Mencintaimu Dalam Doa

Mencintaimu Dalam Doa
Part 25


__ADS_3

Alfan segera mengemudikan mobilnya menuju kampus, ia akan menjemput Alfina dan mengajaknya melakukan fitting baju pernikahan. Umi Laila tadi mengabari bahwa beliau sudah berada di butik dan tinggal menunggu calon pengantinnya saja.


Ketika sampai kampus Alfan melihat Alfina yang duduk disekitaran taman dekat dengan gedung fakultasnya. Alfina yang peka segera menghampiri Alfan yang masih berada dalam mobilnya. Alfan membuka kaca jendela mobilnya agar Alfina tidak ragu bahwa dirinya bukan orang lain.


"Assalamualaikum pak". Salam Alfina pada Alfan sambil membuka pintu mobil bagian belakang


"Waalaikumussalam". Jawab Alfan


Alfina masih setia duduk dikursi belakang karena ia tau kalau ia dan dosennya itu belum halal. Lebih baik berjauhan saja dulu baru nanti kalau sudah halal boleh duduknya berdekatan.


"Gimana kuliah kamu?". Tanya Alfan supaya calon istrinya itu tidak canggung bila berdua saja dengan dirinya


"Alhamdulillah lancar pak". Jawab Alfina dengan sopan


"Apakah tadi kamu menunggu saya terlalu lama?". Tanyanya lagi


"Ti-tidak kok pak". Jawab Alfina


Mereka kembali terdiam setelah melakukan pembicaraan singkat tadi. Alfina memang masih merasa canggung dan gugup bila berdekatan dengan calon suaminya itu. Tapi sebisa mungkin ia harus membiasakan dirinya, karena bagaimanapun juga mereka akan segera menikah dan Alfina akan menjadi seorang istri.


"Alfina apakah kamu merasa keberatan menikah dengan saya?". Ucap Alfan


Alfina yang mendengar Alfan bertanya seperti itu kepada dirinya lantas menjawab "Saya tidak merasa keberatan menikah dengan bapak, karena saya yakin bahwa jodoh sudah diatur oleh Allah. Alfina juga yakin apa yang dibilang sama bunda waktu itu, bahwa calon suami Alfina In Syaa Allah seseorang yang shaleh yang bisa membimbing Alfina sampai Syurga-Nya kelak. Walau memang kesannya terlalu mendadak buat Alfina, tapi karna memang Allah sudah mengatur semuanya. Jadi Alfina hanya bisa berdoa dan berharap hanya kepada-nya.


Alfan tersenyum tipis mendengar jawaban dari Alfina. Alfina selalu saja bisa membuat hatinya bergetar, tidak salah ia yang selama ini selalu mendoakan dan memilih untuk menjadi istri sekaligus ibu dari anak-anaknya kelak.


"Terimakasih kamu sudah menerima saya sebagai calon suami kamu". Kata Alfan


"Alfina juga berterimakasih sama bapak, karena bapak sudah memilih Alfina sebagai calon istri bapak". Balas Alfina


Akhirnya mereka sudah sampai dibutik langganan keluarga Alfan setelah menempuh perjalanan beberapa menit tadi. Alfan dan Alfina segera turun dari mobil kemudian menghampiri sang umi yang sudah berada didalam butik.


"Jalan disamping saya". Kata Alfan tiba-tiba


"Ba-baik pak". Jawab Alfina


Setelah mereka berkeliling akhirnya mereka berdua melihat umi Laila yang sedang duduk disofa dengan seorang perempuan paruh baya sahabat dari umi Laila yang lagi asyik mengobrol.


"Assalamualaikum". Salam Alfan dan Alfina bebarengan


"Waalaikumussalam". Jawab umi Laila dan sahabatnya


"Maa Syaa Allah ucap salamnya bisa bebarengan gitu ya sayang?". Kata umi Laila


"Memangnya kenapa umi?". Jawab Alfan


"Tidak apa-apa sayang itu tandanya kalian emang benar-benar cocok romantis lagi". Ucap umi Laila

__ADS_1


"Mbak apakah ini putri dari mendiang almh mbak Ana?". Tanya perempuan paruh baya kepada umi Laila


"Ya Len calon istrinya Alfan adalah putri dari almh Ana". Jawab umi Laila


Ya pemilik butik tersebut adalah sahabat dari umi Laila yang dulunya mereka berdua juga bersahabat dengan bunda ana bunda kandung Alfina. Jadi umi Laila, bunda ana, dan juga mami Leni bersahabat sejak dari smp.


"Sayang panggil saya dengan sebutan mami Leni ya, Mami adalah sahabat bunda kamu sejak dari smp bersama dengan umi Laila ini". Ucap mami Leni sambil mengelus kepala Alfina


Alfina mengangguk "Ya ma-mi". Jawabnya


Mami Leni tersenyum manis kepada Alfina kemudian memeluknya dengan erat. Mami Leni tidak mempunyai anak perempuan sehingga ia begitu menginginkan hadirnya seorang putri, akan tetapi ia dikarunia dua orang putra yang sudah dewasa.


