Menembus Dimensi

Menembus Dimensi
Di bakar


__ADS_3

Ternyata orang itu bukan lah Pak Yono, namun sangat jelas sebelumnya aku melihat ciri-cirinya pak Yono tadi. Tapi kenapa bisa berubah?


Ah, sial aku pasti di permainkan oleh tipuannya.


Mungkin orang lain yang melihatku berpikir aku aneh, sudah memberanikan diri menyapa tamu perusahan secara langsung.


Aku jadi salah tingkah dan rasanya malu sekali.


"Heh, ada urusan apa kamu kemari! Kami sedang makan siang, kenapa di ganggu.. Tolong jaga sikap mu dengan baik, dia itu tamu perusahaan, kamu harus hormat dan sopan, perilakumu itu membuatnya tidak nyaman, jadi jangan bikin malu." tegur salah satu SPV yang lain padaku


"Ma, maaf pak saya kira dia orang yang saya kenal, ternyata bukan. Sekali lagi saya minta maaf" jawabku membungkukkan badan dan meminta maaf, pada orang tersebut dan SPV yang lainnya.


Aku pun kembali ke meja makan, dengan perasaan kikuk dan malu setengah mati.


Hufht,gara-gara tipuan Pak Yono aku jadi paranoid begini, jadinya kena tegur atasan.


Teringat ucapan pak Rizal, aku tidak perlu susah payah mencarinya karena kemungkinan besar dia akan menghampiriku, buktinya sekarang dia seolah-olah sedang mengintaiku dengan kesaktiannya dari jauh.


Sebenarnya apa sih tujuan dia sampai berani mengusikku hingga ke tempat kerja, huffht.. mulai sekarang aku harus lebih waspada, agar tidak kejadian hal seperti ini lagi.


......................


Saat aku pulang bekerja, aku tiba di rumah. dari luar pagar, aku melihat Dita ada di teras rumah. Dia seperti merenungi sesuatu sambil berjalan mondar-mandir seperti orang gelisah .


Dia kenapa?


"Kamu sedang apa di luar ? dimana anak-anak?"tanyaku menghampirinya


"Eh, udah pulang Yah!" serunya kaget melihat kedatanganku.


" Iya sudah." jawabku sambil melepaskan sepatu.


" Kamu di jalan gak berpapasan sama kurir yang kemarin? Barusan dia habis dari sini." sahut Dita dengan wajah cemas


"Kurir?Gak ada tuh? aku gak berpapasan dengan siapapun di jalan." ucapku mulai merasa aneh.


" Kok bisa! Padahal jalan kan cuman satu arah" ucap Dita nampak berpikir.


Aku sudah yakin itu Pak Yono, pasti! Dia mulai berani terang-terangan menemui Dita dan di kantor juga, dia pasti ingin meneror keluargaku lagi sekarang.


"Apa kurir itu kasih barang lagi?" tanyaku curiga.


"Iya ada! aku taruh di meja sana, aku gak berani buka Yah, aku takut." jawab Dita cemas.


Aku pun segera masuk ke dalam untuk mengambil barang kirimannya.


Kulihat di meja ruang tamu, ada kotak yang berukuran besar kali ini, kira-kira seukuran dengan kota Tv 17 inc.


Barang apa lagi yang dia kirim sekarang..


Dengan sedikit was-was dan penasaran aku mencoba membuka kotak itu.


"Astaghfirullah!" ucapku kaget.


Dita juga ikut terkejut melihat isi dalam kotak itu.


Ugh!


Kami sama-sama menutup hidung, karena bau amis menyeruak ke seluruh ruangan.


Isi dalam kotak itu terdapat tubuh seekor kucing yang sudah menjadi bangkai, berdarah-darah, bau busuk dan sudah di penuhi belatung.


Hoek!


Dita pun merasa mual dan belari menuju kamar mandi.

__ADS_1


Aku segera menutup kembali kotak itu dan membawanya ke sungai di dekat rumah untuk di buang.


Langkahku terasa lambat, ingin rasanya cepat-cepat ku buang kotak ini, karena tak tahan dengan baunya yang sama membuatku mual.


Sial, kalau sudah begini jadinya, aku harus segera bertemu langsung dengan Pak Yono. harus ku peringatkan dia!


Setelah membuang kotak itu di sungai, Aku kembali ke rumah.


Aku mencoba menenangkan Dita yang syok dan ketakutan.


"Yah! Ada apa ini sebenarnya?! kamu sedang mengobati siapa?! jika terlalu berisiko dan berbahaya lebih baik jangan di teruskan, takutnya itu berimbas pada kita, bisa berbahaya! Buktinya di saat kamu tidak ada, dia kembali datang, saat dia datang aku tak berani membuka pintu, tapi dia mengancam akan membuat kegaduhan, aku tidak bisa berbuat apa- apa selain menerima kotak itu" keluh Dita emosi dan cemas.


"Sudah-sudah jangan terlalu di pikirkan, ini tugas besar yang harus aku selesai aku tidak bisa berhenti di tengah jalan, karena aku sudah berjanji untuk membantunya, jadi kamu tenang saja insyaallah akan ku pastikan keluarga kita baik baik saja." tuturku menenangkannya.


Aku pun masuk ke rumah bersama Dita, Dita mencoba membuang rasa takutnya, bencengkrama dengan Raka dan Rayi di ruang tamu.


Karena tubuh ku letih habis bekerja,aku segera merebahkan tubuhku di kamar, tanpa mengganti pakaian lebih dulu, sambil memikirkan kejadian-kejadian yang menimpaku dan keluargaku tadi.


Apa yang harus aku lakukan, agar permasalahan ini cepat beres.


Bukannya mendapat solusi saat berpikir, malah mataku terasa berat dan akhirnya aku pun terlelap begitu saja.


