
Di perjalanan kami tetap fokus dan waspada karena pasti akan ada gangguan dari Klewing.
Setelah melewati jalan yang panjang, kami memasuki sebuah hutan dengan pepohonan yang besar-besar, menambah suasana menjadi semakin tegang.
BATS!
Dan benar saja, tiba-tiba tubuh Ki Dayeng di sambar oleh Klewing, tubuh Ki Dayeng yang kecil di cengkram oleh cakar dari kaki Klewing dan Ki Dayeng di bawanya terbang menjauh dari kami.
"Aki!!" teriakku panik
"Si*lan! Lepaskan aku kelelawar jelek! "ucap Ki Dayeng marah sambil meronta melepaskan diri cengkraman kaki Klewing.
Klewing tidak mendengarkan teriakan Ki Dayeng. Dia terus terbang membawa Ki Dayeng kabur menjauh dari kami.
......................
"Bersiaplah Anom! Aku merasakan kehadiran Klewing lain!" ucap Ki Jagat
Benar apa yang di ucapkan Ki jagat, Dari kejauhan aku melihat beberapa Klewing terbang menghampiri dan bersiap untuk menyerang kami.
Sebelum para Klewing itu mendekat, Aku menyuruh Iman menghentikan motornya, karena terlalu berbahaya jika sampai kecelakaan.
Aku memutuskan untuk turun dari motor, dan menyuruh Iman berlindung di belakangku, Aku tidak menggubris Iman yang terus bertanya ada apa dan kenapa.
Tiba-tiba Iman berteriak.
"Hiii, Bah! makhluk apa itu?!" teriak Iman panik yang bersembunyi di belakang punggungku.
lho kok Iman bisa melihat Klewing?
"Elu bisa lihat Klewing man?" tanyaku kaget dan heran. Sebab setahuku aku pernah menutup batinnya seharusnya dia tidak bisa melihat wujud Klewing.
"Astaga! Ja.. jadi.. i.. Itu klewing! Besar sekali! Gu.. Gue takut, Bah!" rengek iman ketakutan.
"Ya, sudah, elu diem aja di belakang gue." ucapku menenangkan Iman yang panik dan ketakutan.
Aku melihat Ki jagat yang mulai bertarung melawan dua Klewing, dengan cakar-cakar mereka.
Sementara ada satu klewing yang mendekati kami dengan perlahan, seolah kami adalah sasaran yang empuk.
"Kiiikiiikii... hebat sekali manusia sepertimu memiliki nyali besar untuk menghancurkan kami, hingga berani datang ke tempat kami" sindir Klewing.
"Tentu saja! Aku tidak pernah takut berhadapan dengan kalian makhluk jahat" balasku.
"Ha.. Hati-hati, Bah!" ucap Iman.
Klewing itu mulai terbang cepat dengan memperlihatkan kuku nya yang tajam ke arahku.
Aku langsung menghindar, namun ternyata dia mengincar Iman juga, sehingga cengkeramannya yang tidak mengenaiku, dia arahkan untuk menyerang Iman.
Karena sangat cepat, dia berhasil melukai Iman
"Aaaaaaaa!" pekik Iman kesakitan.
"Imaaan!" teriakku segera berlari ke arah Iman.
Aku segera menarik klewing yang tengah mencengkram tubuh Iman dengan kuat.
"Ugh! lepaskan dia makhluk Si*lan!" umpatku. sambil terus aku mencoba menarik Klewing sekuat tenaga agar melepaskan Iman.
Akhirnya aku memakai sedikit tenaga dalam untuk menarik Klewing itu, syukurlah aku berhasil dan membuat klewing itu terpental jauh beberapa meter dari kami
BRUK!
Iman tersungkur di tanah, dia terkulai lemas, darah keluar dari luka di dadanya, bahkan jaket kulit yang di pakai Iman terkoyak habis akibat cengkraman Klewing tadi.
"Iman! Bertahanlah!?" ucapku panik.
"Aduh ! sakit Bah! pekiknya Terlihat kesakitkan.
