
Beberapa hari telah berlalu. Tidak ada yang berubah di antara kedua manusia yang selalu bertengkar setiap harinya. Selalu ada saja yang membuat Dara naik darah akibat kelakuan Nathan yang sangat menjengkelkan. Kedua manusia itu sama sekali tidak pernah akur, sudah sama seperti Tom and Jarry saja.
Hari ini adalah hari terakhir Dara dan Nathan berstatus lajang, karena besok kedua manusia tersebut akan melepaskan gelar jomblo dan menjadi sepasang kekasih yang terikat di sebuah janji suci.
Selama beberapa hari belakangan ini juga Nathan tidak bisa tidur. Dia selalu membayangi bagaimana cara bermain saat malam pertama nanti. Dia bertekad harus membuat Dara mendesah nantinya, tanpa ampun! Tetapi dia sama sekali tidak tau bagaimana caranya, dia takutnya justru dia yang kalah bermain dengan Dara nanti. Oleh sebab itu, Nathan bahkan menontot film yang tak seharusnya dia laki-laki itu tonton. Tapi, mau bagaimana lagi?
Hari ini Nathan pergi ke rumah Dara, rencananya mereka akan membeli cincin pernikahan untuk nanti.
"Huh ... Dara I'm coming!" Nathan berteriak di depan rumah Dara, tetapi sayangnya wanita itu masih bergelut di dunia mimpinya, sehingga tidak tau jika Nathan datang ke rumahnya.
Orang tua Dara dan Nathan sendiri sedang mempersiapkan acara pernikahan anak mereka yang akan diadakan besok di sebuah hotel besar yang ada di kota tersebut.
Pernikahan Nathan dan Dara akan diadakan dengan sangat meriah, bahkan bisa dikatakan mewah. Semua itu tanpa campur tangan orang tua Nathan. Laki-laki itu sendiri yang memberikan black card kepada orang tuanya, dan mengatakan ingin mempunyai pernikahan yang sangat mewah, alasannya karena dia ingin membuat Dara menjadi ratu di sana selama sehari, dan menjadi ratu di kehidupannya selama-lamanya.
Saat mendengar mahar yang akan diberikan oleh Nathan, orang tua Dara tentu dibuat terkejut, bahkan Daffa pun ikut terkejut. Pasalnya mahar tersebut terlalu besar, tetapi Nathan mengatakan itu semua tidak menjadi masalah.
FLASH BACK
"Kamu seriusan, Than? Sebenarnya tidak perlu mahar yang terlalu banyak, yang penting sah." Damar tentu sedikit tidak setuju dengan mahar yang akan diberikan laki-laki itu pada putrinya. Bukannya apa-apa, tetapi menurutnya mahar dalam jumlah itu terlalu banyak.
"Saya mencintai Dara, dan saya akan memberikan apa pun untuk wanita yang saya cintai. Semua yang saya berikan itu tidak ada artinya untuk saya, karena saya sangat sangat ingin hidup bersama, menua bersama Dara. Bahkan saya rela memberikan nyawa saya untuk wanita yang sangat saya cintai, karena hidup saya mungkin nggak akan ada artinya tanpa Dara di samping saya. Saya bersumpah, jika saya tidak akan pernah mengecewakan Dara!" Nathan menjawab dengan mantap, tanpa keraguan sedikit pun di mata laki-laki itu.
Nathan tidak mengatakan jika itu semua adalah permintaan Dara sendiri, karena dia memang sudah bertekad untuk menjadikan wanita itu ratu di hari bahagia tersebut.
'Aduh, ucapan gue manis banget. Meleleh pasti tuh burung Dara!'
Hati Dara tentu berdesir mendengarnya. Ucapan laki-laki itu sangat manis, bahkan terlihat dengan jelas jika dia mengatakan itu dengan tulus.
'Ckk ... ini kenapa jantung gue jadi berdisko di dalam sana?'
'Saya akan memberikan nyawa saya pada Dara? Okey! Kita liat nanti, spesies kayak lo memang harus dibasmikan.' Dara mengangkat sudut bibinya, sehingga menciptakan senyum yang mengerikan, dan itu semua terlihat jelas di mata Nathan.
Nathan menjadi merinding melihatnya.
__ADS_1
'Perasaan udah manis banget ucapan gue, tapi kenapa gue punya firasat buruk?' batin Nathan.
"Kau memang menantu yang terbaik!" Vira mengacungkan dua jempolnya, dan hal itu membuat kedua orang tua Nathan terkekeh. Mereka merasa bangga pada putra semata wayang mereka.
