
" Memangnya aki siapa? Kenapa bisa kenal dengan Ki sugro." tanyaku.
" Ikuti saja aku" tuturnya turun dari batu karang besar ini.
" Tunggu aku Ki!" teriakku memanggilnya karena dia turun begitu cepat.
Ternyata dia menjauhi laut dan menuju hutan.
Yang bikin aku kesal dia menjahiliku, sekejap dia muncul sekejap dia menghilang.
Dia sengaja ya melakukan itu, dasar bocah tua nakal.
"Jika aki kenal dengan Ki Sugro kenapa aku di suruh masuk ke tempat ini?" tanyaku.
" Ya, tentu saja untuk mempertemukanmu denganku." ujarnya sambil terus berjalan dengan menghilang lalu muncul kembali seolah dia sedang melompat jauh dan juga cepat.
" Terus kenapa aki tidak memberitahu siapa aki? aki malah melompat-lompat, muncul dan menghilang seperti itu." keluhku.
" Jangan banyak bertanya, kamu bersiap saja." ujarnya.
" Hah? Bersiap untuk apa?" tanyaku merasa aneh.
Tiba-tiba dari kejauhan aku melihat tiga buah goa, kakek kerdil itu menuju ke sana tentu saja aku masih mengikutinya.
Setelah sampai di depan goa.
" Pilih goa mana yang kamu ingin, anggap saja ini hadiah dariku." tuturnya.
" Hadiah apa?" tanyaku makin aneh.
" Ya ampun masih bertanya saja, dasar bocah ini! pilih saja, jika tidak aku yang akan memilihkannya untukmu." ujarnya
Aku terdiam mengamati lebih dulu ketiga goa tersebut.
" Pilihlah goa yang menurutmu sesuai untukmu, pilih dengan insting dan intuisimu." tuturnya.
Tanpa lama-lama aku langsung menunjuk ke goa yang berada di tengah.
" Aku akan mengawasimu dari atas pohon, bertarunglah." ucapnya.
" Bertarung?" tanyaku kaget dan makin bingung.
Tiba-tiba Kakek kerdil itu menyemburkan api besar dari mulutnya ke dalam goa.
Sontak aku terpukau
Hebat sekali bocah tua ini! Dia bisa menyemburkan api.
Tiba-tiba goa berguncang, dan terdengar banyak sekali raungan-raungan dari dalam goa.
Dan seketika muncul dari dalam goa, lima sosok makhluk berwajah seperti babi dengan bertubuh manusia, mereka memiliki taring dan cakar yang tajam.
" Akiii! makhluk apa itu! Kenapa mereka mengincarku!" teriakku panik.
" Lawan saja mereka! mereka tidak akan bisa menyakitimu." serunya.
__ADS_1
Aku makin panik dan kebingungan.
Bagaimana caraku melawannya..
Dan salah satu dari mereka melawanku, aku masih bingung bagaimana cara menyerangnya, aku hanya bisa menangkis saja serangan demi serangan yang di arahkan padaku.
Sesekali cakar tajamnya mengenaiku, namun memang aku tidak merasakan apa-apa, rasa sakit juga tidak aku rasakan.
Pada akhirnya para makhluk itu semua menyerangku. Aku makin terdesak dan ketakutan.
Sedangkan kakek kerdil itu hanya tertawa-tawa melihat keadaanku yang terdesak dari atas pohon.
"Kenapa cucu dari Ki Sugro sama sekali tidak bisa bertarung." ejeknya.
Dasar bocah tua menyebalkan. Bukannya membantu malah mengejekku, namun aku memang tidak tahu cara bertarung, ini kenyataan..
" Pukul mereka, dan cari kelemahannya."teriak kakek kerdil.
Tiba-tiba ada yang berbisik di telingaku.
Tarik kalung yang ada dileher mereka.
Aku bingung dari mana asal suara itu, karena tidak ada siapa-siapa di dekatku, tapi aku kenal suara ini adalah suara Ki Sugro.
Aku mencoba berbalik menyerang mereka, aku akan berusaha melepaskan kalung dari leher mereka satu-persatu.
Setelah aku berhasil menarik salah satu kalung pada makhluk itu, seketika dia berubah menjadi batu.
Aku tersenyum percaya diri, aku lanjutkan menarik kalung yang lain dari mereka.
Kakek kerdil itu terkejut melihat apa yang ku lakukan.
"Jago juga kamu rupanya, ternyata kamu tahu kelemahan mereka." ucapnya memuji namun dengan wajah yang masih heran kenapa aku bisa mengalahkan mahluk-mahluk itu.
