Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Pertarungan Di Dunia Pararel


__ADS_3

Nenek yang aku kejar tadi ternyata ada dua, dan sepertinya mereka kembar.


Sialnya, mereka menahanku untuk masuk ke portal di depan sana, untuk kembali ke dunia nyata pun tidak bisa, dan kini aku jadi terjebak di dunia pararel.


Aku mencoba melepaskan diri, sialnya lagi Nenek yang berada di sebelah kananku melilit tubuhku dengan tongkat kayu yang berubah menjadi akar, dan kembaran satunya melilitku dengan selendangnya yang begitu kuat.


Aku harus segera kembali ke dunia nyata, aku tidak bisa berlama-lama di dunia pararel, tapi bagaimana caranya aku terlepas dari mereka?


" Dasar kalian Jin jahat! kenapa kalian menghalangiku, Siapa sebenarnya kalian?" tanyaku dengan kesal.


"Hihi Hihihi.. Kami Nini Gandiwa Gandiwi jin kembar penguasa gunung kidul. Kami menahanmu agar kami bisa melindungi tuan kami, sebab kamu berniat mengusiknya bukan?" ucap Nini Gandiwi.


" Cih, tuanmu itu hanya seorang dukun penipu yang merugikan banyak orang, sudah sepantasnya aku memberikan pelajaran untuk tuan mu agar dia sadar jika perbuatannya itu salah" tuturku.


Mereka terlihat marah seakan tidak terima dengan perkataanku, lalu lilitan akar juga selendangnya justru semakin kuat melilit tubuhku.


Ugh! Sial...


"Bagaimana rasanya sesak bukan? kami bisa saja memperkuat lagi lilitan ini, jika kamu berani lagi menghina tuan kami." ancam Nini Gandiwa.


Aku mencoba membaca Ajian Brajamusti, namun baru ajiannya saja yang ku baca, Tiba-tiba semua lilitan itu sedikit melonggar dan Nini kembar itu menyadarinya.


"Apa Ini!" seru Nini gandiwa waspada dan nampak memperhatikanku.


" Heh manusia! Aku tidak menyangka ternyata kamu memiliki sebuah Ajian, Ajian apa yang kamu baca itu hah?!" tanya Nini Gandiwa.


" Siapa kamu sebenarnya? Dan Sepertinya aku mengenal Ajianmu itu, dari mana kamu mendapatkan ilmu itu?! Jawab aku!" tanya Nini gandiwa


"Untuk apa aku memberitahumu, sudahlah jangan banyak tanya, cepat lepaskan aku! Dan buka portal menuju dunia nyata sekarang! jika tidak Aku akan menggunakan Ajian sakti tadi untuk mengalahkan kalian." ancamku pada mereka.


" Cih! sombong sekali, Hanya karena Ajian itu kamu sudah berlagak sok hebat di depan kami, Coba saja kalau bisa lawan kami, Kami akan mengalahkanmu lebih dulu." bantah Nini Gandiwa.


Tiba-tiba saja lilitan akar dan selendang itu terlepas dari tubuhku, aku bebas. Namun..


Dan cepat mereka mulai berancang-ancang untuk menyerangku secara bersamaan.


" Kita lihat sejauh mana kemampuanmu melawan kami." Seru Nini gandiwi.


Sebenarnya aku sedikit was-was, karena baru pertama kali melawan mahluk seperti mereka tanpa pendamping.


Aku hanya bersiap diri dan berjaga-jaga dalam pertarungan ini.


Benar saja tongkat Nini Gandiwa melayang menyerang wajahku.


Aku sontak menghindari serangannya, namun dari arah lain datang selendang yang melesat cepat ke arahku, aku dengan sigap menangkap ujung selendang tersebut dan menariknya sekuat tenaga.


Dan Nini Gandiwi sempat sedikit tertarik, tapi dengan cepat pula dia merubah selendang nya jadi di selimuti api yang membara, segera aku melepaskan selendang tersebut karena tidak ingin aku terluka.


" Heh manusia! Mana Ajian sakti mu itu Hah! dari tadi kamu hanya menghindar dan menghindar." ejek Gandiwa.


Huh, bagaimana bisa aku memakai ajian Brajamusti sekarang, ajian itu hanya bisa aku pakai sekali dan aku juga sedikit ragu apakah Ajian Brajamustiku mempan pada mereka? Jika tidak kondisiku akan terlalu berisiko, dan jika ku lihat mereka berdua ini cukup sakti.


Aku hanya bisa menghindar dan menangkis setiap serangan mereka, sebisa mungkin aku menahan serangan yang bertubi-tubi itu, meski terasa sakit di sekujur tubuhku.


" Sudah cukup bermain nya! Kita selesaikan semua ini sekarang." ucap gandiwi kesal.


Dengan sekejap, Nini gandiwi muncul di depanku, dan Nini Gandiwa muncul di belakangku.

__ADS_1


Kedua nya berhasil mengunci pergerakanku. Aku tidak bisa menggerakkan tubuhku sekarang.


Aku lengah..


" Rasakan ini!" teriak keduanya


Mereka lalu mengeluarkan cahaya merah dari kedua tangannya dan mengarahkannya kepadaku.


Aku mencoba melawan, dan melepaskan diri, Tetap tidak bisa. Aku hanya bisa pasrah dan menunggu bagaimana serangan mereka itu akan mengalahkan ku.


SRAT!


Ugh!


Cahaya merah itu berhasil mengenaiku, rasanya bagai api yang membakar dan menjalar ke seluruh tubuh.


Dalam waktu yang lama aku mencoba bertahan, menahan kesakitan dari serangan mereka.


