Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Akhir Nini Kutek


__ADS_3

Muncul Nini Kutek dari balik gelap nya lorong goa tadi.


Roni tersenyum remeh melihat kami.


" Kami pemujamu menyembah Ratu Agung." ucap Roni sambil berlutut menyambut Nini Kutek.


" Dimana persembahan untukku?" tanya Nini kutek dengan suaranya yang serak.


" Maafkan saya Ratu agung, Saya gagal melaksanakan ritual kali ini" ucap Roni menunduk.


" Apa! Kenapa bisa!" bentak Nini Kutek dengan kesal.


" Maafkan saya Ratu Agung, karena merekalah yang mengacaukan semua ritual kali ini." tuduh Roni menunjuk ke arah kami.


Seketika Nini kutek menoleh ke arah kami dengan wajah yang murka dan mata yang melotot.


Sejak kemunculan Nini kutek Iwan sama sekali tidak beranjak dari tempatnya berdiri. Dia syok melihat mahluk yang baru pertama kali dia lihat.


Nini Kutek menggerakan tangannya ke arah Iwan dari jauh.


Seketika Iwan meronta kesakitan seakan dirinya tercekik.


Gawat dia terkena serangan sihir dari Nini Kutek


Aku pun berlari menyerang Nini kutek dengan pukulan tenaga dalamku.


Tubuh Nini Kutek terdorong sedikit ke belakang. Seketika serangan sihir pada Iwan terlepas. Iwan Pun terhempas duduk di tanah mencoba mengatur nafasnya.


Melihat Nini Kutek terdorong karena pukulanku. Membuat Roni takut dia tak menyangka jika aku memiliki tenaga dalam. Roni perlahan-lahan menjauh dan kabur.


"Wan ,pergilah kejar Roni, biar aku yang menghadapi mahluk ini." seru ku


Iwan mengangguk, setelah terasa nafasnya normal kembali dia segera mengejar Roni yang melarikan diri.


Nini Kutek hendak menangkap Iwan lagi dengan sihirnya dari jauh.


" Biarkan dia pergi, disini aku lah yang akan melawanmu." ucapku menghentikan Nini Kutek.


"Berani juga kamu. Pantas saja kamu berani mengacau dan menyerangku, ternyata kamu bukan manusia sembarangan. Siapa kamu sebenarnya?" tanya Nini Kutek mencibirku.


" Aku adalah orang yang akan menghilangkan ritual tradisimu, dan membinasakanmu." tegasku.


"keh.. keh.. keh.. keh.. memangnya kamu setangguh apa? begitu besar keyakinanmu untuk bisa mengalahkanku." cibirnya.


BUGH!


Tanpa aba-aba aku langsung memukulnya.


Aku memukul tepat di dadanya, sekali lagi dia terdorong


Namun dengan sigap dia membalikan seranganku dengan sihirnya.


Sialnya aku tak bisa menahan serangannya karena tak terlihat, sehingga aku pun terkena sihirnya.


Kini tubuhku tak bisa di gerakkan. Semakin lama ada tekananan dan tekanan pada tubuh kurasa makin kuat, rasa sakitnya bagaikan sedang meremukan tulang di tubuhku.


Tubuhku terangkat dari tanah, Kini aku melayang, aku makin sulit bernafas, Aku meronta.


Habis sudah aku kali ini


Tiba-tiba


BUAGH!


Nini Kutek tersungkur, dia di serang dari belakang oleh Ki Sugro yang tiba- tiba muncul .


Aku pun terlepas dari serangan sihirnya.


BRUK!


Tubuhku jatuh terhempas ke tanah.


Uhuk... Uhuk... Uhuk...


Aku terbatuk karena hampir kehabisan nafas.


" Kamu tidak apa-apa,Anom?" tanya Ki Sugro


"Iya, Ki. Terima kasih, berkat Aki aku bisa selamat, uhuk.. uhuk.." jawabku yang masih mengatur nafasku.


"Kamu!! kamau Si Harimau tua waktu itu!! ucap Nini kutek terhentak kaget melihat sosok Ki Sugro.


Nini Kutek mulai teringat masa lalunya sebelum dia bereinkarnasi. Dia juga mengingat tentang seseorang yang mirip denganku dulu.


Dia mulai ingat bahwa aku dan Ki Sugro lah yang sudah membunuhnya di masa lalu.

__ADS_1


"Kaliaaann! kenapa kalian bisa ada zaman ini?!" ucap Nini Kutek marah.


" Tentu saja aku datang untuk membinasakanmu seperti dulu." sahut Ki Sugro.


" Takan aku biarkan kalian menang melawanku." ucap Nini Kutek


Nini Kutek mulai membaca mantra, seketika itu muncul beberapa Aglong dari lorong goa yang gelap, tempat dirinya muncul.


