
" Apa jangan-jangan Bang Nandy orang pintar sungguhan, kaya paranormal gitu, ya Kan?." jawab Asep.
" Gue tuh, cuman ingin ngingetin elu Sep, jangan sekongkol lah sama penipu, masa elu tega bohongin si Bos, padahal di sini elu udah kerja lumayan lama, jangan sampai bos ikutan kecewa gara-gara elu dukung kebohongan Bang Syukur." tuturku mengalihkan pembicaraan.
Asep nampak berpikir.
" Bang kalau boleh tahu, yang nyembuhin saya dari kesurupan waktu itu Bang Nandy bukan?" tanya Asep tiba-tiba.
" Terus, kok bisa saya tiba- tiba kesurupan, bukannya Bang Syukur berhasil ngusir setan, harusnya setannya kan udah nggak ada." ujar Asep yang nampak memastikan keanehan yang terjadi
" Kalau masalah kesurupan elu tanya aja sama Pak Dodo Sep, dia tahu semuanya tentang kejadian waktu itu, Masalah setan kenapa masih ada, dan makin banyak, karena dari awal cara ritual Bang Syukur udah salah Sep! Bau dupa justru bikin setan pada datang kemari, karena mereka suka dengan baunya, dimana-mana cara ngusir setan tuh pake doa, terus ngaji bukan pakai sesajen. Paham? tuturku.
Asep mengangguk-angguk dan termenung kembali, Dia nampak berpikir keras.
Beberapa menit kemudian, semua pegawai mulai berdatangan, dan mereka menuju ke tempatnya masing-masing
Dari ruangan kerjaku, ku lihat Asep sedang berbicara dengan Pak Dodo. Aku tidak bisa mendengarnya, Karena dia berbicara sangat pelan dan hampir berbisik.
Mereka mengobrol dengan serius, kadang wajah Asep yang terkejut, kadang pula Pak Dodo yang terkejut, karena mendengar pernyataan dari mereka masing-masing.
Lalu saat aku tengah mengamati Asep dan Pak Dodo, dari gerbang ku lihat Bos ku datang.
" Syukur mana? ada yang lihat dia ?" tanya bos ke semua pegawai.
" Saya di sini bos, ada apa?" seru Bang Syukur yang tiba-tiba keluar kamar dan menuruni tangga menghampiri bos.
" Gimana semalam, udah beres ritualnya? udah hilang setan-setannya?" tanya bos langsung.
" Udah Bos! Nih, saya langsung nggak enak badan, setelah bertarung melawan setan yang banyak tadi malam." keluh Bang Syukur.
" Oh baguslah kalau begitu. nggak enak badan kenapa, kamu sakit?" tanya Bos.
"Iya nih bos, sepertinya efek dari energi negatif para setan itu, terus masuk ke tubuh, saya, kayanya saya harus minum air kelapa muda agar bisa menetralisir energi negatifnya bos." ujarnya.
" Ya sudah, ini saya kasih uang seratus ribu, buat kamu beli air kelapa muda, sama obat-obatan yang kamu perlukan, nggak usah kerja dulu, kamu boleh istirahat hari ini." ujar Bos.
"Makasih bos, saya mau kembali istirahat sebentar di kamar, siang nanti baru ke apotek." ujar Bang Syukur.
Semua orang melohok, melihat kelakuan Bang Syukur, mereka semua menatap dengan tatapan yang tidak suka.
Setelah Bang Syukur kembali ke kamarnya, dan Bos hendak pergi, Tiba-tiba Pak Dodo mendorong tubuh Asep ke arah Bos.
Seolah Pak Dodo menyuruh Asep untuk menyampaikan sesuatu pada Bos.
" Bos tunggu sebentar." teriak Asep memanggil bos yang hendak pergi.
" Iya sep? ada apa?" tanya Bos menoleh.
" Mm, bos saya mau tanya sesuatu." ujar Asep sedikit ragu.
__ADS_1
" Kemarin kan, bos suruh saya nginep di mess, nemenin bang syukur, beneran nggak bos, itu ke masuk dalam lemburan?" tanya Asep memastikan.
