Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Mengakses Masa Lalu.


__ADS_3

Iwan dan Iman saling bertemu di kawasan rumah Roni pada malam hari.


Mereka yakin malam Jum'at ini dia pasti akan keluar rumah menuju klub malam mencari wanita untuk menjadi tumbal selanjutnya.


Mengingat Lilis menjadi korban salahsatunya. membuat Iwan semakin geram.


Kali ini dia akan menghancurkan semuanya, semua rencana Roni dan kehidupan mewahnya selama ini.


Iwan dan Iman memantau dari jauh dari dalam mobil. Menunggu Roni keluar.


......................


Hari ini aku selesai sembahyang. Aku mulai bermeditasi.


Seperti biasa Ki Sugro datang. Aku mulai fokus meraga sukma. Dan Ki Sugro membuat akses portal dimensi untuk kami lewati.


" Kemana kita akan pergi,Ki?" tanyaku.


" Aki Akan membawamu menjelajah waktu. lebih tepatnya kita akan kembali ke masa lalu." ucap Ki Sugro.


" Masa lalu siapa?" tanyaku heran.


" Masa lalu Nini Kutek." seru Ki Sugro.


selang beberapa lama aku dan Ki Sugro masuk ke suatu pusaran angin kami berputar dan melayang menuju cahaya putih.


......................


Aku muncul di sebuah tempat yang begitu asing.


Dengan pohon-pohon yang besar dan tinggi, Banyak batu-batu besar dan rumput ilalangnya pun juga tinggi dan lebat .


"Ki, kita dimna ?" tanyaku.


"Kita ada di zaman dimana bangsamu masih memuju para leluhur dan setan" jawab Ki Sugro


Pantas saja tidak begitu ramai orang disini, alammnya pun masih dalam keadaan asri dan alami.


"Lepas semua bajumu!" seru Ki sugro.


" Hah! kenapa aku melepas bajuku? ini kan di luar Ki, tidak aku tidak mau." ucapku kaget dan menolak.


"Kamu akan terlihat aneh jika memakai pakaian yang lengkap, di zaman ini mereka belum mengenal pakaian." jelas Ki Sugro


" Oh begitu, Baiklah." ucapku melepas baju atasanku, dan aku mulai bertelanjang dada.


" Semuanya lepas!" seru Ki Sugro.


" Apa!" ucapku makin kaget.


" Yang benar saja Ki! Masa aku harus benar-benar bertelanjang" seruku.


" Tentu saja, lalu pakai ini." ucap Ki Sugro memberikan sebuah ****** ***** yang dia buat dari serat tanaman dan jerami. Bentuknya seperti yang di pakai oleh orang-orang di pedalaman.


" Astaga! aku harus memakai ini?!" gerutuku. sambil memegang celana tersebut


"Sudahlah cepat pakai. Agar kamu terlihat seperti orang-orang di zaman ini." seru Ki Sugro.

__ADS_1


Di balik semak-semak aku segera mengganti celanaku dengan celana serat tanaman dan jerami yang di beri Ki Sugro tadi.


"Aahh! menyebalkan.. orang seperti apa mereka, mau-maunya mereka memakai yang seperti ini." gerutu keluar dari semak-semak sambil membenarkan celana jerami yang tidak nyaman ku pakai.


Ki Sugro hanya tersenyum kecil sambil menahan tawanya melihat penampilanku sekarang.


"Jangn tertawa Ki, ini benar- benar tidak nyaman!!" keluhku pada Ki Sugro.


" Tahan saja." ucap Ki Sugro enteng.


Tiba-tiba kami mendengar suara teriakan wanita dari kejauhan.


" Kyaaaaa..!!!! tolong....!!! lepaskan aku!!!"


Aku dan Ki Sugro segera menghampiri asal suara tersebut dan besembunyi memantau dari jauh di balik ilalang yang tinggi.


Aku melihat banyak orang- orang yang berpakaian sama sepertiku ada juga seorang pria yang menggendong wanita yang berteriak tadi dengan tangan dan kaki yang terikat.


Mereka tetap membawanya di pundak tanpa memperdulikan teriakannya.


Aku dan Ki sugro berniat mengikuti mereka. Ternyata mereka membawa wanita itu ke dalam goa.


"Masuk lah, dan berpura- puralah kamu menjadi bagian dari mereka " seru Ki Sugro.


Aku menggangguk.


Dan benar saja, Wanita itu di baringkan di meja batu, tangan dan kakinya di ikat di setiap ujung batu.


Pria yang tadi menggendongnya mengeluarkan batu runcing panjang yang tajam


Bersamaan dengan teriakan wanita itu, pria tadi langsung menusuk perutnya dengan batu runcing tersebut sehingga darah pun menyembur keluar.


Aku teringat akan Lilis yang bernasib sama seperti wanita itu.


