
Pertarungan antara kami dan sekte 18 pun di mulai.
Kami di serbu oleh banyak sekali Klewing, bahkan ke lima jendral itu pun hadir. Musuh kami menjadi cukup kuat.
Aku yang hanya manusia biasa, melawan satu klewing saja begitu kerepotan, berkali-kali aku tercakar, terpukul bahkan terpental.
Jumlah Klewing yang menyerangku bukan hanya satu tapi semakin bertambah banyak
Melihat aku yang kesulitan Aji saka membantuku.
" Anom! Ayo kita satukan kekuatan kita." ajak Aji Saka, ternyata Aji saka mengajakku bekerja sama, Kita menyatukan diri menjadi satu.
Aji saka merasuki tubuhku, dia yang mengendalikan kekuatan dan gerakan tubuhku, namun pikiranku masih bisa ku kuasai.
BAGH.
BUGH.
Aku melihat diriku melawan para klewing dengan gesit, tenaga dalamku juga meningkat pesat karena bersatu dengan tenaga dalam yang di miliki Aji saka.
Rekan ku yang lain juga sama, mereka mengeluarkan kekuatan sakti mereka.
Nini kembar melawan klewing dengan sangat hebat, Dia memukul Klewing yang berada di dekat mereka, sedangkan Klewing yang hendak menyerang mereka dari jauh, mereka lawan menggunakan tongkat sakti, tongkat sakti itu, mereka lemparkan ke arah Klewing.
Tongkat itu berputar dengan sangat cepat, sehingga mengeluarkan angin puyuh yang besar, membuat semua Klewing terpental, bahkan ada yang tersayat-sayat tubuhnya karena anginnya juga memiliki ketajaman seperti pisau, setelah menyerang klewing, tongkat itu terbang memutar kembali ke pemiliknya bagaikan boomerang.
Aki Sugro tidak kalah hebatnya juga, Dia merubah wujudnya menjadi harimau raksasa, dia melompat, menindih, mengigit, melempar, mencakar dan mencabik para Klewing menjadi bagian-bagian kecil, saat ini Klewing menjadi incaran seekor Harimau yang sedang mengamuk.
Sedangkan Ki Jagat menangkap Klewing dengan tangan kosong, sepuluh Klewing bisa dia tangkap dengan mudah, karena tangannya memanjang dan membesar seperti tangan raksasa, Klewing yang dia tangkap, dia remas hingga hancur berkeping-keping, begitu mudahnya bagaikan menangkap lalat.
Tapi tidak dengan Pak Yono, dia bertarung satu banding lima, tentu saja tidak mudah baginya, sedangkan kesaktian lima jendral itu sama hebatnya dengan dirinya.
Mereka bertarung dengan ilmu sihir, Pak Yono di serang oleh sihir penggerak barang, bambu runcing, tanaman berduri, pisau dan batu-batu berterbangan ke arahnya, Pak Yono mencoba menangkis semua benda bahaya tersebut dengan Kanuragan.
Karena Kanuragan yang dimilikinya, Serangan dari benda berbahaya itu sama sekali tidak bisa melukainya.
namun sayangnya setelah itu, Pak yono di serang oleh sihir penggerak tubuh, tubuh Pak Yono tiba-tiba, tidak bisa bergerak, dirinya tiba-tiba berputar, terbang naik turun, dan di banting ke batang pohon.
Pak Yono jatuh di tanah, dia terbatuk dengan darah, Pak Yono pun mencoba melawan dengan cahaya yang bisa membakar benda yang mengenainya, dia mengarahkan Cahaya itu ke arah lima jendral
Sialnya, ke lima jenderal itu bisa menghindar. Karena tidak terima mereka di serang oleh Pak Yono, Pak Yono di serang oleh sihir siksaan
Tiba-tiba seluruh tubuh Pak Yono merasakan kesakitan yang sangat luar biasa. Pak Yono berteriak, kepalanya terasa bagai di tusuk benda tajam, tubuhnya terasa kaku dan nyeri seakan tubuhnya cengkram sesuatu yang kuat, nafas nya tersengal-sengal
__ADS_1
"Ini hanya hukuman kecil bagimu yang seorang pengkhianat " ucap salah satu jendral, dan jendral yang lain tersenyum puas melihat Pak Yono meronta kesakitan tanpa di sentuh.
Sihir Siksaann itu bisa membuat korbannya kesakitan tanpa di sentuh, hanya dengan membaca mantra dan menyebutkan namanya, membuat Pak Yono tidak bisa balik menyerang kelima jendral, bahkan keadaannya tidak berdaya.
Tiba-tiba..
BUGH!
Jendral yang menyerang Pak Yono dengan sihir siksaan, tiba-tiba muntah darah. Jendral yang lain pun di seerang oleh cahaya api.
Ternyata yang menyerang mereka adalah Pak Rizal. Pak Rizal datang untuk membantu Pak Yono.
Karena sihir siksaan itu terlepas dari Pak yono, Pak Yono mulai mengatur nafasnya
"Haah, haah, Akhirnya... Kamu.. Datang juga.. Rizal." ucap Pak Yono tersengal-sengal.
"Maaf, aku baru berani untuk datang sekarang" ujar Pak Rizal, sambil memberi sebagian energinya pada Pak Yono.
