Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 32


__ADS_3

Sampai di panti asuhan Alfan dan Alfina segera menyalami tangan ayah Norman dan bunda Nila dengan hormat. Bunda Nila kemudian memeluk Alfina dengan erat karena ia sudah rindu dengan putrinya itu. Alfina dengan senang hati membalas pelukan bunda Nila tak kalah erat.


"Gimana kabar kalian berdua nak?". Tanya bunda Nila


"Alhamdulillah kami sehat bund". Jawab Alfan


"Oh ya bunda ini ada makanan dan minuman untuk kebutuhan adik-adik dipanti". Kata Alfina sambil menyerahkan beberapa bingkisan yang tadinya sudah ia beli bersama dengan suaminya di supermarket


"Kamu tidak usah repot-repot sayang". Ucap bunda Nila


"Sama sekali tidak merepotkan bund". Jawab Alfan sambil tersenyum tipis


"Terimakasih karena kalian berdua sudah membantu memenuhi kebutuhan adik-adik kalian, semoga kalian diberikan rezeki yang berlimpah oleh Allah". Ucap ayah Norman


"Aamiin terimakasih yah". Jawab Alfan


Setelah berbincang ringan diruang tamu tadi kini Alfina dan bunda Nila membagikan makanan dan minuman untuk anak-anak yang ada dipanti. Setelah itu barulah mereka semua makan siang bersama di ruang tengah panti asuhan.


Mereka bahagia karena kakaknya telah memberikan makanan dan minuman setelah beberapa hari ini tidak bertemu karena acara pernikahan yang diadakan di hotel. Meski begitu mereka semua bersyukur memiliki orang-orang yang sangat peduli terhadapnya.


"Sayang habis ini ajak suamimu untuk makan siang ya, karena bunda sudah memasak makanan kesukaan kalian berdua". Kata bunda Nila


"Terimakasih bunda". Jawab Alfina


Alfina segera memanggil suaminya yang berada dikamarnya karena tadi ia sempat istirahat sebentar sesudah melaksanakan shalat dhuhur berjamaah dengan para anak-anak panti.


Ceklek ...


Alfina membuka pintu kamarnya dengan pelan kemudian menghampiri suaminya yang rebahan diatas ranjang miliknya sambil memainkan gadgetnya. Karena tadi Alfan mendapatkan email dari sekretarisnya bahwa besok ia harus menghadiri rapat di perusahaan miliknya.


"Mas". Panggil Alfina


"Ya". Jawab Alfan sambil menaruh handphone nya di atas meja kecil samping tempat tidur


Alfan kemudian memandangi Alfina dengan lekat tanpa berkedip sementara Alfina yang ditatap hanya terdiam malu karena ulah suaminya yang menatapnya terang-terangan.


"Ke-kenapa mas natap aku kayak gitu?". Tanya Alfina pada suaminya


"Kamu cantik". Jawab Alfan singkat


Jawaban dari Alfan membuat Alfina blushing ditempatnya. Sudah ia pastikan kalau pipinya memerah dengan sendirinya. Ucapan suaminya selalu membuatnya berdebar dan salah tingkah.


"Kita makan siang dulu ke bawah". Ucap Alfina pelan


Alfan tersenyum tipis "Baiklah".

__ADS_1


Alfina berdiri dari duduknya, ketika akan berjalan kakinya tidak sengaja menginjak ujung gamisnya yang membuat dirinya oleng dan refleks tubuhnya terjatuh pada pangkuan suaminya yang masih duduk di atas ranjangnya. Sungguh Alfina kaget saat wajahnya sangat dekat dengan wajah milik suaminya.


Alfan yang melihat istrinya terbengong sambil menatap dirinya lantas mencium kedua pipinya dengan cepat. Alfina yang sadar bergegas berdiri dari pangkuan suaminya kemudian berjalan keluar meninggalkan suaminya yang masih menatap dirinya. Namun belum sampai pintu Alfan menarik tangan istrinya dengan pelan kemudian menggenggamnya dengan erat menuju lantai bawah.


"Sayang segera ajak suamimu buat makan siang ya, setelah makan kalian berdua harus istirahat". Titah bunda Nila


"Baik bunda". Jawab Alfina pada bunda Nila


Ketika sudah sampai meja makan ia melihat makanan kesukaan dirinya dan juga suaminya. Bunda Nila benar-benar baik dan perhatian karena telah menyiapkan makanan favoritnya.


Alfina segera mengambil piring kemudian mengisinya dengan nasi serta lauk yang akan diberikan kepada suaminya. Ia selalu mendahulukan keperluan dan kebutuhan suaminya setiap hari semenjak ia menikah dengan dosennya itu.


