Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Membongkar semuanya


__ADS_3

Melihat Bu Rita mengeluarkan keris yang tidak asing bagi Deni, dia berbisik padaku.


" Ini dia Bah! Cara inilah yang akan membuat orang terkagum-kagum, dan percaya bahwa dia memiliki kesaktian."


" Ya aku tahu." jawabku.


Bu Rita menyimpan Keris itu perlahan di tengah-tengah kami dan semua tamu yang ada. Lalu secara bersamaan semua tamu menyiapkan sebuah wadah yang di isi air secara masing-masing.


"Setelah ini, Bu Rita akan segera menerbangkan kerisnya. Lalu keris itu akan berkeliling ke setiap tamu, lalu keris tersebut akan mencelupkan dirinya pada setiap wadah air yang di sediakan oleh masing-masing tamu." bisik Deni menceritakan proses tersebut.


Aku mengangguk tanda mengerti dengan cerita Deni.


Bu Rita mulai membaca mantra yang tidak jelas dan aneh, Kami semua seolah menunggu pertunjukannya.


Namun sekian lama menunggu, tidak ada yang terjadi, keris itu sama sekali tidak terbang, dan hal tersebut membuat Bu Rita panik, dan para tamu yang melihat terheran-heran banyak dari mereka yang berbisik mempertanyakan hal ini.


Aku tersenyum melihat itu. Asep dan Deni bingung melihatku tersenyum.


" Keris itu kenapa tidak terbang ya? padahal biasanya terbang, semua orang nampak tegang, kenapa Abah malah tersenyum?" tanya Deni.


" Iya ada apa bah? Aku penasaran." ujar Asep


Bu Rita yang panik segera memegang dan mengusap keris tersebut sambil celingukan dan terus membaca mantra ke semua arah seolah mencari sesuatu.


Aku menyadari satu hal dia tengah mencari Nini Kembar di ruangan ini, namun nampaknya dia tidak menemukan sosok mereka. Tentu saja mereka tidak muncul karena mereka sudah melarikan diri karena sudah kalah telak melawan Ki dayeng.


Menyadari yang di carinya tidak dapat dia temukan, lalu dia segera mengambil Dupa dari kotak yang lain, dan membakarnya. Asap dupa mulai mengepul.


Dia kembali celingukan mencari keberadaan Nini kembar. Karena tidak muncul juga, dia kembali menambahkan jumlah dupa yang dia bakar hingga asap mengepul dan memenuhi seluruh ruangan.

__ADS_1


Semua tamu yang berada di ruangan terganggu dengan asap nya mereka sontak menutup hidung, Sedangkan Bu Rita terus saja komat-kamit membaca mantra.


Semua terheran-heran dengan tingkah Bu Rita.


" Bah, sebenarnya apa yang sedang di lakukan Bu Rita?" tanya Asep.


" Aku juga Aneh, tidak biasanya dia membakar dupa sebanyak ini. Sampai sekarang pun keris tersebut tidak terbang-terbang juga. Kenapa ya?" ujar Deni heran.


" Dia itu tengah mencari sosok jin yang selalu membantunya selama ritual ini di jalankan, namun jin tersebut tidak muncul." jawabku menjelaskan.


" Oohhh! begitu, pantas saja." ucap keduanya.


Sudah berlangsung lama Bu Rita melakukan hal itu, ritual kali ini jelas sudah gagal, namun dia masih tetap bersikeras memanggil Nini kembar, dan aku sudah cukup lelah melihatnya berpura-pura.


" Sudahlah Bu! Berhentilah berpura-pura, Jin Nini kembarmu itu tidak akan muncul, meskipun kamu membakar dupa sebanyak apapun." seruku kepada Bu Rita.


Bu Rita sangat terkejut dengan penuturanku dia pun menoleh padaku dengan tatapan marah, begitu pula dengan tamu yang lain mereka terheran-heran kini semua mata tertuju padaku.


" Bu aku tahu semuanya, jika selama ini kesaktian yang anda perlihatkan itu semua palsu, karena sebenarnya anda tidak memiliki kesaktian apapun, dan ritual ini harusnya di bantu oleh jin peliharaanmu kan, jin tersebut yang selama ini bisa menerbangkan keris itu, namun karena jin itu tidak ada, keris tersebut tidak dapat terbang, anda yang panik lalu mencoba memanggil kemunculan mereka dengan membakar dupa. Namun sampai sekarang mereka tidak muncul juga, apa tebakanku benar?" tuturku menjelaskan.