"Semua Wanita yang menjadi tumbal akan bernasib sama seperti itu, Anom. Siapa yang ingin meminta sesuatu pada Nini Kutek dialah yang harus menyerahkan tumbal dan membunuhnya serta meminum darahnya juga. Darah wanita yang menjadi tumbal akan membuat Nini kutek abadi dan makin sakti." ungkap Ki Sugro.


Memang benar darah itu di masukan ke sebuah batok kelapa di minum oleh pria yang menusuk wanita tadi yang dan menyerahkkan darah itu pada lorong gua yang gelap. Lalu muncul Nini kutek dan ikut meminumnya sampai habis.


Dengan wajahnya yang sangat menyeramkan. sesekali benjolan-benjolan di wajah nya keluar nanah segar dan belatung ikut keluar dari lubang benjolan itu.


Hidungnya juga panjang dan tercium bau bangkai yang sangat menyengat. Tubuhnya yang bungkuk berjalan perlahan menghampiri mereka.


Ternyata di zaman animisme orang-orang terdahulu seperti mereka. Banyak menyembah mahluk seperti Nini kutek untuk mengabulkan permintaan, seperti agar minta di turunkan hujan serta hasil kebun dan ternak yang melimpah.


Di zaman modern pun sesekali masih di jumpai pemujaan hal mistis seperti ini, karena tradisi yang turun temurun ke setiap generasi membuatnya tetap ada.


Namun di zaman sekarang permintaannya mereka berbeda. Mereka menyembah mahluk seperti itu untuk meminta kekayaan secara masing-masing.


Siapa yang meminta, dialah yang harus memberikan tumbal nyawa wanita, dan melakukan ritual pemujuaan seperti yang di lakukan Roni pada mantan istrinya Lilis.


......................


Keh... Keh...Keh... Keh..


Nini kutek tertawa sambil menghampiri mayat wanita tersebut.


Ternyata Nini kutek tidak hanya meminum darah tumbalnya tapi juga memakan isi perut tumbal wanita itu di depan para pengikutnya.

__ADS_1


Perutku mual melihat pemandangan Nini Kutek memakan semua itu dengan rakusnya.


Apa mungkin jasad Lilis juga diperlakukan sama seperti ini, di makan olehnya?


Apa Roni juga sama hanya terdiam seperti mereka menyaksikan semua ini? tanpa rasa iba sedikitpun melihat nasib Lilis?


Setelah selesai Nini kutek membacakan suatu mantra dan menunjuk ke atas goa.


ada percakapan di antara Nini kutek dan pengikutnya. Namun aku tidak mengerti bahasa apa yang mereka ucapkan. Seperti bahasa kuno.


Tiba-tiba terdengar hujan deras dari luar. Sontak orang-orang itu berlarian ke luar goa dan berteriak kegirangan.


Aku pun bergegas mengikuti mereka dan benar saja, di luar hujan begitu deras. Aku lihat mereka menari bersorak menikmati kegembiraan di bawah hujan.


Sepertinya tempat ini sudah lama di landa kekeringan sehingga mereka meminta kepada Nini Kutek untuk menurutkan hujan.


Sekarang aku mengerti semuanya ternyata seperti ini pemujaan zaman dulu.


"Ki? Aki ?" panggilku mencari keberadaan Ki Sugro.


"Ya Anom, ada apa? kenapa kamu tidak ikut bersorak seperti mereka di bawah hujan sana?" ejek Ki Sugro yang muncul di sampingku.


"Jangan meledekku ,Ki. Pakaianku memang sama mengikuti mereka, tapi bukan berarti aku bagian dari mereka. haaahh.. yang benar saja." gerutuku.


"hehehe..." Ki Sugro pun tertawa.


"Sekarang apa? selanjutnya bagaimana cara membunuh Nini Kutek dan menghancurkan pemujaan ini?" tanyaku.


"Ayo kita masuk" ajak Ki Sugro kembali masuk ke dalam goa.


Aku dengan perlahan masuk ke dalam goa. Meninggalkan mereka yang masih bersorak ria dengan hujan.


Cahaya api dari obor, membuat sedikit terang goa yang gelap. Kini aku menghampiri tempat ritual tadi.


Ku dekati jasad wanita yang perutnya sudah hancur.


Kasihan...


Semoga kali ini aku bisa menghancurkan tradisi ritual mengerikan ini, agar tidak ada lagi korban yang berjatuhan sepertinya dan juga lilis.


Ki sugro mengajakku menghampiri lorong goa yang gelap tempat Nini kutek muncul tadi.


Ada apa di dalam sana? Aku penasaran?


......................


Assalamualaikum..


Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.


Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus


Terima kasih untuk dukungannya.


i love you readers.


😍🥰😘

__ADS_1


Wasalam.


__ADS_2