
Setelah lama aku menyusuri hutan.
Tibalah aku di sebuah gubuk tua dengan meja batu besar di sisinya.
Tempat ini pernah aku datangi saat meraga sukma waktu itu.
Inilah kediaman Si Kakek Dukun.
Dan benar saja Kakek Dukun itu sedang bersila di atas batu semedinya, serta Raja Kera juga ada di samping nya.
Amarahku mulai tersulut lagi, mengingat dialah yang selama ini sudah meneror keluargaku, Iman dan juga para warga di kampung.
Dia pun membuka mata dan mengetahui kedatanganku.
"Wahh!! Sungguh luar biasa. Berani juga kamu kemari. Bahkan kamu datang bersama kucing peliharaanmu ." hina Dukun padaku.
"Kita bertemu lagi, manusia hebat! Kami sudah lama menunggu kedatangan kalian." sapa Raja Kera menyeringai.
"Aku kemari untuk memberi kalian hukuman atas semua perbuatan jahat yang telah kalian lakukan pada semua orang." timpalku geram
"Hahaha, menghukum kami! Dengan cara apa? Membunuh? bagaimana jika kamu yang terbunuh lebih dulu. kamu tidak bisa menghukum kami kan hahaha. lucu sekali... majulah ayo serang kami!" Tantang Dukun padaku.
"Kamu yakin bisa melawan dukun itu Anom?" tanya Ki Sugro padaku.
"Insyaallah Ki". jawabku.
"Berhati-hatilah, Aki akan melawan kera busuk itu."ucap Ki Sugro.
" Kita lanjutkan pertarungan yang waktu itu, harimau tua! Sekarang kekuatanku sudah pulih dan kuat, aku pasti menang melawanmu kali ini." tantang Raja kera.
"Jangan banyak bicara kera busuk! Kali ini aku akan membinasakanmu." bentak Ki Sugro marah.
Ki Sugro dan Siluman Kera pun bertarung dengan sengit.
Sementara Ki Sugro sibuk dengan pertarungannya melawan raja kera, di sini aku juga harus fokus pada pertarunganku dengan kakek dukun.
Aku tidak mungkin membunuh kakek dukun ini, karena bisa saja aku terseret dalam jalur hukum, paling tidak aku hanya bisa memberinya peringatan agar dia jera.
"Apa yang kamu pikirkan anak muda?! Tunggu apa lagi serang aku jika kamu mampu, kalahkan aku!." ejek Dukun yang melihatku termenung
Dengan sisa energi ku semoga saja aku bisa mengalahkannya.
Dengan sedikit kemampuan bela diri yang ku punya aku pun menyerang Dukun itu lebih dulu.
Aki mengarahkan tinjuku padanya.
BUGH !!
Tapi, Kakek Dukun itu bisa menangkis pukulanku, aku mencoba menyerangnya lagi dengan tendangan ku.
BUGH !!
Namun, lagi-lagi dia berhasil menangkis tendanganku.
"Hahaha, apa hanya itu kemampuanmu." ejek Dukun.
" Sekarang giliranku. Terima Ini!" teriak kakek Dukun itu sambil menyerangku. Dia melayangkan pukulan tenaga dalam ke arah dadaku dengan kecepatan yang luar biasa.
BUGH !!
Karena kecepatannya, aku tidak bisa mengelak, dan tubuhku terpental ke belakang,
BRUK! Tubuhku terhempas ke tanah begitu keras.
Uhuk! Uhuk! Pukulan nya mulai terasa sakit di bagian dada, darah segar sedikit keluar dari mulutku.
Lantasku ludahkan darah yang memenuhi mulutku.
Cuih!
Sial, Serangannya sangat cepat.
Aku mencoba untuk bangkit, tiba-tiba tanpa ku sadari, dia kembali menyerangku dengan pukulannya yang tadi, tanpa sempat aku bersiap, aku sudah terkena pukulannya berkali-kali.
BUGH !!
DUAGH !
BUGH !
Pukulannya tepat mengenai wajahku, dadaku, dan juga perutku.
DUAK! Dan pukulan yang terakhir tepat mengenai ulu hati.
UGH!
tubuhku langsung ambruk ke tanah, aku meringis kesakitan.
