Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Menyepi


__ADS_3

" Aku penasaran memang dimensi di dunia ini ada berapa banyak? dan mengapa bangsa ghoib tidak bisa terlihat? Dan tidak semua manusia bisa melihat wujud mereka?" tanyaku.


" Sebab zaman nabi Adam as, bangsa ghoib seperti iblis dan jin masih bisa terlihat, mereka masih bisa bebas keluar masuk bumi, bahkan mereka mampu bertarung dengan manusia, manusia atau bangsa ghoib yang menyimpang dari ajaran agama mereka di sebut setan, maka itulah setan di sebut sebagai musuh yang nyata. Saat itu bangsa ghoib terkadang di manfaatkan oleh manusia yang serakah, bahkan mereka ada yang di buru, ada juga yang ingin menghancurkan bangsa ghoib, sehingga keberadaan bangsa ghoib selalu di cari-cari, lalu di utuslah Nabi yaitu Nabi Sis, Beliau adalah Nabi yang muncul sesudah Nabi Adam as dan sebelum Nabi Idris as beliau bertugas memberi petunjuk pada bangsa ghoib lainnya, lalu nabi Sis membuat sebuah perjanjian yang di sebut dengan perjanjian KHAZAB, yang di hadiri oleh Nabi Adam as, Nabi Sis, iblis, bangsa dimensi, jin, penghuni langit dan penghuni bawah." tuturnya.


" KHAZAB? Jika aku boleh tahu perjanjian tentang apa itu?" tanyaku.


"Isi perjanjian KHAZAB banyak sekali ada 77, isi perjanjian yang pertama intinya berbunyi 'Biarkan bangsa bumi dan bangsa ghoib hidup dengan tentram, maka dari itu di buatlah dengan adanya pemisah antara alam manusia dan alam Jin, serta pemisah alam dimensi lainnya agar tidak saling mengganggu dan mengusik satu sama lain.' namun satu-satunya yang menentang semua perjanjian KHAZAB adalah iblis dan setan. Lalu isi yang kedua adalah 'Biarkan yang ghoib menjadi rahasia, dan hanya beberapa manusia yang bisa mengetahuinya sesuai kehendak sang pencipta.'" tutur manusia besar itu.


Wah, ternyta seperti awal mulanya..Aku semakin penasaran ingin mendengar ceritanya hingga tuntas


" Suatu saat, aku akan ceritakan semua, tapi tidak untuk saat ini, aku paham mengapa Dayeng menyuruhmu untuk kemari, supaya aku bisa memberimu sebuah wejangan dan pengetahuan Qalam." ucapnya.


" Apa itu pengetahuan Qalam?"tanyaku lagi.


" Setiap orang yang memiliki turunan dalam jalur spritual, pasti akan memiliki pengetahuan Qalam, pengetahuan yang tanpa perlu di pelajari, tapi jika di butuhkan, semua pengetahuan itu akan muncul dengan sendirinya dalam pikiran, termasuk rahasia ghoib dan tanda-tanda alam." ucapnya lagi.


" Kalau begitu, bagaimana caranya agar aku bisa memiliki pengetahuan Qalam ?" tanyaku.


" Pertama, menyepilah ke suatu tempat yang jauh dari manusia. Kedua, Khatamkan kitab Al-Qur'an, bacalah dengan teliti jangan tergesa-gesa, dengarkan dengan lantuntan yang merdu. Sebelum khatam dan bacaanmu selesai, kamu tidak boleh beranjak ataupun pergi sebelum menyelesaikan semuanya." tuturnya.


" Baiklah, tapi aku belum tahu siapa kamu?" tanyaku.


"Dari bangsa Arof aku di sebut Al- Shufi , namun dari bangsa jin aku disebut Ki Jagat Setra." jawabnya.


" Baiklah Ki, terima kasih atas pengetahuan yang aku berikan saat ini, namun sekarang aku harus segera pulang, sebab aku sudah terlalu lama melakukan meraga Sukma." tuturku.


" Baiklah, pulanglah, tapi jangan lupa akan nasihatku tadi, suatu saat nanti aku akan datang untuk membantumu." ucapnya.


"Baik ki, terima kasih, Tapi... bagaimana caraku pulang?" tanyaku lagi.


" Lihatlah ke matahari yang bersinar tanpa berkedip, maka kamu akan kembali ke tempatmu dengan sendirinya." tutur Ki Jagat Setra.


Aku pun mengikuti, dan menatap ke arah sinar matahari yang sangat terik dan silau di tengah gurun pasir ini, semakin silau aku merasa cahaya matahari itu semakin mendekat, dan tiba-tiba semua menjadi gelap, ternyata aku kembali ke dunia pararel.


Namun di sini hanya ada aku sendiri.

__ADS_1


Kemana perginya Ki Dayeng?


