Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Mencurigakan


__ADS_3

Aku rasanya tidak bisa tidur malam ini, aku ingin segera pergi ke tempat kerja, aku ingin tahu apa yang sedang terjadi di sana, dan bagaimana cara Bang Syukur menangani banyaknya setan yang muncul akibat dupa yang dia nyalakan.


Aku penasaran..


Seperti biasa aku bangun pagi, lalu sembahyang subuh, terbesit di benakku, aku teringat akan Iman, karena kesibukan masing-masing, aku jadi jarang berkomunikasi dengannya.


Begitu juga Ki Dayeng, yang pergi entah kemana, bahkan sampai saat ini, dia masih belum kembali, semoga mereka semua baik baik saja.


Aku yakin pasti Ki Dayeng dan Ki Sugro selalu mengawasiku dari jauh, mungkin kali ini aku harus mandiri, agar terbiasa menghadapi setiap kejadian dengan usaha sendiri tanpa bantuan mereka.


Aku anggap kejadian di pabrik sekarang, mengenai Bang Syukur, merupakan tugas selanjutnya untukku, aku harus menghentikan tingkah lakunya yang mencurigakan.


......................


Aku turun dari angkutan umum, aku kini sedang berjalan menuju pabrik, namun saat sampai, di depan gerbang pabrik aku melihat Bang Rudi.


Dia tengah mengeluarkan barang-barangnya seperti tas ransel, dan semua perlengkapan milikknya, raut wajahnya juga kulihat tampak kesal.


Aku bergegas menghampirinya, karena dia hendak pergi meninggalkan pabrik


" Bang Rudi!" teriakku memanggilnya


" Eh, Nan baru datang. ada apa Nan?" tanyanya


" Bang Rudi mau kemana?"tanyaku


"Saya mau izin cuti Nan."jawabnya dengan nada kesal.


"Cuti? Pulang kampung? kenapa tiba-tiba cuti bang? Ada urusan keluarga ya? Bukannya kampung Bang Rudi jauh di luar pulau?" tanyaku mengira.


"Ya Pengen cuti aja Nan, saya nggak balik ke kampung kok, cuman nginep di rumah saudara yang ada di Jakarta, sementara aja, itung-itung hilangkan stress." ujarnya.


" Yahh, kemarin Bang Anton sekarang Bang Rudi pergi juga, kenapa sih bang tiba-tiba pulang barengan kaya gini." tanyaku.


" Habisnya, siapa yang tahan Nan, nginep di mess barengan sama Si Syukur." keluhnya.


" Dia kenapa lagi bang? Bikin ulah?" tanyaku mulai kesal mendengar nama Syukur di sebut.


"Kalau kamu mau tahu yaa, kemarin malam situasi mess benar-benar seram banget Nan. Banyak setan yang gangguin, Banyak suara cewek cekikikan, mesin pada nyala sendiri, gaduh banget pokoknya! di ruangan pabrik tuh kaya banyak orang yang lagi kerja padahal kan pegawai yang lain sudah


pada pulang, yang nginep di mess cuman saya sama Si Syukur" celotehnya


" Waduh! Terus gimana?" tanyaku penasaran dengan cerita selanjutnya.


" Saya tadinya mau ngecek ke ruangan pabrik, tapi saya nggak berani Nan, udah parno duluan, takutnya beneran tuh setan-setan lagi pada kumpul disana. Merinding jadinya." tuturnya.


" Lho! Si Syukur ngapain Bang? Bukannya dia di suruh bos buat ngusir setan." tanyaku.


" Ngusir apaan?! saya suruh dia ngcek ke ruangan pabrik, dia nggak mau Nan, dia malah sembunyi di balik selimut, katanya 'biarin aja', aneh kan?! katanya orang pintar, bisa ngusir setan, mana? Setannya nggak hilang, malah makin banyak, di tanya begitu dia jawab, katanya 'sesajennya kurang banyak, besok ritual lagi', ehh.. terus dia malah tidur nyenyak, saya ketakutan sendirian sampai nggak bisa tidur, sialan kan tuh orang." tutur Bang Rudi bercerita dengan wajah kesal.


Wah.. Parah Si Bang Syukur, kalau begini sih aku harus cepat-cepat menghentikannya, sebelum kelakuannya makin parah

__ADS_1


"Pokoknya kamu harus hati-hati Nan, jangan terlalu dekat sama Si Syukur, saya udah kapok dekat sama tuh orang, untungnya saya di kasih izin sama si bos, jadi bisa cuti dulu sementara, kalau gitu Udah dulu ya Nan, saya udah di jemput nih sama sepupu, saya Pamit yaa, Assalamualaikum." ucapnya pamit.


" Walaikumsalam Bang, hati- hati di jalan ya." jawabku.


Bang Rudi pun pergi, aku bergegas masuk ke dalam pabrik ingin segera bertemu dengan Bos ku.


Namun saat masuk, Aku mencium bau dupa yang masih saja menyengat, lalu kulihat Bang Syukur tengah duduk di kursi yang tidak jauh dari pintu gerbang, dia cuma berdiam diri dan bermalas- malasan


Aku yakin dia sengaja duduk di sana, agar bisa menguping pembicaraanku dengan Bang Rudi tadi.