Uhuk! Uhuk! Darah segar keluar banyak dari mulutku, Dadaku terasa sangat sakit dan sesak.
Arghh sial, ternyata dia sungguh kuat, karena pukulannya tadi, menyebabkan luka dalam di tubuhku, aku membutuhkan energi lain untuk mengobatiku.
__ADS_1
Apa Ki Sugro bisa membantuku untuk memintanya memberikan sedikit energinya padaku? Tidak, tidak! dia juga membutuhkan energi yang banyak untuk melawan Raja Kera.
"Sudah ku bilang kan?! Kamu yang akan mati lebih dulu. hahaha.." ucap kakek dukun tertawa.
Dengan rasa sakit yang kurasakan, aku mencoba bangkit dan berdiri sekuat tenaga. Namun, sepertinya kakek dukun itu tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan di saat aku sudah lemah. Kali ini dia menyerangku dengan sungguh-sungguh
"Terimalah serangan terakhirku!!" teriak dukun melayangkan pukulannya ke arahku.
Namun, kali ini serangannya sedikit berbeda.
SRAT!
Muncul sinar hijau bagai laser dari kepalan tangannya yang menuju ke arahku.
Oh, tidak! Aku tidak boleh mati disini, aku harus bisa bertahan.
Aku hanya bisa memejamkan mata, karena aku tidak bisa mengelak dari serangannya dengan kondisi lemah seperti ini, entah apa yang akan terjadi padaku kali ini. Aku pasrah.
Tamat sudah riwayatku..
Tiba-tiba..
DUARRR !!
Terjadi sebuah ledakan besar di hadapanku.
Aku membuka mata, untuk melihat apa yang terjadi. Tentu saja aku terkejut, Ada seseorang yang mencoba menghalau dan membalikan serangan kakek dukun itu.
Dia yang berdiri membelakangi, seolah dia ingin melindungiku.
Tunggu..Aku mengenalnya... Dia..
dengan ciri khas rambut panjangnya yang di gerai dengan ikat bendo di kepalanya.
Dia adalah Aji saka.
Serangan kakek dukun itu menjadi Boomerang baginya, karena aji saka yang membalikan serangannya.
" Arrghh ,sial. Ternyata kamu memanggil bala bantuan." ucapnya yang tadi terhempas di tanah mencoba bangkit.
Tiba- tiba Aji saka menoleh ke arahku tanpa memedulikan kondisi si kakek dukun.
"Anom!? Aku ingin meminjam ragamu untuk melawannya!! Tenang saja batin dan pikiranmu masih bisa kamu kuasai. cepatlah sebelum dia menyerang lagi." cetus Aji Saka.
"Baiklah." jawabku.
Aji saka berlari ke arahku, seolah dia akan menabrakku, aku memejamkan mata. dan,
PATS !!
Kulihat diriku tengah berlari menghampiri Kakek Dukun.
Tubuhku bergerak sendiri tanpa perintahku, bagaikan robot yang di kendalikan oleh seseorang.
Pikiran, batin, dan penglihatanku masih terjaga.
Aku membiarkan ragaku di kuasai oleh Aji saka
Kini Aku dan Aji Saka bertarung melawan Kakek Dukun itu.
Pertarungan kami makin sengit
Banyak kilatan memancar, akibat benturan energi kami dan Dukun itu.
Aku dan Aji Saka mencoba terus menyerang.
Dengan adanya Aji saka di ragaku, membuat tubuhku menjadi lebih kuat dan energi ku juga bertambah.
Kami bertarung dan saling berbicara dalam pikiran kami.
"Kita akhiri dia secepat mungkin Anom, ayo tembakan brajamustimu." Pinta aji saka.
"Baiklah." jawabku.
Aji saka memusatkan energi di telapak tanganku, dan aku membacakan ajian nya.
Aji saka mengarahkan pukulannku ke arah Kakek Dukun dengan kumpulan cahaya yang panas memancar.
"Rasakan seranganku ini!!!" ucap Aji saka
SRATT !!
Kami hempaskan energi brajamusti, tepat mengenai tubuh Dukun itu.
DUAR!
