
Setelah dari rumah Iman aku kembali pulang, untunglah Dita dan anak-anak tengah terlelap, jika tidak dia pasti akan panik melihat keadaanku yang terluka dan kacau.
Aku bergegas membersihkan tubuhku yang kotor dan lengket. Selesai membersihkan diri aku segera melaksanakan shalat ashar.
Setelah selesai sembahyang, Aku mulai bermeditasi untuk memulihkan kekuatanku.
" Bagaimana keadaanmu sudah lebih baik?" tanya Ki Sugro yang muncul tiba-tiba.
" Kita harus bersiap untuk pertarungan berikutnya." ucap Aji saka yang muncul dan tiba-tiba tanpa di minta memberikan tenaga dalamnya mengobati luka dalamku.
" Insyaallah, aku sudah siap. Aku sudah berpuasa selam 3 hari berturut-turut untuk menyempurnakan kekuatanku." jawabku.
Beruntung sekali aku didampingi oleh rekan ghoib yang hebat seperti mereka.
Salah satunya Ki Sugro.
Walaupun beliau berwajah harimau, dan bertubuh manusia, dia memiliki cakar yang tajam dan kuat serta taringnya yang sering menyeringai membuat musuhnya waspada, Aku merasa aman bersamanya karena dia yang selalu melindungiku, mendampingiku sedari kecil serta membimbingku hingga menjadi spiritualis.
lalu Aji saka, dialah sosok ghoib yang berwujud pemuda tampan, dengan ikat di kepalanya, dia layaknya seorang pendekar jaman dulu, dia yang selalu mengobatiku di saat aku terluka, dia juga selalu memberi tambahan energi di saat kondisiku melemah.
Dan Nini kembar, yaitu Nini Gandiwa dan Gandiwi meski umur mereka terlampau sangat lama, mungkin ratusan tahun, mereka masih bisa melawan musuhnya dengan sangat gesit, tongkat mereka yang sakti bisa bergerak sesuai keinginan mereka. Terkadang selain Ki Sugro, Nini kembar adalah informan juga, dia akan memberi tahu masa depan yang akan terjadi sehingga aku bisa bersiap dan bersiaga.
Satu-satu mereka mulai berdatangan.
"Assalamualaikum Anom! bagaimana kabar mu, maaf aki baru sempat meluangkan waktu untuk membantumu sekarang. "ucap Ki jagat setra yang muncul dan langsung menyapa.
"Walaikumsalam Ki, Alhmdulilah baik Ki, tidak apa-apa Ki. tapi terimakasih sebelumnya, untuk hari ini aki mau datang membantuku." jawabku.
Ki Jagat Setra adalah sosok seorang kakek bagiku, dia berjubah dan bersorban putih, beliau memang tidak sering muncul, namun jika aku sedang dalam keterpurukan, dan keimananku pada agama sedang menurun, barulah dia muncul untuk selalu mengingatkan dan memberi petunjuk, agar aku tetap menjalani kehidupanku dengan lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta.
Lalu, Aku terfokus pada salah satu sosok yang berada di samping Ki Jagad Setra.
Sosok seorang kakek kerdil dengan janggutnya yang panjang, mungkin jika di film putri salju dia sangat mirip kurcaci. Namun bedanya dia bertelanjang dada, sebut saja dia Ki Dayeng.
" Wah, siapa ini! sudah lama tidak berjumpa denganmu Aki! Aki kemana saja? Pasti Sibuk mengurus janggut, Padahal Janggut aki sudah panjang melebihi badan Aki." candaku.
Sebenarnya banyak cerita dan perjalanan supranatural yang sudah aku alami bersama Ki Dayeng. Namun memang baru kali ini kami bertemu kembali.
Ki Dayeng akan muncul, jika memang permasalahan yang aku hadapi sudah sangat-sangat sulit dan membebaniku.
"Hahaha, dasar Anom, tapi meski panjang, janggut Aki memang selalu wangi, sebab aki selalu membasuhnya dengan air melati setiap hari. Tidak sepeti Ki Sugro yang bau kucing, mandinya pun hanya 100 tahun sekali." gurau Ki Dayeng.
__ADS_1
"Diam kamu kerdil! Datang-datang lisannya mengejek, mau aku bakar janggutmu, biar botak seperti kepalamu." timpal Ki Sugro kesal.
" Haduh Anom, Kakekmu itu makin tua ambekan ya? Memang macan." ucap Ki Dayeng semakin mengejek.
Aku hanya tertawa, melihatnya menggoda Aki Sugro.
Ki dayeng memiliki watak yang humoris, dia selalu bersanda gurau, membuatku tidak segan untuk dekat dengannya. Suasana yang tadinya tegang, seketika menjadi santai dan menyenangkan.
Namun jangan di ragukan dengan kesaktiannya, dia bisa saja berubah sangat kejam, dan tidak memberi ampun pada musuh yang begitu jahat dan di bencinya.
