MENIKAH DENGAN GADIS SMA

MENIKAH DENGAN GADIS SMA
EMPAT LIMA


__ADS_3

Pulang sekolah Tasya langsung ke kantor suaminya. Perkataan Axel terasa menghantui, tidak mungkin suaminya sejahat itu. Tasya tidak masalah dibenci semua orang, selama dia masih hidup.


Hari pertama Tasya datang ke perusahaan ini, semua mata menatapnya tajam. Tapi entah mengapa sekarang malah hormat dan tunduk. Tasya tidak memperdulikan itu semua, sekarang tujuannya hanya satu bertemu dengan suaminya.


Raiden yang awalnya sibuk dengan layar komputernya, terkejut mendengar pintu dibanting cukup kencang. Diambang pintu ada gadis nya dengan menampilkan wajah datar tanpa ekspresi sedikitpun.


"Kenapa?" tanya Raiden bingung.


Tubuh ramping itu melangkah mendekat, melempar ranselnya ke atas sofa dan berdiri tepat dihadapannya.


"Om jujur sama aku!"


"Kenapa?"


"Om pura-pura?"


Tasya tertawa kecil, tidak habis pikir dengan suaminya.


Wajah tampan itu terlihat bingung, bangkit dari tempatnya berdiri menjulang tinggi tepat dihadapan gadisnya. Menuntunnya duduk di sofa, dengan helaan napas panjang terdengar.


"Kenapa? jangan marah-marah dulu, ngomong yang benar," ucap Raiden lembut.


Tasya menjawab seadanya, menceritakan semua yang Axel ceritakan. Wajah Raiden langsung berubah drastis, dengan rahang mengeras. Anak yang satu itu bisa-bisanya menyimpulkan cerita seperti itu.


Lagian darimana dia tahu Raiden dalang dibalik semuanya? bertemu dengan Psikopat itu saja belum pernah hingga detik ini.


Raiden hanya menghela napas panjang, menatap wajah cantik itu dengan tatapan teduh.


"Sebenarnya aku juga lagi cariin dia, tapi Rudi yang turun tangan. Aku kasih foto dia, biar Rudi cari nya gampang. Karena aku tau dia masih ada di kota ini."


"Masalah pembunuhan itu, aku juga heran. Dulu dia bilang gak bakalan bunuh siapa-siapa lagi. Ternyata masih ada korban."


"Tapi kata Zara dia incar om,"


"Kayaknya orang Rudi bermain belakang sama papa, dia pikir itu rencana aku. Papa itu benci banget sama keluarga mereka, karena aku hampir mati waktu itu. Tapi aku gak nyangka mereka bisa sejahat itu."


"Maksudnya om?"


"Aku juga niatnya balas dendam, karena dia ingkar janji. Tapi ternyata Rudi sama papa dalangnya, aku gak ngapa-ngapain."

__ADS_1


"Masalah korban nya?"


"Rudi sama papa juga,"


"Ck, kenapa jadi gitu? Tapi om gak bohong kan?"


"Gak, dulu dia memang psikopat tapi dari kejadian itu dia hilang entah kemana. Kejadian ini papa sama Rudi dalang nya. Aku mana setega itu, apalagi korbannya anak SMA semua."


"Jadi Psikopat itu memang ada om?"


"Ada tapi dulu,"


Flashback


Jatuh cinta di masa SMA itu menyenangkan, apalagi yang kita incar memiliki perasaan yang sama. Tapi entah mengapa Raiden tidak beruntung, kisah cintanya terlalu rumit.


Jihan gadis incarannya memiliki perasaan terkhusus untuknya, tapi sayangnya semua tak seindah yang dibayangkan. Tepat dihari Raiden menyatakan perasaannya, seseorang malah datang mengacaukan semuanya. Merebut Jihan begitu saja, dengan ancaman.


"Hidup atau mati!"


Raiden sebenarnya bingung, tapi setelah Jihan menjadi milik b*jingan itu. Setiap hari tubuhnya penuh dengan s*yatan dan tingkah nya semakin aneh.


