
Saat aku memasuki lorong goa itu bersama Ki Sugro, tiba- tiba saja aku muncul di dimensi Nini kutek, dimensi Nini Kutek dan bangsa Aglong itu berada.
Dan benar saja seketika, muncul Nini Kutek dari arah belakang, dia melesat dengan cepat menyerang dan mendorong tubuh Ki sugro jauh ke depan lalu menghilang.
"Akiiiiii!" teriakku panik.
Aku hendak mengejarnya namun tiba-tiba para Aglong menangkapku dan menyeretku.
" Hey! Apa-apaan ini, lepaskan! lepaskan aku!" bentakku pada mereka.
Mereka tidak mendengarku, justru mereka malah terus menyeretku ke di dinding batu dan mengikat tangan kaki di sana seperti seorang tawanan.
" Apa yang akan kalian lakukan! cepat lepaskan aku!" ucapku marah.
Para Aglong itu hanya tersenyum menyeringai melihatku terikat seperti ini. Aku merinding memikirkan apa yang akan mereka lakukan padaku.
Lalu mereka semua melompat menyerbuku. Mereka tertawa sambil menjilati tubuhku yang bertelanjang dada dan hanya memakai celana jerami.
Aku panik. Tubuh mereka yang sangat dekat dan menjijikan itu tercium bau bangkai, kini air liur mereka sudah membasahi tubuhku.
"Hentikan! Dasar mahluk busuk!" bentakku marah karena merasa sangat jijik
Mereka bukannya berhenti menjilatiku, justru malah mencakar dan sesekali menggigit tubuhku.
" Akh!" pekikku kesakitan.
" lepaskan aku!" teriakku lagi.
Apa yang harus aku lakukan ini sangat menjijikan, mereka menjilatiku seakan mereka begitu kelaparan, apa aku akan di makan seperti korban tumbal tadi ?
Tapi salah satu Aglong tiba-tiba berteriak sambil membawa tombak di tangannya, dia menyuruh aglong yang lain berhenti dan menyingkir dariku. Seketika mereka pun menjauh. Aku sedikit merasa lega.
Namun Aglong itu justru
hendak menusukku dengan tombaknya.
"Jangan, jangan lakukan itu!" ucapku panik ketakutan.
Dia mulai ancang-ancang untuk mengarahkan tombaknya ke perutku. Aku hanya bisa memejamkan mata, Aku takut.
TRANG!
Mendengar suara itu aku refleks membuka mata, ternyata itu adalah suara tombak yang entah bagaimana bisa terlempar jauh dariku.
Aku menghembuskan nafas dengan lega. tombak itu tak jadi menusuk perutku.
Aku melihat ada seseorang yang bertarung melawan para Aglong didepanku.
Siapa? Apa dia yang menolongku tadi?!
__ADS_1
Dia seorang pria dengan rambut panjang yang tergerai, dia memakai ikat di kepalanya. sama seperti Aji saka hanya Pakaiannya saja yang beda dia mengenakan pakaian yang sama sepertiku memakai celana jerami, dan bertelanjang dada.
Betapa terkejutnya saat aku melihat wajahnya dari kejauhan
Astaga! wajahnya... mirip seperti... Aku!
Aku makin terkejut saat dia tiba-tiba mengeluarkan cahaya putih dan membakar habis semua para aglong itu
I..itu kan, Brajamusti! kenapa bisa dia memakai ajian itu? Siapa dia sebenarnya?
Setelah dia mengalahkan para Aglong, lalu muncul Nini Kutek. Nini kutek marah besar para Aglongnya terbakar tak tersisa.
Nini kutek menyerang pria yang mirip denganku itu dengan sihirnya.
Nini Kutek menggerakan tangannya dari jauh, lalu tubuh pria itu terpental tanpa tersentuh sedikitpun.
Dia tersungkur, namun tiba-tiba pria itu langsung berdiri dan tubuhnya melayang, dia meronta kesakitan karena tubuhnya di kendalikan sihir Nini kutek dari jarak jauh.
Nini kutek mendorong tubuh pria itu menuju sumur tua. Kini tubuhnya melayang dia atas lubang sumur yang gelap dan dalam.
Dan Nini kutek melepaskan sihirnya hendak membuat pria itu jatuh ke lubang sumur
"Jangaaaann!" teriakku.
Tapi terlambat tubuh pria sudah jatuh ke lubang sumur, Tapi tiba-tiba dengan tepat waktu ada bayangan yang melesat cepat menyelamatkannya.
BRUKK!
Syukurlah....
Pria itu berbicara dengan bahasa yang tidak ku mengerti pada Ki Sugro, mereka kelihatan kenal satu sama lain.
Sejak kapan mereka saling mengenal?
Aku hanya bisa mengamati dari jauh, tanpa bisa membantu apa-apa karenta ikatan tangan dan kakiku sangat kuat.