" Ki Dayeng?!!" teriakku memanggilnya.


" Kemarilah aku di lorong." terdengar suara Ki Dayeng yang menjawab.


Aku pun segera mengikuti arah suara Ki dayeng, dan tiba-tiba aku kembali ke raga kasarku.


" Bagaimana sudah selesai? Apa kamu bertemu bangsa Arof di sana? Apa yang di sampaikan bangsa Arof padamu?" tanya Ki Dayeng berkali-kali.


" Tidak masih belum selesai, Aku bertemu dengan bangsa Arof yang bernama Ki Jagat setra di sana? Dia juga menyuruhku untuk menekuni pengetahuan Qalam dan dia tidak lupa memberi tahu aku cara mempelajarinya Ki" jawabku.


"Ya sudah segera lakukan itu sekarang." ujar Ki Dayeng.


"Apa? Sekarang? Ya ampun Ki , apa tidak bisa kita lanjut besok saja? saat ini aku sudah sangat lelah, aku butuh istirahat." keluhku padanya.


" Oh, baiklah kita lanjutkan besok saja, hari ini boleh beristirahat." ujarnya.


......................


Keesokan paginya.


Aku juga tidak lupa meminta izin pada Dita, bahwa nanti aku akan pergi selama dua hari dengan alasan ada urusan penting di tempat yang jauh bersama Iman.


Untunglah, Dita mengijinkan aku pergi, tanpa banyak bertanya.


Aku pun segera menyiapkan perlengkapan yang di butuhkan seperti Al-quran dan perlengkapan sholat, Tiba-tiba Ki Dayeng muncul dan menyampaikan sesuatu padaku


Aku di suruh Ki Dayeng untuk menyepi ke sebuah air terjun, di daerah Sumedang.


Aku pun mencari lokasi air terjun yang paling dekat


Untunglah Saat ini aku masih memiliki kebebasan dalam waktu, Karena aku masih bekerja sebagai buruh biasa, bukan kerja di pabrik farmasi.


Sebab dengan itu, aku tidak terlalu berat meninggalkan pekerjaanku untuk ini.

__ADS_1


Tepat pukul sembilan pagi aku pamit pada Dita dan berangkat ke lokasi air terjun untuk menyepi.


Perjalanan yang ku tempuh hanya butuh waktu satu jam setengah untuk sampai ke kaki gunung di daerah Sumedang terdekat.


Kini aku sampai disana, ku lihat air terjun ini tidak begitu tinggi, suasananya juga tampak sepi, tidak terlalu banyak pengunjung, sangat cocok untuk aku menyepikan diri.


Aku beristirahat sejenak di sebuah batu besar, lalu muncul Ki Dayeng.


"Apalagi yang kamu tunggu! ayo cepat lakukan yang di suruh Ki jagat kemarin." ujarnya.


" Ya ampun Ki, baru juga aku sampai." keluhku.


" Kita sudah tidak punya banyak waktu, karena ada seseorang yang membutuhkan bantuanmu, kamu harus segera memperoleh ilmu ini." jelasnya.


Langsung saja aku bersila di atas batu yang ku duduki sekarang, aku membuka Al-Qur'an yang ku bawa, aku mulai membaca ayat demi ayat ku lantunkan dengan merdu.


Tetapi tidak selancar yang aku duga, gangguan mulai muncul, sepertinya ada mahkluk yang tidak suka dengan kehadiranku yang melantunkan ayat suci.


Terdengar suara Katak besar yang berbunyi keras, sehingga mengganggu konsentrasi ku yang sedang mengaji.


Setelah itu muncul lagi suara anak kecil, yang menangis keras, seketika aku berhenti mengaji.


Aku memeriksa dari mana asal suara tangisan itu berasal, aku cemas jika ternyata benar ada anak kecil yang sedang kesulitan.


Benar saja, tidak jauh dari tempatku berdiri aku melihat seorang anak laki-laki sekitar umur tujuh tahun-an, dia tengah duduk di atas air yang tenang dan membelakangiku.


Dia juga tidak memakai baju, dia gemetar seolah kedinginan dan menangis. Padahal hari sudah memasuki senja.


" Hey, nak! Kenapa kamu masih disini? Ini sudah senja?" tanyaku sambil menghampirinya.


Namun dia semakin keras menangis, aku mencoba untuk lebih dekat padanya, aku pegang pundaknya yang terasa begitu dingin saat aku sentuh.


Seketika kepalanya menoleh padaku dan berputar seratus delapan puluh derajat seperti kepala burung hantu yang bisa memutar seperti itu.


Dia menampakan wajahnya yang setengah hancur, dan setengahnya lagi sudah menjadi tengkorak, matanya sebelah hilang, dan mata yang satunya menangis darah.

__ADS_1


Seketika bau amis darah menyeruak dari tubuhnya.


......................


__ADS_2