
" Ada beberapa cara yang di lakukan dukun dalam menyakiti korbannya dengan ilmu hitam, salah satunya yaitu teluh yang kini di alami oleh paman lu." ujarku.
" Teluh adalah salah satu metode serangan jarak jauh dan identik dengan unsur yang bernyawa, seperti binatang. Cara kerjanya merubah suatu bentuk atau zat tertentu dengan ilmu khusus. Serangan ini, dapat dilihat oleh siapapun, orang awam pun bisa melihat. Adapun ciri-cirinya terlihat cahaya seperti api berwarna merah melesat dan masuk ke rumah korban, atau ada juga yang tiba-tiba merdengar benda jatuh tanpa rupa, atau suara pasir dilempar di atap rumah, dan lain-lain. Korban akan mengalami benjolan yang di dalamnya terdapat sesuatu, umumnya berwujud binatang seperti cacing, kelabang, belatung dan serangga lainnya, atau terkadang korban bisa mengalami sakit yang sangat amat serius seperti paman lu." tuturku.
"Ja, jadi binatang-binatang yang gue temuin di tempat tidur paman gue itu keluar sendiri dari tubuh paman gue begitu?" tanya Iman Memastikan dengan wajah cemas.
" Sepertinya begitu." jawabku.
" Astaga, gue merinding jadinya, memang sebelum melepuh kulit paman gue itu ada beberapa benjolan di badannya, tapi tidak banyak, lama kelamaan muncul serangga di tempat tidur, ada kelabang kecil dan belatung, lalu entah sejak kapan kulitnya mulai mengelupas sedikit-sedikit, menampakan dagingnya yang tertutupi darah, seperti luka bakar yang sangat parah, kulitnya terkelupas dan menempel pada baju yang di pakainya, gue nggak bisa bayangin sakit yang di alami paman gue." tutur Iman dengan wajah takut dan bergidik.
" Tapi bah, Teluh kan binatang-binatang yang keluar, gue pernah lihat elu mengobati orang yang dari tubuh sakitnya itu keluar jarum , itu apa namanya?sama kiriman dari ilmu hitam?" tanya Iman penasaran.
" Iya, kalau Itu di sebut santet Man, sama metode serangan jarak jauh. tidak seperti cara kerja teluh yang menggunakan jenis binatang, santet pada umumnya menggunakan barang atau benda mati. ya, seperti yang elu pernah lihat ada jarum, ada paku dan lain-lain.
Dan korban yang terkena sasaran santet, rasa sakit yang ditimbulkan hanya pada bagian tertentu saja, kadang berpindah-pindah, bahkan saat di periksa medis pun tidak ketahuan, karena nyaris tidak meninggalkan bekas pada tubuh korban." tuturku.
" Ohh, begitu." jawab Iman mengangguk.
"Gue lupa, Kan kata elu Paman gue kena teluh, tapi kata paranormal di kampung katanya terkena guna-guna, kok penuturan mereka sama elu bisa berbeda gitu, apa mungkin mereka nggak bisa membedakan antara Teluh dan guna-guna. Kalau guna-guna gimana ciri-cirinya?" tanya Iman lagi.
" Nah, gue juga mau tanya, sebelum paman lu sakit, apa dia makan sesuatu dari pemberian orang lain?" tanyaku lagi.
" Kurang tahu juga sih Bah, memangnya ngaruh?" tanya Iman bertanya-tanya.
" Ya ngaruh dong man, karana Metode guna-guna itu identik dengan suatu hal yang berhubungan dengan makanan, minuman dan pakaian. Jika makanan atau minuman itu dikonsumsi maka akan mengalami gejala tidak enak yang membawa fatal. Sama juga dengan baju yang di guna-guna, jika dipakai akan membawa sial, misalnya meninggal karena kecelakaan, bahkan uang juga bisa di jadikan media guna-guna lho. intinya pemberian yang mempunyai ilmu guna-guna. Jika itu disimpan, dipakai atau di konsumsi, akan mengakibatkan goncangan dalam tubuh korban yang memaksa sukma keluar. Hal terburuk yang terjadi, bisa kecelakaan, sakit para bahkan meninggal mendadak." tuturku lagi.
"Hmm, mirip seperti makanan yang diracun dong." tutur Iman.
