
Telepon Dimas yang membuat fokus ku buyar, membuatku segera mengangkatnya.
" Ya, Hallo dimas, kenapa? bagaimana keadaan ayahmu sekarang?" tanyaku khawatir.
" Ayah, Bah! Dia mencekik dirinya sendiri, aku mencoba melepasnya namun tenaganya sangat kuat." beber Dimas
Astaga, bagaimana ini? aku harus apa? jika kesana bagaimana dengan keluargaku disini, keluargaku juga sama dalam keadaan bahaya.
BLAGH!
Tiba- tiba suara hantaman keras terdengar lagi namun sangat keras hingga terdengar suara genting yang pecah.
Aku hanya bisa mengerutkan alisku.
"Gimana Bah? bisa ke sini sekarang, tolong bantu ayahku." ucap Dimas panik.
"Baik Dim, untuk sementara kamu jaga dulu ayahmu, aku akan ke sana".jawabku sambil menutup telepon dari Dimas
Aku memejamkan mataku untuk mengembalikam fokusku kembali.
Aku hendak memanggil rekan ghoib yang bisa membantuku kali ini.
Namun.
BRAK!
Seketika pintu rumahku terbanting dan terbuka lebar dengan sendirinya.
Kini ada sosok Klewing yang tengah bergelantung di mulut pintu rumahku, dia menyeringai ke arahku.
Dan seketika itu Dita keluar dari kamar karena mendengar suara keras yang membanting pintu.
"Suara apa itu yah, kenapa keras sekali? kenapa pintu itu terbuka?" tanya dita heran.
"Jangan kesini! Cepat masuk kamar! tetap diam di dalam dan jaga anak anak." Teriakku.
Dita yang melihatku panik dan berteriak, dia langsung mengerti, bergegas dia kembali masuk dan menutup pintu kamar.
Sementara itu, Dengan Gerakan cepat Klewing yang tadinya bergelantung di pintu kini terbang menghampiriku, menunjukan giginya yang tajam. Dia membuka sayapnya lebar, dan tangannya hendak menjangkau tubuhku
Aku tidak bisa melarikan diri, karena tubuhku tidak bisa aku gerakan.
Benar saja dengan mudah dia mencekikku.
Ugh..
"Kamu seenaknyaa sudah ikut campur urusanku, jadi kamu juga harus mati!" ucap klewing yang memperkuat cengkramannya.
Ugh.. Uhuk.. uhuk..
Rasa sakit mulai terasa di leherku, nafasku mulai tersengal.
Aku hanya bisa pasrah, tanpa bisa melawan karena kekuatan klewing memang nyata kuat.
Aku mulai mencoba melepaskan cekik-an nya. Namun sayang tenagaku tidak cukup kuat. Aku mulai lemas karena kehabisan nafas.
Ya allah, aku berlindung kepadamu dari gangguan setan yang terkutuk.
WUSH!
Dari arah belakang Klewing itu, ada kilatan energi yang membentuk cahaya ke arah klewing, dan...
DUARR!
Muncul percikan api yang besar di tubuh klwing.
Seketika tubuh klewing melayang dan melesat ke luar rumahku seperti di tarik oleh sesuatu.
Dan cengkramannya pun terlepas, aku menghempaskan tubuhku ke lantai, duduk dan mencoba mengatur nafas.
"Maaf kami terlambat, Anom."
__ADS_1
Terdengar suara seorang Nenek yang tak asing di telingaku.
"Nini Kembar, Kaliankah itu?" tanyaku sambil mencari keberadaan mereka.
Di luar pintu terlihat beberapa kilatan cahaya yang saling beradu.
Aku mencoba berdiri dan mengampiri cahaya itu.
Benar saja ku lihat Nini Kembar sedang bertarung melawan klewing tadi.
DUAR!
Energi Nini kembar terus menyerang klewing tanpa henti.
BUGH!
Pukulan dari tongkat mereka pun lihay ikut menyerangnya
DUAR!
Suara ledakan dan kilatan cahaya mengiringi pertarungan mereka.
Aku hanya bisa melihat dari jauh,karena tenagaku belum sepenuhnya pulih. akibat cekikan klewing tadi.
Dia tidak hanya mencekikku, dia juga menyerap energiku seperti yang pernah Ki Sugro katakan waktu itu.
"Anom, Kamu tidak apa apa?" ucap Ki Sugro yang tiba-tiba muncul.
Tetapi dia datang dengan kondisi yang memprihatinkan, Mulutnya mengeluarkan darah segar, dia juga memegang dadanya yang kesakitan.
"Aku baik baik saja ki, tapi apa yang terjadi pada Aki, kenapa kondisi Aki seperti ini?" tanyaku penasaran dan cemas.
"Aki dari tadi mencoba menghalangi klewing yang hendak masuk ke rumah mu, namun aki tidak cukup kuat melawan nya sendiri" .ucap Ki Sugro.
Pantas saja banyak sekali suara ledakan di atas atap, ternyata itu adalah Ki Sugro yang sedang bertarung melawan klewing.
"Maafkan aku Ki, aku sama sekali tidak banyak membantu kalian." keluhku yang kesal dengan diriku sendiri.
Tiba-tiba, Aku teringat akan Dimas dan Iman yang dari tadi menelepon dan meminta bantuanku.