"Kamu cantik sekali nak". Kata mami Leni


"Terimakasih mami, mami juga cantik". Jawab Alfina seraya tersenyum manis


"Yasudah kita fitting baju dulu ya nanti kita ngobrol lagi". Ucap umi Laila


Alfan dan Alfina disuruh mencoba beberapa rekomendasi baju yang akan digunakan saat acara pernikahan nanti. Menurut Alfina baju dibutik mami Leni semuanya bagus-bagus sehingga ia bingung akan memilih yang mana.


"Sayang kamu lebih cocok yang mana?". Tanya umi Laila kepada Alfina


"Semuanya bagus-bagus umi Alfina bingung mau pilih yang mana". Kata Alfina polos


Umi Laila tertawa mendengar kalimat polos dari Alfina, memang dibutik sahabatnya ini koleksi baju-bajunya semuanya bagus.


"Biar pak alfan saja umi yang memilih". Ucap Alfina dengan pelan


"Maa Syaa Allah, yasudah sebentar biar umi yang bilang sama calon suami kamu". Kata umi Laila


Setelah diberitahu oleh sang umi bahwa Alfina menyerahkan pilihan baju pernikahan nya kepada dirinya, akhirnya Alfanlah yang memilihkan semuanya mulai dari baju akad dan resepsi.


"Sayang ini sudah dipilihkan oleh calon suami kamu, Alhamdulillah baju yang diambil semuanya bagus dan cocok untuk kalian pakai nanti". Kata umi Laila


"Terimakasih umi". Jawabnya sambil tersenyum


"Sayang kamu mau langsung pulang apa mau main kerumah umi dulu?". Tanya umi Laila


"Maaf umi Alfina langsung pulang saja ya, sudah ditunggu sama bunda Nila. Kalau ada waktu luang bolehkan Alfina main kerumah umi?". Ucap Alfina


"Tentu boleh dong sayang". Jawab umi Laila


"Yasudah biar kamu diantar pulang sama Alfan". Kata umi Laila


"Baik umi". Jawab Alfina


Alfina pulang diantar oleh Alfan, karena tadi ia yang menjemputnya jadi ia juga yang harus mengantarkannya pulang. Ia sudah lega karena sudah melakukan fitting baju dan semuanya juga sudah dipersiapkan tinggal menunggu hari h nya saja.

__ADS_1


***


"Assalamualaikum". Salam Alfina ketika memasuki panti asuhan


"Waalaikumussalam". Jawab seorang perempuan paruh baya yang tak lain adalah sang bibi


"Bunda dimana bi?". Tanya Alfina ketika ia tak melihat bundanya


"Bunda kamu ada didapur nak, beliau sedang memasak". Jawab bibi


"Terimakasih bibi". Ucapnya


Alfina segera menuju dapur untuk menghampiri bundanya yang sedang memasak untuk disajikan pada saat makan malam nanti. Beliau dibantu oleh bibi terkadang juga dibantu oleh Alfina.


"Assalamualaikum bunda". Salam Alfina seraya memeluk bundanya yang sedang memasak


"Waalaikumussalam sayang". Jawab bunda Nila seraya membalikkan badannya menatap Alfina


"Sudah pulang, gimana tadi fitting baju pernikahannya lancar kan?". Tanya bunda Nila


"Alhamdulillah semuanya lancar bunda". Jawab Alfina


"Alhamdulillah pasti nak Alfan senang banget punya istri yang cantik dan sholehah ini". Kata bunda Nila jahil


"Bunda jangan gitu". Ucap Alfina dengan manja kepada bundanya


"Putri bunda malu-malu ya kalau ada nak Alfan". Ucap bunda Nila lagi


"Bundaa". Rengek Alfina


"Kamu bersih-bersih badan dulu ya habis itu istirahat". Ujar bunda Nila


"Ya bunda". Jawab Alfina


"Alfina boleh kan bantu bunda memasak nanti". Kata Alfina


"Kamu pasti capek sayang istirahat saja ya, bunda memasaknya hampir selesai kok". Jawab bunda Nila


"Tapi bunda Alfina ingin bantu bunda". Ujar Alfina


"Mendingan kamu istirahat saja sayang, calon pengantin gak boleh capek-capek. Harus selalu sehat pokoknya". Ucap bunda Nila


"Yasudah habis bersih-bersih Alfina akan istirahat bunda". Jawabnya


"Baiklah sayang". Balas bunda Nila seraya mencium kening Alfina


Akhirnya Alfina menuruti permintaan bundanya untuk segera istirahat agar dirinya tidak sampai sakit. Karena beberapa hari lagi ia akan melangsungkan akad nikah bersama dengan calon suaminya yang notabenenya adalah dosennya sendiri.

__ADS_1


Jodoh memang unik dan hanya Allah yang tau, pikir Alfina


__ADS_2