
*London
Di sebuah ruangan, nampak seorang wanita yang menatap sebuah foto dirinya dengan mantan kekasihnya dulu. Senyum terbit di wajahnya. Mantan kekasihnya itu benar-benar sangat tampan, rahang yang tegas yang dipenuhi oleh bulu-bulu halus, dada yang bidang, dagu yang sedikit lancip, serta wajah yang sangat tampan yang membuatnya candu untuk terus menatap foto tersebut.
"Bagaimana kabarmu sekarang, Baby?" gumamnya sambil mengelus foto mereka berdua yang sedang bergandengan tangan.
"Apakah kamu merindukanku? Ah, sepertinya tidak mungkin. Sepertinya hanya aku yang merindukan kamu." Wanita itu terkekeh. Dia sama sekali tidak menyesali perbuatannya.
"Tunggu aku, ya! Setelah aku membasmi pria itu, aku akan mencari kamu dan kita pasti akan hidup bahagia bersama anak-anak kelak." Senyum manis kembali terbit di wajahnya. Sepertinya memang ada banyak rencana licik di kepalanya.
"Tapi ... bagaimana kabar kamu sekarang? Ah, aku bahkan tidak tahu kabar kamu di Indonesia. Sepertinya aku harus mencarimu." Wanita itu terkekeh.
"I miss you so much, Baby!" Wanita itu mencium tepat di bibir laki-laki yang ada di dalam foto tersebut, bahkan dia sedikit menjilat bibir itu.
Karena merasa sangat penasaran dengan kabar laki-laki yang menjadi mantan kekasihnya tersebut, wanita itu langsung mengambil handphonenya yang berada di atas nakas. Dia mulai mengotak-atik handponenya dan menekan beberapa angka. Tak lama kemudian panggilan tersambung.
"Halo?" terdengar suara laki-laki menyahuti dari seberang sana.
"Halo Kendrick. Ini aku Lucy. Bagaimana kabarmu?" tanya Lucy berbasa-basi.
"Ah, Nyonya. Saya ba–baik kok." Laki-laki yang bernama Kendrick itu nampak sedikit terkejut mendengar jika wanita yang memanggilnya ternyata adalah Nyonya-nya sendiri.
"Tidak perlu gugup seperti itu, Ken." Lucy sedikit terkekeh mendengar suara laki-laki yang bernama Kendrick itu yang terdengar gugup.
Kendrick adalah salah satu anak buahnya yang dia tugaskan untuk mencari laki-laki yang menjadi mantan kekasihnya. Tetapi karena sibuk dengan urusan kantor, dia sampai melupakan laki-laki yang menjadi pujaan hatinya. Ya, meski pun sudah menjadi mantan kekasih.
__ADS_1
"Maaf, Nyonya. Saya hanya terkejut mengetahui jika yang menghubungi saya ternyata Anda." Kendrick menyahut dengan sopan.
"He'em ... bagaimana? Apa kau menemukan keberadaan dia?" Lucy bertanya dengan antusias. Dia benar-benar sangat rindu dengan mantannya tersebut.
"Sudah, Nyonya. Tetapi ini mungkin akan menjadi berita buruk untuk Anda." Kendrick berkata dengan suara pelan. Sebenarnya dia ragu ingin mengatakan perihal informasi yang dia dapatkan pada bosnya, takut bosnya akan marah.
"Apa? Kau jangan membuatku penasaran!" Lucy mendesak Kendrick untuk mengatakannya. Entah kenapa pikirannya tiba-tiba tidak enak. Memangnya apa yang terjadi dengan pujaan hatinya di sana?
"Nyonya, dia sudah menikah dengan seorang wanita yang juga memiliki sebuah perusahaan. Dari yang saya dengar, mereka menikah karena sebuah perjodohan." Meski ragu, Kendrick tetap mengatakannya.
"APA?" Lucy nampak terkejut mendengar ucapan anak buahnya. "LALU KENAPA KAU BARU MENGATAKANNYA SEKARANG?" Lucy nampak murka mendengar berita tersebut. Dia merasa tidak rela jika pujaan hatinya sudah dimiliki oleh orang lain.
Tidak ada yang boleh merebut apa yang sudah dia claim menjadi miliknya! Jika berani, maka akan menanggung akibatnya. Dan perlu diketahui, dia bukanlah wanita yang memiliki perasaan. Dia bahkan tidak segan-segan membun-uh orang-orang yang menghalang jalannya. Ya, bisa dibilang dia adalah wanita yang tidak memiliki hati. Dia adalah sosok wanita yang obsesi, dan apa yang dia inginkan harus menjadi miliknya. Apapun caranya dia akan melakukan itu demi mendapatkan apa yang dia inginkan, sekalipun itu membu-nuh.
"Ma–maaf, Nyonya. Tetapi saya sudah menghubungi Anda, tetapi nomor Anda sudah tidak aktif lagi. Sebenarnya saya lagi di perjalanan menuju bandara, ingin kembali ke London dan memberitahu perihal ini pada Anda, tetapi Anda lebih dahulu menghubungi saya." Kendrick berusaha menjelaskan agar tidak ada kesalahpahaman.
Sejak mereka putus, dia memang tidak pernah tau lagi kabar kekasihnya. Tetapi beberapa tahun kemudian dia merindukan sosok laki-laki itu. Laki-laki yang sempat membuatnya tergila-gila. Awalnya setelah mereka putus, dia pikir bisa melupakan laki-laki itu. Tetapi ternyata dia salah, dia justru malah merindukan laki-laki itu. Dia akhirnya mencari keberadaan laki-laki itu, tetapi malah mendapat kabar jika laki-laki itu ternyata sudah pindah ke Indonesia. Dia ingin sekali menyusul, tetapi jika dia main pergi begitu saja, maka rencana yang sudah dia susun dengan rapi akan hancur begitu saja, dan mungkin akan membuatnya menjadi gelandangan. Itulah mengapa dia memilih untuk tetap tinggal di negerinya, dan mengutus salah satu anak buah kepercayaannya untuk mencari laki-laki yang sudah membuatnya tergila-gila tersebut. Sementara dia mengurus pekerjaannya di negerinya.
"Baiklah! Aku akan segera ke sana!" ucap Lucy dengan tegas. Tidak akan dia biarkan laki-laki yang dia cintai menjadi milik orang lain!
Setelah mengatakan itu, Lucy mematikan panggilan tersebut. Napasnya memburu, sorot matanya menajam ke depan. Siapa wanita yang sudah berani merebut miliknya? Itulah yang ada di benak Lucy. Dia mengepalkan tangannya.
"Kamu sudah membuat aku tergila-gila oleh pesonamu. Jadi, jangan salahkan aku jika melakukan hal di luar batas akal manusia!" lirih Lucy dengan seringai tipisnya.
"Dan kamu ja*lang! Akan aku pastikan kamu menyesal telah mengambil milikku! Tidak ada yang boleh merebut dia dariku! Hanya aku yang berhak menjadi istrinya!"
__ADS_1
Ya, karena saking mencintai laki-laki itu, Lucy bahkan mempelajari bahasa Indonesia dengan giat, sehingga kini dia sudah fasih.
"This is Lucy! Don't call me Lucy, jika masalah seperti ini aku tidak bisa mengatasinya!" Lucy terkekeh menyeramkan. Sepertinya sudah lama dia tidak bermain.
"Tunggu aku, Baby!"
TBC
.
.
.
__ADS_1
.