
Aku yang masih syok atas kematian Pak Yono dan Pak Rizal, hanya bisa diam termenung.
Aji saka mendekatiku.
"Aji, aku harap kematian mereka hanya sebuah mimpi burukku, sehingga aku bisa mencegahnya saat aku terbangun." lirihku.
" Tidak Anom, takdir kematian yang sudah di gariskan untuk seseorang tidak dapat kamu rubah atau kamu cegah. Tabahkanlah hatimu." ucap Aji Saka.
" Tapi, Mengapa aku harus melihat kematian mereka yang tragis di depanku, Aku merasa tidak berguna, bahkan aku tidak bisa menolong di saat-saat terakhir mereka, Pak Yono dan Pak rizal kehilangan nyawa gara-gara manusia iblis seperti mereka.. Aku.. aku.. akan di membunuh mereka semua disini!" ucapku marah.
" Tidak! Pikiranmu sedang kalut! Auramu sedang kacau, akan berbahaya jika kamu bertarung dengan keadaan penuh Amarah seperti ini, tenangkan diri mu Anom." himbau Aji Saka.
" Bagaimana caranya Aji! Aku sudah tidak sanggup meneruskan ini, aku sudah gagal! bahkan masalah ini seakan tidak ada habisnya."keluhku.
" Tidak Anom, perkara yang kita hadapi tidak akan selalu mulus sesuai harapan kita. kita harus kuat, berpikirlah secara positif, kematian mereka sebenarnya telah membebaskan mereka belenggu sekte 18. Memang mereka adalah korban, tapi bukankah jika kita menyerah di sini, akan banyak lagi korban seperti mereka. Apa kamu aka membiarkan kejadian ini terulang lagi" tutur Aji Saka.
" Jangan sampai kematian mereka jadi sia-sia, kita sudah di tahap akhir, kita hanya tinggal menghancurkan sigil dan mengalahkan musuh. Bangkitlah, kami ada bersamamu, kamu tidak sendirian." ucap Aji Saka menyemangati ku.
Aku termenung mendengar ucapan Aji Saka.
Apa yang di ucapkan Aji saka benar. jangan sampai aku terpuruk karena terlalu larut dalam kekecewaan, aku harus bangkit, jangan sampai semua berakhir sia-sia.
" Aku mengerti Aji, aku akan melanjutkan apa yang telah mereka usahakan selama ini, terima kasih telah mendukung ku." ucapku.
" Tentu saja, mana mungkin kami membiarkan sumber kekuatan kami dalam keterpurukan. Itulah alasanku mengikutimu, Aku yakin kamu manusia kuat." puji Aji Saka.
" Baiklah, ayo kita bantu yang lain untuk membereskan kelima cecunguk itu." ajak Aji Saka.
......................
Entah aku melewatkan apa, aku lihat para ke lima jendral itu bangun tertatih di sertai kepulan asap yang menyelimuti.
" Sial, ternyata kakek kerdil itu lumayan juga." ucap salah satu jendral.
" Heh! Manusia seperti kalian ini sudah sesat, sombong pula. Untung lah Yono dan Rizal tidak seperti kalian." ujar Ki Dayeng
" Ah, banyak bicara sekali ku kakek kerdil!" ejek satu jendral sambil menyerang Ki Dayeng dengan cahaya api. namun..
KRAK!
Tiba-tiba Ki Dayeng melompat tinggi, dan mendarat dengan kuat di depan mereka hingga tanah yang dia pijak retak,
Menandakan kekuatan nya sangatlah besar.
Kelima jendral itu terkaget. Begitu juga aku.
BUGH!
__ADS_1
Satu jendral terpukul oleh pukulan tenaga dalam Ki Dayeng
Ke empat jendral yang berdiri marah melihat rekannya tersungkur di tanah terkena pukulan Ki Dayeng.
Mereka langsung menyerang rekan ghoibku dengan kesaktian sihir yang dimilikinya.
Semua rekan ghoibku tidak tinggal diam, mereka juga ikut menyerang balik.
Aku juga ikut bertarung, aku tidak boleh hanya berdiam diri.. Demi Pak Yono dan Pak Rizal.
"Anom, bagaimana dengan keadaanmu? Kamu merasa lebih baik." tanya Ki Sugro dengan wujud harimaunya.
" Ya Ki, meski sedih dan terima, aku harus tetap menyelesaikan masalah ini sampai tuntas." ucapku.
" Baguslah, kamu memang cucuku yang kuat. jadikanlah ini sebagai pengalaman, setiap tugas akan semakin sulit, mungkin juga akan banyak juga korban seperti mereka, jadi kuatkan hati nurani dan akal sehat mu. Anom!" tutur Ki Sugro.
" Iya Ki." jawabku.
Kami kembali fokus pada pertarungan.
Aku lihat kekuatan kami dan mereka sama-sama imbang, tapi tenaga dalam yang kami miliki lebih unggul dari mereka.
