Ucap Alfina yang merasa sungkan dihadapan umi dan abinya
"Tidak apa-apa sayang, turuti saja kemauan suamimu". Kata umi Laila sambil terkekeh melihat keduanya
__ADS_1
"Abi". Rengek Alfina pada abi Lukman
"Benar apa kata umimu nak, turuti saja apa yang dikatakan oleh suamimu". Kata abi Lukman sambil tertawa
Alfan tersenyum melihat tingkah istrinya yang seperti anak kecil, ia bahagia karena Alfina bisa lebih dekat dengan kedua orangtuanya. Mereka sudah menganggap Alfina seperti anak kandungnya sendiri. Lantas Alfan meraih sendok kemudian mulai menyuapi istrinya makan.
"Baca doa dulu sayang". Ucap Alfan
Setelah membaca doa, Alfina mulai menerima suapan dari suaminya. Sejujurnya dirinya senang kalau setiap makan disuapin seperti ini oleh suaminya, akan tetapi ia masih malu jika disuapi dihadapan umi dan abinya. Akhirnya yang bisa ia lakukan hanyalah menuruti keinginan suaminya dan bersikap biasa saja dengan keluarganya.
Setelah selesai makan, ia dan suaminya bersiap menuju pasar malam yang ada ditengah-tengah kota. Alfina cantik menggunakan gamis panjang bewarna hitam lalu ia lapisi menggunakan jaket supaya tidak kedinginan. Alfan tersenyum manis melihat keantusiasan dari sang istri yang sangat menginginkan melihat ramainya pasar malam.
"Sudah siap hmm?". Tanya Alfan pada Alfina
Alfina mengangguk "Sudah mas". Jawabnya
"Kita berangkat sekarang". Kata Alfan sambil mengusap pipi istrinya dengan lembut
"Ya mas". Jawab Alfina sambil menganggukkan kepalanya
Alfan lantas menggandeng tangan istrinya menuju lantai bawah untuk berpamitan kepada umi dan abinya. Alfan bahagia jika melihat istrinya bahagia, ia sebisa mungkin membuat istrinya bahagia dan senang dengan menuruti semua keinginannya asalkan ia mampu untuk mengabulkannya.
.
.
.
.
.
Thankyou gaes yang masih setia membaca ceritaku ini
.
.
Jangan lupa like dan coment ya gaes 🤗
__ADS_1