
Roni? siapa?
"Maaf Wan, Kalau boleh tahu Roni itu siapa?" tanyaku.
"Bang Roni itu mantan suami Kak Lilis. Mereka bercerai sekitar dua bulan lalu. Alasan mereka bercerai aku juga kurang tahu." ujar Iwan.
" Mereka bercerai karena sudah tidak cocok aja,Wan. Dari awal melihat Roni, Ayah kurang menyukainya, firasat ayah bilang dia bukan orang baik. Tetep aja Kakakmu keukeuh ingin menikah dengannya. Akhirnya kan begini rumah tangga nya tidak berjalan dengan baik. Kasihan Lilis sungguh malang nasibnya" ucap Pak Budi sedikit termenung sedih
Apa maksud perkataan Pak Budi. Memang apa yang terjadi pada rumah tangga Lilis, sampai Pak Budi begitu meratapi nasib Lilis ? Aku jadi penasaran bagaimana sosok Roni? apakah mungkin pria yang kulihat di mimpi itu Roni? Aku harus menyelidikinya
"Wan, boleh tahu ciri-ciri wajah Roni seperti apa?" tanyaku.
" Hmmm... bentar deh aku ada fotonya. foto pernikahan Kak Lilis dengannya. Tunggu aku ambil dulu" sahut Iwan.
Tak lama Iwan membawa poto album milik Lilis.
Saat aku membuka. Benar saja aku terpaku melihat sosok Roni di foto itu.
Sudah ku duga. Aku masih ingat wajah orang di dalam mimpi itu. Wajahnya benar mirip dengan Roni.
Aku sudah menemukan pelakunya. Namun apa alasan dia menculik Lilis? apa motifnya?
Aku tampak serius melihat foto pernikahan Lilis, membuat Iwan keheranan.
"Kenapa,Bah? Serius banget lihat fotonya. Ada yang Aneh?" tanya Iwan.
Bagaimana Ini, tidak mungkin aku langsung memberitahu Iwan kalau yang menculik kakaknya adalah Roni.
Aku haris mencari bukti dulu. Baru memberi tahunya.
" Nggak apa-apa,Wan. hehehe.." ucapku mencari alasan.
" Oh, ntar kalau sekiranya abah ada info baru tentang Kak Lilis, segera kasih tahu kami,ya?" seru Iwan.
"Iya, Bah. Bapak minta tolong ya, Bantu kami untuk mengetahui kepastian yang terjadi pada Lilis." pinta Pak Budi.
"Iya Pak, Insyallah saya akan membantu sampai semua terpecahkan." ucapku.
"Kalau begitu saya ijin pamit pulang Pak. Kondisi Desi juga sudah mulai membaik mudah-mudahan dia tetap aman, pesan saya jangan tinggalkan desi sendirian. Dia harus sering di temani, alihkan pikirannya jika dia kembali mengingat Ibunya, untuk kebaikannya juga." pintaku
"Oh, begitu ya, Bah. kami akan mengingat pesan Abah. Terima kasih banyak, Bah." ucap Iwan.
Aku pun pamit pada keluarga Iwan. lalu berjalan menuju halaman depan. Dari kejauhan aku melihat Iman mengendarai motornya dan menepi di depanku.
"Loh, Mau kemana,Bah?" tanya Iman.
" Ya, balik lah!" jawabku.
" Lah, gue kan baru aja dateng." keluhnya.
" Elu nya kelamaan Man, urusan gue disini baru selesai tadi" ujarku.
"Ya maaf, Bah. Gue tadi beresin dulu kerjaan. yaudah deh kita balik aja, itung-itung gue jemput elu pulang." sahutnya.
"Nahh, gitu dong baru dah, elu temen pengertian." pujiku pada Iman.
Aku pun pulang bersama Iman. Di tengah perjalanan Iman bertanya.
"Gimana keadaan Desi sekarang?"
" Dia udah aman,kok. Dia terlalu bersedih mengingat Ibu nya. Jadi Lilis nya kerasa kepanggil, Man. Jadinya Desi seperti itu." tuturku.
" Kasihan, Anak sekecill udah di tinggal oleh kedua orang tuanya. Pasti Lilis berat ninggalin Desi. Makannya dia terus nempel sama Desi. Kita harus cepat memecahkan masalah Lilis. Biar dia bisa pergi dengan tenang." sahut Iman.
