
Hari-hariku, ku jalani seperti biasa, sehabis pulang kerja aku tidak pernah lupa untuk bermeditasi selesai sembahyang.
Sudah beberapa bulan ini, aku menjalani tugas spiritualmu seorang diri, memang hanya tugas-tugas mudah, seperti meminta ai r doa, meminta membentengi rumah dengan doa, mengusir mahluk yang membuat anak mereka menangis, bahkan mengusir mahluk yang mengganggu di rumah-rumah mereka.
Untunglah untuk saat ini, aku belum mendapat tugas yang berat.
Tapi tetap saja aku merasa kehilangan akan sosok Ki Dayeng yang selalu menjahiliku bahkan juga pada Ki Sugro.
Entah kemana mereka pergi, tanpa kabar dan tanpa pamit, karena tidak mungkin mereka pergi karena sudah enggan mendampingiku, setahuku aku menjalankan tugasku dengan baik dan tuntas.
Aku hanya bisa berpikir positif, mungkin mereka pergi karena ada hal penting lain yang harus di urusi, atau ada tugas lain yang harus di selesaikan atau mungkin juga mereka harus menyempurnakan ilmu dan kesaktian mereka.
Ah.. Sudahlah yang terpenting mereka dalam keadaan yang baik
......................
Saat aku selesai bermeditasi, tiba-tiba aku mendapatkan sebuah akses dimensi yang muncul.
Siapa yang memberiku akses ini? apa salah satu dari mereka? Sepertinya aku harus masuk ke dimensi itu untuk mengetahuinya.
Aku masuk ke dalam lingkaran cahaya putih tersebut dengan Meraga Sukma.
Ya.. lagi- lagi aku harus melewati dimensi pararel ini, kenapa tidak langsung saja ke tempatnya gitu.
Setelah berhasil melewati dimensi pararel, aku di hadapkan langsung dengan sebuah portal cahaya yang menyilaukan.
Aku pun masuk, lalu tiba-tiba aku berada di sebuah pantai yang berpasir putih dengan banyaknya batu-batu karang yang besar.
Ah, aku tahu tempat ini, ini sih dimensinya Ki Dayeng.
Lalu, aku teringat akan satu tempat, tempat dimana aku pertama kali bertemu Ki Dayeng saat itu.
Yaa.. mungkin Ki Dayeng ada di sana.
Aku bergegas ke tempat tersebut, Batu karang yang menjulang tinggi itu ke atas itu masih ada, aku mencoba mendaki nya.
Setelah sampai di puncak Karang, Benar saja aku menemukan dia di sana, Ki Dayeng tengah duduk bersila di tengah-tengah karang, menghadap ke air laut yang membentang luas dan biru gelap.
Meski ombak sesekali menerjang, dia tetap fokus pada meditasinya.
Aku menghampirinya secara perlahan agar tidak mengganggu fokus nya, aKu duduk di sampingnya, ikut bersila dan ikut bermeditasi pula bersamanya.
" Bagaimana kabarmu Anom? tugas pertamamu berhasil tanpa aki?" tanyanya memulai pembicaraan tanpa menoleh dan tanpa membuka mata.
"Tentu saja aku bisa menyelesaikannya, bukankah aki juga tahu? bukankah aki selalu mengawasi dari jauh? kenapa menanyakan itu?" jawabku memberinya pertanyaan.
"Ya, aki hanya ingin memastikan kalau penglihatanku tidak salah." jawabnya.
"Kalau ingin memastikan, kenapa harus pergi Ki? Saat aku butuh bantuan, aki tidak ada, saya kesulitan." keluhku.
" Hahahaha... Nah itu! justru aki suka, saat melihat kamu yang kebingungan, itu tontonan menarik.. Hahaha.. sekalian aki juga ingin mengetes kemampuanmu tanpa pendamping." jawab aki tertawa.
" Astaga, orang bingung malah jadi tontonan. Memangnya aki pergi kemana sampai harus perginya lama sekali? Aki ada urusan penting yang harus di urusi?" tanyaku.
" Tidak." jawab Ki Dayeng.
" Terus kemana? apa ada tugas genting yang harus di selesaikan?"tanyaku lagi.
__ADS_1
" Tidak." jawabnya lagi.
" Oh, aki sedang bermeditasi untuk memperdalam ilmu baru ya?" tebakku.
" Bukan." jawabnya.
" Terus apa? Aki pergi kemana selama ini?" tanyaku mulai kesal.
" Aki nggak pergi kemana-mana, cuman ngadem doang."Jawabnya Ki Dayeng enteng.
" Astagfirullahadzim" teriakku kaget.
" Apa yang salah?" tanya Ki Dayeng polos.
" Aki tahu tidak, selama berbulan-bulan aku terus menepis pikiran buruk kalau aki sudah enggan mendampingiku, dengan berpikir yang baik-baik, mungkin ada tugas penting, ada urusan, tapi jawaban aki cuman 'ngadem'
jawaban macam apa itu, ck.. aki memang menyebalkan."gerutuku.
" Ahahahahahahah...." Ki Dayeng tertawa terbahak-bahak.
" Senang ya aki mempermainkan orang." keluhku.