Dengan tubuh kerdil dan tombak yang mereka bawa, secara berkelompok mereka mulai bersiap menyerbu aku dan Ki Sugro.


Aku melawan para aglong dengan pukulan dan tendangan tenaga dalamku.


Sedangkan Ki Sugro di serang oleh Nini Kutek dengan kilatan cahaya merah dari sihirnya. Namun meleset karena Ki Sugro mencoba menghindar.


Kilatan cahaya dari sihirnya yang meleset membuat tembok goa hancur dan berlubang.


Ki Sugro dan Nini Kutek pun bertarung dengan sengit. Beberapa kali Nini Kutek menyerang dengan brutal. dan dengan sigap Ki Sugro membalikan serangan.


Cahaya hijau bagai laser keluar dari tangan Ki Sugro. Bersamaan dengan cahaya penghancur sihir milik Nini Kutek di arah kan kepada Ki Sugro.


Kekuatan mereka saling beradu. Masing-masing dari mereka bertahan mendorong kekuatan mereka masing-masing untuk menang.


Sayangnya dorongan kekuatan Nini Kutek begitu kuat. Ki Sugro terdorong perlahan-lahan.


" Hiihihihi... kali ini kekuatanku melebihimu harimau tua. keh.. keh... keh... keh.. kali ini aku yang akan membinasakanmu!" ucap Nini Kutek senang melihat Ki Sugro terdesak karena kekuatannya. Merasa percaya diri karena kekuatannya bertambah sakti.


" Anom!! Bantu aki cepat! inilah waktu yang tepat untuk menyatukan energi kita." ucap Ki Sugro mencoba bertahan.


Aku lantas mengambil tombak dari jasad aglong yang sudah kalah. Dengan tombak dan energiku aku menyerang para Aglong itu.


WUSH!!


Gerakan dari tombak mengeluarkan angin besar. Dan...


BUGH!!


Aku memukul para aglong yang mengelilingiku secara memutar sehinga pukulan dan angin besar membuat mereka terpental.


Kini Ki Sugro semakin terdesak. Nini Kutek hanya tertawa-tawa.


"Anom! cepatlah!" teriak Ki Sugro yang sudah kewalahan.


Aku pun berlari mendekat Ki Sugro , dan kami pun mulai berancang-ancag untuk menyerang Nini Kutek.


Aku pusatkan energiku di tanganku untuk melakukan brajamusti, begitu juga dengan Ki Sugro.


Cahaya dari energi kami menyatu menjadi cahaya warna hijau terang, cahaya itu lalu menyelimuti Nini Kutek seperti dulu.


"Aaaaaahhh, kepar*t!! ujar Nini Kutek mencoba melepaskan diri dari cahaya itu.


SRAASH...


Seketika tubuh Nini kutek terkikis bagaikan pasir yang tertiup angin.


"Aaaaaaaaaaa.. tidakkk... !" teriak Nini Kutek.


Dan..


DUARR!


Terjadi ledakan besar pada tubuh Nini Kutek. dan potongan tubuhnya berhamburan kemana-mana dan menghilang seperti pasir teriup angin.


Sayangnya bersamaan dengan ledakan tadi goa pun ikut bergetar.


Namun tiba-tiba Iwan kembali memasuki goa.


" Kenapa kamu malah kembali lagi kesini! goa ini akan hancur". tegasku.


" Jasad Kak Lilis, Bah. Aku harus membawanya pulang" seru Iwan.


" Ya, kamu benar. Tapi dimana Roni?" tanyaku.


" Dia pingsan di pukul Iman saat aku mengejarnya." jawab Iwan.


" Baiklah, ayo kita sama-sama bawa perdi jasad kakakmu dari sini" sahutku berlari menuju meja batu.


Aku dan Iwan bekerja sama untuk membawa jasad Kak Lilis keluar dari goa den bergegas memasukan jasad Lilis ke dalam Mobil.


Benar saja setelah kami keluar goa itu pun hancur seketika, reruntuhan batu pun menutupi pintu masuk goa.


Tak lama berselang, polisi pun datang.


Iwan pun menyerahkan Roni pada polisi.


Karena masih banyak mayat wanita di dalam goa yang belum sempat di terselamatkan, Iman pun memberikan keterangan atas kejahatannya.

__ADS_1


Aku, Iman dan Iwan segera membawa jasad Lilis ke rumah sakit untuk di visum agar mempermudah penyelidikan polisi.


Sementara Roni di bawa oleh pihak berwajib untuk mempertanggung jawabkan atas semua perbuatannya, Karena melakukan penculikan dan pembunuhan terhadap wanita-wanita yang akan di jadikan ritual pemujaannya.


......................


Tibalah kami di rumah sakit.


