Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Pintar Berdalih


__ADS_3

Asep hanya bisa membisu, dia bingung bagaimana harus membela dirinya, karena dirinya juga sama bersalahnya, mengapa dia mau saja mengikuti kebohongan Bang Syukur, yang ada Bos akan menjadi lebih marah padanya.


Ku lihat bos juga sudah marah besar pada Bang Syukur dan Asep, dia juga nampak bingung harus mempercayai siapa.


Di tengah situasi yang panas saat itu ada seseorang yang datang.


" Assalamualaikum."


"Walaikumsalam." jawab bos.


Ternyata yang datang adalah Bang Rudi.


" Eh, ada apa ini bos kok pada ngumpul disini?" tanya Bang Rudi yang merasa heran.


Karena kini semua mata tertuju pada Bang Rudi.


Bos pun juga nampak membisu, dia terlihat menghela nafas panjang seolah dia sedang mengatur amarah yang hampir memuncak.


" Lho, Bang Rudi udah selesai cutinya?" sapaku pertama kali, di saat semua orang terdiam.


" Nah, itu dia Nan, saya kesini mau ngobrolin soal kerjaan sama Bos, Tunggu... Sebenarnya ini tuh ada apa ya? Kok situasi nya rada canggung begini, agak panas, hee..apa saya datang di waktu yang tidak tepat ya?" cetus Bang Rudi merasa tidak nyaman


"Nggak Rud, kamu datang di waktu yang sangat tepat, keputusan yang benar saya suruh kemari atas usul Nandy waktu itu" ucap Pak bos melihat dan mengangguk padaku. semua orang terlihat heran saat menatapku.


"Ada hal penting lain selain pekerjaan yang ingin saya tanyakan sama kamu, Rud." cetus Bos.

__ADS_1


" Tentang apa ya bos?" tanya Bang Rudi penasaran.


" Selama kamu menginap di mess bareng Syukur, apa kamu pernah lihat dia benar-benar mengusir setan di sini? atau ada hal yang kamu ketahui soal syukur selama di sini, yang saya tidak ketahui?" Tanya Bos.


Saat Bos menanyakan itu pada Bang Rudi, Bang syukur terlihat panik dan gugup, dia menatap tajam pada Bang Rudi tanpa sepengetahuan Bos.


Mendengar pertanyaan Bos soal Bang Syukur, Bang Rudi juga langsung menatap tajam dari atas hingga bawah pada Bang Syukur.


" Memangnya kenapa Bos, dia buat ulah lagi ya?" celetuk Bang Rudi mengejek Bang Syukur di depan Bos.


" Memangnya sebelum ini dia pernah berbuat ulah?" tanya Bos heran.


" Gimana jelasinya ya? jadi gini bos.. Sebelum Syukur datang kemari, saya sama Anton nyaman-nyaman aja bos nginep di mess, tapi semenjak kedatangan dia kemari, kami jadi gak berani keluar kamar mess sendirian, bahkan ke kamar kecil pun kami saling antar." tutur Bang Rudi.


" Lho! kenapa?" tanya Bos penasaran.


" Katanya dia paranormal, tapi pas lagi banyak-banyaknya setan di pabrik, dia malah sembunyi bos di balik selimut. baru kali ini saya sama Anton di ganggu setan sampai segitunya tiap malam hari, Hii.. dia bukan bantuin malah enak-enak tidur nyenyak, katanya sesajen kurang, katanya mereka baru pada keluar, aahh.. banyak alasan, bilang aja elu takut kan Syukur? gue yakin elu paranormal gadungan." sindir Bang Rudi menatap jijik pada Bang Syukur.


" Bos harusnya juga tahu, alasan saya sama Anton pergi itu karena dia dan karena gangguan setan di pabrik ini, padahal sebelumnya kami nyaman dan aman aja tuh nginep di mess, tapi semenjak kedatangannya, kami jadi gak betah dan takut nginep di mess lagi bos." cetus Bang Rudi lagi .