"Iya, gue juga lagi usaha, Man. Oh,iya! elu tau Roni nggak?" tanyaku.
"Roni? Maksud lu Bang Roni mantan suaminya lilis?" tanya iman memastikan.
"Iya, elu tahu? tanyaku.
"Ya tahu, Bah. Gue temennan sama Iwan udah lama. Jadi gue kenal sama seluruh keluarganya." ujar iman
"Elu tahu nggak, Roni dimana?" tanyaku
"Nah, kalau itu gue juga gak tahu, yang gue tahu mereka baru bercerai kalau gak salah." ujar Iman.
"Oh, kirain elu tahu." sahutku
" Emang kenapa,Bah? Tiba-tiba nanyain Bang Roni?" tanya Iman
" Kemarin malem Lilis datengin gue di mimpi, dia seolah ngasih gambaran tentang apa yang terjadi padanya. Di mimpi gue lihat Lilis di culik ke mobil dua pria, satu pria itu aku melihat wajahnya. Pertama gua gak kenal dia siapa. Setelah cerita ke Iwan, Iwan bilang ciri-cirinya mirip Roni gue coba lah minta poto wajah Roni. Eh, ternyata dia adalah orang yang sama di mimpi dan memculik Lilis. Bisa kebetulan banget,aneh kan?" tuturku.
__ADS_1
CKIITT...
Tiba-tiba, Iman menghentikan motornya ke tepi.
" Itu bukan kebetulan,Bah. Emang udah jelas Lilis sengaja ngasih tahu elu kalau Roni pelaku penculikan pada dirinya. Terus elu cerita ke Iwan gak? kalau Roni yang menculik Lilis?." tanya Iman.
" Nahh,gue gak berani, Man. Takutnya dia gak percaya. Ntar gue di sangka nuduh Kakak iparnya lagi. Lagian gue juga belum ada bukti kalau Roni pelakunya." ucapku.
" Bagus, Bah. Itu guna nya gue di sini sebagai patner lu. Gue bakal bantu elu cari bukti kalau Roni emang penculiknya." seru Iman.
" Hah? gimana caranya? elu kan gak tahu dia ada dimana." ucapku heran
"Memang, tapi gue tahu dimana dia kerja." ucap Iman menyimpulkan senyumnya.
" Elu bakal ngapain?" tanyaku lagi.
" Ntar deh gue ceritain. Sekarang kita pulang aja dulu. Gue cape nih. Hehehe." ucap Iman..
......................
Tibalah aku di rumah.
Selesai ganti baju, aku menuju dapur untuk mengisi perut.
Kulihat Dita tengah sibuk menyiapakan makan siang.
"Udah pulang, Yah?" seru Dita.
" Hmmm.." jawabku sambil mengunyah Bakwan yang di siapakan Dita untukku di meja.
" Kerja shif malam, Kan?" tanya Dita.
" Iya, Ayah mau tidur dulu , nanti magrib tolong bangunkan ya." pintaku.
" Iya .." jawab Dita.
......................
Magrib Dita membangunkanku. Aku melaksanakan shalat magrib.
Ya, setelah sembahyang aku, bermeditasi.
Mencoba berdialog dengan Ki sugro. Namun bukan Ki Sugro yang datang.
Dia menyentuh menarik tanganku, seolah mengajakku ke suatu tempat
PATS..
Tiba-Tiba aku melihat diriku tengah duduk bersila dan memejamkan Mata.
Aku meraga sukma lagi.
Dengan sekejap aku sudah berada di dalam goa tempat Lils di bawa.
Aku melihat ke sekitar. gua ini seperti bekas penambangan. Aku mencari keadaan Lilis yang tiba-tiba dia menghilang
Apa boleh buat aku harus menyusuri ini sendirian.
Semakin ke dalam. Aku semakin mendengar suara riuh nya orang seperti tengah berdoa.
Bukan! lebih tepat nya seperti lafalan Mantra yang di ucapkan untuk pesugihan.
Kini aku menemukan kerumunan orang-orang berjubah Hitam.
Aku mencoba mendekati kerumunan itu. karena mereka tampak tak melihatku.