Asap memenuhi sekitar kami, ku lihat kakek duku itu terpental begitu jauh. Dan tubuhnya berhenti saat menghantam pohon besar di belakangnya, seketika tubuhnya ambruk ke tanah, dan darah segar keluar dari mulut nya.
"Uhuk..uhuk.. !! Serangan mu luar biasa." ucap Dukun itu
Dukun itu terbaring sambil memegang dada, di dadanya terdapat luka bakar yang cukup parah, di sertai batuk yang terus menerus mengeluarkan darah tanpa henti dari mulutnya
__ADS_1
Dia mengerang kesakitan.
PATS !!
Aji Saka pun keluar dari tubuhku dan aku bisa kembali menguasai Tubuhku.
"Sepertinya brajamustimu tepat sasaran Anom." ucap Aji Saka.
"Benarkah?" ucapku memastikan dan melihat ke arah dukun itu.
Kondisi dukun itu terlihat parah, dia bahkan seperti kesulitan bernafas.
Aku langsung membuang muka.
" Aku tak tega melihat keadaannya." ucapku.
"Dia pantas mendapatkannya Anom, itulah balasan semasa hidupnya yang menjadi Dukun jahat dan mengabdi pada Siluman Kera, serta menyesatkan semua manusia." tutur Aji saka.
......................
Semantara itu pertarungan antara Ki Sugro dan Raja Kera juga begitu dahsyat.
Dentuman dan cahaya kilatan mengiringi pertarungan mereka, gesekan energi begitu kuat.
"Lumayan juga kekuatanmu harimau tua!" ucap Raja Kera yang mulai kewalahan. meski sudah menambah kekuatan tetap saja dia tidak bisa menang dari Ki sugro.
"Sekarang saatnya bagimu untuk musnah!?" bentak Ki Sugro.
Angin pun berhembus kencang.
kekuatan dahsyat muncul mengelilingi Ki Sugro
.
cahaya merah mulai memancar.
Raja kera tahu, Ki sugro hendak berubah menjadi harimau raksasa seperti waktu itu.
Raja kera mulai panik, dan perlahan mundur hendak melarikan diri.
Saat raja kera berbalik badan untuk lari.
Namun, tiba-tiba di hadang oleh Nini kembar yang tiba- tiba muncul di hadapannya.
"khihihihih. Monyet kecil mau lari kemana?" ucap Nini gandiwi sambil mengunyah sirih dan berdiri memegang tongkatnya.
Melihat Nini kembar dia kembali berbalik ke arah sebaliknya. Namun, dihadang lagi oleh Ki Sugro dalam wujud harimau raksasa di depannya.
Kini Raja kera terjebak antara Ki Sugro dan Nini kembar.
Dia celingukan mencari celah untuk lari.
Dia pun memutuskan untuk melompat dengan tinggi dan melarikan diri, namun tongkat Nini gandiwa berubah menjadi akar pohon yang panjang.
Akar itu di lemparkan dan langsung melilit kaki Raja Kera yang tengah melayang di udara..
Raja Kera pun jatuh tersungkur ke tanah.
Ki Sugro dalam wujud harimaunya, berlari dan melompat, lalu menindih raja kera dengan cakarnya.
Kuku yang tajam menusuk perut raja kera.
"Aaaaaaaa.." pekik raja.
Dengan buas Ki Sugro mencakar habis tubuh raja kera, Bulu hitam nya mulai berhamburan terlepas dari kulitnya.
Bekas cakarannya membuat tubuhnya dipenuhi luka sobekan yang parah.
Lilitan akar pohon di kaki Raja Kera di tarik oleh Nini kembar sekuat tenaga.
Ki Sugro juga menggigit dan menarik kepala Raja kera dari arah yang berlawanan
Terjadilah tarik menarik tubuh raja kera antara Nini kembar dan Ki sugro dalam wujud harimaunya.
"Aaaaaaaaaaaa...." raja kera menjerit dengan keras.
Dan,
BATS !!
Sekali tarikan tubuh raja kera terbagi menjadi dua.
CRATT !
Darahnya menyebar ke segala arah, isi perut raja kera berhamburan kemana-mana.
Asap hitam mengepul di seluruh bagian tubuh raja kera yang terpisah-pisah.
WUSH ...
Lalu menghilang tanpa bekas.
__ADS_1
......................
.