" Hah?lembur apaan? kapan saya ngomong begitu ke kamu?"ucap bos keheranan.
" Kemarin bos, pas waktu pulang kerja, kata Bang Syukur, dia di telepon sama bos, Bos bilang, bos nyuruh saya buat nginep di mess bareng bang Syukur." tutur Asep yang juga heran.
" Nggak Sep, saya nggak merasa nelepon siapapun, sore kemarin saya sedang rapat dengan klien baru." tutur bos.
" Jadi bukan bos yang nyuruh saya nginep di mess?" tanya Asep memastikannya lagi.
"Bukan sep, saya kemarin siang hingga sore rapat, Kenapa, Si Syukur bawa-bawa nama saya buat nyuruh kamu ya? Coba dong, yang lain tolong panggilin Si Syukur kemari." titah bos pada pegawai lain untuk memanggil Bang Syukur, dan satu pegawai pun pergi ke mess.
" Berarti kamu semalam beneran nginep di mess barang Si Syukur?" tanya Bos lagi
" Iya Bos." jawab Asep.
" Ngapain aja kalian semalaman, kamu bantu dia ngusir setan juga? berhasil nggak ritualnya?" tanya Bos memastikan lagi.
Asep tidak menjawab, dia tertunduk malu. dia kebingungan dan nampak ragu untuk jujur.
Tiba-tiba Pak Dodo datang menghampiri mereka.
"Bos, Bos yakin Si Syukur orang pintar?" tanya Pak Dodo pada Bos,
" Kenapa Pak Dodo Nanya begitu ke saya?" tanya Bos sedikit heran.
" Ya, nggak apa-apa sih bos, cuman saya dan semua pegawai di sini jadi risih, semenjak Si syukur datang kemari, dia bikin ritual aneh, nyalain dupa sampai baunya bikin enek. Kami kadang-kadang suka merinding dan takut tiba-tiba, terus sering sekali kami lihat bayangan-bayangan aneh yang melintas, bahkan Asep kemarin juga kesurupan Bos, malahan yang nyembuhin bukan Si Syukur tapi si Nandy."Tutur Pak Dodo
" Setahu saya nih bos, Kalau beneran orang pintar kalau udah ritual, harusnya kan, setannya hilang, kok rasanya makin menjadi, kaya yang makin banyak gitu." ujar Pak Dodo mengeluh pada bos.
Bos nampak terdiam, dan berpikir keras. lalu bertanya pada Asep untuk membuktikan sesuatu.
" Sep, elu kan nginep di sini! pasti elu bantuin sii syukur. dia beneran bisa ngusir setan, apa nggak?" tanya Bos pada Asep sekali lagi.
Asep makin diam dalam kebimbangan. Sepertinya dia ingin jujur pada Bos, tentang apa yang terjadi tadi malam, tapi dia sudah berjanji pada Bang Syukur untuk menjadikannya sebagai rahasia berdua, tapi saat ini hatinya mulai bimbang, karena dirinya kini merasa di bohongi oleh Bang Syukur, perihal menginap di mess, dia merasa di manfaatkan.
"Kenapa diam aja? jangan menunduk terus, saya sedang tanya sama kamu, Kenapa kamu nggak jawab Sep? " tanya Bos mulai curiga.
Asep mulai mengangkat kepala, dia nampak ragu dan takut untuk menjawab, dia melirik ke arahku.
Seolah dia bertanya aku harus apa?
Aku pun mengangguk, dan memakai bahasa isyarat agar Asep jujur dan mengungkapkan yang sebenarnya.
" Cepat jawab,Sep! jangan bikin saya kesal sama kamu." bentak Bos.
Asep mencoba menarik nafas. Dan mulai berkata
" Sebenarnya Bos.. Semalam... kami tidak melakukan ritual ataupun, ngusir setan juga nggak." jawab Asep pelan.
__ADS_1
" Apa! terus kenapa Si syukur bisa lelah begitu, katanya dia ngusir setan. Kamu yang bohong atau dia yang Bohong?!" tanya Bos selidik.