" Huh! kamu itu terlalu banyak berpikir, toh pada akhirnya kita akan mati, setidaknya di masa terakhir hidup kita, kita melakukan hal yang benar. Bod*h!" umpatnya Pada Rizal.
" Ya, aku sudah tahu, makanya sekarang aku datang kemari." jawab Pak Rizal.
" Wah, ternyata para pengkhianat sudah berkumpul." ejek salah satunya jendral.
"Masih punya muka mereka untuk menampakan diri." sindir jendral yang lain.
" Setidaknya di akhir hidup kami, kami masih bisa sadar dan kembali ke jalan yang benar, tidak gelap mata oleh iblis seperti kalian." seru Pak Rizal, sambil menyerang mereka dengan sihir cahaya api.
Cahaya itu membakar jubah salah satu jendral.
" Kurang Ajar kalian!" ucap jendral itu marah sambil membuang jubah hitamnya yang terbakar.
" Mereka benar-benar harus kita musnahkan, jangan biarkan mereka hidup." seru jendral yang lain.
Para jendral itu mulai serius, dia mulai menyerang Pak Yono dan Pak Rizal, tentu saja mereka berdua pun tidak tinggal diam mereka mencoba menangkis dan balik menyerang para jendral itu. Mereka melawan dengan sekuat tenaga.
Pertarungan sengit pun terjadi di antara Pak Yono, Pak Rizal dan kelima jendral.
......................
" Heh! Sugro! mengapa para Klewing sialan ini tidak ada habis-habisnya! Dari mana mereka muncul?" keluh Nini Gandiwa berseru pada Ki Sugro yang tengah melawan klewing.
"Tentu saja mereka semakin banyak, kalian tidak lihat sigil itu terbuka, mereka muncul dari sana!" seru Ki Dayeng yang tengah berlari-lari di kejar Klewing.
__ADS_1
" Pantas saja jumlah klewing tidak berkurang ternyata gara-gara kamu yang hanya bermain kucing-kucingan dengan klewing, dasar kakek kerdil." sindir Ki Sugro.
"Heh, harimau tua! daripada kamu mengomentari pertarungan ku, lebih baik kamu segera tutup sigil itu. Kita ini sudah kewalahan." ujar Ki Dayeng.
" Dasar kerdil, kamu hanya bisa melempar tanggung jawab, kenapa tidak kamu saja yang menutupnya, padahal posisimu dekat dengan tempat sigil itu."
" Kamu bodoh ya! Sigil itu hanya bisa di tutup oleh ajian kanjing kunci milikmu dan Ki Jagat." seru Ki Dayeng .
" Cepatlah, Sugro! aku sudah kewalahan." teriak Nini Gandiwi.
Ki Sugro melirik ke arah sigil, benar sigil itu dikelilingi cahaya merah, dan dengan berbondong-bondong para Klewing keluar dari sana.
" Argh! Bagaimana caraku menutup sigil itu, jika klewing-klewing ini terus menyerangku!" ucap Ki Sugro kesal.
" Hmm..." Ki Dayeng nampak sedang berpikir.
Tiba-tiba dia membuka telapak tangan dan..
SRAT!
Muncul bayi Kelelawar kecil di tangannya menggunakan kekuatan sihir
" Hehehe.. Aku akan membuat semua Klewing itu mengejarku dengan umpan ini." ujar Ki Dayeng menunjukan kelelawar kecilitu pada kami semua.
"HEH! Klewing kepar*t! Lihat ini!" teriak Ki Dayeng pada para Klewing sambil mengangkat kelelawar kecil itu tinggi-tinggi
" Kiiikk... Kiiiikk" kelelawar kecil itu bersuara
Mendengar suara kelelawar kecil, para pandangan Klewing pun tertuju pada Ki Dayeng.
" Memangnya hanya kalian yang bisa memakan bayi manusia! Aku juga akan memakan keturunan dari hewan sebangsa kalian! Hihihi.. lihat ini aku akan memakannya" ujar Ki Dayeng membuka mulut, dan mengigit-gigit kecilbayi Klewing itu.
Kelelawar kecil itu pun bersuara memekik.
Sontak semua Klewing marah dan mengejarnya.
Ki Dayeng berlari dengan sangat gesit dia berlari sambil tertawa-tawa, rencananya mempermainkan Klewing dengan sihirnya ternyata berhasil.
Karena semua ribuan Klewing mengejar Ki Dayeng, Ki Sugro dan Ki Jagat segera memanfaatkan kelengahan Klewing untuk menutup portal sigil.
Aku, Aji saka, dan Nini kembar akhirnya bisa menarik nafas sejenak dari pertarungan yang tiada henti tadi. Kami mencoba memulihkan tenaga dalam kami yang terkuras habis.
Ki Sugro dan Ki Jagat, berdiri di samping Sigil, menempelkan kedua telapak tangan mereka di tanah yang bertanda sigil itu, lalu sigil itu pun di tutupi oleh energi berwarna hijau, seketika Klewing yang hendak keluar dari sana terdorong dan masuk kembali ke dalam sigil, dan sigil pun tertutup lalu tersegel.
__ADS_1
Setelah tersegel, dan energi yang kami kumpulkan pulih, lalu kami pun bersama-sama menyerbu Klewing yang tersisa.
......................