
..."Aku mencintaimu hari ini, besok, dan akan terus mencintaimu. Tolong, jangan pernah bosan denganku, karena sekarang kita sudah terikat di janji suci. Tidak ada yang berhak memisahkan kita, kecuali Tuhan. Oleh sebab itu, tetaplah bersamaku, sampai maut memisahkan kita. Aku tidak bisa berjanji, tetapi aku akan berusaha untuk tidak membuat setetes air matapun jatuh dari matamu!" ~ Nathan....
WARNING!!!⚠️
Abaikan jumlah maharnya, ya! Soalnya wanita pembohong, mana nggak setia itu nggak mau nikah kalau maharnya dikit, sama kayak Authornya🤭😅
Nathan benar-benar terpukau melihat calon istrinya tersebut. Entah kenapa dia sangat ingin menutupi wajah Dara dengan kresek, sehingga tidak ada yang bisa melihat wajah cantik calon istrinya tersebut.
"Yaudah, sana kamu duduk di samping calon suami kamu," ucap Vira lembut.
Dara mengangguk, lalu berjalan menuju calon suaminya, kemudian duduk di sebelah Nathan, sang pengantin pria yang akan menjadi suami sahnya nanti.
"Apakah Nak Nathan sudah siap?" tanya pak Penghulu kepada Nathan.
"Emangnya bisa ya kalau belum siap? Kalau belum siap, apa nggak jadi nikah Pak Penghulu?" tanya Nathan polos, sehingga membuat para tamu sontak tertawa. Sementara Dara hanya mampu menunduk malu. Sungguh pertanyaan Nathan seperti orang bodoh saja!
"Ya jelaslah, Than!" ketus Damar yang sedikit gemes dengan pertanyaan calon menantunya itu.
"Yaudah, insya'allah Nathan siap Pak!" jawab Nathan dengan mantap.
"Kita kawin juga akhirnya, Dar! Jadi nggak sabar belah duren malem nanti," bisik Nathan tepat di telingga Dara, sehingga membuat tangan Dara sedikit terangkat, berniat untuk menampar laki-laki itu. Tetapi mengingat mereka sedang berada di tempat ramai, Dara mengurungkan niatnya, lalu kembali menurunkan tangannya.
'Sabar, Dar! Lo masih punya banyak kesempatan buat bunuh nih orang!'
Nathan lalu menjabat tangan Damar, dan melakukan ijab kobul.
"Bismillahirrohmanirrohim, Nathan Geovanni Adijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Aldara Stephanie Anderson dengan maskawin berupa uang sebesar 100 milliyar, 5 unit mobil Lamborghini, 1 unit rumah, 1 unit apartemen, emas murni 100 gram, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" ucap Damar dengan lantang.
'Bangkrut bangkrut!' batin Nathan yang sedikit meringis mendengar maskawin tersebut.
Nathan menarik napas panjang. "Saya terima kawinnya Dara, eh ... maksudnya Aldara Step, Step, Step. Nama panjang kamu apa, Dar?" Dengan polosnya Nathan memandang calon istrinya yang semakin menunduk. Akibat terlalu gugup, Nathan bahkan lupa nama calon istrinya sendiri.
Semua para tamu sontak tertawa terbahak-bahak, tak terkecuali Sean, Bianca dan Daffa.
'Siapa pun, tolong ceburin gue ke luat aja! Gue malu woy!' pekik Dara histeris di dalam hati.
"Aldara Stephanie Anderson," lirih Dara yang terus menunduk.
"Oh, iya. Aku baru ingat."
"Astagfhirullah. Kamu mau nikah nggak nih, Than? Papah nggak jadi nikahin nih nanti," ancam Damar.
"Ya, jangan!" pekik Nathan. "Yaudah, kita ulang lagi, Pah. Kali ini Nathan serius!"
'Ckk ... anak sama bapak sukanya main ancem mulu!'
"Bismillahirrohmanirrohim, Nathan Geovanni Adijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Aldara Stephanie Anderson dengan maskawin berupa uang sebesar 100 milliyar, 5 unit mobil Lamborghini, 1 unit rumah, 1 unit apartemen, emas murni 100 gram, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" ucap Damar dengan lantang.
__ADS_1
"Saya terima kawinnya Aldara Stephanie Anderson dengan maskawin tersebut dibayar tunai!" jawab Nathan mantap.
"KATA NIKAHNYA KETINGGALAN, PAK!" teriak para tamu itu secara bersamaan.
"Astagfhirullah!" Nathan menepuk keningnya.
'Akibat mikir belah duren mulu sih! Sampai lupa kalau anak orang harusnya dinikahin dulu, bukan langsung dikawinin!'
"Maaf, maaf. Saya lupa nyebut nikahnya." Bukannya malu, Nathan justru cengengesan di depan para tamu tersebut.
"Udah nggak jadi nikah aja, Than. Papah malu ngeliat kamu. Ayo kita pulang, Papah pengen ngarungin kamu aja," celetuk Adrian.
"Ya nggak bisa gitu dong, Pah. Kasihan Dara-nya kalau jomblo seumur hidup, secara 'kan dia adalah wanita pembohong, mana nggak setia lagi. Jadi, nggak mungkin ada yang mau, selain Nathan," ujar Nathan asal.