Kali ini Ki Jagat dan Ki Dayeng memang sengaja datang, untuk mengambil peran satu kali dalam masalah kali ini, mereka tahu tugas kali ini sangatlah berat dan genting, dengan hanya ke 4 rekan ghoib saja tidak cukup untuk menang melawan klewing.
"Kalau begitu, kita berangkat sekarang Anom! Sepertinya akan ada yang menunggu kedatangan kita disana." ujar Aji Saka
**S**iapa?
"Mereka sudah memberikan sinyal padaku, memberitahuku titik lokasi tempat persembunyian Klewing, sekaligus portal akses keluar masuk para Klewing ke dunia manusia." tutur Aji saka.
Memberikan sinyal? Mungkinkah Pak Yono?
"Kenapa melamun Anom, sebaiknya kamu ajak juga teman manusiamu, agar dia mengantarmu ke lokasi."ucap Ki Sugro.
"Baik Ki."jawabku.
......................
" Aku pergi dulu ya? tugas ini harus aku selesaikan lebih cepat." ucapku pada Dita.
"Loh, mau kemana? kamu kan belum sembuh total, tubuh kamu masih lebam, kemarin malam saja kamu mengeluh kesakitan." ucap Dita khawatir.
"Sekarang, sudah lebih baik setelah bermeditasi, aku juga tidak sendirian, aku pergi dengan Iman dan beberapa rekanku yang lain." jawabku.
"Tapi, kalau kamu pergi itu terlalu berbahaya, bagaimana jika..
"Sst! Sudah kamu tenang saja, insyaallah tidak akan terjadi apa-apa denganku, aku titip anak-anak jangan lupa doakan aku dan minta perlindungan kepada sang pencipta, agar semua lancar." ucapku memotong perkataan Dita.
"Hm.. Baiklah, hati hati ya?"ucap Dita mencoba menghilangkan kekhawatirannya.
Aku berjalan menuju rumah Iman, Karena jarak rumahku dengannya cukup dekat hanya berbeda RT.
Aku di temani Ki jagat dan Ki Dayeng, sesekali Ki Dayeng menggoda Ki Jagad dengan ejekannya. Ki Jagat hanya menanggapi dengan senyuman, sesekali dia memancarkan aura karismatik nya
__ADS_1
Sementara ke empat rekanku yang lain, sudah mendahuluiku ke lokasi persembunyian Klewing, mengikuti sinyal yang di terima Aji Saka dari orang yang sudah menunggu kami di sana.
......................
Setelah lama kami berjalan, kami tiba di rumah Iman, aku mengetuk pintu dan memanggilnya.
"Asalamualaikum,man ada di rumah ?"ucapku.
Dia langsung membuka pintu, dan kulihat dirinya sudah siap untuk pergi
"Walaikumsalam bah, udah datang, Ayo langsung saja kita berangkat sekarang! Gue udah siap dari tadi" ujarnya.
"Loh, kok Elu tau gue mau ajak elu pergi? gue kan belum bilang apa-apa." ujarku.
"Yaelah bah, gue juga udah paham, kalau elu kemari, pasti elu mau ngajak gue ke suatu tempat, atau mungkin rekan ghoib lu udah memutuskan untuk ke tempat itu sekarang?"tutur Iman.
"Wih, perkiraan elu bener, Man. Mungkin ini kesaktian akibat ritual kemarin, berarti elu emang udah masuk sekte 18 karen." gurauku
"Anj***t, amit-amit! Lah, elu mah tega ngomong begitu ke gue, Bah. Marah lagi gue ntar." ucapnya kesal.
"hehe.. gue cuman bercanda kok, ya sudah ayo! kita berangkat, nanti makin larut."ajakku.
Iman segera menyalakan motornya, Aku pun menaiki motor Iman, sedangkan Ki jagat juga Ki Dayeng yang terbang di atasku mengikutiku.
Mereka terlihat siaga mengawasi keadaan.
"Tetap waspada Anom! Karena Klewing sudah mengetahui kita akan datang ke tempat mereka."Himbau Ki Jagat.
"Baik Ki." jawabku.
"Ikuti aki Anom! Aki mendapat sinyal dari Aji saka, untuk menuntun kita ke titik lokasi, dan sepertinya mereka sudah sampai di sana sekarang." seru Ki Dayeng.
"Siap Ki" ucapku.
"Bah, kita mau kemana Nih?! ke rumah Om Rizal?" tanya Iman
"Bukan! gue bakal tunjukin arahnya, elu ikutin aja arahan dari gue." ujarku.
"Siap bah." jawab Iman.
Kami pun mengikuti Ki Dayeng yang terbang di depan kami. Dia menjadi petunjuk arah untuk menuju ke lokasi persembunyian Klewing.
__ADS_1
......................