Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)
Pengakuan Nathan


__ADS_3

Bima tersenyum hangat pada Nathan, sementara Nathan semakin dibuat merasa bersalah. Akankah pria yang sudah dia anggap seperti ayahnya itu mau memaafkannya ketika dia tahu apa yang sudah dia lakukan pada pria itu?


"Gi–gimana ka–kabar ka–kamu?" tanya Bima dengan bersusah payah mengeluarkan suara.


Nathan menggeleng, rasanya dia tidak sanggup untuk berbicara saat mendapatkan Bima yang berperilaku hangat, sama seperti dulu. Leo sendiri tersenyum haru, karena dia sangat tahu jika ayahnya itu merindukan Nathan, putra manjanya.


"Ke–kenapa me–me–menangis put–putra manjaku?" kekeh Bima yang kini sudah mengubah posisinya menjadi duduk. Dengan susah payah Bima mengangkat tangannya, lalu telapak tangannya menghapus air mata Nathan dengan sedikit bergetar.


"A–Ayah ...." Sungguh Nathan tidak mampu berkata apa-apa selain memanggil laki-laki itu.


"Ce–cerita sa–sama Ayah," ucap Bima, lalu mengelus rambut Nathan dengan lembut dan penuh kasih sayang.


'Argg!' Nathan berteriak frustasi di dalam hati.


"Gi–gimana kabar Ayah?" Karena tidak tahu ingin bertanya apa, Nathan justru menanyakan pertanyaan yang konyol. Tentu saja! Bukankah dia sudah melihat jika kondisi pria itu tidak baik-baik aja.


"A–Ayah baik, kok. Gimana kabar kamu? Kayaknya kamu udah sukses sekarang." Senyum manis terbit di wajah Bima yang sudah mulai mengerut.


"Maafin Nathan, Yah ...." Nathan menunduk. "Maafin gue, Yo ..." sambungnya yang kini langsung mendongakkan kepalanya menatap wajah Leo.


Leo mengerutkan keningnya. Untuk apa Nathan meminta maaf? Bukankah yang seharusnya minta maaf itu dia? Sementara Bima tersenyum tipis. Sebenarnya dia tahu siapa pemilik perusahaan ADJ Company yang sudah membuat dia bangkrut dan dicap sebagai pebisnis yang kotor. Dia bukanlah pria yang bodoh yang bisa dibohongi. Meski pun Nathan sudah mengatur semuanya, tetapi laki-laki itu masih saja ceroboh dan melakukan hal kecil, yaitu menulis namanya sebagai pemilik perusahaan.


Dulu ia ingin bertanya pada Sean ke mana pemilik perusahaan tersebut, dia ingin memberitahukan pada Sean bahwa dia kenal dengan pemilik perusahaan, bahkan dia sudah menganggap pemilik perusahaan itu sebagai anaknya sendiri. Tetapi Bima mengurungkan niatnya, karena merasa ada sedikit yang tidak beres.


Jujur saja dia sedikit bingung saat Nathan melakukan kecurangan dan memintanya untuk ganti rugi, karena memang pihaknya yang salah saat itu, meski pun dia yakin jika Nathan lah yang melakukan semua itu. Dia tidak percaya jika itu adalah Nathan putranya. Akhirnya dia menanyakan perihal Nathan pada karyawan yang bekerja di ADJ Company. Dia sengaja menunjukkan foto dirinya dan Nathan, dan ternyata respon karyawan tersebut mengangguk mengiyakan.

__ADS_1


Hingga akhirnya dia tidak bisa mempertahankan perusahaannya, dan akhirnya gulung tikar. Saat itu dia tidak bisa menerima fakta jika perusahaannya bangkrut oleh kelicikkan Nathan. Dia masih bisa menerima jika perusahaannya bangkrut, tetapi dia tidak percaya jika anak yang memiliki sifat periang itu rela menghancurkan perusahaan orang lain dengan cara yang licik. Nathan yang dia kenal bukanlah sosok yang seperti itu. Tetapi dia merasa ada yang aneh dengan putranya Leo. Dia pernah mendapati Leo yang berkata 'Maaf, Than!' saat sedang tidur. Dari sana dia mulai bisa menebak jika ada yang tidak beres dengan kedua putranya itu, tetapi sayangnya Leo tidak pernah memberitahukan apa pun padanya.


Itulah yang membuat Bima mengalami jantungan, karena tidak bisa menerima fakta jika putranya ternyata licik. Tetapi meski pun demikian, dia sama sekali tidak membenci Nathan, karena dia tahu jika putranya itu adalah orang yang baik. Mungkin memang ada sesuatu yang terjadi. Begitulah isi pikiran Bima.


Leo berjalan mendekati Nathan dengan senyum tipis yang terpantri di wajahnya. "Lo nggak perlu minta maaf. Seharusnya gue yang minta maaf karena sudah buat hubungan lo dan Dara hancur. Gue benar-benar menyesal, Than," ucap Leo dengan wajah penuh penyesalan.


"Aku dan Dara udah menikah, Yah, Yo," lirih Nathan sambil memperlihatkan cincin pernikahannya.


Baik Leo mau pun Bima sama-sama terkejut mendengarnya.


"Se-–seriusan?" Bima bertanya dengan wajah yang masih menunjukkan rasa terkejut.


Nathan tersenyum dan mengangguk mantap. Seketika ada rasa bahagia dalam dirinya saat mengingat apa yang sudah dia lakukan dengan istrinya semalam. Kini dia dan Dara memang sudah resmi menjadi suami istri.


"Yah, Yo. Sebenarnya ... aku yang udah buat kalian menderita," lirih Nathan, nyaris berbisik. Tetapi karena posisi mereka bertiga yang cukup dekat, maka Leo dan ayahnya masih dapat mendengar lirihan Nathan.


"Hah? Maksud lo apa sih, Than! Lo nggak usah berpikiran begitu. Ini semua bukan salah lo." Leo menenangkan Nathan, dia pikir Nathan merasa bersalah karena sudah meninggalkan.


Nathan menggeleng dengan pelan. Bukannya itu maksudnya.


"Gu–gue pemilik ADJ Company."


Ucapan Nathan seketika membuat Leo terdiam. Dia tahu betul perusahaan tersebut. Bagaimana mungkin dia bisa melupakan nama perusahaan yang sudah membuat kehidupan dia dan ayahnya menderita seperti itu? Jika boleh jujur, dia sedikit memendam perasaan benci pada pemilik perusahaan itu, karena ulah dia lah keluarganya difitnah suka bermain licik, padahal nyatanya tidak sama sekali! Karena ayahnya tidak pernah berbuat curang. Sementara Bima sama sekali tidak terlihat terkejut. Tentu saja! Karena dia memang sudah tau akan hal itu.


"Lo nggak becanda kan, Than?" Leo menatap Nathan dengan pandangan yang sulit diartikan.

__ADS_1


Nathan mengangguk dengan lemah.


Buggh ....




TBC



.



.



.



.

__ADS_1


__ADS_2