
Lucy menangis histeris setelah melihat laki-laki yang baru saja menggaulinya itu pergi. Dia tidak menyangka jika di mata ayahnya, uang adalah segala-galanya. Padahal dia pikir, sebenci apa pun orang tua pada anaknya, mereka tidak mungkin menjual anaknya, darah dagingnya sendiri. Tetapi rupanya dia salah. Ayahnya itu memang bukan manusia tetapi lebih tepatnya iblis!
Lucy menatap cek yang baru saja diberikan laki-laki itu padanya. Di sana jelas terlulis jumlah uang sebesar lima ratus juta. Dia benar-benar tidak habis pikir harga dirinya hanya lima ratus juta saja.
Lucy segera berjalan menuju kamar mandi dengan terseok-seok. Bagian intimnya benar-benar terasa sangat sakit, mungkin karena ini yang pertama untuknya. Dia lalu menyalakan shower dan duduk di sana sambil terus menangis. Ya, menangisi kehidupannya yang benar-benar kelam. Dia masih ingat jika Elno pernah mengatakan jika tidak ada yang boleh menyentuhnya selain suaminya nanti. Tetapi kini? Hidupnya benar-benar hancur. Tidak mungkin ada yang mau dengan wanita yang sudah tidak perawan sepertinya.
Lucy menenggelamkan wajahnya di antara kedua belah lututnya. Dia menangis sesenggukkan di bawah guyuran air yang membasahi tubuhnya.
Dia mengepalkan tangannya. Rasa dendamnya pada orang tuanya sudah tidak bisa terbendung lagi. Ingin sekali dia segera membunuh pria tua itu!
Ayah? Jika seorang ayah saja bisa memperlakukan putrinya sendiri secara tidak manusiawi, maka kenapa harus ada yang namanya menghormati? Jika sosok ayah bisa melakukannya, kenapa sosok anak tidak bisa membalasnya? Akan dia pastikan membuat orang tuanya itu melihat secara langsung sosok putri mereka yang memiliki wajah malaikat ini berubah menjadi monster mengerikan.
Tidak ingin berlarut-larut merenungi hidupnya, Lucy segera bangkit. Dia segera pergi dari hotel tersebut dengan mata yang bengkak. Pokoknya dia harus segera menyelesaikan ini semua, dan mengirim orang tuanya ke neraka! Ya, tidak akan mungkin orang seperti mereka bisa menikmati yang namanya surga!
Lucy segera memesan taxi dan memintanya untuk mengantarkannya ke salah satu Bank untuk mencairkan cek yang tadi diberikan. Dia akan menggunakan uang itu untuk menyewa orang, sama seperti ayahnya yang menyewa orang untuk menculik putrinya sendiri.
Setelah berhasil mencairkan uang tersebut. Lucy segera meminta supir taxi untuk mengantarkannya ke suatu tempat.
Setelah sampai dia segera turun dan meminta supir tersebut untuk menunggunya sebentar saja.
Senyum iblis terbit di wajah Lucy setelah melakukan negosiasi dengan seseorang. Akhirnya dendamnya selama ini akan terbayar. Dia pastikan akan membuat kedua orang tuanya itu menyesal!
Segera saja dia meminta supir taxi tersebut untuk segera membawanya pulang ke rumah kekasihnya yang baru saja meninggal tersebut. Setelah sampai dia segera duduk manis di ruang tamu sambil menikmati secangkir teh dan beberapa kue sebagai pelengkapnya.
__ADS_1
Lucy terkekeh menyeramkan. "Aku benar-benar tidak sabar menunggu kabarnya."
Tak berselang lama, ponselnya berdering dan terpampanglah nomor yang tidak dikenal. Dengan elegannya dia mengambil benda pipih tersebut, lalu mengangkatnya. Dia yakin sekali yang menelponnya adalah pihak rumah sakit.
"Halo? Apa benar ini dengan Nona Lucy, keluarga dari Pak Brady?"
Lucy membekap mulutnya agar tidak tertawa. Ternyata dugaannya tidak salah, yang menghubunginya pasti rumah sakit.
"Iya. Ada apa, ya?" tanya Lucy pura-pura tidak tahu.
"Maaf, Nona. Tapi, tadi baru saja terjadi kecelakaan yang dilakukan oleh orang yang tidak bertanggung jawab, sehingga membuat kedua orang tua Anda mengalami luka yang serius. Mereka sempat kritis beberapa saat, tapi baru saja mereka selamat," jelas pihak rumah sakit itu, tetapi respons Lucy justru berdecak kesal. Kenapa masih hidup? Ah, seketika dia merasa kesal dengan orang suruhannya itu yang tidak becus menabrak.
"Baiklah, saya segera ke sana!" sahut Lucy dengan datar, lalu segera mematikan panggilan tersebut secara sepihak.
Tak berselang lama, Lucy sampai juga di rumah sakit tersebut. Segera saja dia menanyakan pada receptionist di mana kedua orang tuanya itu dirawat.
