Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Sigil


__ADS_3

Setelah aku berhasil di tolong Ki Dayeng dan Ki Jagat. Semua makhluk itu menghilang dan keadaan kembali normal.


" Para pengganggu itu sudah di bereskan, Ayo Anom kita harus pergi ke tempat klewing, mereka sudah menunggu kita di sana." ajak Ki Dayeng.


" Tapi Iman bagaimana Ki? Dia pingsan mana mungkin dia mampu melanjutkan perjalanan." keluhku.


Iman masih belum sadarkan diri. Sepertinya dia terlalu syok dan kelelahan, aku yakin energi Iman di hisap habis oleh makhluk-makhluk yang mengerumuninya tadi.


"Huh, Harusnya dia memiliki Iman yang kuat sesuai namanya, tapi dia mudah saja terperdaya oleh makhluk dari kasta bawah, bagaimana jika Ki Jagat saja yang bertanggung jawab, dengan tubuhku yang imut ini mana mungkin aku kuat menggendongnya" ucap Ki Dayeng.


" Iya, Aku tahu" jawab Ki Jagat singkat.


" Mohon maaf ya Ki, temanku merepotkan aki" jawabku sungkan pada Ki Jagat


" Tidak apa-apa Anom, Ayo kita lanjutkan perjalanan kita sekarang" ucap Ki Jagat sambil mencoba menggendong Iman di punggungnya.


" Ayo, Ki" jawabku.


Aku dan Ki Dayeng berjalan kaki menyusuri jalan yang di tutupi semak belukar ini, Sedangkan Ki Jagat terbang di atas kami sambil menggendong Iman.


" Anom, agar temanmu aman, aki akan pergi lebih dulu, tidak apa-apa kan?" sahut Ki Jagat


" Baik Ki, tolong titip dia selama aku belum sampai" ucapku pada Ki Jagat.


Ki Jagat pun menghilang membawa Iman bersamanya.


......................


Setelah lamanya berjalan, Kami hampir tiba ke tempat Klewing.


" Tunggu Anom!" ujar Ki Dayeng menghentikan langkahnya


" Ada Apa Ki?" tanyaku.


"Sebelum kita sampai ke sana, Kita harus siaga, aki akan membuat halimunan terlebih dulu, untuk melindungi kita dari serangan Klewing yang bisa saja tiba-tiba muncul." tuturnya.


Ki Dayeng pun mulai membuat halimunan.


" Sudah selesai, dengan begini kita akan aman, ingat jangan jauh-jauh dari aki, kita harus tetap bersama." tegasnya.


" Iya Ki." jawabku.


......................


Akhirnya kami sampai di tempat klewing.


Jauh di depanku, aku melihat sebuah pohon beringin yang sangat besar dan tinggi, Umur pohon ini terlihat seperti pohon beringin yang sangat tua dan sudah ada sejak zaman purba.

__ADS_1


Akar gantung pada pohonnya begitu lebat dan panjang, dahannya besar dan kokoh, dan ada sebuah celah besar yang membentuk lubang sebesar pintu, yang terbentuk dari liukan-liukan akar yang menempel pada batang pohonnya.


Lubang itu terlihat gelap dan menyeramkan.


" Aki, kira-kira yang lain ada dimana, kenapa tidak kelihatan?" tanyaku menanyakan keberadaan rekan ghoibku yang lain.


" Tentu saja tidak akan terlihat, mereka juga memasang Halimunan seperti kita." ujar Ki Dayeng sambil celingukan mencari rekan ghoibku yang lain.


" Ah, ketemu! Anom mereka ada disana!" tunjuk Ki Dayeng ke arah sebuah batu besar tidak jauh dari kami.


Samar-samar memang aku melihat sebuah kabut putih yang besar menyelimuti batu itu.


Sepertinya itu halimunan yang sengaja di buat lebih besar.


Kami pun menghampiri halimunan besar itu, benar saja saat kami masuk semuanya sudah ada di dalam.


Ki Sugro, Nini kembar, Aji saka, Ki Jagat, ada Iman juga dia terlihat sedang di baringkan di batu besar tadi, sepertinya dia masih belum sadar.


Dan ada satu orang lagi yang kurasa tidak asing, dia tengah berdiri di samping Iman, ya dia, Pak Yono.


Sudah kuduga dia akan datang, dan pasti dialah yang mengirim sinyal pada Aji saka.


" Terlambat sekali kamu datang! Kami sudah menunggu sejak lama." keluh Pak Yono.


Ugh, Memangnya mudah untuk sampai kemari, dasar menyebalkan..


