
Manik biru itu membola, tubuhnya menegang dengan jantung berdetak kencang. Apa Tasya tidak salah dengar? Tasya berharga katanya? seumur-umur, baru kali ini ada manusia yang mengucapkan kalimat itu.
Cinta, kasih sayang tidak pernah terlintas dalam benaknya. Bahkan Tasya tidak pernah merasakan itu semua. Sekarang ada manusia yang menganggapnya hidup di dunia ini, bahkan menganggapnya berharga. Apa itu nyata?
"Aku mencintaimu!" ungkap Raiden.
Sontak tubuh ramping itu bangkit dari tempatnya, menatapnya dengan tatapan syok bukan tatapan terkejut apalagi terharu.
"Om pasti kasihankan, karena hidup Tasya berantakan? Alex juga pernah ngomong gitu cuman nyenangin aku doang, dibelakang dia cinta sama Zara. Om pasti sama kan, om pasti cinta sama Jihan. Hidup Tasya memang berantakan tapi om jangan ngomong gitu."
Raiden ternganga, tidak menyangka dengan reaksi gadisnya. Apa masa lalunya sesakit itu, hingga dia tidak percaya dengan ucapannya?
Padahal Raiden tulus mengucapkan kalimat itu, bahkan memberanikan diri setelah dilanda ragu belakangan ini.
"Aku mau ngomong, sini! jangan jauh-jauh," bujuk Raiden.
Menarik jemari lentik itu, dan mendudukkannya di atas pangkuannya.
Cairan bening mengalir begitu saja, Tasya terisak kecil sembari mengalihkan tatapannya kearah yang lain.
Mereka semua sama saja, Tasya akan dibawa terbang ke langit ketujuh tapi setelah tersanjung malah dijatuhkan kelautan yang paling dalam. Ucapan Alex membekas sempurna di benaknya, bohong kalo Tasya tidak trauma.
"Jangan nangis!"
Raiden menghapus jejak air mata yang membasahi wajah gadisnya, dengan senyuman manis terukir indah dibibirnya.
"Aku suami kamu, masa aku gak boleh ngomong gitu."
"Om, gak boleh ngomong gitu. Nanti om pergi, Tasya gak punya teman."
Raiden hanya tertawa kecil, tetap bersikap tenang walau sebenarnya ingin berteriak. Mereka berdua ternyata manusia yang sama, sama-sama menderita yang selama ini dihantui masa lalu.
Gadisnya terlihat bahagia selama ini, nyatanya hati dan pikirannya tidak sejalan dengan ucapan. Raiden gagal menjadi suami.
"Maaf," lirih Raiden, membelai wajah cantik itu lembut. Dengan senyuman yang tidak luntur dari bibirnya.
"Kalo suami ngomong, jangan nunduk," tutur Raden lembut.
Terpaksa Tasya mengangkat wajahnya, dengan mengerucutkan bibir. Air matanya berhenti menetes tapi ekspresinya terlihat lucu.
Ingin rasanya Raiden menerkam nya, menerjangnya habis-habisan diatas ranjang sepuas-puasnya. Sial sisi liar nya bangkit tidak pada waktunya.
"Bibirnya jangan digituin,"
"Apaan sih? katanya mau ngomong, yaudah ngomong," sewot Tasya, moodnya hancur berantakan hanya karena ucapan suaminya.
Raiden mengerti akan hal itu, dia juga salah di sini. Sudah tau kehidupan gadisnya dimasa lalu tapi sikapnya masih tidak berubah sama sekali. Padahal gadisnya membutuhkan teman dan penopang tapi apa yang dia lakukan?
Dia tidak pantas di katakan seorang suami, melainkan pengecut.
"Aku minta maaf," ulangnya lagi.
"Ck, sampai kapan om minta maaf?"
"Sampai kamu maafin aku,"
"Ck, iya-iya."
"Masa gitu ngomongnya sama suami?"
"Terserah, aku gak peduli."
Raiden hanya terkekeh geli, melilitkan kedua lengannya kepinggang ramping gadisnya sesekali mengecup lembut bibir pink itu.
"Apaan sih?" gerutu Tasya, mencoba menghindar karena ini tidak baik untuk kesehatan jantungnya.
__ADS_1
"Maafin aku,"
"Iya tapi jangan cium terus, jijik lama-lama."
"Manis soalnya,"
"Bilang aja modus."
"Memang,"
"Mesum."
Raiden hanya tertawa kecil, tanpa mengehentikan aksinya hingga terdengar ketukan pintu dari luar. Selalu saja begitu.
