
"Bagaimana kabarmu Anom?" sapa Ki Sugro.
"Aku baik Ki, hanya saja aku sedikit bingung, dengan masalah yang sedang terjadi sekarang." Keluhku.
" Temukan saja dulu jasadnya, Aki akan bantu dan memberi tahu cara bagaimana menghentikan Mahluk tua itu." ucap Ki Sugro.
" Aki tahu!" tanyaku kaget.
" Tentu saja! malam jum'at nanti aki akan membawamu menjelajah waktu. Aki akan tunjukan sesuatu disana yang bersangkutan dengan masalahmu sekarang." sahut Aki.
" Baiklah, Ki" jawabku
......................
Hari ini aku dan Iman memutuskan untuk datang ke rumah Iwan.
Aku datang untuk memberi tahu perihal penglihatan yang di berikan Lilis padaku mengenai Roni pada mereka
"Elu yakin mau ngasih tahu Iwan sekarang? kita gak punya bukti bahwa kakak iparnya pelaku sebenarnya, bagaimana kalau dia gak terima, Bah?" bisik Iman padaku di ruang tamu.
"Jika mereka percaya, kita akan lebih mudah untuk mencari bukti terhadap Roni. Jika tidak yaa... kita harus berusaha sendiri mencari buktinya. kita coba dulu ,Man." sahutku.
Aku pun menceritakan semuanya. Iwan dan Pak Budi pun mendengarkan dengan seksama semua kejadian yang ku lihat tentang penyebab kematian Lilis
Aku sedikit was-was dengan reaksi mereka. Apa mereka akan percaya?
"Sudah Bapak duga. Bapak sudah mengira kalau Roni ada campur tangan atas hilang dan meninggalnya Lilis. Namun Bapak tak mau sembarang menuduh, jadi bapak tepis dan buang pikiran itu jauh-jauh."ucap Pak Budi.
Aku kaget. Ternyata Pak budi dari awal sudah punya firasat kalau Roni adalah penyebab kematian Lilis.
"Bangs*t! Bang Roni sialan! ayo kita laporkan saja dia ke polisi!! Aku ingin dia di hukum mati, nyawa di balas nyawa." ucap Iwan emosi setelah mengetahui semuanya.
"Tunggu, Bapak tidak marah pada kami?" tanya Iman heran
"Kenapa Bapak harus marah pada kalian. Oh, bapak tahu, kalian merasa tidak enak mengatakan kalau Roni menantu bapak pelakunya, dan pasti kalian pikir Bapak tidak akan menerima pernyataan kalian,Kan?" ujar Pak Budi.
Kami pun mengangguk.
" Karena Ini semua salah Bapak. Jika saja bapak mencegah mereka menikah, mungkin nasib Lilis tidak akan seperti ini. Bapak pernah cerita, kan. Kalau Bapak tidak setuju Lilis menikah dengan Roni. Karena bapak punya firasat kuat, Roni bukan orang yang baik. Banyak keanehan tentang Roni. Dan semua itu terbuka setelah Lilis dan Roni berumah tangga itulah penyebab mereka bercerai. Ada rahasia yang bapak dan Lilis simpan dari keluarga." tutur Pak Budi.
" Ra..rahasia?" ucap Iwan kaget.
......................
Roni adalah pria kaya raya.
Lilis dan Roni bertemu pertama kali di klub malam.
Lilis saat itu tengah menjemput sahabatnya Rina yang sedang mabuk berat, Rina menelpon Lilis dan meminta bantuannya untuk mengantarnya pulang.
Karena kondisi Rina saat itu mabuk berat, hingga berjalan pun tak tegap bahkan oleng.
Membuat Lilis kesulitan. Sebisa mungkin Lilus memapah Rina keluar menuju taksi.
Di sanalah Roni datang membantu Lilis.
Roni membantu dan mengantar mereka menuju taksi.
Dari sanalah mereka berkenalan.
Dan mulai saling menyukai sama lain.
Roni mulai serius menjalani hubungan dengan Lilis dan mengajaknya untuk menikah.
__ADS_1
Roni merayu dengan menyombongkan semua kekayaannya.
Dia akan menghidupi dan menyenangkan Lilis, apapun yang diminta Lilis akan dia berikan. Rumah mewah, kendaraan mewah, pakaian mahal, semuanya.
Roni bertemu dengan keluarga Lilis. Dia melamar Lilis.
Betapa bahagia Lilis saat itu. Kekasihnya berniat menikahinya, Namun Pak Budi sedikit tidak suka dengan Roni, meski memang secara materi Lilis akan hidup lebih tercukupi.