Aku lihat mereka tengah mengelilingi sebuah batu panjang. Ada seorang wanita terbaring disana tangan dan kakinya diikat ke ujung batu.
Lilis!!
" Lepaskan Aku! Apa yang akan kalian lakukan Padaku!!" teriak Lilis.
Lilis melihat ke arah pria berjubah hitam. yang memimpin pemujaan tersebut.
"Mas Roni ku mohon lepaskan aku! Tolong aku, Aku takut!" pinta Lilis memohon.
Dia Roni!! apa-apaan Ini!
Namun Roni hanya terdiam tak peduli mantan istrinya itu ketakutan.
Aku mencoba mendekati Lilis untuk melepas tali di tangannya. Namun tanganku menembus.
__ADS_1
Kenapa aku tidak bisa menyentuhnya! Apa karena ini adalah ingatan masa lalu lilis?
setelah lama membaca mantra merka pun berhenti mengelilingi batu itu.
Tiba tiba...
Astaga!!
Roni mengeluarkan pisau. Dia menusuk perut istrinya. Seketika Darah mengalir keluar perutnya.
Seketika Lilis meregang nyawa di sana.
Aku terhentak kaget. Roni tanpa wajah bersalah mampu membunuh istrinya sendiri
Kep*r*t kamu Roni! dasar manusia Iblis!!
Darah yang keluar dari perut Lilis di masukan kedalam sebuah batok kelapa.
Roni sedikit meminumnya.
Batok kelapa berisi darah Lilis, Roni letakkan di sebuah Lorong Gua yang gelap.
Aku ingat ini seperti ritual pemujuaan dan pemanggilan setan.
Tiba-tiba. Terdengar suara tawa seorang Nenek-nenek.
"khihihihi..hihi...hihihi... Mmmm, darah segar!"
NINi KUTEK!!!
Batok kelapa yang di simpan dalam lorong itu, terlempar melayang keluar. Telah habis dan kosong di minumnya.
Nini Kutek Muncul dari balik gelapnya lorong goa itu.
Khas dengan tubuhnya yang membungkuk, hidung yang anjang , wajahnya rusak , banyak benjolan bernanah di seluruh wajahnya. menatap lapar pada Lilis.
Semua orang berjubah itu langsung duduk bersimpuh seperti menyembah kemunculan Nini kutek.
Nini Kutek adalah setan pemujaan yang dapat mengabulkan semua permintaan pemujanya asalkan dia di beri darah segar atau tumbal wanita.
Setahuku, Pemujaan Nini Kutek telah lama menghilang. Pemujaan Nini kutek muncul di jaman dulu saat negeri ini masih menganut paham Animisme.
Ternyata Lilis selama ini di bunuh dan di tumbalkan kepada Nini Kutek.
Tiba-tiba Nini Kutek melihat ke arahku dengan wajah marah dan menyeringai.
Dia mendekat seakan akan dia tahu aku menyelinap ke pemujaannya.
Dia mendekatiku
Dan...
"Ayah!! Bangun!! Kenapa kamu tidur sambil duduk di sejadah." seru Dita keheranan
"Astaga!!" ucapku terhentak kaget.
"Kamu kenapa? kenapa wajahmu pucat? Kamu sakit?" tanya Dita.
"Ah, tidak ,Mah. Aku baik-baik saja. Aku mandi dulu dan bersiap-siap." jawabku terburu-buru dan gelisah.
Dita hanya menatapku keheranan. Dan membereskan alat solat yang kupakai tadi
Aku pun berangkat kerja.
Di tempat kerja aku merasa tak nyaman seolah ada yang mengawasiku dari jauh.
Terkadang menganggu konsentrasi saat bekerja apa lagi kerja malam harus tetap terjaga untuk tidak tidur.
Aku kini termenung dan benar-benar tidak tahu harus Apa dan bagaimana memulainya
Aku harus menyelidiki Roni lebih dulu atau mengambil jasad Lilis yang ada di dalam gua
Tiba-tiba.
Terdengar suara yang tidak asing di telingaku.
"Sepertinya Aku datang di saat kamu perlu bantuanku,Anom" ucap Ki Sugro yang muncul di dari arah belakangku
"Aki!!" seru ku
__ADS_1
......................