
Sementara aku dan semua rekan ghoibku bertarung melawan klewing yang tersisa.
Di sisi lain, Pak Yono dan Pak Rizal bertarung dengan kelima jendral, mereka semakin tersudut, tentu saja karena jumlah mereka kalah banding.
Mereka berdua sudah babak belur, namun mereka berdua tetap bertahan meski sudah kehabisan tenaga.
Salah satu dari jendral itu memanfaatkan kelemahan mereka, dia menggunakan sihir penggerak untuk melumpuhkan, yaitu sihir menggerakan akar pohon.
Akar pohon itu bergerak-gerak dengan sendirinya seolah mereka hidup, akar- akar pohon itu menjalar di tanah, semakin lama semakin memanjang ke arah Pak Rizal dan Pak Yono.
Lalu kaki Pak Yono dan Pak Rizal di lilit akar tersebut. Sempat mereka memotong akar itu dengan kekuatan sihir yang mereka punya, namun akar itu dapat tumbuh lagi, bahkan gerakan akar itu makin cepat lalu merambat ke seluruh tubuh.
Ke paha, ke perut, ke tangan bahkan hingga ke bagian leher. Leher mereka terlilit akar, mereka makin meronta karena lilitan akar itu semakin lama semakin kuat, sehingga Pak Yono dan Pak Rizal kesulitan untuk bernafas, dan melemah, mereka juga kesulitan untuk berteriak minta tolong.
" Pengkhianat seperti kalian memang pantas untuk mati, Mati Kalian!" seru jendral yang menyerang Pak Yono dan Pak Rizal dengan sihir akar.
Tubuh Pak Yono dan Pak Rizal mengalami kejang-kejang, karena lilitan akar yang kuat.
Aji Saka yang berada di dalam tubuhku peka, menyadari Pak Yono dan Pak Rizal dalam bahaya.
"Cepat Anom! Kita harus menyelamatkan Pak Yono dan Rizal! Mereka dalam bahaya!" ujarnya sambil berlari menuju pertarungan Pak Yono dan Rizal, menyerahkan Klewing yang mengejar kami pada Ki Dayeng.
Setibanya kami di tempat pertarungan, benar saja kami melihat tubuh Pak Yono dan Pak Rizal di lilit akar yang besar dan panjang.
Kami berlari untuk menolong mereka.
" Ti..dak bah! Ja.. Ngan.. men..dekat!" ucap Pak Yono terbata-bata memperingatkan menyuruhku untuk tidak mendekat.
Namun aku tidak mendengar permintaannya, aku terus berlari menghampiri, untuk menolong mereka, namun..
BUGH!
Tubuhku terpental oleh akar yang tiba-tina menyerangku, hingga tubuhku dan Aji saka terpisah. Lalu dengan cepat akar itu juga menangkap Aji Saka dan melilitnya.
"Aji Saka!!" teriakku.
"Kalian ini benar-benar pengganggu! aku juga akan menghabisi kalian!" ucap salah satu jendral marah.
" Ja..ngan! jangan.. Ganggu. Di..a!" pekik Pak Rizal pada Jendral tersebut untuk mencoba melindungiku.
"Wah, apa-apaan ini, ternyata hubungan kalian menjadi dekat seperti ini! oh, apa kamu ingin menyampaikan pesan terakhir pada bocah itu! Baiklah-baiklah, Heh! Bocah! Mereka berdua akan mati, jadi aku berbaik hati pada mereka untuk mengatakan pesan terakhirnya padamu Hahaha." ujar jendral itu.
Tiba-tiba lilitan akar pada tubuh mereka sedikit merenggang. Namun mereka masih terlilit. Setidaknya itu Memudahkan Pak Yono dan Pak Rizal berbicara ,meski tubuh mereka sudah tidak berdaya dan lemah.
Aku mencoba mendekat.
" Jika kamu macam-macam, teman ghoibmu ini akan bernasib sama seperti mereka." ancam para jendral itu.
Ugh! Sial! Bagaimana caraku untuk menyelematkan mereka.. Yang lain tidak ada di sini.. Bagaimana? bagaimana? aku harus apa?
__ADS_1
" Abah.. " panggil Pak Rizal.
Fokusku langsung tertuju pada mereka berdua.
" Aku... Ti..tip, Dimas. To..long ja..ga dia. Dia.. Aa..kan sen..dirian. waktu.. Kami su..dah habis.." ucap Rizal terbata-bata.
" Terima.. Kasih, bo..cah! Ber..katmu.. Kami bi..sa me..la..kukan.. Hal.. Yang benar se..belum.. kematian.. Kami." ucap Pak Yono juga.
" Tidak! Tidak! Jangan bicara seperti itu, Aku.. Aku akan menyelamatkan kalian, bertahanlah!" ucapku sangat panik.