Namun Pak Budi masih ragu , beliau menilai dari sikap dan sifat Roni yang sombong dengan harta yang di milikinya. Dia menyatakan bahwa dirinya seorang wirausahawan yang sukses.
Namun tetap saja hati kecil Pak Budi merasa gelisah jika pernikahan mereka terjadi. Ada terbesit pikiran buruk yang akan terjadi pada Lilis nanti.
Beliau mencoba Meski di nasehati, membujuk Lilis untuk tidak menerima lamaran Roni. Dan menjelaskan semuanya.
Namun Lilis Kekeuh dengan keputusannya. Seolah dia di butakan oleh cinta, Dia tetap menginginkan pernikahannya dengan Roni tetap terwujud.
Apalah daya Pak Budi, seorang Ayah pasti tak tega menolak permintaan anak perempuan kesayangannya.
Terpaksa beliau mengikuti keinginan anaknya untuk menikah agar dia bahagia.
Awal pernikahan, Lilis dan Roni masih dalam hubungan yang hangat dan bahagia. Seolah dunia milik mereka berdua.
Bahkan Kehidupan Lilis layaknya seorang ratu di manjakan dengan gemilang harta Roni.
Namun Lilis bukanlah wanita yang terlena dengan harta, Dia mencintai Roni tulus dengan hatinya.
Setelah setahun lamanya berumah tangga. Munculah sikap aneh dari Roni. Roni selalu memberikan sejumlah uang yang tidak sedikit padanya setiap minggu.
Terbesit dalam pikiran Lilis darimana suaminya mendapat uang yang begitu banyak setiap minggu.
Lilis mencoba bertanya, Roni mengatakan bahwa bisnisnya sedang untung banyak. Lilis bertanya lagi bisnis apa yang dia jalani. Karena sedari awal Roni tidak pernah cerita dia berbisnis dalam bidang apa yang menghasilkan begitu banyak uang.
Tetap saja Roni selalu menghindar ketika di tanyakan hal itu. Bahkan tak sering juga Roni marah hingga membentak Lilis.
Setiap Kamis malam, atau malam jum'at. Roni selalu pergi keluar entah kemana dan apa yang di lakukannya Lilis tidak tahu, alasannya tentu saja untuk pekerjaan.
Siapapun pasti akan berpikiran negatif, suaminya mendapatkan uang yang banyak hanya dalam waktu sekejap dan tidak tahu pekerjaannya yang seperti apa.
Lilis tidak mau jika Roni melakukan bisnis haram atau yang tidak di perbolehkan hukum.
Semakin hari semakin lama penghasilannya makin besar dan semakin sering juga Roni keluar malam setiap hari.
Bahkan sifat Roni mulai berubah, dia lebih tempramental, bahkan setiap kali lilis menanyakan perihal uang dan pekerjaannya mereka bertengkar hebat bahkan pukulan pun sering didapatkan Lilis.
Sikap kasar Roni bahkan di terima Lilis saat Lilis tengah mengandung desi.
Selama delapan bulan Roni bukan fokus menjaga istrinya. Dia makin sering keluar rumah, dengan alasan yang sama sibuk dengan pekerjaannya.
Lilis mulai curiga, Lilis mencoba mencari tahu apa yang di lakukan suaminya selama ini di belakangnya.
Diam-diam Lilis membuntuti Roni seharian. Tepat kamis malam Lilis mendapatkan Bukti.
Roni selalu pergi ke klub setiap malam Tempat dimana mereka bertemu pertama kali.
Betapa sakitnya hati Lilis yang membuntutinya setiap waktu. Dan mendapati Roni keluar dengan wanita yang berbeda dari Klub malam setiap minggu.
Bahkan kali ini Roni keluar dengan sahabatnya Rina dari klub malam itu. Rina bahkan bermanja dan mesra kepada suaminya sendiri.
Lilis pikir mereka akan pergi ke hotel. Lilis memutuskan untuk memergoki mereka di sana.
Namun aneh saat di buntuti mobil yang pakai Roni, bukan mengarah ke hotel. Melainkan ke sebuah pelosok, masuk ke hutan dan berhenti di sebuah gua bekas pertambangan.
Dari dalam mobil Lilis terus mengamati dari jauh. Dia tidak mengerti apa yang akan di lakukan suaminya pada sahabatnya Rina.
__ADS_1
Roni keluar dari dalam mobil. Betapa kagetnya saat Lilis melihat Roni sedang menggendong Rina yang tak sadarkan diri menuju gua.
Lilis mulai penasaran. Dia turun dari mobilnya dan ikut masuk diam- diam ke dalam gua.