__ADS_1
Argh! Sial! Gara gara aku iman sampai terluka.
Emosiku naik, aku marah, sangat marah melihat kondisi iman yang terluka.
" Bertahanlah Iman, akan ku bunuh Klewing yang melukaimu tanpa ampun!" ucapku penuh amarah.
Tanpa pikir panjang aku pusatkan energiku di kedua tanganku dan langsung aku baca Ajian Brajamustiku.
Di kedua lenganku muncul gumpalan cahaya merah yang panas, aku mulai arahkan cahaya itu pada Klewing yang tengah mencoba untuk bangun dan terbang.
" Rasakan Ini! teriakku marah.
SRAT!
Ajian Brajamustiku ternyata berhasil mengenai Klewing tadi, dia tidak sempat menghindar, dan akhirnya klewing itu habis terbakar dan menghilang seperti abu.
......................
Aku mencoba meminta pertolongan Ki jagat, namun, ku lihat Ki jagat juga kewalahan bertarung melawan dua Klewing itu.
Bagaimana Ini? Ki jagat juga kesulitan, aku harus membantunya jika tidak Klewing pasti akan menyerang kami juga.
"Iman! Lu bisa nunggu disini sebentar, Lu kuat? aku harus membantu rekan ghoibku lebih dulu, ada Klewing lain yang menyerangnya juga." ucapku.
" Iya bah, gue kuat kok, cuman cakaran gak terlalu dalam. Bantu saja rekanmu, jika dia kalah klewing itu bisa datang kemari." ucap Iman mencoba menahan rasa perih dan sakit di dadanya.
Aku segera berlari membantu Ki jagat dalam pertarungannya.
" Anom! kenapa kamu kemari! sebaiknya tetap jaga temanmu dan kamu pulihkan dulu energimu, mereka ini tidak cukup kuat untukmu." sahut Ki Jagat.
"Tidak Ki, aku belum kehabisan energi, masih ada sisa energi yang bisa aku pakai untuk membantu aki." ucapku.
Kedua Klewing itu pun mulai menyerang aku dan Ki jagat melawan bersamaan, sehingga kami bertarung satu lawan satu.
"Kiiikiikii..,aku tahu ajian Brajamusti mu hanya bisa di pakai sekali" ucap klewing meremehkanku
Aku segera memusatkan lagi energi ku dan mencoba lagi ajian Brajamusti.
Aku harus menunggu Klewing itu menyerangku, agar Brajamustiku bisa tepat sasaran mengenainya.
Kenapa? Sebab energi ku tidak cukup jika menembak dari jarak jauh.
"Hm.. Kenapa kamu terdiam manusia bodoh? kamu pasti panik energimu habis, tidak perlu susah payah memikirkan, sebab kamu juga akan kalah dengan seranganku" ejek klewing
Aku mencoba menahan sekumpulan energi di tangan ku untuk di lepaskan, menunggu dilepaskan saat Klewing mendekat.
Cepat mendekatlah kemari
Dia lalu terbang dan mengeluarkan cakar nya ke arahku, namun,
Sebelum cakarnya hampir mendekatiku, Aku langsung menghempaskan energi brjamusti yang sudah ku tahan dari tadi dan
SRAT!!
"Rasakan lah Itu Klewing jahat, kamu akan hancur lebur !!" teriakku dan menghempaskan brajamusti tepat ke arah Klewing. Dan..
"Aaaaaaaaaaa tidak !!" Pekik Klewing kepanasan dan kesakitan
DUAR!
Dan seketika Klewing hancur lebur terkena Brajamusti.
Setelah melakukan Brajamusti aku terkulai lemas di tanah.
Sementara Ki jagat juga berhasil mengalahkan salah satu klewing yang dia lawan
Melihat aku yang terduduk lemas dekat Iman, Ki jagat mendekatiku dan memberikan sedikit energi nya padaku
"Anom bertahanlah" ucap Ki jagat dan menempelkan lengan nya ke belakang punggungku.
