
Saat semua orang tengah fokus menebang.
Aku melihat empat cahaya hijau berputar di atas pohon, lalu cahaya itu pun turun ke bawah, dan masuk ke tubuh beberapa orang yang tengah menebang pohon.
Masuk ke tubuh Rusli, Pak Toto, Pak Yaya dan
Iman.
ah sial, cahaya itu sudah terlanjur masuk ke tubuh mereka, aku terlambat menghentikannya.
Aku sudah menduga ini akan terjadi. Dan benar saja, mereka yang di masuki cahaya itu mengalami kerasukan.
Pak Toto dan Pak Yaya kerasukan sosok genderuwo, Iman bertiarap di tanah dan berdesis seperti ular.
"Bah! ada apa ini, kenapa dengan mereka?tanya Pak Yusuf cemas
"Mereka kesurupan. Jangan khawatir pak saya akan menolong mereka."ucapku menenangkan situasi.
Tiba-tiba saja Rusli dengan cepat memanjat pohon seperti kera, dan Pak amin terkejut melihatnya
"Astaga!! Bah!! itu Rusli!! Rusli juga kesurupan Bah!! dia naik ke atas pohon. haduuhhh, bagaimana ini Bah, bapak harus apa?" ucap Pak Amin panik.
" Tenang Pak, saya akan menyadarkan mereka satu persatu." sahutku
Kulihat Rusli bergelantungan di dahan pohon. seolah dia mengamati semua dari atas sana.
"Untuk warga yang membawa senter tolong soroti terus Rusli di atas sana, jangan sampai dia menghilang dari pandangan kita." himbauku pada semua warga.
Aku memutuskan untuk menghampiri Pak Toto dan Pak Yaya terlebih dahulu. keadaan mereka cukup membahayakan dan mengganggu warga yang lain. terutama Pak Toto dia mulai ancang-ancang hendak menyerang warga yang ketakutan.
"Pak yusuf tolong tahan Pak yaya sebentar ,aku akan menyadarkan pak Toto lebib dulu.".ujarku
Pak yusuf pun dan beberapa warga menahan Pak yaya.
Sementara aku segera berlari. dan menangkap Pak Toto dari belakang. segera aku tempelkan telapak tanganku di dahinya. Namun Pak Toto memberontak.
"aaaaaaaa!! jangan!! jangaan keluarkan aku dari tubuh ini!" ucap genderuwo yang merasuki Pak Toto.
"Pergilah kamu setan!! jangan ganggu dia!! jika tidak aku akan membakarmu dengan doaku!!" bentakku pada genderuwo di tubuh Pak Toto.
Lantas segera aku membacakan doa pelebur jin dan menarik jin itu keluar dari tubuh Pak Toto.
Pak Toto langsung bereaksi akan doaku, dia berteriak kesakitan
"Aaaaaaaaaa.. panas... panaaasss!!" pekiknya
Seketika itu tubuh Pak Toto tersungkur ke tanah dan pingsan.
" Nak Abah!! cepatlah !! saya sudah tidak kuat menahannya." teriak Pak yusuf memanggilku yang masih mencoba menahan Pak Yaya yang memberontak
Segera aku berlari menghampiri pak yaya. Namun Pak yusuf mulai kewalahan, sehingga Pak Yaya terlepas dan berlari ke arahku dengan penuh Amarah.
Dia hampir mencekikku namun Pak Amin dan warga berhasil menghalau dan menangkapnya. dia memberontak lagi.
"Dasar manusia penganggu!! pergilah kalian dari sini, ini wilayah kami!!" teriak Pak Yaya.
Aku yakin ada yang menyuruh mereka untuk menghalangi kami menebang pohon.
"Cepat keluar, setan brengsek! aku juga akan membakarmu." bentakku pada Pak Yaya.
Pak Yaya semakin memberontak, beberapa orang terpental saat mencoba menahannya kecuali Pak Amin dia tetap mencengkram Pak yaya dengan sekuat tenaga.