Lilis merasa Aneh banyak kerumunan orang berjubah hitam disana. Dia mencoba mengintip dari sela kerumunan itu.
Dia juga melihat Roni memakai jubah yang sama. Bahkan dia melihat Rina tengah pingsan di baringkan di sebuah meja batu. Lalu Roni menusuk perut Rina dengan Pisau besar yang panjang.
Dia tercengang dan menutup mulutnya. Lilis syok melihat semua yang terjadi di depan matanya.
Lalu muncul seorang Nenek tua dengan wajah yang menyeramkan. Roni membungkuk memberi hormat sambil memberikan darah seger Rina padanya. Roni lantas meminta permohonan pada Nenek tersebut. yaitu Kekayaan.
Mendengar dan melihat itu. Kini terjawab sudah kebenaran di balik semuanya.
Namun sayangnya Nenek itu mengetahui keberadaan Lilis. Semua mata tertuju pada nya. Begitu juga Roni.
Lilis pergi dan lari dari sana. Degup jantung Lilis berdetak cepat, kakinya mulai lemas. Dia berusaha mengendarai mobilnya menuju rumah orang tuanya.
Dia menangis dan mengadukan semua yang dia lihat pada ayahnya.
Betapa syoknya Pak Budi mendengar pernyataan Lilis. Pak Budi berniat melapor polisi namun Lilis mencegahnya dan membuat Pak Budi bersumpah untuk merahasiakan semuanya.
Karena takut semua keluarganya mendapatkan bahaya.
Akhirnya Pak budi berjanji akan menjaga Lilis dan cucu yang masih dalam kandungan Lilis melindungi mereka dari kekejaman ayahnya.
Hingga lahirnya Desi, Pak Budi memberikan surat perceraian pads Roni untum di tanda tangani. namun Roni enggan menceraikan Lilis, bahkan Roni meminta untuk bertemu Lilis pun Pak Budi tetap tidak mengijinkan bertemu.
Begitu sulit agar Lilis dan Roni bercerai, karena Roni menolak untuk bercerai. Proses sidang jadi lama, belum juga masalah hak asuh atas desi.
Baru setelah Desi beranjak empat tahun. akhirnya Roni melepas dan ikhlas mereka bercerai.
Tak pernah sekalipun Desi dan Lilis membiarkan mereka sendirian kemana-kemana Pak Budi selalu menjaga keduanya dengan ketat.
Begitu gusar gelisah yang di rasakan Roni. Roni juga sakit hati, Karena Lilis tak mau menemuinya atau pun dengan anaknnya.
Bahkan Lilis mengetahui semua rahasianya. Dia tak ingin sampai Lilis memberitahukan kepada semua orang. Tak boleh ada seorang pun yang tahu.
Agar rahasianya tetap aman. Kali ini Roni dengan berat hati memutuskan akan menjadikan Lilis sebagai tumbal berikutnya kepada Nini Kutek.
Namun sayangnya pada hari dimana Lilis tengah pulang kerja. Pak budi tak bisa menjemputnya. Di sanalah Roni beraksi menculik Lilis dan kematiannya pun terjadi.
......................
Pak Budi menceritakan semua itu dengan raut wajah yang sedih dan pilu.
Tersirat penyesalan yang begitu besar di raut wajahnya.
Kami semua kaget dan marah mendengar cerita Pak Budi mengenai Lilis. Apalagi Iwan. dia mulai emosi.
"Jadi, semua kejadian yang di lihat Abah adalah benar!! Kalau Roni yang membawa kak Lilis dan membunuhnya?!! ucap Iwan penuh emosi
Pak Budi mengangguk.
" Ayo kita laporkan dia ke polisi sekarang Pak!Ayo!!" ajak Iwan pada Pak Budi murka
"Sabar dulu kita belum punya bukti untuk menyalahkan Roni. Bahkan Bapak pun tidak memiliki saksi, Kakakmu yang menyaksikan semua sudah tiada." ujar Pak Budi
"Kalo begitu biar saya dan iwan yang menyelidiki dan mendapatkan Bukti, Pak!!" seru Iman.
"Iya ,Man! Tolong bantu aku untuk mendapatkan bukti kejahatan Bang Roni. Mulai besok kita akan membuntutinya dan mendapatkan bukti. Gue harus balas kematian kak Lilis. Lihat saja Bang! kami gak akan bisa membiarkanmu semena- mena lagi berbuat kejahatan. Tunggu saja! kamu akan mendapatkan balasan yang setimpal!!" ucap Iwan geram.
......................
__ADS_1