Aku melihat mereka berancang- ancang sepertinya mereka akan menyerang Nini kutek secara bersamaan
Benar saja, pria itu mengeluarkan brajamustinya bersamaan dengan kekuatan yang di keluarkan Ki Sugro.
SRAATT!!
Sinar putih dan Hijau menyatu, dan menyelimuti Nini Kutek dan membakarnya dengan dahsyat
"Aaaaaa! Panaaaaasss! Panaaaass! hentikan! jangan bunuh aku" teriak Nini Kutek kesakitan.
Kulihat tubuhnya perlahan terkikis oleh sinar cahaya hijau itu sedikit demi sedikit. Lalu..
DUAARR!
__ADS_1
Tubuh Nini Kutek meledak bagaikan bom. Ledakannya membuat seluruh dimensi ini ikut runtuh secara bersamaan.
Ki Sugro dan pria itu melesat menghampiriku. Mereka melepas ikatan di tangan dan kakiku.
" Ayo, Anom! Kita harus segera keluar dari sini. Dimensi ini akan hancur." sahut Ki Sugro.
Aku mengangguk. Kami segera berlari menuju lorong goa yang kami masuki tadi. Dan kini aku langsung berada di goa pemujaan tadi.
Benar saja goa pemujaan pun ikut bergetar. Kami segera keluar dan menjauh dari goa tersebut. Tak lama gemuruh terdengar dan goa itupun tertutupi oleh reruntuhan batu.
Akhirnya hancur juga...
Lalu Pria itu berbicara padaku dengan bahasa yang tak ku mengerti.
Aku bukannya menjawab justru terpaku menatap wajahnya yang begitu dekat dengaku.
Bagai pinang yang di belah dua wajahnya Benar- benar sangat mirip denganku.
"Anom! Dia bertanya apa kamu baik-baik saja?" seru Ki Sugro mengartikan kata-kata pria itu dan membuyarkan lamunanku.
" Aku baik-baik saja, tapi.. dia itu siapa,Ki? kenapa wajahya mirip sekali denganku?" tanyaku langsung.
"Oh, jadi ini alasan kenapa kamu begitu terpaku melihatnya. Tentu saja kamu akan heran kenapa bisa kalian begitu mirip? karena dia adalah dirimu di zaman ini." beber Ki Sugro.
" Apa! dia aku di zaman ini?" ucapku tak percaya.
" Tentu saja! dia adalah dirimu di zaman ini. dirimu di zaman ini adalah seorang pejuang ksatria. Dan hanya dirimu yang bisa menghentikan dan menghancurkan Nini kutek di zaman ini, begitupun di zamanmu. hanya kamu yang bisa membunuhnya. Kita akan menghancur Nini kutek dengan cara yang sama sepeti yang aku lakukan dengannya tadi. Menyatukan kekuatanku dengan brajamustimu." tutur Ki Sugro.
" Oh, tapi kenapa kalian bisa saling mengenali satu sama lain? ini kan masalalu?" ucapku heran.
" Aku ini sudah hidup berabad- abad lamanya, Anom. tentu saja aku mengenalnya. aku mengabdikan diriku padamu secara turun-temurun." tuturnya.
Tiba- tiba pria itu mengatakan sesuatu pada Ki Sugro. Tentu saja aku tak mengerti apa yang dia ucapkam
"Anom, dia menyuruh kita untuk segera kembali ke masa kita. Jika terlalu lama disini terlalu beresiko, susunan waktu akan berubah dan berantakan" tutur Ki Sugro.
"Baiklah, ayo kita pulang,ki." ucapku setuju.
Sayang aku tak bisa akrab atau pun bertegur sapa dengannya hanya karena bahasa kuno yang tidak aku ketahui tapi apa boleh buat, di masaku masih ada yang harus aku binasakan..
Kami pun pamit pada pria yang mirip denganku itu.
Aku kembali ke portal dan terbawa pusaran angin bersama Ki Sugro menuju zaman kami.
Aku pun membuka mata, kini diriku tengah berada di kamarku, di atas sejadah. Posisiku masih sama saat aku meninggalkan ragaku sewaktu meraga sukma tadi, tak ada yang berubah, waktunya pun sama, hanya berlalu 20 menit. Padahal aku sudah berkelana di masa lalu cukup lama.
"Anom, segeralah kamu pergi ke goa pemujaan Nini kutek di zamanmu sekarang. hari ini adalah waktu penyerahan tumbal lagi padanya." ucap Ki Sugro.
" Tapi aku tak tahu dimana goa pemujaan itu berada,ki." timpalku.
__ADS_1
" Goa itu adalah goa bekas pertambangan pasir yang sudah terbengkalai, cari dan pergilah bersama teman manusiamu yang lain. Cegahlah sebelum jatuh korban lagi." ucap Ki Sugro dan langsung menghilang.
......................