Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)
Akhirnya Yang Ditunggu-Tunggu


__ADS_3

"I'm yours tonight!" ucap Dara dengan senyum manis yang terpantri di wajahnya.


Nathan tidak bisa menyembunyikan senyumnya mendengar ucapan istrinya yang terdengar sangat manis dan tentunya sangat lucu. Sungguh, Dara yang ada di hadapannya terlihat sangat menggemaskan.


Nathan kembali mendekatkan wajahnya ke arah wajah Dara. "Aku berjanji akan selalu mencintaimu," bisik Nathan dengan suara lembut.


"Aku ... hmpp ...." Belum selesai Dara menyahut, mulutnya lebih dulu dib***kam oleh bibir Nathan. Kini laki-laki itu bukan hanya mencium bibirnya saja, tapi juga mulai membuka tali bathrobe-nya. Sehingga tubuh atas laki-laki itu polos, terlihat betapa kekar dan berototnya tubuh seorang Nathan Geovanni Adijaya. Sementara bagian bawahnya belum polos sepenuhnya, karena masih tertutup oleh b***r berwarna hitam.


Dara menelan salivanya dengan kasar menatap tubuh kekar dan berotot suaminya. Meski pun sebenarnya dia pernah menatap tubuh atas suaminya yang polos, tetapi tetap saja saat itu dia menatapnya karena tidak sengaja. Tetapi kini, pemandangan itu terlihat sangat nyata di depannya.


Entah setan apa yang sedang merasuki Dara, dengan memberanikan diri, dia meng***p lembut perut six-pack milik suaminya. Dia tidak tahu saja jika apa yang sedang dilakukannya justru membuat Nathan tersiksa.


Dan sentuhan Dara berhasil membuat Nathan meng***ng menahan ga***hnya. Perlahan dia membuka bo**r yang melekat di pinggangnya, sehingga sekarang tidak ada sehelai benang pun yang menutupi tubuh kekar miliknya.


Dara melotot melihat benda pusaka milik suaminya yang ukurannya tidak pernah dia bayangkan. Seketika dia dibuat merinding, bagaimana mungkin benda keras dan ber–urat itu mampu menembus miliknya yang sempit. Ah, membayangkannya saja sudah membuat merinding. Akankah dia mati ketika benda itu menembus liang kewani***nnya? Atau mungkin tidak akan mampu berjalan selama setahun?


Melihat istrinya yang terkejut melihat miliknya yang berukuran besar, Nathan langsung kembali men***ang bibir yang sudah sangat menjadi candu untuknya.


"Semuanya akan baik-baik saja," bisik Nathan yang sempat melepaskan ciuman mereka, lalu kembali mel***t bibir manis istrinya.


Di tangah cium-an mereka, perlahan tangan Nathan membuka bathrobe yang melekat di tubuh istrinya. Bukanlah hal yang sulit untuknya membuka bathrobe itu. Dengan sekali tarikan, bathrobe itu terlepas dari tubuh istrinya, sehingga memperlihatkan l***k tubuh Dara yang putih serta perut miliknya yang terlihat rata. Tetapi dua pemandangan yang sangat ingin Nathan lihat masih terbungkus dengan b** dan c***na da**m berwarna merah.


Nathan melepaskan cium–an mereka, lalu menatap tubuh mulus istrinya. Seketika darahnya semakin mendidih, napasnya juga semakin memburu. Melihat l***k tubuh wanita itu saja sudah membuatnya terbakar g**rah. Lantas, bagaimana jika dia sudah mulai men***tuhnya? Ah, dia tidak ingin terlalu berkhayal, karena yang ada di depannya sudah nyata.


Puas menc***bu bibir Dara, kini bibir Nathan perlahan turun ke bawah. Dia mulai mencium seluruh bagian leher jen-jang istrinya, bahkan sampai ke telingga wanita itu. Nathan mengh***p leher istrinya dengan cukup kuat, meninggalkan jejak kemerahan di sepanjang leher jen-jang milik Dara.


Akh ...


Dara semakin menggila dengan permainan yang diberikan suaminya. Setiap hi**pan laki-laki itu selalu membuatnya mend***h tak terkendali. Bagaimana mungkin seenak ini rasanya ber‐ cinta? Itulah yang ada di pikiran Dara saat ini.


