Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)
Dipertemukan Kembali


__ADS_3

"Kendrick, siapkan satu undangan anniversary pernikahan Tuan dan Nyonya Anderson. Aku tidak mau tau, pokoknya kau harus dapatkan bagaimana pun caranya! Aku akan ke sana malam ini." Lucy berkata dengan tegas begitu panggilan tersambung.


"Baik Nyonya," sahut Kendrick patuh. Setelah itu Lucy mematikan panggilan karena merasa sudah tidak ada yang perlu dibicarakan.


"Kira-kira berapa lama aku akan bermain drama ini? Sebulan? Dua bulan? Ah, sepertinya sebentar saja," kekeh Lucy menyeramkan.


"Ah, lebih baik aku shooping saja," gumam Lucy. Segera dia bangkit, berencana ingin pergi ke mall untuk berbelanja pakaian yang akan dia kenakan nanti di pesta.


Dia pastikan akan mengejutkan orang-orang di sana dengan kehadirannya. Ah, tidak semua orang, mungkin hanya laki-laki yang dia cintai, karena dia tahu jika tidak ada yang mengenalnya di sana. Mungkin membuat drama kecil di sana akan menyenangkan.


*******


Saat ini Dara dan Nathan sudah berada di pusat perbelanjaan. Mata Dara mengitari seluruh sudut gedung itu. Sebenarnya dia bukanlah tipe perempuan yang suka berbelanja. Dia tipe perempuan yang simple, kalaupun berbelanja, pasti tidak akan lama, karena jika dia suka maka dia langsung beli tanpa memikirkan harga dan kualitasnya.


"Kalau aku borong baju-baju di sini, kamu keberatan?" tanya Dara menjahili suaminya. Dia ingin melihat apakah sifat pelit suaminya itu masih melekat atau justru sudah lepas sejak belah duren saat itu.


"Keberataan sih enggak. Cuman kira-kira berapa tante-tante yang harus aku puasin supaya bisa bayar belanjaan kamu?" Nathan bertanya dengan tampang polos. Respons Dara justru melonggo. Apakah suaminya ini seorang gigolo, yang suka melayani tante-tante girang di luaran sana?


"Kok lo m*esum banget sih, Than?" gerutu Dara yang tidak habis pikir dengan jalan pikiran suaminya itu.


"Bukan Nathan dong kalau nggak m*esum." Nathan menyahuti pertanyaan istrinya itu dengan santai. "Lagian kamu ini kenapa manggilnya beda-beda mulu. Kadang aku-kamu, kadang lo-gue. Kenapa nggak sekalian panggil sayang aja?" tanya Nathan asal.


"Berani bayar berapa kalau gue manggil lo sayang?" tantang Dara yang sontak mendapat tatapan tidak suka dari Nathan.


Nathan memutar matanya malas. "Yaudah, nanti saya bayar 100 ronde," ucap Nathan asal, dan itu berhasil membuat Dara mendaratkan cubitan tepat di perut Nathan.


Nathan meringis menahan sakit di perutnya. Cubitan istrinya memang tidak ada duanya, bahkan bisa langsung membuatnya bungkam.


"Yaudah, pilih aja yang mana kamu mau. Nanti kalau uangnya kurang, kamu jadi sandraannya aja, oke?" ucap Nathan tanpa rasa bersalah sedikit pun.


Dara menghembuskan napas lelah. 'Suami macam apa ini?' batin Dara bertanya-bartanya pada dirinya sendiri.


Dara segera berlalu begitu saja meninggalkan suaminya. Nathan mendengus kesal, lalu dengan segera menyusul istrinya yang berjalan seperti orang yang dikejar oleh hantu saja.


'Untung istri sadis, kalau bukan udah gue perk*sa dia di sini!' gerutu Dara dalam hati.


Banyak para gadis yang sedang berbelanja menatap Nathan dengan tatapan kagum. Sungguh, Nathan terlihat sangat tampan, apalagi kancing baju yang sengaja dia buka dua kancing, sehingga terlihat sedikit dadanya, dan menambah kesan se-xy pada laki-laki itu. Bahkan tak sedikit para anak remaja yang memekik tertahan melihat ketampanan Nathan.


Itu semua tentu tidak luput dari pandangan Dara. Dia jadi kesal sendiri melihatnya. Suaminya juga berjalan sok cool sekali. Segera Dara berbalik, dan berjalan menuju suaminya. Dia langsung mengapit lengan Nathan.


