
" Jadi maksudmu, pemujaan sekte ini memiliki beberapa tingkatan dan di setiap tingkatan memliki makhluk yang di sembahnya masing-masing,begitu? Berarti bukan hanya Klewing saja yang di sembah?!" tanyaku.
" Ya masih ada yang lain, Klewing hanya sekedar antek-antek iblis. menyembah Klewing adalah level terdasar. kamu juga tahu, satu klewing saja sudah cukup kuat bukan? Apalagi mahkluk yang ada di level tertinggi sang iblis, kamu paham maksudku kan? Semakin tinggi tingkatan pemujaan, semakin kuat juga mahluk yang di sembahnya." beber Pak Yono.
Gleg!
Lagi-lagi aku menelan ludah, aku tidak bisa membayangkan jika harus berhadapan dengan sang iblis di level teratas itu.
"Kami juga tidak bisa membayangkan persembahan apa lagi yang harus kami berikan, jika kamu naik ke tingkat pemujaan selanjutnya, semakin tinggi pasti akan semakin berat. jadi tidak mudah bagiku dan Pak Rizal menjalaninya, kami juga ingin lepas dari sekte ini, tapi sulit, hanya ajal yang mampu membebaskan kami, jiwa kami sudah kami persembahkan untuk mereka." keluh Pak Yono.
" Jika tahu itu sulit ,mengapa kamu dengan mudahnya bersedia ikut bergabung dengan sekte sesat itu?" tanyaku.
" Aku juga di jebak bodoh! Namun alasan lainnya, karena aku tertarik dengan ilmu kesaktian yang di dapatkan, bukan hanya kesaktian, kekayaan bahkan panjang umur pun bisa kami miliki ,aku, Rizal dan ke 5 jendral lain pun memiliki kesaktian yang berbeda-beda. bisa di bilang itu adalah bonus yang di berikan para Klewing untuk kami, karena kami telah mampu membentuk sekte 18 dan tetap berjalan." tutur Pak Yono.
" Astaga! karena keserakahan itulah kamu mudah di jebak dan terhasut, hanya karena kesaktian, kamu tidak melihat apa konsekuensinya.. Apa sekte 18 bisa di hancurkan?" tanyaku.
" Pfft.. Hahahahaha..." Pak Yono Tertawa terbahak-bahak.
" Kenapa tertawa? Menurutku itu bukan hal yang lucu, aku bertanya serius." ujarku.
" Tidak semudah itu, jumlah klewing tidak sesuai dengan yang kamu lihat, jika Klewing di satukan secara keseluruhan akan ada banyak sekali, mungkin ribuan jumlahnya, sebab sekte 18 tersebar dimana-mana, bahkan di seluruh penjuru dunia."ujar Pak Yono.
"Astagfirullah! tapi bisa saja dengan seijin sang kuasa aku bisa menghancurkannya." ucapku
" Kamu terlalu percaya diri, Nak! Sekte 18 ini saja di atur oleh 7 orang jendral, termasuk aku, sebelum ini sekte 18 sempat di pegang oleh seorang panglima."bebernya.
" Panglima, ternyata ada juga jabatan lainnya selain jendral? Apakah mungkin karena dia panglima kesaktiannya lebih hebat darimu yang seorang jendral?."ujarku.
"Tentu saja, dia sangatlah sakti, saking saktinya, dia mampu meningkatkan pemujaan ke level berikutnya. Dan membuat sekte tingkat baru di luar kota, Sehingga dia menyerahkan sekte 18 ini padaku dan para jendral lainnya. " tuturnya
" Astaga! Ternyata ada juga manusia yang mampu menaikan level pemujaannya. Sesakti apa dia?"
" Saking saktinya, dia dapat berkomunikasi langsung dengan pemimpin para klewing. Yaitu... RA si penguasa api." ucap Pak Yono serius." Tuturnya.
Tiba-tiba tanah berguncang dan bergetar hebat, seperti ada gempa yang berskala tinggi di tempat yang kami pijak, cuaca yang tadinya cerah berubah mendung menjadi hitam seketika muncul kabut putih di sertai angin kencang menyelimuti kami.
"Ada apa ini!" ucapku cemas sambil menutup wajahku karena terkena hempasan angin kencang.
" Berhati-hatilah!" ucap Pak Yono tiba-tiba.