......................


Hah! dimana ini..


Tiba- tiba aku berada di suatu tempat, aku tengah berdiri di depan pohon beringin yang sangat besar, entah dari mana, tiba-tiba dua orang berjubah hitam memegang erat kedua tanganku dan mencoba menarikku ke dalam pohon.


"Hey, apa-apaan ini, kalian mau apa! lepaskan aku!"ucapku kaget dan meronta


Meski aku berteriak, mereka terus saja menyeretku ke dalam pohon beringin.


Aku masuk ke sebuah lorong gelap, yang berada di sela-sela akar pohon.


Astagfirullah! Aku ingat tempat ini, aku pernah ke sini didalam mimpiku sebelumnya


Aku di seret ke tengah-tengah kerumunan orang-orang yang berjubah hitam, aku tidak bisa melawan karena tangan dan kakiku terikat begitu saja oleh rotan.


Semakin aku meronta semakin kencang pula rotan itu melilit pergelangan kaki dan tanganku.


"Argh, Lepaskan! Mau apa kalian! lepaskan aku, kalian pasti sekutu iblis dari klewing sialan itu." ucapku marah.


Tiba tiba muncul di hadapanku seseorang yang menutupi wajahnya dengan kain hitam.


Dengan perlahan dia membuka kain yang menutupi wajah nya itu, Dia tersenyum padaku, tentu saja aku mengenalinya.


"Percuma saja kamu berteriak atau melawan disini." ucapnya


"Pak Yono, kamu!"ucapku geram.


"Hahaha, sepertinya ingatanmu sangat tajam ya, hanya di teror beberapa kali, kamu sudah mengenaliku."ucap Yono.


"Dasar manusia laknat! Lepaskan aku, Biarkan aku pergi!" ucapku.


"Kamu tidak akan bisa pergi dari sini, karena kamu akan mati di sini, kenapa? Karena kamu dengan sengaja sudah menganggu sekte kami."tuturnya


Tubuhku kembali di tarik, dan di ikat di sebuah kayu


Ikatan di kedua kaki dan lenganku semakin kencang melilitku seakan rotan itu hidup.


Lalu Dari tempatku, aku menyaksikan ritual mereka.


Ada tiga bayi yang di bunuh hidup-hidup oleh mereka. Darah mereka di peras bagaikan seekor hewan, sebagian darahnya di minum dan sebagian lainya mereka siram ke wajah dan tubuhku.


Aku terpejam, tak kuasa melihat tubuhku di penuhi darah dari bayi- bayi itu, seketika wajahku dan tubuhku tercium bau amis darah yang segar.

__ADS_1


Aku sesekali meronta, mencoba melepaskan diri, tetap saja usahaku gagal.


Ada api yang tiba-tiba menyala di sampingku, seperti api unggun, namun api itu besar dan berkobar, dan menyala-nyala.


Ketiga mayat bayi itu di lemparkan ke sana.


Lalu munculah beberapa sosok klewing dari api tersebut.


Ada sekitar 7 Klewing yang keluar dari sana, mereka terbang berputar di atasku dan para pengikutnya.


Salah satu dari Klewing menatapku tajam dan terbang menghampiriku, Dengan posisi yang terbalik, wajahku dan wajah Klewing itu saling berhadapan, dia menjulurkan lidah nya lalu menjilati darah bayi yang memenuhi wajahku


Lidah nya seperti ular, bercabang dua, dengan perlahan dia terus menjilati darah di wajahku.


Ugh!


Aku hanya bisa terpejam dan merasakan lidah Klewing yang terasa dingin menyentuh kulit pipiku.


Lalu..


SRAT!


Taring dan kuku nya yang tajam merobek bajuku.


Ukh!


Terasa perih di bagian dada yang bajuku tersobek di sana, sepertinya cakarannya tembus dan melukaiku.


Astagfirullah, apakah ini nyata atau hanya mimpi, mengapa rasa perihnya nyata.


Dalam hati, aku bertanya-tanya sembari berdo'a semoga aku bisa selamat dan keluar dari tempat ini.


Setelah salah satu klewing itu selesai menjilati wajah dan tubuhku dia terbang lagi, dan memerintahkan kepada Klewing yang lain untuk memberikan kesaktian kepada para pengikutnya.


Sebuah cahaya merah keluar dari mata para Klewing dan cahaya itu menyerap dan masuk ke dalam tubuh para pengikutnya satu persatu.


Aku hanya bisa menyaksikan ritual yang mereka lakukan dan para Klewing itu.


Setelah itu, ritualnya selesai, dan klewing tadi memerintahkan sesuatu pada Pak Yono.


"Hey, pengikutku yang setia, bakar manusia itu hidup-hidup!" perintahnya.


"Baik, tuanku!"jawabnya, lalu menghampiriku dan memegang kayu bakar dengar api yang menyala-nyala.


Aku tidak mungkin mati di tempat ini seperti ini kan?!


Yono pun mulai membakar kayu yang berada di bawah kakiku


Aku meronta- ronta karena kayu yang terbakar di kakiku mulai terasa panas.


Aku berharap aku terbangun dari mimpi ini. jika memang ini hanyalah mimpiku, tapi jika ini nyata aku berharap ada yang menolongku saat ini juga.


Saat api itu membesar dan mulai membakar sebagian kakiku.


Aku berteriak kesakitan.


"Aaaaaa! Panas! Tolong! Tolong aku!"


Tiba-tiba ..


SRAT!


Muncul Sebuah cahaya putih menyelimutiku dan seketika aku membuka mata.


Astagfirullah! ternyata benar itu hanya mimpi tapi sakit dan panas yang aku rasakan di seluruh tubuhku benar-benar nyata ku rasakan.

__ADS_1


......................


__ADS_2