Aku panik memikirkan bagai mana keadaan mereka sekarang.
Benar saja saat aku melihat ponselku, banyak panggilan tidak terjawab dari mereka.
Aku benar-benar kebingungan.
*Bagaimana ini? Aku harus menolong mereka, tapi disini aku juga kesulitan melawan klewing*.
"Biar aku yang menolong kedua teman mu Anom." ucap Aju saka yang muncuk tepat waktu.
"Aji Saka! Tapi, Bagaimana caranya? kedua temanku berada di tempat yang berbeda, mereka sama-sama membutuhkan pertolongan, Ki sugro juga kondisinya lemah akibat bertarung dengan klewing tadi, sedangkan aku, aku tidak mungkin meninggalkan istri dan anakku disini" tuturku kepada Aji Saka dengan cemas dan begitu panik.
" Hey! Tenanglah!" ucap Aji saka
Tiba-tiba..
SRATT!
Kini Aji Saka di depanku bertambah menjadi dua.
Aku sedikit terpana dengan kesaktian Aji Saka, dia hebat dapat yang membuat dirinya menjadi ada dua.
"Hebat sekali,Aji! Kini kamu bisa menolong kedua kedua temanku. tapii.. Mereka akan kaget jika melihatmu sebab mereka tidak mengenalimu." keluhku.
"Tunggu sebentar." ucap Aji Saka
PATS!
Kini bukan Aji Saka yang yang kulihat, melainkan diriku yang bertambah menjadi dua.
Kali ini aku makin terpukau melihat Aji Saka Dia mampu merubah dua tubuh nya menjadi wujudku.
__ADS_1
"Bagaimana sekarang? aku akan pergi menyelamatkan kedua temanmu dengan wujudmu" ucap Aji saka.
" Ya, terimakasih." jawabku masih terpukau. Kemudian Aji Saka pun menghilang
Namun pikiranku masih sedikit cemas, akankah dia berhasil menolong kedua temanku.
"Sudahlah tida perlu cemas, Anom. Aki yakin Aji Saka bisa menolong kedua teman mu" ucap Ki Sugro.
"Iya Ki, semoga saja." jawabku
......................
Pertarungan antara nini kembar masih berlangsung, sepertinya mereka sama-sama kuat.
"Aki kita harus membantu nini kembar." sahutku.
"Jangan sekarang, Anom energi kita belum cukup kuat untuk melawan klewing." timpal Ki Sugro.
"Tapi mana mungkin kita hanya diam saja?! seruku.
"Diamlah! dan lihat saja!" ucap Ki Sugro dengan tegas.
Aku terdiam dan menuruti perkataan Ki Sugro.
Kami hanya bisa menyaksikan pertarungan Nini Kembar dan Klewing dari dalam rumah
Aku hanya bisa ber do'a semoga Nini Kembar bisa mengalahkan Klewing.
Muncul energi dengan cahaya hijau terpancar dari kedua tangan Nini Kembar dan menembakan energi itu ke arah Klewing.
"kuat juga kalian!" seru Klweing kepada Nini Kembar.
"Tentu saja, kami akan mengalahkanmu. Sekarang rasakan serangan kami ini,biblis keparat!" ucap Nini Kembar bersamaan.
WUSH!!
energi pun melesat mengarah ke klewing.
DUAR!!
Klewing pun terkena serangan energi Nini kembar dia lalu tersungkur dan menghilang.
"Sial, dia kabur!" ucap Nini Gandiwi
"Sudahlah, tak usah di kejar, yang penting Anom dan keluarganya sudah aman dari iblis itu" tutur Nini Gandiwa.
Aku dan Ki Sugro pun menghampiri mereka.
"Hebat sekali serangan kalian" ucap Ki Sugro.
"Tak usah memuji! lebih baik kamu segera pergi ke tempat mu dan segera pulihkan kembali tenagamu. Kali ini, Anom akan selalu membutuhkan bantuan kita." Tutur Nini Gandiwi.
"Anom, lebih baik kamu berpuasa selama tiga hari kedepan, lalu bersemedilah untuk memulihkan energimu." usul Nini Gandiwa.
"Baik Ni, Terimakasih sudah membantuku hari ini." ucapku.
"Sekararang kamu bisa beristirahat, jaga keluargamu dengan baik dan tetaplah waspada, lawan kita bukan main kuatnya." Ucap Nini gandiwa.
Nini Kembar pun pamit dan menghilang begitu juga Ki Sugro.
Setelah kurasa cukup aman, Aku kembali masuk ke dalam rumah untuk melihat keadaan anak dan istriku.
Syukurlah mereka baik baik saja.
Mereka sedang tertidur pulas, aku pun menyusul membaringkan tubuhku di samping istriku. Tubuhku rasanya sangat lelah.
Ya allah semoga aku bisa menjalani dengan baik kehidupanku yang sudah engkau takdirkan ini, tidak ada kekuatan yang melebihi kekuatanmu Ya Rabb.
Di tengah lamunanku, aku teringat akan Dimas dan Iman.
Astaga! aku lupa! bagaimana keadaan Dimas dan iman ya? Apa Aji Saka bisa berhasil menolong mereka?
__ADS_1
......................