" Ada apa?! Kenapa?!" teriakku
" Sebab aku telah menyebut namanya. Dia sudah mendengar tujuanmu yang ingin menghancur sekte ini." teriak Pak Yono.
" Lalu, Apa yang harus aku lakukan sekarang?!" tanyaku berteriak.
"Jika kamu ingin mencoba menghancurkan sekte 18, persiapkanlah pasukan ghoibmu, lalu datanglah ke sebuah pohon besar yang berada di hutan larangan, hutan yang berada di sebuah suku pedalaman di tanah Jawi." tutur Pak Yono, dengan raut wajah seperti ketakutan, dia berjalan mundur, secara perlahan keluar dari halimunan yang rekan ghoibku buat
PATS!
Setelah Pak Yono keluar dari halimunan, seketika Halimunan pun hancur.
Dan benar saja, dari kejauhan para Klewing datang.
" Bersiaplah!" teriak Pak Yono.
"Bersiap? Untuk Apa?" tanyaku heran.
__ADS_1
SRAT!
Tiba-tiba Pak Yono menyerangku dengan Tenaga dalamnya.
BUGH!
Tanpa sempat menghindar, aku terkena serangannya. Seketika tubuhku terpental sangat jauh.
OHOK!
Aku terbatuk, dan darah segar keluar dari mulutku. Dadaku nyeri sekali, sekujur tubuhku terasa amat panas.
Ugh! Sial ternyata dia tidak main-main dengan serangannya..kukira serangannya hanya sandiwara..
Tubuhku lemas sekali, aku mencoba mencari bantuan, namun rekan ghoib yang tengah sibuk dengan pertarungan mereka melawan para klewing.
Kulihat rekan ghoibku sedikit kewalahan karena Klewing yang datang tidak ada habisnya,malah semakin banyak.
Pak Yono sadar, jika kekuatan rekan ghoibku tidak akan cukup kuat melawan para klewing.
" Lihatlah manusia itu! Aku sudah menyerangnya dengan kesaktianku." tutur Pak Yono membuktikan pada Klewing.
Memang benar gara-gara serangannya yang cukup keras tadi, untuk berdiri pun rasanya sulit dan nyeri sekali.
"Sebaiknya Kita segera pergi dari sini para klewing. Sepertinya sudah cukup aku memberinya pelajaran, dia sudah terkapar tak berdaya hahaha." Ajak Pak Yono pada para Klewing.
Karena siasat Pak Yono itu, akhirnya para Klewing pergi bersamanya dan menghilang.
Rekan ghoibku langsung menghampiriku yang terluka, mereka bersama memberiku kekuatan Healing agar energiku kembali pulih.
" Kita beruntung Anom, Jika saja Pak Yono tidak bersandiwara, para Klewing akan terus bermunculan dan jumlahnya akan semakin banyak, kita bisa saja terdesak atau kalah" seru Aji saka.
" Kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Nini kembar.
"lumayan, Ni." jawabku.
" Lebih baik kita segera pergi dari sini, ada mata yang mengintai dari atas sana." cetus Aji saka.
Kami semua sontak melihat ke atas langit. Ada awan berbentuk sepasang mata yang begitu besar.
Benarkah itu sepasang mata? asli? Atau aku yang terlalu imajinatif?
Tanpa terlalu di pikirkan aku kembali pulang, tapi aku teringat Iman, jadi aku akan menemuinya lebih dulu.
sampai di rumah Iman aku mengetuk Pintu
Tok.. Tok.. Tok..
" Assalamualaikum! Maan? Ini gue Abah." panggilku.
Aku tunggu beberapa saat, pintunya tidak kunjung di buka.
Sepertinya dia masih marah, tapi aku harus menyampaikan kabar ini padanya, tidak peduli dia mau marah berapa lama.
Aku mencoba mengetuk pintunya lebih keras.
"Maan? buka pintunya! Gue tahu elu di rumah, ada hal penting yang harus gue sampaikan ke elu." ucapku.
__ADS_1
Tetap saja tidak ada jawaban dari dalam sana.
" Man gue hitung sampai tiga, kalau elu gak buka pintu, gue dobrak, biar rusak sekalian pintu rumah elu." ancamku.
Tak berselang lama akhirnya dia membuka kan pintu.
" Ada apa Bah, gue sibuk" ucapnya beralasan.