" Si Bos mana? Sudah datang belum?" tanyaku padanya dengan nada kesal


" Belum. Tunggu aja, paling bentar lagi dia datang." Jawabnya.


"Oh.." jawabku, sambil melengos pergi meninggalkannya untuk mulai bekerja.


Tapi karena dia seruangan denganku, Bang Syukur mengikutiku


" Nan, semalam di sini banyak sekali setannya Lho, karena aku pancing, jadi pada keluar semua." ucapnya bangga.


" Ya iya lah, mereka muncul, sebab yang Bang Syukur pancing tuh bukan setan yang sembunyi, tapi setan yang di luar terus masuk ke dalam." tuturku.


" Ah, Masa? Memangnya kamu tahu dari mana?"Tanyanya merendahkan ku.


" Ya, tahu aja Lah." jawabku singkat.


Mendengar jawabanku dia tertawa seakan menyindirku.


" Bang Syukur yang sok tahu. Saya tahu benar kalau niat Bang Syukur cuman ingin manfaatin si Bos." sindirku balik.


Mendengar ucapanku, dia berbalik menghampiriku dengan wajah kesal, namun tiba- tiba, para rekan kerjaku yang lain berdatangan, Bang syukur tidak jadi menghampiriku.


Kami semua kembali bekerja seperti biasa, sambil menunggu kedatang Bos ku.


Tak lama kemudian Bos datang, dia menghampiri Bang Syukur.


Karena seruangan denganku, aku bisa mendengarkan obrolan mereka, sekaligus mengawasi Bang Syukur.


" Syukur? Bagaimana keadaan pabrik sekarang, sudah aman? Setan-setan nya udah pergi?"tanya Bos pada Bang Syukur.


"Belum bos, soalnya saya baru pancing mereka keluar, jadi semalam jumlah mereka makin banyak." Ucap Bang Syukur beralasan.


" Kok bisa?"tanya bos heran


" Kayanya sesajennya kurang bos, padahal saya udah bertarung melawan mereka, tapi karena terlalu banyak, saya jadi kewalahan sendiri. keluhnya.


Bertarung apaan, Bang Rudi bilang elu tidur di balik selimut, dasar penipu.


" Memangnya, kamu butuh barang apa lagi buat sesajen nanti? saya belikan." ujar Bos.


" Ngga usah bos! Berikan saja uangnya.. biar saya yang belanja sendiri." ujar Bang Syukur.

__ADS_1


" Berapa?"


" Sejuta Bos."


" Hah? Kenapa mahal banget.. " gerutu bos sambil mengambil kertas cek di tas nya, lalu menuliskan nominal sejumlah uang.


Sesajen apaan, harganya sejuta?


" Saya harus beli Ayam cemanik buat sesajen bos, ayam yang serba hitam gitu, bos tahu kan? Itu harganya cukup mahal." ujarnya.


" Ya sudah, nih! cairin aja cek ini ke bank." ucap bos memberikan cek nya.


" Makasih bos, saya mau belanja sekarang, tapi saya gak hafal jalanan di Bandung." ucapnya bingung.


"Bentar, Di antar siapa ya? Mmm.. Oh iya Si Asep." seru Bos, bos pun memanggil Asep dan menyuruhnya menemani Bang syukur berbelanja sesajen.


Mereka pun pergi, tinggal aku dan Bos ku di ruangan kerja


Ini kesempatanku untuk berbicara pada bos soal Bang Syukur.


" Bos, kenapa bos percaya sekali sama Bang Syukur?" tanyaku memulai pembicaraan.


"Saya bukan percaya Nan, saya cuman nyoba aja, katanya Si Syukur orang pintar, siapa tahu omongan Si Syukur tentang banyaknya setan disini, bener adanya" tutur bos.


" Memangnya Bos tahu dari mana kalau Bang Syukur orang pintar?" tanyaku lagi.


" Dari teman saya yang di Karawang, dia dekat juga sama Si Syukur, Di sana Si Syukur terkenal sebagai orang pintar yang sakti." Tutur bos bercerita.


" Oh, saya cuma menduga aja bos, takutnya Bang Syukur cuman manfaatin bos, Buktinya Bang Anton sama Bang Rudi pergi mereka nggak nyaman semenjak Bang Syukur datang kemari. Padahal sebelum dia datang keadaan pabrik aman-aman aja bos, tapi semenjak dia di sini, banyak kejadian-kejadian aneh terjadi di pabrik." tuturku menjelaskan.


" Kamu tahu dari mana kalau di pabrik nggak ada setannya? Memangnya kamu bisa lihat setan juga kaya Si Syukur?" Tanya Bos padaku.


Aku sedikit termenung dengan pertanyaan bos ku


Beri tahu jangan ya? Aku sedikit ragu..


......................


Assalamualaikum..


Sesudah baca, jangan lupa like nya ya.. biar makin semangat buat nulis.


Jangan lupa komen dan sarannya tentang apa yang kamu rasakan setelah membaca. sebagai semangat untuk memperbaiki tulisanku yang masih kurang bagus


Terima kasih sudah untuk dukungannya.


i love you readers.


😍🥰😘


Wasalam.

__ADS_1


__ADS_2