" Seperti yang kita tahu, untuk menghancurkan sekte 18, tidaklah mudah. Bahkan tidak mungkin kita bisa menghancurkannya, sebab untuk menghancurkan sekte 18, kita harus melawan pemimpin Klewing. itu terlalu berisiko dan berbahaya, kita hanya bisa menghentikan sepak terjangnya saja. Dan sasaran kita adalah Klewing, kita juga tahu, jumlah Klewing itu ada ribuan bahkan lebih, Terlalu sulit jika kita harus melawan mereka satu persatu, kemunculan mereka tidak akan ada habisnya, jadi untuk mencegah Klewing itu datang ke dunia kita, kita harus menutup akses jalan atau portal mereka yang menuju ke dunia kita." tutur Pak Yono.


"Dimana portalnya?" Tanyaku.


" Ada di dalam pohon beringin besar itu! kamu lihat ada lubang besar di batangnya? Di dalam sana ada sigil yang kami para jendral buat untuk memanggil para Klewing menuju ke dunia kita, mereka bebas keluar masuk ke dunia kita lewat portal sigil itu. Kita harus menutupnya atau menghancurkannya." beber Pak Yono.


" Jadi, maksudmu kita harus masuk ke sana? Bukankah justru kita akan di kepung Klewing? Ini sama saja seolah-olah kita akan memasuki markas musuh." tuturku.


" Ya bagaimana lagi, jika sigil tidak di hancurkan, sekuat apapun kesaktian kita Klewing tetap tidak akan ada habisnya. Mereka akan terus bertambah." tuturnya


" Hufht, aku tidak yakin, ini terlalu berbahaya, bagaimana jika kamu hanya menjebak kami." cetus Aji saka.


" Apa! Jangan bercanda! Setelah aku membeberkan semua rahasia tentang sekte 18, dan memberitahu kalian tempat persembunyian Klewing ini, mana mungkin aku menjebak kalian." tuturnya kesal


" Bagaimana jika itu hanya bagian dari rencanamu." bantah Aji saka lagi,


"Astaga, kalian masih ragu padaku! Hufht, ya sudah begini saja agar kalian percaya, aku akan bertarung di paling terdepan, bagaimana?"tanyanya.


Kami semua mengangguk tanda setuju.


" Setelah Ini aku yang akan keluar lebih dulu dari halimunan, lalu kalian tinggal mengikutiku, Baiklah, kita mulai sekarang." ujarnya Pak Yono

__ADS_1


" Tunggu, bagaimana dengan Iman?" tanyaku.


" Dia masih belum sadar biarkan saja dia tertidur di dalam halimunan, itu lebih aman untuknya daripada dia ikut bersama kita." tutur Pak Yono.


" Hm, baiklah.." jawabku.


......................


Pak Yono mulai keluar dari halimunan, lalu satu persatu rekan ghoibku keluar mengikutinya, begitu juga aku.


Sialnya, baru saja kami keluar, Klewing sudah muncul dan menghadang kami.


"Yono! Kenapa kamu keluar dari markas musuh kita? Apa yang ku lakukan dengan mereka" tanya salah satu klewing pada Pak Yono.


Lalu tanpa menjawab, Pak Yono langsung saja mengeluarkan kekuatannya dan menyerang Klewing itu, seketika Klewing terpental.


" Sialan ! Yono mengkhianati kita ! Dia membelot ! Cepat serang dia! " teriak Klewing yang di serang Yono, pada Klewing lain.


Seketika semua Klewing itu menyerbu kami.


Rekan-rekanku hanya bisa menghindari serangan Klewing, kami berjalan menuju pohon beringin, sambil menyerang klewing dan sesekali juga menangkis serangan mereka.


Pak Yono mulai masuk ke lubang pohon beringin, di susul aku dan rekan ghoibku yang lain.


Setelah kami masuk, tidak heran dalam pohon ini tiba-tiba menjadi luas, Kami mulai melihat sekeliling didalam pohon beringin kami melihat ada empat buah batu memanjang dan berdiri tegak memutari sebuah gambaran segel di tanah.


" Disana! Sigil itu disana! Ayo cepat." seru Pak yono.


Saat kami hendak menghampiriku batu itu, muncul para Klewing yang mengepung kami dengan jumlah yang sangat banyak.


Dari kerumunan Klewing itu muncul lagi Lima orang pria.


" Wah, tidak menyangka jendral Yono kita ini Berkhianat pada Sektenya sendiri " ucap salah satunya jendral.


"Sudah kuduga akan jadi seperti, ini" ucap Pak Yono.


" Siapa mereka? Mungkinkah mereka adalah kelima jendral yang kamu ceritakan tadi? tanyaku lagi.


" Ya, mereka adalah ke 5 jenderal yang aku sebutkan." tutur Pak Yono


" Ini saatnya kita bertarung, kalian hadapi saja para Klewing , biar aku yang melawan para jendral ini. mereka sangat sakti dan memiliki sihir" ucap pak Yono pada kami.


Kami semua mengangguk setuju


" Baiklah! kita serang mereka!" teriak Pak Yono.


............................

__ADS_1


__ADS_2