Kini bibir Nathan semakin turun ke bawah, hampir setiap inci tubuh atas Dara dipenuhi oleh jejak kemerahan yang ditinggalkan oleh Nathan. Kini mulut Nathan sudah berada di depan salah satu gunung milik istrinya setelah dia berhasil melepaskan b** yang melekat tadi. Segera saja dia lahap benda itu layaknya seorang anak kecil yang sedang meny**ui. Tidak tega melihat yang satunya menganggur, tangan Nathan sontak menj***h gunung yang satunya, sehingga kini gunung milik Dara tidak menganggur, karena satunya berada di mulutnya, dan yang satunya berada di genggamannya.


Akhh ... Shhhh ....


Dara semakin mend***h, matanya mulai merem melek merasakan nikmat yang tiada tara saat kedua gunungnya yang dipermainkan oleh Nathan. Tidak ingin hanya berdiam diri, tangan Dara kini mulai aktif mengusap perut Nathan yang mulai kini sepertinya akan menjadi can-du tersendiri untuknya.


Akhhh ....


Kini Nathan yang justru dibuat mend***h dengan ulah istrinya itu.


"Cukup!" Nathan berkata dengan suara seraknya, menahan tangan Dara yang bergerak di atas perutnya sehingga membuat dia semakin ter****ang. Rasanya ingin sekali dia segera mengobrak-abrik liang kenik****n milik istrinya.


"Kenapa?" tanya Dara dengan napas yang sedikit tersenggal.

__ADS_1


"Apa kamu yakin memberikannya?" Nathan kembali menanyakan pertanyaan yang sama seperti tadi. Dia tidak mau menjadi laki-laki yang br***sek, sampai menuntut istrinya yang belum siap.


"Of course!" Dara memberikan kecu- pan di bibir Nathan, berusaha meyakinkan laki-laki itu jika dia memang sangat yakin.


Mata Nathan menatap lekat tubuh istrinya, meyakinkan diri dengan apa yang akan dia lakukan. 'Jika pun dia sudah tidak per***n, aku akan tetap menerimanya!' gumam Nathan dalam hati. Jujur saja, sebenarnya dia sedikit meragukan kepera-w**an istrinya itu, mengingat Dara adalah seorang bad girl semasa sekolah dulu.


Melihat suaminya yang terdiam, Dara kembali meng-usap perut Nathan dengan sent***n meng- goda, sehingga membuat Nathan tersadar. Karena merasa senjatanya sudah siap, perlahan bibir Nathan turun semakin ke bawah, sehingga berada tepat di depan barang berharga milik istrinya. Wangi harum kewa*****n menyeruak dari dalam gua istrinya yang masih tertutup dengan kain, sehingga membuat Nathan semakin dibuat mabuk.


Dara menggigit bibir bawahnya saat Nathan mulai menarik kain yang tersisa di tubuhnya.


Napas Nathan semakin memburu saat melihat milik istrinya yang terlihat mulus tanpa rambut sedikit pun. Tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan, Nathan segera melebarkan kaki Dara, sedangkan Dara hanya bisa pasrah saja.


Parlahan Nathan memasukkan benda pusaka miliknya yang sudah sangat mengeras ke dalam goa milik istrinya.


"Than ...!" Dara menceng- kram selimut dengan kuat saat merasakan sakit di area kewa*****nnya, karena milik suaminya yang perlahan masuk ke dalam goa miliknya.


Nathan sangat kesusahan saat berusaha memasuki miliknya. Tetapi dia tidak menyerah begitu saja, dia kembali mendorong miliknya secara perlahan. Sementara Dara berusaha mati-matian menahan dirinya agar tidak berteriak saat merasakan sakit yang luar biasa, padahal itu baru permulaan.


Saat miliknya semakin masuk ke dalam goa Dara, Nathan merasakan ada yang menghalangi jalannya untuk masuk lebih dalam. Nathan sedikit mendorong miliknya, sehingga ....


"ARGG!!" Dara bertariak nyaring saat merasakan ada yang robek di dalam miliknya. Secara refleks dia menan-capkan kuku-kuku tajamnya pada punggung Nathan, sehingga membuat laki-laki itu sedikit meringis.