" Bisa-bisanya kamu menuduhku seperti itu, mana buktinya jika aku selama ini penipu, semua orang sudah tahu sejak lama akan kesaktianku." tutur Bu Rita.


" Aku ingin bertanya pada semua tamu disini, yang sudah sejak lama berkonsultasi pada Bu Rita, apa ada dari kalian ada yang merasakan kesembuhan atau melihat salah satu dari tamu yang lain dan benar-benar sembuh?" tanyaku pada semua tamu.


Tamu mulai gaduh, mereka semua bertanya-tanya. mereka mulai membuka pikiran mereka dengan mengingat-ingat kemajuan apa yang di dapat selama berkonsultasi dengan Bu Rita.


" Anda benar Nak, saya sudah hampir setahun berkonsultasi pada Bu Rita. Dia bilang saya terkena santet sebab saya di timpa penyakit kulit, namun Saya baru menyadari sampai sekarang saya tidak merasakan kemajuan apapun tidak membaik sama sekali, bahkan setelah beberapa kali dia menyuruh saya untuk membeli barang aneh dengan Kifarat yang tinggi tetap saja tidak ada perubahan." ucap salah satu tamu yang curiga sejak lama.


Bu Rita nampak makin Panik dan gugup.

__ADS_1


" Kenapa anda tidak kunjung sembuh? jawabannya karena dia memang sudah menipu anda semua, dia mencoba menakuti-nakuti kalian semua dengan pernyataan terawangan yang palsu, agar kalian tetap berkonsultasi padanya, dan benda yang dia jual dengan harga tinggi hanya untuk memeras uang kalian semua. Sadarlah." Ucapku menjelaskan.


" Bagaimana Bu Rita? apa ucapanku benar? Berhentilah untuk memeras semua orang di sini, oh ya,ada satu hal yang belum saya beri tahu, sebenarnya jin peliharaan anda sudah saya kalahkan dan kabur, sehingga mereka tidak dapat muncul di ritualmu. ucapku pada Bu Rita dengan suara setengah berbisik.


Raut wajah Bu Rita pucat seketika.


" Ayo Bu Rita jelaskan pada semua tamumu." ucapku tersenyum.


" Bu Rita bagaimana ini apa benar yang di katakan anak itu? jika anda sudah menipu kami selama ini, kami meminta penjelasan." ucap tamu yang lain berteriak pada Bu Rita.


" Ya.. Ya.. Benar, jika anda memang menipu kami, berarti selama ini barang yang kami beli darimu itu palsu! tidak ada kesaktian apapun di dalam nya,! Jadi tolong kembalikan uang kami." ujar tamu yang lain juga.


semua tamu gaduh, dan meminta pertanggung jawaban Membuat Bu Rita panik dan marah.


"Tidak! Dia memfitnahku. Dia penipu, jangan percaya." teriak Bu Rita mencoba menjelaskan.


" Sepertinya tujuanmu sejak awal kemari memang untuk menghancurkan dan mengacaukan semuanya, dasar sial*n" hardik Bu Rita marah.


"Kita lihat aku akan menyakitimu sekarang juga." ujarnya sambil mengeluarkan boneka santet ke arahku.


Semua nampak gaduh seolah semua tamu ketakutan melihat boneka santet tersebut, Lalu setelah itu bu Rita mencoba mengarahkan boneka itu padaku lalu menusuk boneka santet itu dengan jarum.


Jarum itu beberapa kali menusuk boneka tersebut, namun aku tidak merasakan apapun. Bahkan sakit pun tidak ada.


Semua tamu terkejut, mereka heran bahwa aku tidak apa-apa dan baik-baik saja.


Tentu Bu Rita pun sangat terkejut. Sebab usahanya untuk mencelakaiku juga tidak berhasil.


"Dasar sial*n!" Ucap Bu Rita marah besar dan hendak menyerangku dengan kerisnya.

__ADS_1


......................


__ADS_2