" Sibuk apaan lu, orang ini hari libur, Alesan aja lu segitunya elu ngehindarin gue, elu gak liat penampilan gue kaya gimana, ngebelain informasi buat elu." ucapku kesal.
Melihat penampilanku yang cukup kacau, bekas darah kering di mulut dan pakaianku seketika membuat Iman terenyuh.
" Kenapa penampilan lu berantakan kaya gitu, Habis tawuran lu?" sindirnya.
" Iya tawuran ngelawan Klewing sama si Yono, gara-gara elu gak nemenin gue jadi di serang sendirian." sindirku
" Ngapain juga elu bertarung, gue juga nggak nyuruh." ucapnya jual mahal.
" Elu tuh bukannya terima kasih, malah begini sambutannya, udaah lah, gue balik aja, lagian percuma gue ceritain ini ke elu, kayanya elu gak mau denger tentang status lu dengan sekte 18" ucapku memancingnya dan berpura-pura beranjak pergi.
" Tu.. Tunggu bah.. Gue mau denger kok." ucapnya ragu dan malu.
" Oh ya? Bukannya elu lagi sibuk, lagian gak penting juga kok berita ini. Jadi kalau terpaksa, nggak usah di dengerin." sindirku.
" Iya.. Iya gue minta maaf, gak seharusnya gue acuh sama lu bah. gue minta maaf sekali lagi, habisnya gue cukup stress dan syok dengan kejadian kemarin, gue gak bisa berbuat apa-apa, jadinya gue lampiasin sama elu." tuturnya.
"Salah elu sendiri malah cabut duluan ninggalin gue gue gitu aja, padahal waktu itu gue mau nyampein sesuatu." ujarku.
" Nyampein apa? Waktu gue tanya gue harus gimana tentang masalah ini, lu bilang gak tahu, gue kira elu nggak mau nolong gue." ucapnya
" Walah, jadi itu yang buat elu marah! gue emang bingung sih pertamanya, tapi kebetulan rekan ghoib gue muncul, dia ceritain semua tentang elu ke gue ,makannya gue waktu itu diem aja, soalnya gue sedang berkomunikasi dengan rekan ghoib gue." tuturku."
" Ngomongin gue? " tanya Iman.
" Iya, ngomngin elu, elu tuh sebenarnya belum resmi jadi pengikut sekte 18, itu cuman siasat dan rencana nya si Pak Yono. Dia ngelakuin itu sengaja biar elu ngejauhin dari gue untuk sementara, sebab dia ingin menyampaikan sesuatu ke gue secara rahasia." tuturku.
" Maksud lu, elu ngbrol sama orang jahat? kok mau sih, coba liat diri lu dong bah, ujung-ujungnya elu terluka sampai kaya gini, pasti gara-gara ulah Pak Yono kan?" pungkas Iman menerka,
" Memang, tapi dia itu sengaja ngelakuin itu, dia nyerang gue buat ngelabuin para Klewing seolah dia masih setia, padahal dia ingin bebas dari sekte itu. " tuturku.
" Apa! jadi sekarang dia berencana berkhianat sama sektenya?" ucap Iman Kaget tidak menyangka.
" Kaya sih begitu." jawabku.
"Gila, gue gak nyangka, tapi kenapa selama ini dia jahat sama kita. apa mungkin kejahatannya selama ini adalah bagian dari rencananya juga?" tanya Iman.
" Sepertinya iya, dugaan gue juga ke arah sana, tapi gue masih bingung sekte itu sangat kuat man, dia bilang jika ingin menghancurkan sekte, gue harus datang dengan rekan ghoib gue, ke pohon besar yang ada di hutan, hutan tempat tinggal suku pedalaman, tepatnya di tanah Jawi." tuturku.
" Wah! Dia sampai ngasih tau juga tempat persembunyiannya, gilaa! kayanya dia sungguh-sungguh bah, bakal berkhianat sama tuh sekte sesat." seru Iman.
" Jangan seneng dulu meski dia sudah jadi sekutu kita, masih ada lawan yang lain, yaitu makhluk-makhluk pemujaan, mereka jauh lebih kuat dari kita." tuturku.
Iman hanya mengangguk.
" Jadi rencana selanjutnya apa?"
"Tunggu aba-aba dari rekan ghoib gue Man."
__ADS_1
......................