Bos langsung menoleh pada Bang syukur dengan tatapan penuh amarah, seolah dia meminta penjelasan.


" Nggak bos! saya gak begitu, Mereka aja yang kebetulan lihat saya pas waktu tidur, padahal sebelum tidur saya sering melakukan ritual untuk ngusir setan, Ya, wajar saya ketiduran karena saya kelelahan, kewalahan ngelawan semua setan di pabrik sendirian, saya sudah kerja keras Bos." ucapnya membela diri.


" Heh, Syukur tukang ngibul! dimana-mana kalau ngusir setan tuh harusnya hilang atau minimal berkurang lah setannya, lah Elu! gak ada perubahan, dari yang asalnya gak ada, malah makin banyak setan yang datang, gue sama Anton yang jadi korban di gangguin setan! Tol*l!"bentak bang Rudi.

__ADS_1


"Lah, salah kalian berdua yang penakut, makanya setan-setan senang gangguin kalian, gue sama sekali gak takut dengan mereka, selama di sini yang ada setan yang takut sama kemampuan gue. secara gue sakti."ujar Bang Syukur menyombongkan dirinya.


"Belagu lu Syukur! di ganggu setan baru tahu rasa lu!" ucap Pak Dodo kesal.


" Lihat kan bos! Mereka seperti ini pasti sirik sama saya, soalnya bos baik sekali sama saya ngasih saya waktu istirahat, ngasih uang juga untuk berobat, jadi mereka bilang yang enggak-enggak soal saya sama Bos. harusnya yang di salahkan di sini tuh Asep! Dia yang membuat kekacauan ini terjadi." seru Bang Syukur memojokkan semua orang.


" Wah! parah ! kalau dasarnya udah penipu, gini nih pasti berkelit, sibuk mencari alasan." ujar Bang rudi, dan semua pegawai berseru menyetujuinya.


" Kalian ini berisik! Jangan dengarkan omong kosong mereka, Bos harus percaya sama saya bos." seru Bang Syukur meyakinkan Bos.


" Astaga! kalian ini ada masalah apa sih, jika kalian punya masalah pribadi sama si Syukur selesaikan dulu, jika kalian bersitegang begini mana bisa saya mencari titik terang, dan menemukan siapa dari kalian yang jujur dan yang berbohong, sudah kita akhiri sampai sini saja, saya sudah pusing karena kelakuan kalian semua." ucap bos kesal, raut wajahnya terlihat jengah menghadapi situasi yang masih membuatnya kebingungan.


" Rudi kamu temui saya di ruangan." Bos pun berlalu pergi ke ruangannya, dan meninggalkan kami semua dengan keadaan marah.


Bang Syukur dan semua pegawai yang lain, saling menatap tajam, entah apa yang ada di pikiran mereka masing-masing.


Aku sudah melakukan apa yang aku bisa, mencari bukti dan saksi untuk meyakinkan Bos, tapi apa boleh buat jika keputusannya seperti ini, mungkin Bos masih bingung untuk mengambil keputusan.


Kami kembali melakukan aktivitas kerja kami sepeti biasa.


Sepertinya Maslah ini harus aku selesaikan sendiri, benar ucapan Ki Dayeng aku harus bersiap menghadapi orang orang yang kelakuan nya seperti bang syukur


Setelah di rasa pekerjaanku sudah selesai, pukul lima sore aku hendak pulang, ku lihat Asep juga pulang hari ini, sepertinya dia tidak ingin menginap lagi di mess, dia mungkin kapok dekat dengan Bang syukur yang sudah memanfaatkannya.


Itulah akibatnya bagi orang yang senang menipu orang lain, meski Bos masih memberimu kesempatan, tapi setidaknya dengan pegawai yang lain sudah mengetahui kebusukan Bang Syukur.

__ADS_1


Tinggal menunggu waktu, kapan Bang Syukur akan mengakui kesalahannya.


......................


__ADS_2