"Ck, SIAPA?" teriak Raiden kesal, entah mengapa setiap momen seperti ini ada saja pengganggu.
"AYAH!"
"Ganggu aja, dasar tua bangka," gerutu Raiden. Jujur dia kecewa dengan ayah nya, terutama Rudi.
Mereka memang tidak tau masalah perjanjiannya dengan Andro, karena itu kehidupannya bahkan dia sendiri yang menanggung semua akibat dari kejadian beberapa tahun yang lalu. Tapi bisa-bisanya mereka melakukan hal selicik itu. Apalagi korban tidak ada sangkut pautnya dengan kehidupannya di masa lalu.
"Om,"
Raiden berdecak kecil, menurunkan tubuh ramping itu dengan berat hati dari atas pangkuannya. Padahal ada yang ingin Raiden bicarakan tapi momen nya tidak tepat.
"Masuk!"
Pintu terbuka, menampakkan Rudi dan Wisnu ayah Raiden. Kebetulan bodyguard yang berjaga didepan pintu melapor Tasya ada di dalam. Jadi terpaksa mereka mengetuk pintu terlebih dahulu, sekedar berjaga-jaga.
Siapa tau pasangan suami-istri itu melakukan hal yang tidak-tidak didalam, apalagi status mereka sudah sah.
"Ck, apaan?" tanya Raiden ketus, menatap tajam kearah kedua manusia itu. Yang masih setia berdiri di ambang pintu, tanpa bergeming sedikitpun.
"Ayah mau ngomong sesuatu,"
Raiden beralih menoleh ke arah istrinya, merapikan rambut panjang itu yang terlihat berantakan. Kesopanannya hilang entah kemana, emosional nya tidak terkontrol.
Lagian gadisnya perlu tahu apa yang sebenarnya terjadi, agar semuanya kelar dan tidak menghantui kehidupan mereka dimasa depan.
"Sya–"
"Ck, ngomong yah kalo mau ngomong. Ngapain ngusir istri aku segala," sela Raiden memotong ucapan ayah nya.
Wisnu hanya mengehela napas panjang, melangkah masuk kedalam diikuti Rudi dari belakang.
"Kamu tahu darimana?" tanya Wisnu to the point.
"Detektif."
"Ayah lakukan demi kebaikan kamu,"
"Kebaikan? Yang ada malah berantakan, ayah gak tau apa yang terjadi jadi gak usah ikut campur. Lagian itu masa lalu, ngapain ayah ungkit-ungkit lagi? Ayah senang hidup Raiden hancur?"
"Bukan gitu Den,"
"Ayah urus itu semua, minta maaf sama keluarga korban. Itu bukan urusan Raiden, kita gak ada sangkut pautnya sama rencana kalian berdua."
"Dengerin ayah dulu!"
"Silahkan."
Rudi dan Wisnu duduk di sofa yang berbeda, dengan tatapan fokus kearah pasangan suami-istri.
"Ayah melakukan ini semua karena memang dia pantas mendapatkan itu. Nyawa di balas nyawa. Mereka berdua sedarah, sepantasnya Andro mendapatkan hukuman setimpal dari perbuatan saudara kembarnya."
__ADS_1
"Ck, tapi masalahnya Andro gak ngapa-ngapain. Jadi ngapain ayah balas dendam sama Andro? Korban juga gak ada sangkut pautnya dengan kehidupan Raiden. Aneh."
Bohong, Andro juga sempat menerornya, tapi Raiden tidak terlalu memikirkan itu asal kehidupan dan mental nya kembali seperti semula.
"Mereka juga pantas mendapat itu semua."
"Keras kepala. Ayah urus itu semua, tanpa jejak. Jangan bawa-bawa nama Raiden apalagi nama istri aku."
Raiden bangkit dari tempatnya, meraih ransel gadisnya dan sebelah lengannya melilit dipinggang ramping Tasya.
"RAIDEN!"
Siempunya seakan tuli, berlalu keluar dari ruangan tanpa memperdulikan teriakan ayahnya.
Kemunculan Andro cukup mengganggu ketenangan hidupnya, setelah bertahun-tahun berdamai dengan masa lalu, Tasya hadir dalam kehidupannya perlahan mewarnai kehidupan suram nya.
Namun ayahnya membuka kembali dendam itu, bahkan menyeret orang lain yang tidak ada sangkut pautnya.
Flashback
Seminggu sebelum pernikahan mereka di laksanakan, Raiden sempat memerintahkan Rudi mencari tahu kehidupan Tasya di sekolah. Dan hari ini Rudi mendapatkan setengah informasinya.