"Beneran bos, Saya jujur ! kemarin kami nggak melakukan apa-apa, kami kelelahan karena.. karena..."
" Karena apa!" bentak Bos lagi.
" Kami.. kami.. hanya makan-makan dan minum bersama Bos, bakar ayam dan minum alkohol." ungkap Asep ketakutan.
" Bakar ayam!? Ayam dari mana?Jangan-jangan.. yang kalian makan Ayam buat sesajen!" seru Bos yang langsung menduga.
" I. iya bos, kata bang Syukur itu bukan cemanik tapi ayam kampung biasa yang warnanya hitam, jadi bisa di makan.." ungkap Asep lagi.
" Bangs*t! kenapa kamu baru cerita sekarang!" Bentak Bos marah-marah.
" Maaf bos, saya terpaksa bohongin bos, karena saya di suruh merahasiakan ini dari bos." ungkap Asep merasa bersalah.
"Dasar b*go! Itu artinya kamu sama aja sekongkol sama dia buat nipu saya." bos merasa marah dan kecewa terhadap Asep.
Lalu datang Bang Syukur, dia berpenampilan seperti orang sakit, dia pakai sweater tebal, pakai sarung, dan koyo di kepalanya.
"Sini kami syukur!" teriak Bos padanya dengan nada kesal.
" Ada apa bos, saya lagi nggak enak badan nih, baru juga mau istirahat, bos panggil lagi " keluhnya.
"Apa maksud kamu, bawa-bawa nama saya, kalau saya nyuruh si Asep buat nginep di mess Hah!" tanya Bos dengan menahan amarah.
" Eh, i. tu bos, saya sendirian di mess, saya nggak bisa ngusir setan sendiri, jadi saya butuh orang untuk membantu saya, maaf bos saya pake nama bos buat bujuk Asep, soalnya saya ajak yang lain nggak ada yang mau nemenin." jawab Syukur memelas.
Semua pegawai nampak geram dengan alasannya.
" Woy! kapan elu nawarin terus ajak-ajak pagawai lain buat nginep di mess Hah?! nggak ada tuh! bahkan berbaur sama kita aja, elu nggak pernah! bertelur aja terus di dalam kamar!" seru Pak Dodo marah.
Semua pegawai riuh, dan ramai membenarkan perkataan Pak Dodo.
" Sudah! sudah! saya sedang bicara, tolong jangan ribut." ungkap Bos.
" Kata Si Asep, elu sama sekali nggak ngusir setan, malah makan-makan bersama, Apa maksudnya itu?!" Tanya bos penuh selidik.
Mendengar pertanyaan itu, Bang Syukur terkejut, dia menoleh ke arah Asep, dengan tatapan tajam dan menahan amarah.
" Jawab Syukur! kamu berani nipu saya selama ini!" bentak Bos dengan nada tinggi.
" Nggak Bos! Nggak, Masa saya berani nipu bos, bos kan tahu di kampung saya, saya terkenal dukun sakti, udah banyak pasien yang saya obati, kalau bos nggak percaya bos bisa tanya-tanya sama orang kampung yang pernah saya sembuhkan, Buat apa saya nipu bos nggak ada untungnya juga buat saya, saya datang ke sini ikhlas bantu bos buat ngusir setan-setan di sini." ungkap Syukur membela diri.
" Terus apa maksud dari penyataan si Asep! ayam yang kamu beli juga bukan ayam Cemanik, bahkan kalian makan juga ayam itu! bentak Bos lagi.
" Astaga bos! kenapa saya makan ayam sesajen, jelas-jelas saya bikin ritual, bahkan saat ritual ayamnya tiba-tiba membusuk bos, karena bau saya langsung buang, elu lagi Asep, apa maksud kamu ngejelekin saya seperti ini? ini ya balasan elu ke gue yang udah baik sama elu." celetuk Bang Syukur pada Asep.
Kini bos menatap asep dengan tajam,
__ADS_1
Asep tertohok. Dia ingin membela dirinya namun tidak bisa, pernyataannya justru bagai Boomerang untuknya, Bang Syukur membuat dirinya jadi bersalah.