"Apa yang salah dengan ngadem Anom, Aki terlalu penat melihat kesibukan manusia yang tidak ada habisnya mencari dunia. suka-suka aki lah.. lagian, ini bagus untuk melatihmu agar tidak terlalu bergantung pada pendamping. Buktinya kamu berhasil mengatasi tugas kemarin bukan?" tutur Ki Dayeng
" Iya..iya aku tahu." gerutuku.
" Tapi tugasmu belum selesai sampai di situ, tugas yang akan datang kali ini akan menguntungkan juga bagimu, kamu akan mendapat rekan baru, tentu karena kamu sudah bisa mandiri, aki hanya akan mengawasi dari jauh saja." beber Ki Dayeng.
" Rekan baru? maksudnya? teman baru?!" tanyaku memastikan.
Belum sempat aku mendengar jawaban Ki Dayeng, aku tertarik kembali ke raga kasarku.
......................
Keesokan paginya seperti biasa aku berangkat ke pabrik awal agar terhindar dari kemacetan.
Kebetulan saat sampai pabrik ku lihat Asep lebih dulu datang, dia sibuk menata perlengkapan kerja di mejanya, namun aku merasa pikirannya sedang tidak fokus.
Dia menaruh alat- alat kerja di tempat yang salah. Setelah kejadian Bang Syukur waktu itu, dia terlihat sedang banyak pikiran.
Aku mencoba menghampirinya,
" Asep?" sapaku.
Dia tidak menjawab, masih saja sibuk menata perlengkapan. lantas aku menepuk pundaknya.
Dia terhentak kaget.
" Eh, Bang Nandy, udah datang ke pabrik ternyata." jawabnya.
" Elu kenapa sep? kayanya lagi banyak pikiran nya?" terka ku.
" Hah? apa? ah.. nggak kok bang, pikiran apa? saya nggak mikirin apa-apa tuh! saya lagi fokus kerja kok bang." jawabnya.
" Fokus kok begitu, lihat tuh masa, semua cat sablon di campur begitu dalam satu wadah, harusnya kan di pisah-pisah." ujarku.
Asep tampak melongo dan kaget, lalu tersenyum menunjukan deretan giginya. sambil menggaruk kepalanya.
__ADS_1
" Elu kenapa sep? cerita kalau ada masalah, siapa tahu saya bisa bantu, dari kemarin elu kaya orang linglung." ujarku.
"Hehe, iya bang, saya lagi bingung sama sepupu saya." ujarnya memulai cerita.
" Emangnya sepupu elu kenapa?"tanyaku.
" Sebenarnya, saya kepingin nanya dari kemarin sama Bang Nandy, Bang Nandy kan orang sakti, tapi saya terlalu segan untuk bertanya." ujarnya malu dan tertunduk.
" Yaelah Sep! elu kaya nganggap saya orang asing aja, emangnya elu mau nanya apaan? nanyain soal sepupu lu?" ujarku lagi.
" I.iya Bang, sepupu saya tiap seminggu sekali selalu aja datang ke rumah pinjam uang gaji saya untuk di pakai ke paranormal gitu. Ya, jadi ya gaji saya kurang buat beli kebutuhan bang." keluhnya.
" Lah bilang aja elu juga perlu uang buat biaya hidup lu, nggak usah kasih, gampang kan?" jawabku.
" Aku pernah bang bilang begitu sama sepupu saya, malahan saya tanya uangnya dia pakai untuk apa sampai seminggu sekali dia terus nyari pinjaman." ucapnya.
" Terus jawabnya apa?" tanya ku penasaran.
" Dia bilang dia pakai untuk membeli barang-barang yang di jual oleh paranormal tersebut, katanya untuk penglaris dagangan bang, sebab sepupu saya punya toko kelontong, jika dia tidak membeli barang di paranormal itu usaha tokonya bakal bangkrut bang. saya mau percaya tapi kayanya ragu bang, saya ragu paranormal itu gadungan kaya Bang Syukur, makannya saya dari kemarin mau coba tanya sama bang Nandy, tapi saya belum berani. hehehehe.." tutur Asep.
"Hmmm... Nama sepupu elu siapa?" tanyaku.
" Deni bang." jawabnya.
" Elu tahu nggak nama paranormalnya siapa?" tanyaku lagi.
" Enggak bang." jawab Asep menggeleng.
" Mmm, Susah sih.." jawabku nampak berpikir.
" Terus gimana dong Bang? bisa bantu nggak kira-kira?" tanya Asep.
" Bisa sep, ntar kalau libur kerja, elu bawa gue ke toko sepupu lu, bisa?" ujarku.
" Bisa banget bang, Bang Nandy mau ketemu sepupu saya buat nerawang dia kan? kaya waktu ke saya dulu." tebak Asep.
" Bukan, Memeng sih lebih enak ketemu orangnya, tapi saya lebih ingin melihat-lihat toko nya Sep. siapa tahu saya nemuin hal janggal di sana." ujarku.
" Hal janggal? setan ya bang?!" seru Asep bertanya.
" Ck, setan apaan? belum juga lihat udah nebak ke sana lu. fokus kerja tuh, nanti Si Bos ngamuk kaya setan, lihat kerjaan elu yang berantakan begitu."godaku pada Asep.
" Hehe siap bang!" jawabnya.
......................
Assalamualaikum..
Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.
Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus
Terima kasih sudah untuk dukungannya.
i love you readers.
😍🥰😘
__ADS_1
Wasalam.
CV