"Ayo Bah! sadarkan dia!! kita harus cepat menyelamatkan Rusli" ucap Pak Amin sambil terus menahan Pak Yaya.
Aku segera menempelkan tanganku lagi pada wajah pak yaya dan membacakan doa tadi.
__ADS_1
"aaaaaaaaaa panas!! ampun...!! jangan bunuh aku, aku hanya melakukan perintah untuk menyerangmu." ucap Pak yaya membela diri.
Aku tak peduli dengan apa yang di ucapkan mahluk di dalam tubuh Pak Yaya itu, segera kutarik saja mahluk tersebut keluar dari tubuh Pak Yaya ,dan seketika Pak Yaya pun tak sadarkan diri.
" Ayo bah, sekarang kita selamatkan Rusli." sahut Pak Amin mengajakku ke pohon tempat Rusli berada.
Namun Pak Yusuf tiba-tiba berteriak memanggilku.
" Abah! Iman bah!! cepat kemari!!" teriak Pak Yusuf.
Ah ya ! iman juga kerasukan..
Segera aku menghampiri Pak yusuf untuk melihat keadaan Iman.
Tiba-tiba Iman berkata.
"sssshhhh... aku menyukai anak muda ini, akan ku bawa dia ke alam ku." ucap Iman sesekali berdesis seperti ular.
"Dasar siluman ular sialan, lepaskan temanku!!" bentakku pada Iman
"Tidak! aku akan membawa nya dan ku jadikan, dia sebagi pasanganku. hihihihi" ucap Iman.
"Dasar pengganggu! pergi kau dari tubuh ini kembalilah kamu ke tempat asalmu!!" ucapku sambil memegang kepala Iman dan membacakan doa yang sama, kutarik keluar siluman itu di dalam tubuhnya
Tubuh Iman pun jatuh ke tanah. namun dia sadar
" Uhuk.. Uhuk.." Iman terbatuk.
Dia pun membuka mata. dan melihat ke arahku
" Apa yang terjadi bah? kenapa tubuhku terasa nyeri seperti ini" keluh Iman menahan sakit di seluruh tubuhnya.
" Syukurlah kamu sudah aman." ucapku pada Iman.
" Bapak mohon selamatkan dia,bah!" pinta Pak Amin.
Aku segera menghampiri pohon dan melihat ke atasnya. Kulihat Rusli tengah melompat-lompat dari dahan satu ke dahan lain seperti kerasukan siluman kera.
"Bah,elu mau naik ke atas?! ucap iman tertatih menghampiriku.
"Iya man." Jawab ku.
Aku sentuh pohon besar di depanku. iman dan para warga hanya mengamati apa yang aku lakukan.
Aku memejamkan mata dan berdoa kepada sang kuasa.
Tiba-tiba
WUSSHH ... !!
Tubuhku terangkat ke udara seperti ada yang mendorongku menuju ke atas, dan dalam sekejap aku sudah berada di atas pohon di samping Rusli.
Iman dan Pak Amin berlari menghampiri pohon. mencari keadaanku.
"Si abah kemana?" ucap Iman heran sambil celingukan.
"Man!! gue di atas sini, tolong kasih gue cahaya" teriakku kepada iman yang berada di bawah.
Semua orang tersentak kaget. heran melihatku sudah berada di atas.
"Hah,elu kapan naik bah?!" tanya iman heran.
Aku tidak menjawab pertanyaan iman, aku harus fokus menyadarkan Rusli di atas sini.
Tiba- tiba Rusli berkata.
__ADS_1
"Hahaha, kamu sungguh kuat manusia! kamu hampir mengalahkan raja kami, tapi sekarang raja kami sedang memulihkan energinya dan bersiap untuk menghabisimu dan mencelakakan semua orang yang ada di sini." ucap Rusli.