"Alex dan Zara sahabat nona muda selama ini, terjebak cinta segitiga tapi nona muda mengalah alasannya tidak ditemukan. Dari kecil mereka bertiga terlibat dengan kehidupan Zara, yang selama ini memiliki kemampuan yang tidak dimiliki orang lain."
"Nona muda cukup terkenal di lingkungan sekolah, terutama untuk kaum Adam. Ada juga sekumpulan pembenci nona muda selama ini, itu mulai dari SMP tapi nona muda tidak pernah membalas semua perbuatan mereka," jelas Rudi.
Raiden berdecak kecil, tidak habis pikir dengan kehidupan gadis yang satu itu. Walau sebenarnya mereka berdua memiliki kisah percintaan yang sama tapi yang lebih menarik perhatiannya, tiga manusia pengganggu ketenangan Tasya selama ini.
Entah secantik apa mereka hingga melakukan hal selicik itu? bahkan Tasya pernah dikurung di kamar mandi sekolah hingga pagi tanpa ada yang tahu. Bahkan kedua sahabatnya saja tidak tahu akan hal itu, entah mengapa kehidupan gadis yang satu itu terlihat menyedihkan.
"Keluar!" usir Raiden kearah Rudi.
Pria itu berlalu keluar dari ruangan, bertepatan Wisnu berdiri didepan pintu mendengar semua pembicaraan mereka.
Berawal dari situ, rencana jahat muncul. Kebetulan Rudi dan Wisnu selama ini mencari keberadaan Andro, saudara kembar Andri manusia yang hampir membunuh putranya di masa lalu.
"Ikuti saya, ada yang ingin saya bicarakan," ujar Wisnu.
Rudi menurut, mengikuti pria paruh baya itu menyelusuri loby dan berlalu masuk kedalam mobil hitam yang terparkir didepan kantor.
"Palsukan semua data, gantikan dengan data-data ketiga perempuan pengganggu ketenangan menantu saya. Mereka tidak pantas hidup,"
Rudi menurut saja, karena dia setuju dengan rencana Wisnu.
Persembunyian Andro selama ini ditemukan, data-data yang mereka dapat dikirim sesuai alamat. Ketiganya manusia penting dikehidupan Raiden itu yang tertulis di sana.
Teror demi teror menghampiri, Andro yang awalnya diam akhirnya mengobarkan perperangan. Tiga korban tewas, itu semua pengganggu ketenangan Tasya selama ini*.
Tujuan Wisnu hanya satu, agar kehidupan menantunya aman dan putranya tidak dihantui masa lalu walau sebenarnya tindakan nya salah.
Dimasa lalu Andro berjanji, selama Raiden tidak menggangu ketenangannya Andro akan diam. Tapi jika Raiden ingkar janji, Andro akan balas. Kebetulan Andro tidak tahu Raiden berasal dari keluarga mana. Di masa lalu mereka hanya fokus dengan Jihan dan meneror Raiden tanpa menerima balasan apa-apa.
Dia tidak tahu siapa dalang dibalik semuanya, yang terpenting semua manusia yang ada sangkut-pautnya dengan kehidupan Raiden harus mati.
_______________
TERIMAKASIH:)
GENRE CERITA TETAP SAMA DAN AKAN KEMBALI KEBERAPA PART SELANJUTNYA.
KEMAMPUAN ZARA HANYA MEDIA PENGUNGKAPAN MASA LALU RAIDEN DAN TASYA. DIMANA MEREKA BERDUA MEMILIKI KEPRIBADIAN DAN KEHIDUPAN MASA LALU YANG BERBEDA.
AKU BUAT SEDIKIT RUMIT, MELIHAT SAMPAI DIMANA KEMAMPUAN MEREKA BERTAHAN. BAIK BERTAHAN HIDUP MAUPUN BERTAHAN DALAM KEHIDUPAN PERNIKAHAN MEREKA. KARENA GAK SEMUA ORANG MENERIMA MASA LALU SESEORANG APALAGI SERUMIT ITU.
BEBERAPA PART KEBAWAH MEMANG ALUR MAJU MUNDUR, SEDIKIT MEMBINGUNGKAN KARENA SELALU NANGUNG. SENGAJA, KEBETULAN AKU BARU TAHU MENGGUNAKAN APLIKASI INI. SEDIKIT MENGECEWAKAN TAPI YASUDAH LAH, AKU CUMAN HOBI NULIS. MAU BAGAIMANA LAGI?
__ADS_1
I HOPE YOU LIKE AND ENJOY