" Ya bisa di bilang mirip, tapi kalau di diagnosis medis pasti ketahuan ada kandungan racun kan, kalau guna-guna ya ghoib lah, nggak akan terlihat, lagipula ciri-ciri ini nggak ada di paman lu kan?" tanyaku memastikan.
"Iya juga ya, kalau di perhatikan memang nggak ada ciri-ciri guna-guna sih di paman gue, malah kalau gue pahami dari penjelasan elu, kayanya bener yang di ucapkan elu deh, paman gue mirip dengan ciri-ciri orang terkena teluh." ungkap Iman nampak berpikir.
__ADS_1
" Nah, tumben elu pinter." pujiku.
" Tapi hebat juga lu bah, bisa tahu info begitu dari mana?" tanya Iman.
" Ya dari pengalaman gue, Gue kan nolong orang-orang dari hal mistis bukan setahun dua tahun, man." ujarku.
" Haha, iya ya.. Benar juga." ucap Iman malu.
"Mm, sekarang gue mau coba nerawang paman lu man, gua mau lihat kondisinya." ujar ku.
" Oh oke bah." Jawab Iman.
Aku pun mencoba menerawang,
Namun aneh, aku tidak bisa melihat sosok pamannya Iman, justru penglihatan ku berbeda, penerawanganku seolah teralihkan ke yang lain.
Ada siluet hitam seperti bayangan seseorang, aku tidak tahu siapa dia, karena aku tidak bisa melihat wajahnya.
Siapa dia? Apa mungkin dia dukun yang mengirim Teluh pada paman Iman?
Saat aku tengah fokus padanya,
Tiba-tiba siluet terebut mengangkat kepalanya seolah melihat ku. Dan tiba-tiba dia melempariku sesuatu seperti benda yang berbentuk pasir ke arah wajahku.
" Akh!" teriakku kesakitan sambil menutup kedua mataku dengan tangan.
"Bah! Ada apa ?! kenapa? apa yang di terjadi?" tanya Iman panik melihat aku teriak kesakitan.
" Akh, Sial! Mataku perih dan panas sekali rasanya, Man." keluhku yang tidak bisa membuka mata karena saking perihnya.
" Kok bisa? kelilipan mungkin bah, coba gue lihat."ucap Iman mengecek mataku.
__ADS_1
" Coba buka mata lu perlahan. Nanti gue tiup deh." suruh Iman padaku.
" Ugh! Nggak Bisa man perih, coba ambilin air." suruhku pada Iman dengan air mata yang bercucuran karena saking perihnya.
Air putih di gelas di berikan iman padaku aku tumpahkan sedikit air tersebut ke tanganku dan ku usapkan pada kedua mataku.
Bismillahirrahmanirrahim..
Mataku beradaptasi lebih dulu dengan air yang masuk kedalamnya.
Aku coba kedip-kedipkan mata agar benda asing yang masuk ke mataku keluar bersama air mata.
"Gimana bah? Mendingan?" tanya Iman.
" Memang rasanya lebih baik, namun perihnya tidak masih ada. gue coba buka mata pelan-pelan deh." ujarku
" Eh, Bah Tunggu!" tiba-tiba Iman menghentikanku.
" Ada apa?" tanyaku yang masih belum sempat membuka mata sepenuhnya.
" Ada sesuatu yang keluar dari mata lu bah! bentar gue ambil tisu." ujar Iman dan dia menyeka air mataku.
" Astagfirullah!" seru Iman Kaget.
" Apa? Kenapa? Apa yang keluar dari mata gue man?" ujarku meminta iman memberitahuku, karena aku masih kesakitan untuk membuka mata.
" Ini.. Ini.. Bubuk besi bah! Ada beberapa biji cabai kering juga di sini!" Ungkap Iman syok yang berseru keras saking terkejutnya.
Aku terdiam sejenak.
" Ke, kenapa benda seperti ini bisa keluar dari mata lu bah! Apa yang terjadi ?! Elu salah nerawang orang atau gimana?! Kok bisa bubuk besi, dan biji cabai keluar dari mata?! Astaga, ada apa ini sebenarnya?? gue nggak berpikir bah, haduh.. Ini nggak masuk akal! ya tuhan logika gue hilang!" gerutu Iman panik dan berbicara tidak karuan, sepertinya dia benar-benar syok dengan apa yang terjadi padaku.
__ADS_1
......................