FLASH BACK OFF
Tanpa basa-basi Nathan segera masuk ke dalam rumah Dara, karena dia memiliki kunci rumah tersebut. Tentu saja! Vira lah yang memberikannya tadi.
"Dar!" teriak Nathan menggelegar tanpa rasa malu sedikit pun. Jelas saja dia berani, orang di dalam rumah itu hanya ada wanita pembohong, mana tidak setia lagi.
"Honey?"
"Sweety?"
"Sweetheart?"
"Babi?" Nathan terus bertariak sambil matanya terus celingukkan ke sana kemari.
"Ckk ... tuh anak mana sih? Jangan-jangan bunuh diri?" gumam Nathan yang seketika menjadi panik sendiri. "Terus muncul berita di TV, akibat dijodohkan dengan laki-laki yang sangat tampan, seorang perempuan nekad menghabisi nyawanya sendiri, dikarenakan dia merasa bersalah sudah berbohong pada kekasihnya tersebut di masa lalu, tidak hanya itu dia juga ternyata tidak setia."
"Aduh, gue nggak sanggup bayangin orang-orang yang nggak mau nguburin dia nanti. Terus malah dibuang ke laut, dan jadi santapan ikan piranha. Enggak! Itu nggak bisa dibiarin, gue aja belum belah duren." Seketika Nathan berlari menuju kamar Dara. Untungnya dia tau, karena dia pernah melihat Dara yang keluar dari ruangan tersebut.
Ceklek ....
Nathan membuka pintu secara perlahan, dan seketika dia dibuat takjub dengan dekorasi kamar Dara, terlihat sangat elegan.
"Dara ini sebenarnya cewek asli atau cewek jadi-jadian sih? Kamarnya nggak ada menunjukkan kalau dia perempuan. Bahkan kamar gue aja pakai selimut gambar spongebob." Nathan menggeleng-gelengkan kepalanya, benar-benar dibuat heran dengan sifat wanita itu.
Tiba-tiba saja penglihatannya melihat seorang wanita cantik yang sedang tertidur pulas. Dia terlihat sangat menggemaskan dengan wajah polos tersebut. Tanpa sadar senyum manis terbit di wajah Nathan tatkala melihat Dara yang menggerakkan tubuhnya ke samping. Dia terlihat seperti kucing yang sedang tertidur, tetapi jika bangun, terlihat seperti macan yang siap menerkam mangsanya.
Perlahan Nathan mendekati wanita yang sedang terlelap tersebut. Dia lalu mendaratkan bokongnya di pinggir tempat tidur, dan memandangi wajah cantik Dara, meski rambut panjangan wanita itu sedikit berantakkan.
"Kamu terlihat sangat cantik, Dar. Dan kamu adalah wanita tercantik yang pernah saya temui setelah ibu saya. Saya harap, kamu tidak akan mengkhianati saya lagi. Sudah cukup pengkhianatan yang kamu lakukan di masa lalu. Saya sudah terpukul, Dar. Jadi saya mohon, jangan sampai kejadian yang sama terulang kembali." Nathan memandang wajah Dara dengan pandangan sendu. Dirinya benar-benar takut jika Dara kembali mengkhianatinya nanti.
__ADS_1
Cupp
Nathan memberikan kecupan lembut di kening wanita itu. Dia benar-benar sangat menyayangi dan mencintai Dara, dan mungkin akan selalu menyayangi dan mencintai wanita itu.
"Huh ... ini udah jam sembilan, tapi nih kebo nggak bangun-bangun juga. Gue apaain, ya?" Nathan bergumam sambil jarinya mengetuk-ngetuk dagu, seolah-olah sedang berpikir.
"Aha! Gue punya ide." Nathan tersenyum licik, karena idenya kali ini akan sangat menguntungkan dirinya, meski pun nyawanya mungkin akan terancam punah. "Hiks ... hiks ... hu-hu-hu." Nathan mulai menangis, berusaha untuk mengeluarkan air matanya yang sama sekali tidak mau keluar.
"Ckk ... ini kenapa kagak mau keluar air matanya? Hiks ... hiks ... hu-hu." Nathan berusaha semaksimal mungkin, sehingga akhirnya membuahkan hasil. Cairan kristal perlahan terjun membasahi pipinya, bahkan dia terus memencet hidungnya agar memerah.
"Oke, mari kita mulai!" Nathan tersenyum nakal.
TBC
.
.
.
.
__ADS_1