Jasad Lilis sudah berada di ruang visum, tak lama pak budi dan sekeluarga datang untuk melihat.


Kesedihan dan syok nampak terlihat di raut wajah mereka. Tak percaya Lilis dengan apa yang mereka lihat pada Jasad Lilis.


Iwan menceritakan semua yang terjadi pada keluarga tentang dan sebab Roni melakukan semua itu pada Kakaknya.


Saat mereka sedang mengobrol aku melirik ke arah lorong dekat pintu kamar mayat.


Disana nampak seorang wanita yang berdiri melihat ke arahku, dia memakai pakaian yang persis seperti seragam yang dikenakan Lilis.


Aku mencoba menghampirinya, ternyata benar dia arwah Lilis.


Sebelum dia terlepas jadi tawanan Nini Kutek. Qorinnya lah yang sering menemuiku. sengaja memberitahu bahwa dirinya meninggal secara tak wajar dan jasadnya masih di tahan Roni.


Kini karena Nini Kutek sudah binasa, Lilis terbebas. dan inilah wujud arwah Lilis yang sebenarnya.


"Terimaksih sudah menolongku, sekarang aku bisa pergi dengan tenang." ucap Arwah Lilis sambil tersenyum berseri serta seluruh tubuhnya bercahaya.


"Pulanglah dan pergilah dengan tenang, keluargamu sudah ikhlas, Desy anakmu akan selalu mendapatkan kasih sayang dari kedua orang tuamu dan adikmu Iwan." Ujarku


Lilis pun menghilang.


Tiba-tiba..


"Woy, Bah! Gue nyariin elu daritadi, elu malah nongkrong di depan kamar mayat, ngapain?" ucap Iman menghampiriku dan bertanya-tanya.


"Eh, enggak Man, barusan ada cewek yang ngajak kenalan." ucapku tersenyum jahil.


"Kampret! Cewek apaan di kamar mayat? kebiasaan elu.Mah, dapet temen setan mulu." sahut Iman bergidik.


"Husshh... kalau ngomong jangan keras-keras nanti yang di kamar mayat nyamperin elu ngajak kenalan juga." ucap ku sambil melengos pergi meningglakan Iman.


"Ehh, Wah, gak lucu Bah! Woy! Malah ninggalin gua disini." ucap Iman kesal


......................


keesokan harinya.


Aku kembali menjalankan aktifitasku bersama keluarga dan berkutat dengan pekerjaanku.


Setelah kemarin malam berhasil menyelesaikan misi bersama Iwan dan Iman.


Kini aku merasa lega, semua sudah berakhir. Roni sudah di amankan oleh pihak berwajib, jasad lilis sudah di semayamkan. Kini keluarga Iwan bisa hidup tenang tanpa ada lagi teror yang di lakukan qorin Lilis.


Aku tengah duduk di bangku teras depan. Aku terdiam menatap langit yang cerah.


Berharap tidak ada lagi kejadian serupa yang di alami Lilis pada orang lain.


"Hemmm, tenang saja anom tidak akan ada lagi ritual Nini kutek." ucap Ki Sugro yang tiba-tiba muncul di sebelahku.


"Astaga! kebiasaan Aki selalu bikin kaget saja. hmm.. Iya semoga saja Ki, Oh iya, Ki! aku kaget ternyata banyak sekali hal yang tak terduga, setiap aku menjalani kehidupanku selama menjadi spiritualis, Salahsatunya bertemu dengan leluhur yang mirip denganku." seruku.


"Tenang saja,Anom. Masih banyak kejadian yang tidak terduga lainnya yang belum kamu ketahui. Hehehe." ucap Ki Sugro terkekeh.


"Begitukah? kalau begitu selama aku masih hidup, aku harus selalu siap dan ikhlas menjalani hidup yang di berikan tuhan padaku seperti ini." jawabku.


"Oh,ya! bagaimana kabar yang lain Ki, Nini Kembar, Aji Saka dan Ki Jagat Setra. Dimana mereka sekarang? aku rindu mereka." sahutku.


"Mereka baik-baik saja, Mereka sedang mempersiapkan diri untuk membantumu. karena nanti kamu akan mendapatkan tugas yang cukup berat serta akan sangat menguras tenaga. Mereka mempersiapkan diri seperti itu demi mendampingi mu." ucap Ki Sugro.


"Hah? Tugas berat? Tugas seperti apa itu,Ki?" tanyaku penasaran.


"Hahaha... Sudah persiapkan saja selalu dirimu." ucap Ki Sugro dan dia pun menghilang.


......................


Assalamualaikum..


Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.


Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu pikirkan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus


Terima kasih untuk dukungannya.


i love you readers.


😍🥰😘

__ADS_1


Wasalam.


__ADS_2