Kening Nathan mengerut. "Kenapa? Pengen belah duren?"


"Ckk ... belah duren mulu yang ada di otak lo! Tuh liat banyak perempuan yang kecentilan ngeliat kamu. Kamunya juga sok cool banget lagi!" Dara memandang sinis para perempuan yang terang-terangan mengagumi suaminya.


"Kenapa? Cemburu?" Nathan menipiskan bibirnya, berusaha menyembunyikan senyumnya. Entah kenapa dia merasa senang melihat istrinya yang terlihat cemburu seperti itu. Benar-benar menggemaskan.


"Nggak usah kepedaan! Udah buruan belanjanya, aku malas lama-lama di sini!" gerutu Dara dengan wajah cemberut.


"Yaudah, ayok." Nathan sontak melingkarkan tangannya di pinggang istrinya dengan posesif. Dia lalu menutup matanya menggunakan telapak tangan kanannya. Apa yang dilakukan suaminya tentu tidak luput dari pandangan Dara.

__ADS_1


"Kenapa ditutup matanya?" tanya Dara dengan heran.


"Biar aku nggak liat cewek-cewek yang centil itu," jawab Nathan santai. Dara terkekeh mendengarnya. Meski kadang sifat dan sikap Nathan menjengkelkan, tetapi tidak bisa dipungkiri jika kadang sifat Nathan seperti itulah yang membuatnya jadi baper.


Mereka segera berjalan menuju salah satu toko yang khusus menjual pakaian wanita. Mereka mengitari seluruh sudut toko tersebut, mencari dress sesuai keinginan Dara.


"Ini bagus deh, Dar." Nathan menunjukkan satu dress berwarna merah terang.


"Ckk ... nggak bagus!" ketus Dara yang sontak membuat Nathan jengkel setengah mati.


"Yaudah, nggak usah pakai baju aja!"


Dara memutar matanya malas. "Kalau nggak mau nemanin ya nggak usah."


"He-he, yaudah aku ijin bentar, ya? Soalnya aku udah kebelet, Dar." Nathan meminta ijin untuk menuntaskan hajatnya. Sungguh, sedari tadi dia sudah menahannya, dan kini dia sudah tidak mampu.


"He'em ...." Dara hanya berdehem menjawabnya. Dia kembali sibuk mencari baju yang cocok untuknya.


Nathan segera pergi dari toko pakaian tersebut dengan langkah kaki yang lebar. Rasanya ingin sekali segera sampai di toilet.


Akibat terlalu terburu-buru, Nathan tidak memperhatikan jalan, dan akhirnya ....


Brukk


Nathan meringis merasakan ada yang menabraknya, tetapi untungnya dia tidak jatuh.


'Ckk ... nggak punya mata apa nih orang!' gerutu Nathan dalam hati.


"Ckk ... kalau jalan itu li— Nathan?" Baru saja wanita itu hendak memaki Nathan, dia malah terkejut saat melihat wajah familiar laki-laki yang menabraknya.


Nathan yang posisinya sedang celingukkan mencari toilet sontak mangalihkan pandangannya mendengar ada yang memanggil namanya.


Nathan menundukkan kepalanya. Alangkah terkejutnya dia melihat sosok wanita yang sangat dia kenali.


"Lu— Lucy?" Tubuh Nathan membeku melihat wanita yang dulu pernah menjadi kekasihnya saat berada di London. Bagaimana mungkin wanita itu bisa berada di sini?


Tidak bisa dipungkiri jika Lucy yang ada di hadapannya jauh lebih cantik dari sebelumnya. Lucy sendiri adalah salah satu mantannya yang sempat hampir membuatnya melupakan Dara. Sosok Lucy yang lugu, baik, dan periang mampu membuatnya nyaman berada di dekat wanita itu.


Dia bahagia dan banyak tersenyum ketika berada di dekat Lucy saat itu, bahkan tak jarang dia bersikap manja pada wanita itu. Bisa dibilang Lucy adalah salah satu mantan terindahnya setelah Dara. Awalnya dia berpikir mungkin akan menjadikan Lucy sebagai istrinya, hidup bahagia bersama wanita itu, dan melupakan Dara yang sudah menorehkan luka dalam di hatinya. Dia ingin hidup bersama wanita yang sudah mengobati hatinya.