__ADS_1
"Aku sudah kehabisan energi ki, aku lemas sekali!"keluhku.
" tunggu sebentar, aku akan memberikan sedikit energi padamu." tutur Ki Jagat
Pats!
Muncul energi hijau menyelimuti tubuh ku dan ini adalah transferan energi dari Ki Jagad untukku.
Beberapa menit akhirnya selesai.
"Bangun lah Anom! kamu sudah merasa lebih baik?" tanya Ki Jagat.
" Ya Ki, aku merasa lebih bertenaga, terimakasih aki."ucapku sambil mencoba untuk berdiri.
Aku segera mendekati Iman, yang tidak jauh dariku
"Man, gimana luka elu?"ucapku khawatir.
"sedikit sakit dan perih sih bah, kukunya hanya menggores tapi tidak terlalu dalam, dan tidak terlalu fatal kok,"ucap Iman mencoba membuatku tidak khawatir.
Namun aku lihat luka bekas cakaran itu, masih terus mengeluarkan darah segar.
Aku akan mencoba, menghentikan pendarahannya meski tidak permanen, dan mencoba memberinya energi.
" Elu diem ya, gue mau bersihin luka lu, dulu biar gak infeksi" ujarku, sambil membersihkan darah sambil aku transfer sedikit energi ku pada Iman, agar rasa sakit nya sedikit berkurang.
Setelah itu aku membantu Iman untuk berdiri
" Wah, bah terimakasih banyak, tiba-tiba aja gue jadi bertenaga lagi setelah elu obatin, kalau begini aku masih kuat sih untuk mengendarai motor" lirih Iman.
" Tidak Jangan, lebih baik kamu beristirahat dulu." pintaku.
"Enggak Bah, gue baik-baik aja, ayo cepetan naik, sekarang kita pergi ke arah mana bah? ini sudah masuk hutan."tanya iman.
"Seriusan? Elu gak apa-apa? kalau gak kuat, gue bisa antar elu balik, masalah ke tempat tujuan aku bisa menyusul nanti."ucapku.
"Lah, udah cepetan naik, kan ada rekan ghoib elu bah, pasti gue juga aman." ucap iman
Apa boleh buat, Aku pun segera naik motor dan melanjutkan perjalanan. Kini Ki jagat yang terbang di atas menjadi pemandu jalan.
"Ki, bagaimana dengan Ki Dayeng, kita harus selamatkan dia, tapi aku tidak tahu, kemana dia di bawa terbang Klewing tadi?" tanyaku
"Tenanglah Anom, tidak usah khawatir dengan Ki Dayeng, dia akan segera menyusul kita." ucap Ki Jagat.
Melihat aku yang berbicara sendiri, Iman paham bahwa aku sedang berbicara dengan rekan ghoibku pikirnya
Perjalanan kami terasa sangat jauh dan kami masih menyusuri hutan yang begitu lebat dan luas.
Sesekali Iman di buat kaget oleh beberapa penampakan para penghuni hutan.
"Bah, ada perempuan di depan?" Seru Iman kaget.
"Udah biarin aja, lagian mana ada perempuan malam begini di tengah hutan, Man." ujarku.
"Kalau bukan perempuan terus dia apa dong? Apa mungkin dia Tante key(Kunti)" Iman mulai curiga dan takut.
" Memangnya siapa lagi setan yang menyerupai perempuan kalau bukan sosok dia, di kota juga banyak, modelan begitu Man." ujarku.
Iman pun mempercepat laju motornya, melewati wanita yang berdiri di samping jalan. Yang hanya melihat kosong kearah kami sambil tersenyum menyeramkan.
aku hanya tersenyum, melihat tingkah Iman dengan kepolosannya. Dia bergidik ketakutan.
Setelah masuk lebih dalam ke hutan, kami melihat jalan setapak yang di penuhi semak belukar.
" Ki apa ini jalan untuk ke tempat itu?" tanyaku.
" Ya, Anom, sepertinya sekarang kalian harus berjalan kaki melewati jalan ini." tutur Ki jagat.
......................
__ADS_1