MENIKAH DENGAN GADIS SMA

MENIKAH DENGAN GADIS SMA
EMPAT TUJUH


__ADS_3

Bertepatan Raiden menutup pintu mobil untuk gadisnya, manusia yang ia cari selama ini akhirnya menampakkan diri.


Kaki kanannya pincang, dari ujung rambut hingga kaki ditutupi dengan pakaian hitam. Tubuhnya kurus tak terawat, lingkaran hitam terlihat jelas dibawah matanya. Terlihat mengerikan.


Bodyguard siap siaga mengepung Andro dengan senjata api disondorkan kearahnya. Raiden tidak mengatakan apa-apa, hanya meronggoh saku jas hitamnya mengeluarkan ponsel. Membuka pintu mobil kembali, menyodorkan ponselnya kearah Tasya.


"Bentar, jangan kemana-mana!"


"Om, mau kemana?" tanya Tasya bingung. Mengambil alih ponsel suaminya, dengan kerutan terllihat jelas didahinya.


"Ada urusan bentar, kamu jangan kemana-mana! itu gak ada password-nya."


Manik Tasya langsung berbinar, mengotak ngatik ponsel suaminya membuka seluruh aplikasi yang berhubungan dengan pesan. Tasya penasaran, siapa saja manusia yang sering berkomunikasi dengan suaminya.


Siapa tahu suaminya selingkuh di belakangnya, jadi Tasya tinggal bunuh salah satu dari mereka. Yang tentunya bukan suaminya.


Raiden tidak heran lagi, wanita memang biasa seperti itu. Hanya bermodalkan ponsel pasangan, mereka akan lupa dengan dunia. Untungnya berlaku dengan gadis yang satu ini.


Jemarinya hanya mengacak-ngacak pucuk rambut gadisnya, menutup pintu dan menguncinya dari luar.


"Selamat siang tuan Raiden yang terhormat," sapa Andro basa-basi, kedua lengannya ditahan dibelakang tubuhnya bodyguard berjejer rapi siap siaga melakukan tugasnya.


Raiden hanya diam, berdiri tepat dihadapannya dengan kedua tangan terkepal di saku celananya.


Ketakutan, dendam bercampur aduk. Kejadian beberapa tahun yang lalu terlintas kembali, hanya melihat wajah pria dihadapannya. Apalagi wajahnya dengan Andri tidak ada perbedaannya, hanya berbeda sifat.


Andro tidak terlalu kejam, tidak seperti Andri.


"Lo tahu siapa gue?" tanya Raiden dingin, dengan ekpresi tidak terbaca.


"Tuan muda Dirgantara," balas Andro dengan tenangnya.


Kebetulan Andro mencari tahu tentang kehidupan Raiden sebenarnya sebelum ke sini, diluar dugaannya pria ini ternyata memiliki segalanya yang tidak pernah dia miliki.


Harta, tahta, keluarga, bahkan istri ada dalam kehidupan Raiden. Perbandingan kehidupan mereka jauh berbeda, pantasan pria yang satu ini bisa melakukan apa pun. Terlebih membalaskan dendam nya.


"Kelakuan bokap gue," ungkap Raiden, seakan tahu isi kepalanya.


Andro tertawa terbahak-bahak, firasat nya benar. Wisnu Dirgantara ayah Raiden, salah satu pengusaha sukses yang hampir mendunia. Produk yang mereka ciptakan sudah memasuki pasaran internasional.


Siapa yang tidak mengenal mereka? kecuali Andro. Saudara kembarnya salah sasaran di masa lalu, bisa-bisanya menghancurkan kehidupan manusia modelan seperti Raiden. Andai Andri masih hidup, pria yang satu itu pasti semakin gila mengetahui hal ini.

__ADS_1


"Penjara, bunuh diri atau negeri orang?" tawar Raiden.


Dia tidak mau ayah nya semakin di kuasai sisi gelapnya, apalagi itu semua ada sangkut pautnya dengan kehidupannya. Memang sejak awal kejadian itu terjadi, ayahnya sempat kesetanan mencari keberadaan Andro dan keluarganya.


Tapi bunda nya sama seperti Tasya, menghentikan tindakan Wisnu yang terpenting putra mereka selamat dan masih hidup.


"Lo gak bakalan bisa lawan dia, yang ada Lo mati terbunuh. Gue juga bisa bunuh Lo tapi–"


Raiden maju selangkah, meraih senjata salah satu bodyguardnya diletakkan tepat didepan dada Andro.


"Bini gue, gak suka tindakan kriminal."


Senjata api itu kembali ke tangan siempunya, Raiden berdiri tegak dengan gagahnya di hadapan Andro jauh berbeda dengan Raiden lemah yang ada di masa lalu.


"Jihan udah mati!" ucap Andro, dia pikir Raiden gila sama sepertinya. Hanya karena satu perempuan dimasa lalu.