Sebab, aku melihat kondisi dan serangan dari para kelima jendral itu, tidak sekuat tadi, saat melawan Pak Yono dan Pak Rizal. Sepertinya mereka sudah kehabisan tenaga dalam pertarungan sebelumnya.
Tiba-tiba..
Tongkat Nini kembar berputar dengan cepatnya. Membuat angin dan pasir berterbangan sehingga menutupi penglihatan kami dan musuh.
Ki Jagat Menangkis serangan dengan Tangannya yang besar, lalu mematahkan semua sihir yang berbahaya dengan doa yang dia ucapkan.
Tentu saja kehebatan Ki Dayeng tak kalah lagi, dia meniru dan membalikan serangan sihir mereka lontarkan pada kami dia serap dan di keluarkan dengan lebih kuat.
Aku dan Aji saka menyerang dengan tenaga dalam dari jarak dekat. Pukulan, tendangan kami arahkan pada mereka.
Pertarungan yang terjadi makin sengit.
Mereka mulai terpojok. Lalu mereka mengeluarkan sihir penggerak pada akar pohon seperti tadi.
Namun dengan sigap Ki Jagat mematahkan sihir itu dengan doa yang di ucapkan.
Seketika dengan cepat Ki Dayeng meniru sihir itu, tentu saja kini akar-akar itu berbalik arah menjalar mendekati kelima para jendral.
Dengan cepat mereka terlilit oleh akar. Merak meronta mencoba melepaskan diri.
" Bagaimana rasanya terlilit oleh akar dari sihir kalian sendiri, hah! Apa aku juga harus menghabisi kalian sama seperti nasib Yono dan Rizal." seru Ki Dayeng
Tiba- tiba
__ADS_1
Cahaya api membakar akar yang melilit ke lima jendral.
Lalu mereka terbakar. Mereka menjerit, terdengar mereka menyebutkan "RA" , tapi aku saat itu hanya fokus memalingkan wajahku. Karena tidak kuasa melihat hal seperti itu.
Seketika jeritan mereka pun berhenti, karena Meraka telah meninggal dengan keadaan yang memprihatinkan.
"inilah balasan untuk manusia -manusia yang menyimpang seperti kalian." ucap Ki Dayeng.
Entah kenapa saat aku melihat jenazah kelima jendral itu yang hangus terbakar, aku merasa belum lega, ada sesuatu yang mengganjal entah apa itu.
Tiba-tiba, tanah bergetar hebat, Angin bertiup kencang, langit seketika gelap. Tanah memunculkan beberapa retakan.
" Astagfirullah.. Ada apa ini " ucapku panik.
Aku melihat batu-batu panjang yang memutari sigil terjatuh.
Sigil juga berubah memancarkan warna merah di sekelilingnya.
" Gawat! Portal sigil itu kembali terbuka!" seru Ki Sugro.
Tiba-tiba tanah berguncang dengan kuat, bahkan kami mencoba menyeimbangkan diri kami agar tetap berdiri.
Bergoyang dan berguncang, lalu terdengar gemuruh dari arah sigil.
Kami kira akan muncul Klewing dari portal sigil, ternyata bukan, melainkan sebuah benda hitam besar yang meruncing di ujungnya.
Benda hitam itu muncul dengan suara gemuruh yang sangat keras, seperti sebuah benda besar yang bergesekan dengan dinding.
" Apa itu!" teriakku panik.
Semaki lama, benda hitam yang runcing itu semakin memanjang dan melebar, membentuk sebuah tanduk raksasa yang besar.
Astaga! Itu sebuah tanduk? Mahluk macam apa yang memiliki tanduk sebesar ini! Tanduknya saja seperti tanduk raksasa, bagaimana dengan ukuran tubuhnya?
" Jangan biarkan dia muncul! Segera hancurkan portal itu! Cepat!" teriak Ki Dayeng panik.
"Bagaimana caranya!" teriak Nini kembar.
" Apa! Sebenarnya dia mahluk apa?!" teriakku bertanya. aku penasaran karena semua rekan ghoibku terlihat panik.
" Dia sang penguasa Api, pemimpin para Klewing! Dia adalah 'RA' " ucap Aji Saka menjelaskan.
"Astagfirullah!!!" ucapku sontak terkejut.
" Tidak ada waktu untuk menjelaskan Anom! Cepatlah lakukan sesuatu untuk mencegah dia keluar dari sigil itu, jika tidak dia akan meluluh lantahkan dunia kita". ungkap Aji Saka panik.
" Kita semua tidak mungkin bisa melawannya. Dia sang penguasa api." timpal Ki Jagat.
__ADS_1
" Yaa, tuhan! Lantas apa yang harus aku lakukan! tanduknya saja sudah setengah keluar, bagaimana caranya mencegahnya !" teriakku makin panik.
......................