Beberapa bulan kemudian, semua semakin rumit dengan kemunculan seseorang yang memiliki wajah persis seperti pria b*jingan itu yang juga mencintai Jihan. Alias saudara kembar.


Dari situ Raiden maju pantang mundur, jika ada kesempatan Raiden selalu membawa Jihan ketempat yang mereka sukai.


Namun semua tak berjalan mulus, salah satu dari pria itu tau Raiden bermain dibelakang. Teror demi teror menghampiri Raiden, bahkan nyawanya semakin terancam. Dari situ dendam pribadi terpendam, Raiden mengalah namun kedua pria itu semakin gencar menghancurkan kehidupannya.


Hingga satu hari dia dibius seseorang, dan di bawa ke suatu tempat jauh dari kota. Ternyata salah satu dari saudara kembar itu, memperkenalkan diri dengan bangganya seorang Psikopat.


Dia Andri yang berstatus sebagai pacar Jihan selama ini. Ternyata bukan hanya Raiden yang di sekap, ada Jihan juga.


Satu bulan full mereka berdua dibunuh pelan-pelan, hingga Andri memutuskan membunuh mereka hari itu. Jihan benar-benar dibunuh tepat di matanya, sebelum gilirannya.


Namun sebelum Jihan memejamkan mata, Andro saudara kembar Andri datang tepat pada waktunya. Membunuh saudara kembarnya dari belakang, tepat di depan mata Raiden.


"Jihan,"


Andro memeluk tubuh ramping itu, menangis histeris tepat didepan mata Raiden. Dia juga seorang psikopat, tapi cara memperlakukan Jihan berbeda dengan Andri.

__ADS_1


"Gue udah janji gak bakalan bunuh siapa-siapa, tapi kenapa Lo tega ninggalin gue?"


"Jihan gue usahain berubah, tapi tolong buka mata Lo. Gue janji bakalan berubah,"


Drama terjadi di depan mata Raiden, Jihan sempat membuka matanya dengan anggukan kecil membalas ucapan Andro. Raiden tidak ada apa-apanya di sana, Jihan hanya pamit kearah Andro sebelum memejamkan mata. Sia-sia perjuangannya, Raiden menyesal melakukan hal bodoh selama ini detik itu juga.


Tahu begini ujungnya, mending Raiden membiarkan Jihan menjadi rebutan saudara kembar itu. Bahkan sebelum memejamkan mata, tidak ada sepatah kata pun yang Jihan katakan bahkan tidak melirik sedikit pun kearahnya.


"Orang-orang bakalan datang ke sini, gue janji gak bakalan ganggu kehidupan Lo selama Lo gak ganggu kehidupan gue. Gue anggap kita impas, Andri udah mati, Lo selamat. Jihan tetap milik gue,"


Andro bangkit dari tempatnya, membawa tubuh Jihan yang sudah tidak bernyawa.


________________


Masa lalu Raiden memang pahit, bahkan mentalnya cukup memprihatinkan karena kejadian itu. Melupakan itu tak segampang yang dipikirkan, dendam juga terselip di lubuk hati nya yang paling dalam.


Bahkan setelah Raiden tau dia muncul kembali, dia berencana membalaskan dendam nya. Tapi orang yang hidup berdampingan dengannya saat ini, manusia berhati malaikat.


Sebelum mereka menikah, Raiden sempat mencari tahu tentang kehidupan gadisnya. Mulai dari orang-orang yang membencinya tanpa sebab atau korban pembunuhan itu tapi Tasya tidak membalasnya. Hingga cinta segitiga gadisnya dengan sahabatnya sendiri.


Kisah percintaan mereka hampir sama, menyedihkan.


"Om," panggil Tasya. Mengengam jemari suaminya, dengan senyuman hangat terukir indah dibibirnya.


"Tasya mau tanya, boleh?"


Raiden hanya mengangguk kan kepala, membalas tatapan manik biru itu mencari kenyamanan yang selama ini dia dapat lewat tatapan mata itu


"Bodyguard di sekolah–"


"Iya, takut nya dia nyakitin kamu."


"Tapi gak usah sebanyak itu tau om,"


"Karena kamu berharga untuk saya."


______________


TERIMAKASIH;)

__ADS_1


__ADS_2