
Aku terkejut dengan apa yang aku lihat di kamar Pak Rizal.
Ada mahluk kelelawar besar setinggi manusia. tengah menggangtung terbalik di langit-langit kamarnya.
Pantas saja Pak Rizal seakan terhipnotis melihat terus ke langit-langit kamar, ternyata dia tengah menatap manhluk yang menggantung tepat di atas nya
"Astagfirullohaladzim!" ucapku.
Seketika mahluk itu melirik dan menatap tajam padaku. Dia langsung mengembangkan sayap besarnya yang hitam kemerahan.
Mahluk apa ini!
Kekuatannya terasa begitu kuat. Aku baru pertama kali melihat mahluk seperti ini.
"Hati-hati, Anom!" ucap Ki Sugro yang tiba-tiba muncul di samping dan bersiaga.
"Mahluk apa itu,Ki?" tanyaku berkomunikasi lewat pikiran.
" Dia adalah mahluk yang berasal dari dimensi ke empat. Dia di sebut Klewing salah satu pasukan Iblis. Dia sangat Kuat, kamu jangan coba menyerang dia sendirian. Dia bukan hanya menyerang manusia dan Mahluk sepertiku saja, bahkan para malaikat pun akan di lawan juga olehnya." tutur Ki Sugro.
" Apa! Malaikat?!" ucapku kaget tak percaya.
Tiba-tiba.
BUGH!
Tubuhku dan Ki Sugro terpental jauh dari pintu kamar.
Sial.. Dia menyerang tanpa sepengetahuanku.
Tubuhku terpental hingga tiga meter jauhnya, punggungku terbentur dinding.
Ada rasa yang amat nyeri juga panas di bagian Dada. Nafasku sedikit sesak, Bahkan Ki Sugro juga sampai meludahkan darah.
"Berani sekali kalian datang kemari! apa kalian datang untuk menghentikanku! seperti tikus-tikus yang lain? Aku peringatkan kalian jangan ikut campur urusanku. Jika tidak kalian akan bernasib sama seperti pengkhianat ini!" ucap Klewing dengan suara yang menggema, menggetarkan seluruh rumah.
Kami hanya bisa terdiam merasakan sakit dari serangannya.
" Bagaimana Ini Ki! Apa tidak bisa kita serang dia bersama?." usulku.
"Jangan gegabah, Anom! Kamu tidak lihat bagaimana serangannya tadi. Serangannya tadi membuat kita tersungkur bahkan energiku dihisapnya. Bagaimana denganmu yang hanya seorang manusia ." sahut Ki sugro.
Memang benar sejak aku memasuki rumah ini energi kami sudah setengah terpakai untuk menghancurkan belenggu yang kuat tadi, sekarang kami berdua di serang olehnya. Tentu saja energi kami terus terkuras.
Jika sekarang melawannya begitu sulit, setidaknya aku harus mencoba untuk menjauhkan dia dari Pak Rizal. Tapi bagaimana caranya?
"Bah! elu kenapa! elu gak apa-apa kan?! tubuh lu terpental ke belakang, kenapa bisa? elu di serang?!" seru Iman cemas.
" Iya, Man. di dalam kamar itu ada mahluk yang mengincar nyawa Pak Rizal." jawabku
__ADS_1
Sontak Iman dan Dimas pun kaget mendengar ucapanku.
" Ma.. mahluk apaan, Bah? setan?" ucap Iman panik dan gemetar ketakutan.
" Tidak, mana mungkin ada mahluk yang menyerang Ayah? Ayah itu kuat, Bah, sebenarnya Ayahku juga punya kesaktian." ucap Dimas tak percaya jika ayahnya dalam bahaya.
" Tapi elu liat kan sekarang kondisi bokap lu lemah kaya gini, karena mahluk yang ada di sampingnya!" tukas Iman.
"Mahluk itu pasti kuat, elu juga liat kan, si abah terpental tadi? seperti di serang oleh sesuatu, Itulah alasan kenapa paranormal yang lain kabur, pasti karena ada mahluk di deket bokap lu" jelas Iman lagi.
Dimas terdiam ragu.
"Kamu ingin melihatnya?" tanyaku.
" Bisakah?" tanya Dimas balik.
" Aku bisa membuka mata batin milikmu jika kamu siap untuk melihatnya dengan mata kepalamu sendiri." tuturku.
" Aku siap!" teguh Dimas.
Aku menutup mata Dimas dengan tanganku. Lalu aku membaca sebuah doa, setelahnya, Aku pun melepaskan tanganku.
" Sekarang lihat ke arah ayahmu! Ada apa di sana". sahutku.
Saat Dimas menoleh ke arah kamar ayahnya. Mata Dimas melotot kaget. tubuhnya gemetar ketakutan.
"Bapaaaaaakkk!" sontak Dimas berlari menghampiri ayahnya karena mahluk itu mulai mendekati Pak Rizal.
