
Setelah makan malam Alfan mengajak istrinya masuk kedalam kamar untuk istirahat. Karena saat pagi hingga malam hari ia banyak melaksanakan aktivitas bekerja, oleh karena itu istirahat bersama dengan istrinya adalah obatnya. Alfina yang tadinya ingin mengobrol bareng dengan bunda hanya bisa pasrah ketika digiring suaminya menuju kamar dilantai atas.
"Dek kita shalat isya' dulu". Kata Alfan pada Alfina yang duduk diatas ranjang tempat tidur
Alfina mengangguk "Ya mas". Jawabnya
Alfan masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu sedangkan Alfina menyiapkan peralatan shalatnya seperti mukena, sajadah, dan baju Koko untuk suaminya. Ketika suaminya sudah selesai, ia bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu juga.
Ceklek ...
"Sudah?". Tanya Alfan ketika melihat istrinya yang sudah keluar dari kamar mandi
"Sudah mas". Jawab Alfina seraya mengambil mukenanya lalu memakainya
Pasangan suami isteri tersebut melaksanakan shalat isya' secara berjamaah didalam kamarnya. Mereka berdua begitu khusyuk menjalankan ibadah kepada Allah secara bersama-sama. Alfina selalu dibuat terharu ketika sang suami menjadi imam dalam shalatnya dan ia yang menjadi makmumnya.
Selesai salam Alfan dan Alfina berdoa untuk kebaikan dan keberkahan rumah tangganya yang kini sudah mereka berdua jalankan secara bersama-sama. Setelah berdoa Alfan membalikkan tubuhnya menghadap Alfina dan menatap istrinya tersebut dengan lekat. Alfina segera menyalimi tangan suaminya dengan takdzim sebagai tanda baktinya menjadi seorang istri, kemudian Alfan mengecup keningnya dengan lembut. Alfina memejamkan matanya ketika suaminya menciumi wajahnya.
"Dek". Panggil Alfan
"Ya mas" Jawab Alfina sambil menatap Alfan yang berada dihadapannya
"Besok main kerumah bunda mau?". Tanya Alfan pada istrinya
Alfina menganggukkan kepalanya "Mau mas, Alfina sudah kangen sama bunda". Kata Alfina
"Besok mas ke kantor kan?". Tanya Alfina
"Ya besok mas ke kantor saja". Jawab Alfan
"Besok mas akan mengantarkanmu terlebih dahulu sebelum berangkat ke kantor, nanti pulangnya biar mas jemput saat mas pulang dari kantor". Lanjut Alfan
Alfina mengangguk "Ya mas terimakasih". Balas Alfina sambil tersenyum manis kepada suaminya
"Sama-sama sayang". Jawab Alfan
Alfan menatap Alfina dengan intens membuat yang ditatap merasa salah tingkah dan malu. Alfan selalu saja membuat istrinya ketar-ketir hanya dengan tatapannya yang tajam namun lembut yang ditujukan kepada dirinya. Alfina mencoba membalas tatapan suaminya akan tetapi ia kembali menunduk karena ia rasa pipinya pasti sudah memerah.
"Dek". Panggil Alfan pada istrinya
__ADS_1
Alfina mendongak "Ya mas". Jawabnya dengan pelan sambil melihat Alfan sekilas
"Kenapa pipimu memerah hmm?". Tanya Alfan sambil mengusap kedua pipi Alfina
Alfina spontan menutup kedua pipinya dengan tangannya kemudian berkata "Enggak kok". Balasnya
"Mas suka lihat pipimu memerah seperti ini". Kata Alfan sambil tertawa
"Mas jangan gitu, Alfina malu". Ucap Alfina yang masih menunduk
Alfan semakin tertawa lebar karena mendengar istrinya mengucapkan kata-kata seperti itu, ia rasa istrinya itu sangat lucu dan menggemaskan sekali. Tingkahnya terkadang seperti anak kecil yang selalu membuat gemas dan ingin mencubit kedua pipinya yang tembam.
"Malu kenapa dek, asal kamu tau kalau berada di dekatmu itu bawaannya mas ingin selalu menjahili dan melindungi". Kata Alfan sambil menatap Alfina dengan intens
Blushh ...
Kedua pipi Alfina semakin memerah mendengar lontaran dari suaminya tersebut, ia semakin menundukkan kepalanya dan tidak berani menatap mata suaminya. Sedangkan Alfan malah terkekeh melihat sang istri yang semakin merona dan malu. Istrinya itu selalu menggemaskan sama seperti semasa kecilnya dahulu.