"Jadi nikah atau nggak nih?" tanya Damar yang sudah sangat gemes dengan calon menantunya tersebut.
"Jadi! Kita ulang sekali lagi ya, Pah."
"Bismillahirrohmanirrohim, Nathan Geovanni Adijaya, saya nikahkan dan kawinkan engkau dengan putri saya yang bernama Aldara Stephanie Anderson dengan maskawin berupa uang sebesar 100 milliyar, 5 unit mobil Lamborghini, 1 unit rumah, 1 unit apartemen, emas murni 100 gram, dan seperangkat alat sholat dibayar tunai!" ucap Damar dengan lantang.
"Saya terima nikah dan kawinnya Aldara Stephanie Anderson dengan maskawin tersebut dibayar TUNAI!" Nathan berkata dengan lantang, dan sedikit berteriak di kata 'tunai'.
"Gimana para saksi, sah?" tanya pak Penghulu kepada para saksi.
"Ya jelaslah harus SAH!" pekik Nathan yang sontak saja membuat para tamu kembali tertawa terbahak-bahak.
"SAH!" teriak mereka.
"Oh iya lupa. Cium, Dar!" Belum saja penghulu tersebut menyuruh Nathan untuk mencium wanita yang sudah resmi menjadi istrinya tersebut, Nathan lebih dulu meminta. Sang Penghulu hanya mampu menggeleng-gelengkan kepalanya.
Dara menerima uluran tangan suaminya tersebut, lalu meremasnya dengan kuat, sehingga membuat Nathan sedikit meringis.
"Muach!" Nathan mencium kening istrinya dengan penuh kasih sayang.
'Love You, Dara!' batin Nathan dengan tulus.
'Astagfhirullah, gue udah jadi istri laki-laki mesum, mana pelit lagi!' Dara berteriak di dalam hati. Alih-alih mengucapkan 'Alhamdulilah' dia justru mengucapkan 'Astagfhirullah'.
'Yeay! Akhrinya perempuan pembohong, mana nggak setia lagi ini jadi milik gue!' Nathan bersorak bahagia di dalam hati.
Setelah melakukan ijab kobul, Nathan dan Dara berdiri di pelaminan dan disalimi pihak kerabat yang datang. Mereka semua menyalami dan mendoakan pernikahan Nathan dan Dara agar terus langgeng.
"Selamat ya untuk kalian berdua. Semoga sakinah, mawadah, warahmah. Mamah titip Dara ya, Than. Sayangi dan cintai dia, dan jangan pernah sakiti dia," ucap Vira dengan lembut.
"Untuk kamu Dara, hormati ya suami kamu. Jangan bandel jadi istri!" tegur Vira pada putrinya.
"Tuh dengerin, Dar!" sahut Nathan ikut-ikuttan.
__ADS_1
"Iya Mamah cantik!" Dara mememuluk wanita yang sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang dengan sangat erat.
Tanpa sadar, air mata Vira menetes. Rasanya tidak rela putrinya yang sudah dia besarkan selama ini akan menjadi milik orang lain sekarang.
"Kamu udah nikah aja, padahal rasanya baru kemaren bunda gendong kamu. Eh, sekarang kamu udah mau gendong anak aja," kekeh Vira dengan air mata yang terus mengalir.
"Makasih udah ngerawat Dara, Mah," ucap Dara dengan tulus.
Vira tersenyum lalu turun dari pelaminan tersebut. Seluruh keluarga bergilir untuk memberikan ucapan selamat dan doa kepada pengantin yang baru saja resmi tersebut.
********
Dara merasa sangat lelah berdiri hampir dua jam hanya untuk menyalami para tamu yang datang, apalagi dia menggunakan sepatu hak tinggi, untuk menyamakan tingginya dengan Nathan.
Nathan melihat dengan jelas kelelahan di mata wanita yang baru saja menyandang status istrinya tersebut.
"Kamu capek?" tanya Nathan lembut.
"Yaiyalah! Lo pikir berdiri mulu nggak capek apa! Lo pikir gue patung yang sanggup berdiri mulu!" ketus Dara yang kesal mendengar pertanyaan konyol suaminya itu.
"Ckk ... saya nanya baik-baik, tapi jawaban kamu syadis banget!" Nathan menjadi gemes sendiri dengan istrinya tersebut, padahal niatnya hanya ingin berbasa-basi, tetapi Dara memang bukan wanita yang bisa diajak berbasa-basi.
"Yaudah kamu ke kamar aja kalau capek! Entar kalau kamu pingsan 'kan nggak jadi belah duren kita!"
Mendengar ucapan suaminya yang tidak jauh dari kata belah duren, Dara rasanya ingin sekali mencabik-cabik tubuh laki-laki itu, lalu memberikannya kepada buaya.
Karena merasa lelah, Dara mengiyakannya saja. Dia sudah merasa tidak sanggup berdiri menggunakan sepatu itu.
"He-he, bentar lagi kita belah duren, Dar." Nathan tersenyum mesum tanpa sepengetahuan orang-orang, tetapi ada satu yang melihat senyum itu. Dia adalah Damar, pria paruh baya itu hanya terkekeh melihat kelakuan Nathan.
TBC
.
.
.
__ADS_1
.