Lalu tubuhku jadi lemah dan jatuh ke tanah.


Uhuk! Uhuk!


dengan seketika darah keluar dari mulut. tubuhku merasakan sakit yang amat menyakitkan. Panas dan perih seolah mendapat luka bakar yang parah.


Jika seperti ini terus, bisa-bisa aku mati disini, aku harus melawan.


Apa boleh buat aku memakai ajian Brajamusti ku sekarang, dengan sisa tenaga yang ku punya.


Aku fokus dan mengumpulkan energi, lalu cahaya hijau keluar dari kedua telapak tangaku, aku mulai membaca ajianku.


" Cepat kita serang dia lebih dulu sebelum dia mengeluarkan ajiannya." seru Gandiwa.


Seranganku meluncur ke arah mereka, begitu juga dengan serangan dari Nini kembar secara bersamaan kami pun menyerang satu sama lain.


Dan Terjadilah energi yang saling beradu di antara kami, masing-masing dari kami mencoba menyerang sekuat tenaga.


tapi, tidak ku sangka Brajamustiku justru lebih kuat dari mereka, perlahan energi hijauku mendorong terus energi merah milik mereka. Dan keduanya pun terpental jauh ke belakang menjauh dariku.


Tubuh mereka pun jatuh ke tanah


" Ugh! Sial, ternyata dugaanku benar ." seru Nini gandiwa.


" Dugaan apa maksudmu?." tanya Nini gandiwi mencoba memahami maksud Nini Gandiwa.


" Dari awal aku sudah curiga, bahkan aku merasa tidak asing dengan ajian yang dia baca saat kita melilit tubuhnya tadi. Itu adalah Ajian Brajamusti." tutur Nini Gandiwa pada Nini Gandiwi.


"Kamu benar, itu ajian yang cukup sakti bukan, aku tidak habis pikir, dia memiliki ajian itu dari mana?" ucap Nini Gandiwi.


" Dan setahuku ajian tersebut hanya bisa di gunakan sekali saja, itulah sebabnya aku mencoba membuat dia kewalahan dan habis tenaga dengan serangan kita di awal pertarungan." tutur Gandiwa.


" Aku mengerti kenapa kamu memancingnya, jika dia menggunakan ajian itu dengan kekuatan penuh, ajian itu bisa saja membuat kita mati terbunuh." jawab Nini Gandiwi menimpali.


Nini Gandiwa mengangguk.


"Aku penasaran, siapa dia sebenarnya." ucap Nini Gandiwa.


" Ayo kita serang dia sekali lagi, mungkin kita akan segera tahu." ajak Gandiwi.

__ADS_1


......................


" Arrhh, sial! Karena energiku tidak cukup kuat mereka hanya terluka sedikit saja." gerutuku.


"Heh manusia! jangan lengah! bisa-bisa kamu mati di tangan kami nanti,Hihi Hihihi..." seru Nini gandiwa yang tengah melesat ke arahku.


Astaga! Secepat itu mereka bisa kembali menyerang! Ba..bagaimana ini? Aku sudah sudah tidak kuat untuk melawan. Aku kehabisan tenaga.


" Terimalah Ini!" ucap keduanya.


Keduanya melesat dengan cepat ke udara, muncul selendang yang selimuti api, dan tongkat akar yang berduri, kedua benda itu melayang ke arahku.


Oh. . Tidak.


Tiba-tiba.


Wush!


Ada api besar yang muncul dari arah belakangku, api itu berubah sangat besar lalu mengarah pada kedua senjata Nini kembar.


Nini kembar tampak begitu terkejut, mereka segera menarik kembali senjata mereka.


Lalu dengan cepat api itu menjalar naik ke arah Nini kembar seolah api itu hidup dan ingin menangkap mereka.


Mereka pun dengan sigap memutar tongkat dan selendang sehingga angin besar muncul dan meniup api besar itu mundur, lalu api pun menghilang.


Kami semua kebingungan,


"Siapa itu! berani sekali mengganggu pertarungan kami! Keluar!" bentak Nini gandiwa mencari keberadaan pelaku yang telah menyerang mereka berdua barusan.


" Hehehehe.... Lama tidak berjumpa Gandiwa Gandiwi."


Nini kembar terkejut melihat siapa yang kini muncul di tengah pertarungan kami.


Sosok tubuh kecil dengan kulit yang menua di sertai janggutnya yang panjang, memasang raut wajah yang membuat Nini kembar jengkel.


" Dayeng!!!" teriak keduanya.


......................


Sampai di sini dulu ya ceritanya.


Oh ya ada sedikit yang ingin di sampaikan..


Maaf kemarin author sempat Hiatus tanpa kabar 🙏🥺


karena sang narasumber sibuk dengan tugas aslinya yang sama dengan di cerita, namun versi dunia nyata lho.🤫


Dan Author juga sempat down waktu itu bahkan sampai kehilangan semangat untuk menulis, karena peminat kisah ini masih minim sekali, bahkan bingung untuk lanjut atau stop 😭😭, namun karena pembaca setia, author mencoba kembali bangkit dan memperbaiki lalu merevisi setiap tulisan dengan baik dari awal bab.


Semoga semakin banyak deh peminat nya..☺️


Jadi Author sangat berharap mendapatkan semangat, dorongan dan juga doa dari kalian semua.. 🥺🥺🥺


jangan lupa like, comment, fav dan gift juga boleh ..🤗🤗🤗


Sampai jumpa besok salam hangat untuk para pembaca. Terima kasih banyak ❤️❤️🌹🌹

__ADS_1


__ADS_2