" Kalau begitu, coba dengan goa yang berikutnya." ujarnya seperti tidak percaya dan ingin mengetes ulang kemampuanku.
Seperti tadi dia juga menyemburkan api ke goa berikutnya, aku langsung waspada
Pasti ini tantangan lagi
Dan benar saja, muncul sosok berwarna hijau tinggi besar dan bertaring, aku tahu sosok itu adalah Buto ijo.
" Akhirnya aku bisa memakan daging manusia" ucap Buto ijo menyeringai dan hendak menangkap ku.
Aku mencoba menyerang, tapi tidak mempan, sepertinya karena ukuran tubuh yang besar dan kuat, dia terus mengerjarku aku hanya bisa menghindar.
Kulihat dia juga memakai kalung yang sama seperti makhluk babi tadi.
Aku tahu pasti kelemahannya ada pada kalung itu juga, tapi bagaimana aku bisa menariknya, dia sangat besar dan juga tinggi.
Karena aku terlalu banyak berpikir aku tertangkap oleh tangan Si Buto ijo.
Tubuhku di genggamnya dengan erat, aku mencoba melepaskan diri, dia mendekatkan aku pada mulutnya. Aku hanya bisa meronta mencoba untuk melepaskan diri.
Ugh.. bagaimana ini..
__ADS_1
" Aki cepat tolong aku!" teriakku meminta tolong pada Kakek kerdil, tapi kakek kerdil itu diam saja melihatku.
Aku semakin dekat menuju mulutnya, mulutnya semakin terbuka lebar, taring dan lidahnya terlihat.
BUGH!
Tiba-tiba wajah Buto ijo terhantam sesuatu, sekelebat bayangan menarik kalungnya.
Seketika itu aku terjatuh dari genggamannya, dan Buto ijo pun berubah menjadi batu.
Ternyata Ki Sugro yang datang membantuku.
" Kamu tidak apa-apa Anom!" tanyanya khawatir akan keadaanku yang jatuh dan menahan sakit di seluruh tubuh.
"Kenapa kamu malah menolongnya, kucing budug! ucap kakek kerdil itu marah pada Ki Sugro.
" Apa kamu berniat membunuh cucuku! Dasar bocah tua! " Ki Sugro berbalik marah
" Tentu saja tidak! Aku hanya ingin menjajal kemampuannya saja." ujar si kakek kerdil membela diri.
" Tapi Bukan begitu caranya! Aku menyuruhnya kemari agar kamu mengajarinya tahap-tahap Brajamusti." ucap Ki Sugro kesal.
" Tidak bisa, sebelum itu aku juga harus tahu kemampuannya sampai mana." ujar si kakek kerdil menyela.
Tiba-tiba Janggut kakek kerdil itu di tarik Ki Sugro, hingga tubuh kakek kerdil itu terangkat ke atas.
"Kamu berniat mengajarinya atau tidak?! Jika tidak aku akan mengikat janggutmu ini di pohon yang tinggi agar kamu tergantung di sana seperti mangsa burung" ucap Ki Sugro kesal.
" Hahahahaha..., ya..ya.. Baiklah aku hanya bercanda." ujarnya tertawa tanpa rasa bersalah.
Bercanda? Candaannya hampir saja membunuhku! Apa ini cara mahluk seperti bersandar gurau?! Menyebalkan!
" Maafkan aku Anom! Jangan terlalu di ambil hati, tadi aku hanya bercanda hahahaha..." celoteh kakek kerdil.
" Sekarang, ikutilah Ki Dayeng Anom! Dia akan mengajarkanmu ilmu yang bermanfaat untukmu agar bisa melawan mahluk-mahluk seperti tadi. Aku akan mengawasimu dari tempat lain." ucap Ki Sugro.
" Baiklah, Ki." jawabku
Kemudian Ki Sugro menghilang.
"Ayo Anom ikutilah denganku." ujarnya.
"Apa aki akan membuatku bertarung dengan mahluk seperti tadi lagi?"tanyaku.
" Tidak, Kali ini aku akan membawamu ke tempat yang menyenangkan." ujarnya.
Menyenangkan bagaimana, aku yakin menyenangkan baginya bukan sesuatu yang baik untukku aku harus tetap waspada.
Aku pun mengikuti Ki Dayeng ke dalam hutan, aku terus berjalan, sementara dia terbang di atasku.
Dari kejauhan aku melihat sebuah gapura, gapura itu besar dan kokoh modelnya seperti gapura di kerajaan di zaman dulu. Ada
Aku di bawa ke tempat apa lagi ini..
......................
__ADS_1