Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)
Saling Menjambak


__ADS_3

"Buruan napa! Gue udah cape nungguin lo!" ketus Dara yang merasa sudah cukup lama berada di ruangan laki-laki rese itu.


Saat ini Dara sudah berganti pakaian dengan pakaian yang baru saja dibelikan oleh Sean. Itu pun menggunakan uangnya sendiri, karena saat dia meminta tanggung jawab dari Nathan, laki-laki itu hanya mengatakan, "Berhemat Dar, bajunya bisa dikeringin aja di kamar, mana saya harus ngeluarin duit banyak buat kawin nanti sama perempuan pembohong, mana nggak setia lagi."


"Iya, sabar Dar! Ini saya udah cepet kok," sahut Nathan yang jari-jarinya semakin lincah menari di atas keyboard laptop.


Dara hanya berdecak kesal, lalu mengambil telepon genggamnya, berniat membuka media sosial miliknya.


Tak berselang lama Nathan akhirnya selesai juga. Nathan sontak merentangkan tangannya. "Yaudah ayok buruan, Dar! Lama banget sih kamu! Main handphone mulu. Heran sama anak zaman sekarang, kerjaannya cuman main handphone aja," cerocos Nathan.


"Lo!" Dara menunjuk Nathan. "Lo kali yang lama! Gue udah nunggu dari tadi sampai-sampai gue bosen tau nggak! Dan sekarang lo malah menceramahi gue!" Dara tentu jengkel mendengar Nathan. Laki-laki itu bergaya seperti orang alim saja, padahal ... cih!


"Udah jangan banyak ngomong! Kamu tuh harus berbicara lemah lembut sama calom suami. Kecuali pas malam pertama, kamu boleh kok ganas di ranjang, karena saya suka yang ganas-ganas," ucap Nathan dengan mengedipkan sebelah matanya.


'Jangan harap lo bisa menikmati tubuh gue!' batin Dara.


"Buruan!" bentak Dara, lalu segera berjalan mendahului Nathan.


"Huh ... semoga aja apa yang ditakuti gue selama ini nggak terjadi," gumam Nathan dengan pandangan sendu. "Ini gimana ceritanya malah suami yang takut sama istri? Di mana-mana kan istri yang takut dan patuh sama suami? Apa dunia sudah terbalik? Atau gue sedang dikutuk?"


"Kayaknya gue harus lebih tegas sama Dara. Tapi, kalau gue kasar, yang ada gue dismekdon sama tuh cewek." Nathan terus bergumam tidak jelas.


"Ya Allah, Nathan kan anaknya baik, sholeh, dan yang pastinya rajin menabung nih. Jadi, Nathan mohon kepada Engkau, semoga yang selama ini Nathan takutkan yaitu mati muda tidak akan pernah terjadi. Semoga aja Dara berubah menjadi lemah-lembut, kan nggak lucu kalau tiba-tiba ada berita di kantor 'Suami takut istri. Ternyata Nathan yang dikenal orang pemarah di kantor, memiliki sikap bagaikan kucing jika bersama istrinya'. Tidak! Hamba tidak sanggup Tuhan, biarkan Dilan saja yang menanggungnya. Dan hamba berdoa semoga tidak ada pertumpahan darah setelah menikah nanti. Semoga saja hamba tidak mendapatkan kekerasan fisik nantinya." Nathan berlutut seolah-olah ia bersungguh-sungguh berdoa.


Ternyata Dara berdiri di depan pintu sambil menyilangkan kedua tangannya di dada.


Dara yang tidak mendapati keberadaan Nathan di belakangnya sontak kembali lagi ke ruangan laki-laki itu. Dan dirinya dibuat terkejut melihat sosok Nathan yang berlutut sambil mengucapkan doa. Tapi yang membuat Dara kesal adalah mendengar doa laki-laki itu.


Dara langsung berjalan mendekati laki-laki itu. Tanpa basa-basi Dara langsung menjewer telingga laki-laki itu.


"Buruan Nathan! Lo itu kalau berdoa yang benar dikit!" teriak Dara menggelegar.

__ADS_1


"Aduh ... aduh!" pekik Nathan. "Sakit Dar! Lepasin! Ya Allah gini amat sih jodoh Nathan. Syadis syekali ya Allah!" teriak Nathan yang sontak membuat Dara melepaskan jeweran tersebut.


Nathan yang tidak terima dengan perlakuan yang baru saja dilakukan Dara langsung berniat balas dendam.


Ketika Dara sedang lengah, Nathan langsung menjambak rambut wanita itu yang sontak saja membuat Dara berteriak kesakitan.


"Rasain tuh! Kamu pikir cuman kamu doang bisa KDRT! Saya juga bisa, Dar!" Nathan terus menarik rambut Dara dengan cukup kuat.


Dara yang tidak terima langsung saja ikut menjambak rambut Nathan, dan menariknya dengan sangat kaut, sehingga membuat laki-laki itu terus berterik kesakitan.


Sean yang baru saja masuk ke dalam ruangan Nathan langsung kembali menutup pintu tersebut. Bagaimana mungkin dia melihat pemandangan yang benar-benar mengerikan.


"Astagfhirullah, laki kok mainnya jambak-jambakkan?" gumam Sean yang merasa malu dengan sikap Nathan.


"Oke, Dar. Dalam hitungan ketiga kita lepas sama-sama, gimana?" tawar Nathan yang merasa kepalanya sudah hampir putus.


Dara mengangguk. "Satu ..., dua ..., tiga ...." Mereka berdua kompak melepaskan jambakkan mereka masing-masing.


Bughh


Dara yang masih sangat kesal pada Nathan, sontak saja menendang aset berharga laki-laki itu.


Nathan melotot dengan apa yang baru saja dilakukan Dara. Dengan sisa tenaga yang dimilikinya. Nathan langsung membalas yaitu menendang aset berharga milik Dara.


Dara melotot, karena merasa sakit. Kemudian mereka saling pandang dengan tetap melototi satu sama lain.


"Sakit sarden Atan!"


"Sakit telur Dadar!"


Keduanya kompak berteriak secara bersamaan. Kemudian Dara berlari mengejar Nathan yang lebih dulu keluar dari ruangan tersebut.

__ADS_1


"Awas lo Nathan sialan! Gue pastiin bakal habisin lo kalau udah nikah nanti! Gue bakal siksa lo sampai sekarat!" teriak Dara menggelegar, sehingga membuat semua karyawan yang sedang bekerja terlonjak kaget.


"Bodo amat! Yang penting sekarang saya harus menyelatkan diri dari amukan macan tutul!" balas Nathan dengan berteriak. Bahkan para karyawan berusaha menahan tawa karena melihat sisi lain dari bos mereka. Nathan yang mereka kenal adalah laki-laki yang tegas dan pemarah, sehingga tidak segan-segan memecat siapa pun yang tidak kompeten di perusahaannya.


Tanpa basa-basi Nathan masuk ke dalam mobilnya, kemudian segera menjalankannya dengan kecepatan sedang.


Dara yang melihat Nathan sudah pergi terlebih dahulu langsung saja masuk ke dalam mobilnya. Tanpa basa-basi ia tancap gas mengejar Nathan, yang arahnya menuju batik yang akan mereka kunjungi.


"Nathan sialan! Lo jangan kabur! Gue nggak nyangka lo berani juga sama gue!" teriak Dara, menyembulkan kepalanya dari pintu mobil. Sementara Nathan terlihat santai, tanpa menyadari nyawa‐nya sedang terancam.


"Nathan gitu lho!"




TBC



.



.



.


__ADS_1


.


__ADS_2