Karena rasa sakit yang luar biasa, air mata Dara perlahan jatuh, apalagi rasanya sangat perih.


Nathan sangat tau apa yang baru saja dia robek tadi. 'Vir**n? Jadi, Dara masih vir**n?' Seketika ada rasa bangga dalam diri Nathan karena menjadi orang yang pertama bagi seorang Aldara, sekaligus merasa bersalah karena sudah menuduh dan berpikir jika wanita itu sudah tidak vir**n.


Nathan menunduk, mendekatkan wajahnya ke samping telingga istrinya. "Maaf," bisik Nathan dengan penuh sesal.


Karena ingin mengalihkan rasa sakit istrinya, Nathan kembali mencium lembut bibir Dara, berharap dengan cara itu rasa sakit di bawah sana bisa terobati.


"Shhh ... Nat–Nathan!" Kini Dara justru mend***h saat merasakan ciuman lembut sarta gerakan ping-gul Nathan yang bergerak dengan lembut.


Mendengar des-***n istrinya, Nathan kembali tersulut ga***h. Merasa tangannya yang menganggur, segera dia gunakan untuk mer***s bukit kembar milik istrinya.


Dara semakin meng- gila, dia terus menerus mengeluarkan suara yang terdengar sangat merdu di telingga Nathan. Apalagi kini rasa sakit yang dirasakan oleh Dara perlahan tergantikan dengan rasa nikmat yang tiada tara.


"Nathan ...." Dara bergerak gelisah saat suaminya menambah tempo kecepatannya, membuat dirinya semakin tidak berdaya, dan hanya mampu mengeratkan tangannya di punggung Nathan.


"Oh, God!" Nathan tidak mampu berkata-kata, saat merasakan nikmat yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Sungguh ini benar-benar di luar dugaannya! Dia tidak pernah membayangkan jika ber– cinta memang seenak ini.


"Than!" Dara menjerit merasakan tubuhnya yang menegang saat ada sebuah desakan hebat keluar dari tubuhnya, sehingga membuat dia seketika lemas saat itu sudah keluar.


Nathan sendiri masih belum mencapai puncak. Merasakan jika istrinya ternyata sudah mencapai k****ks, Nathan semakin mempercepat gerakan ping-gulnya.

__ADS_1


Dara yang awalnya lemas, kini justru dibuat kembali keta– gihan. Dia pikir permainannya telah selesai, ternyata belum!


"Dar, saya ingin keluar!" ucap Nathan yang semakin mempercepat gerakannya.


Dara tidak bisa menyahuti karena dia juga merasakan hal yang sama. Dia kembali merasakan ada yang ingin keluar dari dalam miliknya


"DARA!"


"NATHAN!"


Ajaib! Dengan serempak mereka menyebut nama pasangan masing-masing saat mencapai k****ks bersama-sama.


Tubuh Nathan ambruk di samping wajah istrinya. Baru saja dia mengeluarkan begitu banyak sp***a, sehingga membuatnya lemas sekarang.


Nathan kembali mengecup kening istrinya sebagai tanda penutup. "Terima kasih, terima kasih karena telah mempercayaiku, dan menjadikan aku yang pertama," bisik Nathan dengan tulus.


"Sama-sama, Sayang." Dengan isengnya Dara malah menyebut suaminya dengan sebutan sayang, sehingga membuat hati Nathan berbunga-bunga, pasalnya ini adalah kali pertamanya Dara menyebutnya dengan panggilan sayang selama mereka menikah.


Perlahan mata kedua pasangan tersebut tertutup. Nathan tidak berniat mengubah posisinya sama sekali, bahkan tidak berniat mencabut juni-ornya, karena tidak ingin sp***anya tumpah ke luar. Dara sendiri tidak mempermasalahkan, karena sekarang tubuhnya benar-benar terasa lemas, dan sekarang yang ingin dia lakukan hanya tidur saja.




TBC



Nggak asik! Masa cuman satu ronde doang yak! Kenapa nggak 10 ronde😂



Astaga, ini yang bikinnya aja udah panas dingin lho wkwk \><


.



.



.

__ADS_1



.


__ADS_2