"Silahkan dimakan mas". Ucap Alfina sembari menyerahkan piring yang sudah penuh


"Mas mau minum apa?". Tanya Alfina pada Alfan


"Air putih saja dek". Jawab Alfan sambil memandang Alfina


"Dingin?". Tanyanya lagi


"Ya". Balas Alfan


Dengan segera Alfina mengambilkan Alfan air putih dingin didalam kulkas, ia menuangkannya kedalam gelas yang ukurannya sedang. Ia tau suaminya itu sudah terbiasa meminum air putih dingin setiap hari. Apa mas Alfan suka minum yang dingin jadi sifatnya pun ikut dingin. Pikir Alfina dengan aneh


Alfina menaruh gelas berisikan air dingin itu diatas meja makan depan suaminya.


"Sama-sama mas". Jawabnya


Kemudian Alfina mengambil makan untuk dirinya sendiri disamping suaminya. Alfan yang memakan makanannya sambil sesekali melihat Alfina yang sedang makan disampingnya. Menurutnya istrinya itu sangat lucu jika sedang salah tingkah akibat kejahilan dari dirinya.


Uhuk .. uhuk ...


Alfina tersedak saat ia tau suaminya itu memandangi dirinya yang sedang makan sekarang. Ia jadi grogi dan malu ketika ditatap dengan intens oleh suaminya. Alfan yang melihat istrinya terbatuk dengan segera mengambilkannya minum kemudian menyerahkannya dengan hati-hati.


"Minum dulu dek". Kata Alfan sambil mengusap punggung Alfina


Alfina mengangguk, setelah meminumnya Alfina menaruh gelas itu dimeja makan. Ia melihat kearah suaminya yang masih memperhatikan dirinya.


"Sudah enakan?". Tanya Alfan


"Su-sudah mas". Jawab Alfina terbata-bata


"Yasudah lanjutin makannya". Ucap Alfan pada Alfina


"Ya mas". Balas Alfina

__ADS_1


Saat makanannya sudah habis tak tersisa, Alfina dengan segera membawa piring kotor milik dirinya dan juga milik suaminya untuk segera ia cuci. Alfan menghampiri Alfina yang sedang mencuci piring itu dengan berniat membantu istrinya.


"Biar mas bantu". Kata Alfan yang berdiri disamping Alfina


"Tidak usah mas lagian ini sedikit kok piringnya yang belum dicuci". Jawab Alfina menoleh kearah Alfan


"Tidak apa-apa". Kata Alfan keukeh


Akhirnya Alfan membantu Alfina mencuci piring yang masih tersisa didapur dengan telaten. Alfan sudah biasa membantu uminya ketika berada dirumah, ia juga biasanya disuruh sang umi untuk menemani belanja kebutuhan rumah di supermarket bila hari libur.


"Kalian berdua istirahat saja dulu, pasti capek habis perjalanan kesini tadi". Kata bunda Nila yang melihat Alfan dan Alfina selesai mencuci piringnya


"Baik bunda". Jawab Alfina


"Kalau gitu kita kekamar dulu bunda". Kata Alfina pada bunda Nila dengan sopan


"Ya sayang". Jawab bunda Nila


Sesampainya dikamar mereka berdua segera mengistirahatkan tubuhnya di atas ranjang. Alfan melihat istrinya itu sedang melepaskan hijabnya dan menaruhnya disamping lemari miliknya. Ia dibuat terpesona dengan kecantikan istrinya yang alami dan tanpa polesan make up.


"Besok kuliah kamu sudah mulai masuk dek?". Tanya Alfan pada Alfina


Alfina mengangguk "Ya mas". Jawab Alfina


"Baiklah besok kita berangkat bersama". Kata Alfan pada istrinya


"Besok mas ke kampus?". Tanya Alfina pada suaminya


"Ya besok mas mengajar di kampus". Jawab Alfan


"Siangnya harus ke kantor karena ada meeting". Lanjut Alfan


Alfan kemudian memeluk erat Alfina dari samping sambil tangannya yang satu mengelus rambutnya dengan lembut yang saat ini tergerai bebas tanpa penghalang apapun. Jujur Alfina masih belum terbiasa jika harus berdekatan dengan suaminya seperti ini, tapi mau bagaimana lagi ia tidak mungkin menghindari suaminya.


"Rambut kamu wangi sekali". Kata Alfan sambil menciumi rambut Alfina


"Nanti malam kita pulang ya, besok mas harus berangkat pagi". Kata Alfan pada Alfina


"Ya mas besok Alfina juga kuliah". Jawab Alfina


"Siapa besok dosennya?". Tanya Alfan


"Besok dosennya mas sendiri". Kata Alfina jujur


Alfan tersenyum tipis mendengar jawaban dari istrinya tersebut. Bisa dibayangkan kalau besok ia akan selalu mudah tersenyum bila terus berdekatan dengan istrinya, tapi ia akan profesional ketika berada dikampus nanti.

__ADS_1


Alfan melihat Alfina yang sudah tertidur didalam pelukannya. Pasti istrinya itu kecapekan sehingga mudah sekali memejamkan matanya, ia kemudian mengecup kening istrinya dengan lembut lalu menyusulnya kedalam alam mimpi.


__ADS_2