Tapi sayang seribu sayang, ternyata dia dibohongi oleh Lucy. Ternyata wanita itu sudah menikah dengan salah satu pebisnis yang cukup terkenal di kotanya saat itu. Awalnya dia menolak tegas fakta tersebut. Dia tidak percaya, karena yakin jika Lucy adalah wanita baik-baik dan tidak mungkin berbohong. Tetapi nyatanya, semua informasi itu benar. Dia sangat terpuruk saat itu. Hatinya mati rasa. Dia kembali kecewa untuk yang kedua kalinya. Tidak ada lagi rasa tertarik dengan yang namanya wanita. Dua wanita yang sempat mengisi hatinya ternyata sama saja! Sejak saat itulah dia banyak mengencani wanita tanpa rasa cinta sedikit pun, karena tujuannya memang hanya bermain, ingin merasakan bagaimana rasanya jadi pemain, bukan mainan.


Apakah dia masih mencintai Lucy? 'Sepertinya' tidak!


Lucy tersenyum senang melihat keberadaan laki-laki yang sangat dia rindukan. Tidak menyangka jika mereka bisa dipertemukan, padahal dia tidak merencanakannya sama sekali pertemuan ini.


'Kayaknya kita emang berjodoh, Nathan' batin Lucy senang.


"Hai, Nathan. Gimana kabar kamu? Kamu baik-baik aja, kan?" tanya Lucy sama seperti dirinya dulu.

__ADS_1


Nathan menggeleng pelan. Dia benar-benar tidak percaya jika Lucy ternyata orang yang licik. Bagaimana mungkin wajah polos itu ternyata menyembunyikan banyak rahasia besar.


"Kenapa menggeleng? Apa kamu nggak baik-baik aja? Aku kangen banget sama kamu," ucap Lucy dengan wajah yang cukup menggemaskan.


"Ka–kamu kenapa kembali?" Alih-alih menjawab, bibir Nathan justru bertanya. Lucy tersenyum senang mendapat pertanyaan Nathan.


"Aku pengen liburan aja ke sini, tapi nggak nyangka ternyata ketemu sama kamu. Apa mungkin kita berjodoh?" Lucy bertanya tanpa tahu malu, seolah-olah tidak merasa bersalah telah menyakiti laki-laki itu dahulu.


"Saya sudah menikah!" ucap Nathan penuh penekanan. Sorot matanya menajam ke arah wanita itu. Sungguh, dia benar-benar kecewa dengan wanita di depannya.


"Nggak apa-apa, kamu tinggal ceraikan aja istri kamu, lalu hidup bahagia bersama aku dan anak-anak kita nantinya," sahut Lucy yang sepertinya urat malunya sudah putus.


"Kamu dengar baik-baik Lucy! Jangan pernah kamu berani-berani merusak rumah tanggaku!" ancam Nathan dengan napas memburu. Dia tahu betul jika Lucy adalah wanita yang nekat, dia tidak segan-segan melakukan apa pun demi mendapatkan apa yang dia inginkan.


"Tapi ... aku sangat mencintai kamu, Than. Aku pengen peluk kamu kayak dulu lagi. Aku benar-benar kangen sama kamu. Hiks ..." lirih Lucy yang diikuti dengan isakkan kecilnya.


Nathan menghiraukan Lucy. Dia segera pergi dari hadapan wanita itu begitu saja. Sungguh, dia benar-benar dibuat terkejut dengan kehadiran wanita itu. Dia sudah tidak mau melihat Lucy lagi!


Sementara Lucy menatap kepergian laki-laki itu, lantas tersenyum miring.


"Apa yang sudah aku claim menjadi milikku, maka harus jadi milikku!" gumam Lucy sambil terkekeh menyeramkan, lalu menyeka air matanya dengan kasar.


Rupanya ada sepasang mata yang memperhatikan Lucy sedari tadi. Dia menatap datar Lucy yang terkekeh tidak jelas.


'Terlalu licik!' batinnya.




TBC



.



Uhuy! Lucy ternyata mantan terindah kedua Nathan nih \>< bahkan sempat hampir ngelupain Dara wkwk. Aduh ...



Apa Nathan akan berpaling dari Dara, dan kembali sama Lucy?



Apakah hati Nathan akan terbagi nantinya?


__ADS_1


Atau ... ternyata Nathan ada rahasia besar yang dia sembunyikan dari Dara bahkan semua orang? Rahasia yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya oleh orang-orang?


__ADS_2