Namun Klewing menyeringai dan tak mau pergi. Justru dia hendak menyentuh Dimas.
Dimas hanya bisa memejamkan matanya saking takutnya pada Klewing
" Ikutlah denganku, jadilah kamu pengikutku!" ajak Klewing.
" Tidak! aku tak sudi dekat dengan mahluk sepertimu!" ucap Dimas dengan lantang.
"Dasar manusia rendah!" Klewing marah. dan hendak menyerang Dimas.
SRAAT!
Aki Sugro mengeluarkan serangan tenaga dalamnya ke arah Klewing ,dan serangan Ki Sugro tepat mengenai tangan Klewing yang hendak mencengkram Dimas. Tapi sayang serangan Aki tak mempan. Sontak Klewing melirik Ki Sugro dan menjadikannya sasaran.
" Dasar Pengganggu! Aku bilang jangan Ikut campur!" murka Klewing.
"Jangan ganggu manusia, kembalilah ke dimensimu. Disini bukan tempatmu." ucap Ki Sugro memperingatkan.
" Hahahahaha, kamu tidak Ingat aku sudah berjanji pada tuhan. Aku akan selalu mengganggu dan menggoda manusia di bumi ini hingga kiamat nanti. Agar mereka bisa menemaniku di neraka.," tutur Klewing.
" Memang benar, menggoda dan mengganggu manusia adalah tugasmu, tapi jangan kamu memaksa dan menyerang mereka yang menolak mengikutimu!" bantah Ki Sugro.
"Tidak! dengan cara apapun aku akan menghasut manusia mengikutiku. Namun Manusia ini telah mempermainkanku. Dia melanggar sumpah dan janjinya padaku. Dia sudah mengkhianatiku. Aku datang padanya untuk memberinya pelajaran, dalam perjanjian kami, dia harus menebus kesalahan yang dia buat dengan menyerahkan jiwanya padaku. Dia harus Mati!" bentak Klewing.
__ADS_1
Aku hanya bisa melihat Ki Sugro dan Klewing tengah bernegoisasi. Aku tak tahu rencana apa yang Ki Sugro buat kali ini.
Memang bernegoisasi terlebih dulu adalah jalan yang terbaik dari pada kita menyerang langsung tanpa persiapan itu terlalu beresiko, Klewing bukanlah mahluk sembarangan Dia salah satu pasukan Iblis. tentu saja dia sangat Kuat dan sakti.
"Bah, Gimana ini! gue harus apa biar bisa bantuin elu?" tanya Iman serius sambil membantuku untuk berdiri.
Kakiku begitu lemas, dadaku nyeri dan panas. baru satu serangannya saja sudah berdampak seperti ini.
" Berdoa saja, Man, agar kita semua jauh darinya." ucapku
Lantas Iman berdoa sambil menadahkan kedua tangannya. mulutnya komat kamit dengan suara lirih aku mendengar dia membaca al- fatihah.
Klewing menoleh pada Iman dengan marah dia hendak terbang menyerangnya.
Namun Ki sugro menghadangnya. Klewing mulai marah besar.
Dia membentangkan sayapnya dengan lebar. terasa energi besar menyelimutinya.
"Anom, mengajilah!" teriak Ki sugro yang mencoba menahan serangannya.
"Mengaji?!" Spontan aku menjawab, dan Iman kira aku berkata padanya
"Oh gitu, yaudah cepetan kita mengaji. bukankah sewaktu menolong rusli, kita juga mengaji." sambung Iman.
Iman benar, doa adalah sumber kekuatan yang besar, tidak ada yang bisa mengalahkan kekuatan doa dari ayat al-quran. Dan aku menyadari satu hal, saat Iman membaca doa tadi, Klewing tidak menyukainya makanya dia hendak menyerang Iman tadi. Mungkin lantunan dari ayat al-quran adalah salah satu kelemahannya .
Aku, Iman, dan Dimas pun segera duduk bersila sambil membuka al- quran. kami duduk mengelilingi Pak Rizal yang tengah berbaring di kasurnya. Dia masih dalam keadaan melamun kosong.
Kami mulai melantunkan ayat suci al-quran. Klewing yang sedari tadi bringas menyerang Ki Sugro sontak berhenti sambil menggeliat menutup telinganya.
Kiiiiiiikk.. Kiiiiiikk.. !
Klewing mengeluarkan suara yang begitu memekik di telinga. Dia tak kuat mendengar lantunan dari ayat al-quran yang kami baca.
"Dasar Kalian Manusia Pengganggu. Lihat saja nanti aku tak akan menyerah pada kalian." bentaknya lalu menghilang.
......................
Assalamualaikum..
Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.
Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus
Terima kasih untuk dukungannya.
i love you readers.
😍🥰😘
Wasalam.
__ADS_1