" Sudah cukup! Waktu kalian habis!" teriak jendral
Seketika itu, lilitan akar di kaki dan tangan mereka saling tarik-menarik secara berlawanan arah, dengan sangat kuat. Dan..
BRAT!
Tiba-tiba Tubuh mereka terbagi menjadi dua.
Darah menyembur ke seluruh tubuhku.
Aku tidak percaya dengan apa yang kulihat, Tubuhku hanya bisa terpaku melihat kejadian tragis ini.
Mereka pergi.. Aku.. Aku telah gagal menyelematkan mereka..
Tawa mereka terngiang-ngiang di kepalaku.
Aku sudah gagal...
Maafkan aku! Pak Rizal... Pak Yono.. maafkan aku.. Aku telah gagal..
Tawa para jendral itu seakan mengejek diriku.
Aku semakin putus asa.
"Anoom! Sadarlah! Kamu belum gagal! Kami bersamamu." teriak Aji Saka yang mencoba melepaskan diri dari lilitan akar.
" Sial*n, buat setan ini bernasib sama seperti para pengkhianat tadi, bakar dia!" Ucap salah satu jendral pada yang jendral lainnya untuk menyakiti Aji Saka.
Jendral itu mulai mengeluarkan sihir cahaya yang bisa membakar dan mengarah ke Aji Saka.
" Tidaaakk!" teriakku.
Tiba-tiba..
BUGH!
Jendral yang hendak membakar aji saka, kepalanya terpukul oleh tongkat Nini kembar.
Dan dengan mudah Aji saka pun bisa terbebas dari lilitan akar, karena jendral si penggerak benda itu kepalanya terluka.
__ADS_1
lalu..
BAGH!
Ke empat jendral yang lain, tertinju oleh tangan raksasa yang dimiliki Ki Jagat, mereka terpental jauh seketika.
Lalu di susul oleh Auman harimau yang keras dari Ki Sugro
Dan semua rekanku telah berkumpul, bersiap untuk melawan mereka.
" Anom, maafkan kami, kami terlambat membantumu untuk menyelamatkan mereka." ucap Nini gandiwi sedih.
" Kami turut berduka atas kepergian mereka. Semoga jiwa mereka bisa tenang di sisi sang pencipta." ucap doa Ki Jagat.
Aamiin..
"Heh, setan-setan kepar*t! Beraninya kalian menyerang kami, Klewing! habisi mereka!" teriak salah satu jendral memanggil Klewing.
Namun tidak ada satu klewing pun yang muncul. Mereka bingung.
" Kemana para Klewing!? Apa yang sudah kalian lakukan pada mereka!" teriak jendral itu marah.
" Hahaha.. kami sudah memusnahkan mereka semua." ucap Ki Dayeng enteng.
"Tidak! Tidak mungkin! Mereka sangat banyak! Tidak mungkin mereka berhasil mengalahkan semua para Klewing! Mustahil!" ucap jendral itu tidak percaya.
" Sekarang giliran kalian, kami kemari untuk memusnahkan kalian semua, setelah beribu-ribu Klewing bisa kami kalahkan, tentu saja mudah bagi kami untuk mengalahkan kalian yang hanya berlima." ucap enteng Ki Sugro.
Wajah kelima jendral itu sedikit berubah, ada rasa takut terbesit dari raut wajahnya, namun mereka mencoba untuk tidak memperlihatkannya.
Tentu saja mereka pasti panik, bagaimana bisa kami bisa menghabisi semua ribuan Klewing.
" Jangan senang dulu! Kalian tidak akan bisa mengalahkan sihir kami. Yono Dan Rizal pun kalah di tangan kami apalagi kalian yang hanya setan berkemampuan di bawah kami." ejek jendral itu.
" Benarkah? kalau memang sihir kalian sakti tunjukan! jangan banyak membual! Manusia bod*h!" umpat Ki Dayeng.
" Sial* n! Dasar kakek kerdil tua, sudah tua banyak tingkah!" ejek jendral yang lain sambil mengeluarkan sihir cahaya pembakar. Agar membakar semua rekan ghoibku dengan sihirnya.
Namun saat Cahaya itu hampir mengenai para rekan ghoibku, tiba- tiba saja Cahaya itu menghilang dan terserap oleh tangan Ki Dayeng yang terbuka.
Lalu Ki Dayeng membalikan cahaya tadi pada kelima jendral dari tangannya.
Dan
DUARR!
Cahaya itu meledak di depan kelima jendral, mereka semua terpental. Asap menutupi penglihatan kami.
" Sial*n, kesaktian macam apa yang di miliki kakek kerdil itu." gumam salah satu jendral.
__ADS_1
" Kalian jendral tidak berotak! Memangnya hanya kalian saja yang memiliki sihir!" umpat Ki Dayeng.
......................