"Aku tidak takut dengan kalian para siluman jahat.Cepat keluar dari tubuh ini!! Bentakku pada Rusli
Rusli hendak kabur, namun aku langsung mendekapnya dari belakang, dan tanganku memegang kepalanya.
Dengan sangat hati-hati aku bergerak agar tidak terjatuh, ku baca doa dengan di awali
"bismillahirohmanirohim,pergi lah kamu dari tubuh ini!" teriak ku kesal.
Cahaya hijau itu pun keluar dari tubuh rusli dan hilang. Rusli pingsan dalam dekapanku
Ah, tubuhku lemas sekali, sepertinya aku sudah kehabisan tenaga, tenagaku terkuras habis saat menyadarkan yang kerasukan tadi.
Aku pun masih terduduk di atas pohon bersama rusli yang tidak sadarkan diri.
Pak Amin dan beberapa warga mencoba membantuku untuk menurukan Rusli. Aku pun turun.
"Bagaimana sekarang? apa kita harus melanjutkan untuk menebang pohon ini?"tanya Pak Amin ragu.
Tiba-tiba Ki Sugro muncul di sampingku, aku pun mencoba berkomunikasi lewat pikiranku padanya.
"Aki darimana saja? aku kewalahan sendirian." keluhku.
"Maaf Anom, Aki baru selesai bersemedi untuk mengumpulkan kekuatan."sahutnya.
"Terus sekarang harus bagaimana? Kami kesulitan menebang pohon ini. banyak gangguan yang kami alami. mengapa juga pohon ini bisa begitu keras seperti batu . gergaji mesin pun tak mempan memotongnya." Keluhku.
" Semua yang terjadi karena ulah si dukun, berbagai macam cara dia lakukan untuk mencegah kalian menebangnya. termasuk ketahanan pada pohon itu juga. mungkin kita harus membunuh mereka terlebih dulu, barulah kita dapat menebang pohon ini" Tutur Ki Sugro
" Argh.. sudah ku duga ini pasti ulahnya" geramku.
"kalo begitu ayo kita ketempat dukun itu, dan membinasakan mereka semua. tapi sebelum itu suruh manusia-manusia ini untuk kembali.
tutur Ki Sugro
"Tapi energiku sudah banyak terkuras karena menolong mereka yang kesurupan. Aku tidak yakin bisa melawan mereka dengan kondisiku saat ini."ucapku
"Tenang lah aki akan mendampingimu, karena sudah tidak ada waktu lagi, kita harus menyelsaikannya sekarang." tutur Ki Sugro
"Baiklah ki." jawabku.
......................
"Bah! ada apa ?kenapa melamun?" tanya Pak Amin kembali menegurku
"Eh, nggak kok pak, nggak apa-apa." ucapku kaget.
"Lalu bagaimana sekarang Bah kita lanjut menebang pohon atau tidak? dengan kondisi beberapa warga yang masih tidak sadarkan diri dan malam pun semakin larut."ucap PakYusuf.
"Begini saja pak, lebih baik bapak dan warga kembali pulang. ada suatu hal yang harus saya selesaikan sendiri."ucapku
" Elu mau pergi kemana bah?sendirian lagi. gue ikut ya? pinta Iman
" Iya bah, ijinkan kami juga ikut. tidak baik jika abah pergi sendirian." sambung Pak Amin.
" Jangan Pak, terlalu beresiko jika kalian ikut menemani, hal ini dapat membahayakan keselamatan kalian." imbuhku
Mereka hanya terdiam keheranan tak mengerti dengan maksud ucapanku.
Ki Sugro menyuruhku bergegas, Tanpa pamit aku pun bergegas pergi meninggal mereka dan berjalan lebih jauh ke dalam hutan.
Iman dan para warga kembali pulang menuju kampung.
Kali ini aku harus berhasil membinaskan siluman kera itu dan membuat dukun sialan itu jera.
__ADS_1