"Yasudah mas minta maaf". Ujar Alfan sambil mencium pucuk kepala Alfina dengan lembut
Alfan kembali menatap Alfina tanpa mengalihkan pandangannya sedikitpun, ia selalu terpesona dengan penampilan Alfina yang sederhana dan selalu cantik. Ia jadi ingin beribadah yang lain dengan istrinya itu.
"Y-ya mas". Jawab Alfina dengan terbata karena gugup melihat mata suaminya yang sedari tadi menatap dirinya dengan tatapan penuh nafsu
"Boleh mas melakukannya lagi?". Tanya Alfan ambigu
Alfina yang mengerti maksud dari suaminya tersebut lantas mengangguk dengan pelan, ia tak mungkin menolak permintaan dari suaminya selagi dirinya tidak berhalangan atau udzur. Jika ia menolak maka sudah dipastikan ia akan mendapatkan dosa karena tidak menuruti kemauan seorang suami. Jadi sebisa mungkin ia mengabulkan permintaan suaminya untuk melakukan ibadah bersama.
Alfan yang mendapat lampu hijau dari istrinya langsung mencium kening istrinya singkat kemudian membuka mukena yang masih melekat ditubuh Alfina dan menggendongnya menuju kasur. Alfan membaringkan tubuh istrinya dengan pelan sembari mengelus kepala Alfina dengan sayang.
"Jangan takut sayang, mas akan melakukannya dengan lembut". Ucap Alfan seakan mengerti dengan perasaan istrinya
Alfina mengangguk pelan menjawab ucapan dari suaminya. Ia juga yakin kalau suaminya tidak akan pernah menyakiti atau melukai dirinya, mengingat cinta Alfan kepada dirinya sangatlah tulus sama seperti seorang anak laki-laki yang tulus menyayangi ibunya. Jadi ia tidak perlu resah memikirkan hal itu semua.
Alfan mulai menciumi seluruh wajah Alfina mulai dari kening, hidung, kedua pipinya, dan yang terakhir tertuju pada bibir Alfina yang manis yang membuat dirinya candu untuk menciumnya lagi dan lagi. Alfan mencium bibir Alfina dengan lembut sambil tangannya mengelus rambut Alfina yang terurai. Sedangkan Alfina mulai kehabisan nafas dan menepuk-nepuk punggung suaminya dengan pelan agar Alfan melepaskan ciumannya yang berdurasi lumayan lama itu.
"Dek". Panggil Alfan
Alfina hanya mengangguk menanggapi panggilan dari suaminya itu. Alfan kembali mencium singkat bibir istrinya agar istrinya tersebut lebih tenang dan tidak merasa kesakitan. Ia dibuat berkali-kali lipat mencintai dan menyayangi perempuan yang saat ini sudah menjadi kekasih halalnya dan calon ibu dari anak-anaknya kelak.
__ADS_1
"Mas". Panggil Alfina setelah Alfan melepaskan ciumannya
"Kita istirahat ya, pasti kamu sudah kecapekan". Kata Alfan perhatian kepada istrinya dan dijawab anggukan oleh Alfina
Alfina hanya bisa pasrah dengan suaminya, selagi membuat suaminya bahagia ia akan melakukannya dan menurutinya dengan senang hati. Tapi ia masih merasa malu ketika ditatap lekat oleh suaminya apalagi mereka berdua baru saja melakukan ibadah bersama dimalam hari.
"Kenapa hmm?". Tanya Alfan pada istrinya
Alfina menggeleng kemudian menduselkan wajahnya pada dada bidang suaminya karena malu dan salah tingkah, mengingat ia dan suaminya berada pada satu selimut yang sama. Alfina berdebar saat ini apalagi tatapan sang suami yang terus menatap dirinya dengan lekat tanpa mengalihkannya sedikitpun kearah lain. Sudah ia pastikan bahwa kedua pipinya semakin merah merona karena malu.
"Mas". Panggil Alfina pelan
"Ya". Jawab Alfan
"Adek tidur ya, biarkan seperti saat ini sampai besok. Mas sangat menikmati sekali, terimakasih sayang". Kata Alfan
"Sama-sama mas". Balas Alfina
Akhirnya mereka berdua tertidur dengan saling memeluk satu sama lain, karena besok mesti harus melakukan kegiatan dan aktivitas lagi sama seperti biasanya. Alfan akan bekerja dikantor sedangkan besok Alfina akan berkunjung kepanti asuhan untuk menemui sang bunda yang selama ini sudah merawat dan membesarkannya.
.
.
.
.
.
Maaf baru up gaes, author kemarin sedang sakit 🙏
Jangan lupa like, komen, dan follow yaa
.
.
Thankyou ... 🤗
__ADS_1