Setelah mendapat informasi, dia segera berjalan menuju ruangan tersebut. Ternyata ibu dan ayahnya diletakkan di ruangan yang sama.
Senyum terbit di wajahnya saat melihat kedua orang yang dia benci sedang terbaring dengan beberapa selang yang melekat di tubuh mereka. Dengan perlahan dia berjalan mendekati ayahnya terlebih dahulu. Dia mengusap-usap lembut pucuk kepala pria paruh baya itu, sehingga membuat tidur Brady terganggu. Dia segera membuka matanya, dan mendapati putrinya yang sedang tersenyum manis.
"Lu—Lucy?" panggil Brady dengan susah payah.
"Hah? Ada apa?" tanya Lucy dengan lembut. Di wajahnya sama sekali tidak terlihat sama sekali jika dia sedang sedih.
__ADS_1
"Kau tau siapa yang melakukan ini semua?" tanya Lucy yang tidak mendapat balasan dari Brady. "Aku! Putrimu inilah yang sudah melakukannya. Tapi, aku sebenarnya sudah minta orang itu untuk menabrak mu dan langsung membuatmu mati saja. Tetapi sayangnya ternyata kau masih hidup. So, aku yang harus turun tangan melakukannya, dan membunuhmu langsung menggunakan tangan yang di dalamnya mengalir darahmu sendiri," sambung Lucy dengan pedas.
Brady menggelengkan kepalanya. Tanpa sadar air matanya menetes, sepertinya dia mulai menyesali perbuatannya. Tetapi itu semua sudah tidak ada gunanya, karena dendamnya pada kedua orang tuanya itu sudah benar-benar berada di puncak.
"LO ITU MANUSIA PALING BR***SEK YANG PERNAH GUE TEMUI! BAGAIMANA MUNGKIN ADA SEORANG AYAH YANG TEGA MENJUAL PUTRINYA SENDIRI? EH, LO PIKIR! LO MASIH WARAS, KAN? GUE INI PUTRI KANDUNG LO B***SAT! LO ITU MANUSIA YANG NGGAK LAYAK SAMA SEKALI ADA DI DUNIA INI!" teriak Lucy dengan napas menggebu-gebu. "Dan kini, lo sendiri yang udah merubah seorang malaikat menjadi sosok iblis! Maka, gue pastiin bakal bunuh lo detik ini juga!" sambung Lucy dengan penuh penekanan.
Tanpa basa-basi Lucy segera menarik selang oksigen yang digunakan ayahnya, sehingga membuat pria itu kesulitan bernapas. Tetapi respons Lucy justru terkekeh. "Lo bisa sepuas-puasnya menyaksikan dari neraka sana putri yang nggak lo anggap ini melakukan banyak drama di dunia ini!" tekan Lucy, setelah itu di depan matanya sendiri dia melihat ayahnya menghembuskan napas terakhirnya.
Itu semua tentu di saksikan oleh sang Ibu. Perlahan, Lucy mendaketi ibunya yang terus menggelengkan kepalanya. "Kenapa? Apa aku melakukan kesalahan? Aku hanya berniat membantu meringankan tugas malaikat maut saja," kekeh Lucy bagaikan seorang iblis saja.
Tetapi sedetik kemudian tatapan Lucy berbuah menjadi tajam menatap ibunya. "DAN LO! IBU MACAM APA YANG HANYA DIAM SAJA SAAT PUTRINYA SENDIRI DIPUKUL, DIHAJAR, DITAMPAR, DIJAMBAK, BAHKAN DIJUAL? EH BEG*! DI MANA-MANA ITU SEMUA IBU MATI-MATIAN MENJAGA PUTRINYA, BAHKAN RELA MELAKUKAN APAPUN! TAPI KENAPA LO BERBEDA HAH? DI MANA HATI NURANI LO SEBAGAI SEORANG IBU?" teriak Lucy mengeluarkan semua uneg-unegnya.
"Lo itu juga nggak pantas untuk hidup! Lo itu pantasnya berada di neraka bersama suami sialan lo itu! Dan gue! Gue yang akan melakukannya. Entah kenapa membu-nuh orang membuat gue candu," kekeh Lucy dengan wajah menyeramkan.
Tanpa basa-basi Lucy segera mengabil bantal yang ada di atas sofa, lalu menekankannya di wajah ibunya, sehingga membuat ibunya berontak, tetapi beberapa menit kemudian tidak ada pergerakan lagi dari ibunya itu. Ketika dia menarik bantalnya, ternyata ibunya sudah tidak bernapas lagi.
Tbc
__ADS_1
Tenang, ini udah end kok flash backnya😅 habis ini lanjut cerita Dara dan Nathan yang banyak lika-likunya🙈 sama kayak cinta Othornya, tapi bedanya, aku mah belum nyobain konflik, soalnya ditolak duluan sama si doi sebelum ngerasain konflik orang ketiga😂