"Gue udah punya istri. Istri muda tapi cantik, Lo masih kalah jauh dibawah gue," sindir Raiden dengan santainya.


Melipat kedua tangan didepan dada, dengan manik fokus kearah Andro.


"Bunuh gue!" ujar Andro.


"Gak guna, yang ada tangan gue kotor."


"Bawa dia ke negeri orang! Perketat keamanan, kalo dia bosan hidup. Biarin dia mati sendiri."


Para bodyguard hanya mengangguk, menyeret Andro begitu saja menjauh dari hadapan Raiden. Masalah hidup dan mati seseorang bukan urusan Raiden, apalagi urusan ayahnya dan Rudi.


Mereka bukan Tuhan, tidak ada hak mengambil nyawa seseorang. Apalagi di masa lalu mereka impas, Andri mati ditangan saudara kembarnya sendiri.


Dendam, masa lalu tidak begitu Raiden pikirkan yang ada kehidupannya semakin rumit. Bahkan orang yang ia cintai bisa saja pergi meninggalkannya, tanpa ia minta.


Lagian ada masa depan yang harus dijalani, bukan hanya masa lalu saja.


"Den!"


Siempunya menoleh kearah asal suara, Wisnu berdiri tak jauh dari tempatnya dengan Rudi berdiri tepat dibelakangnya.


Semua tindakan Raiden tidak hilang dari pandangan mereka berdua, mereka tidak habis pikir dengan tindakan pria yang satu itu.


Siempunya hanya mengangkat bahunya acuh, berlalu masuk kedalam mobil duduk di belakang kemudi. Menghela napas sejenak dan menoleh kearah yang gadisnya yang terlihat sibuk mengotak ngatik ponselnya.

__ADS_1


Saking gemasnya Raiden mengecup bibir pink itu, menarik ponselnya dan dilempar asal ke jok belakang.


"Yah?"


"Kiss me," pinta Raiden.


Tasya mencibik, mendorong wajah tampan itu menjauh walau tetap saja siempunya kekeh memajukan wajahnya.


"Apaan sih om?"


"Kiss me!"


"Gak, napas om bau."


Sontak Raiden tertawa terbahak-bahak, menangkup wajah cantik itu dan menciumnya bertubi-tubi.


Itu semua tidak hilang dari pandangan seseorang, hingga kaca mobil berubah menjadi mode gelap. Entah apa yang mereka mereka lakukan selanjutnya, Axel tidak tahu.


Rencananya gagal total, bukanya hubungan mereka renggang malah semakin romantis. Ternyata Tasya bukan tipe manusia yang mudah di bohongin, padahal Axel sudah mengarang cerita sedemikian rupa, agar Raiden terlihat buruk dimata istrinya sendiri. Agar gadis yang satu itu lepas dari ngengaman suaminya.


Semua yang ia ceritakan terbalik, agar Raiden buruk dimata Tasya. #Percakapan mereka di part 44, biar kalian gak bingung.


~Menolak tawaran mahal, tawaran mahal maksud Axel bayaran Wisnu ayah Raiden agar semua kepolisian dan detektif tutup mulut tentang kemajuan pencarian Andro.


Axel tahu ada yang janggal, makanya menolak permintaan itu dan kembali menerima tawaran Raiden menjadi detektif pribadi. Hingga terbongkar rencana Wisnu dan Rudi.


~Dendam pribadi seseorang, nyatanya bukan hanya Raiden yang memiliki dendam dengan Andro. Bahkan seluruh keluarga Dirgantara, hanya saja Raiden tidak tahu akan hal itu.


~Sebelum musuh bergerak, dia lebih dulu bergerak. Nyatanya Raiden bergerak, setelah dia tahu ada korban. Mungkin memiliki firasat kalo pelakunya Andro.


~Setan itu dibunuh dipelan-pelan, ini memang benar tapi yang melakukan itu semua Wisnu dan Rudi. Bukan Raiden.


~Psikopat itu cuman akal-akalan suami Lo doang, nyatanya Raiden bukan dalang dibalik semuanya. Bahkan mengambil alih gedung belakang SMA GALAXY dan apartemen lama ditengah kota, hanya memberi kode agar Andro mengehentikan aksinya.


Raiden tidak seburuk yang ia ceritakan, walau awalnya pria itu marah setelah mengetahui dalang dibalik semuanya. Tapi nyatanya, Raiden tidak melakukan apa-apa. Bahkan melepas Andro begitu saja, tanpa berniat membalaskan dendam nya.


"Ck,"


Axel berdecak kecil, kesal sekaligus marah dengan ayah nya. Kenapa tidak dari dulu sibotak bilang kalo Tasya yang sekarang lebih cantik dari Tasya dimasa lalu?


Tahu begitu, Axel lebih dulu menerima tawaran ayah nya menjadikan Tasya sebagai istrinya. Entah cara apalagi yang Axel lakukan menaklukkan gadis yang satu itu.

__ADS_1


______________


TERIMAKASIH:)


__ADS_2