Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)
Sindirian (Wanita Pembohong, Mana Nggak Setia Lagi!)


__ADS_3

Dara sedikit meringis melihat perut Nathan yang sedikit membiru. Padahal dirinya tidak mencubit dengan kuat seingatnya. "Perasaan gue cubitnya pelan aja," celetuk Dara yang membuat Nathan kesal.


"Iya, pelan, makanya saking pelannya sampai biru nih perut!" ketus Nathan. "Iya, kalau bekas kiss mark, tapi ini apa? Ini adalah bentuk penganiyayaan, Dar! Kamu sadar nggak sih, kamu itu udah terlalu syadis, Dar!" jelas dengan suara yang meninggi.


"Ckk ... lo nya aja yang jadi laki terlalu lembek! Masa cuman cubitan gitu doang udah membiru!" Dara tentu tidak terima disalahkan, meski pun faktanya itu memang salahnya.


"Cih ... bukannya minta maaf, malah ngotot merasa diri nggak bersalah!" sinis Nathan.


"Ah, udahlah! Sekarang lo keluar dari mobil gue!" perinta Dara yang sudah merasa sangat kesal pada Nathan.


"Emangnya ini mobil siapa?" tanya Nathan sambil mengangkat kedua alisnya.


"Ya mobil gue lah!" jawab Dara sedikit ngegas.


"Ish, bukanlah! Ini tuh mobil calon istri saya," sahut Nathan dengan tersenyum tidak jelas.


"Than, gue jijik ngeliat gaya lo yang kayak gitu!" Dara tentu merinding melihat kelakuan Nathan yang seperti orang kesurupan di matanya.


"Ckk ... yaudah kita tukeran tempat aja! Biar saya yang nyetir, saya nggak tega kamu nyetir sendirian, Dar! Entar mobil saya biar Mang Ujang aja yang ambil," ucap Nathan. Mang Ujang adalah supir di rumahnya.


'Sekalian hemat bensin, 'kan?' batin Nathan bersorak di dalam hati.


"Ckk ... ogah banget gue satu mobil sama orang modelan lo! Udah lo keluar sana!" usir Dara lagi.

__ADS_1


"Ckk ... nggak bisa gitu, Dar! Harusnya kamu tuh bersyukur saya mau masuk ke dalam mobil perempuan —"


"Pembohong, mana nggak setia lagi." Sebelum Nathan meneruskan ucapannya, Dara lebih dulu memotongnya, karena hafal dengan lanjutan kalimat laki-laki itu.


Nathan terkekeh, dia semakin suka saja menjahili Dara, yang sebentar lagi akan menjadi istrinya, sekaligus nyonya besar Adijaya. "Itu kamu tau. Yaudah tukaren buruan!"


"Asal lo tau, Nathan! Perempuan pembohong, mana nggak setia lagi itu malas banget satu mobil sama lo!" geram Dara yang sejak tadi terus berdebat dengan laki-laki modelan Nathan itu.


"Ckk ... kita itu udah mau nikah, Dar! Lemah lembut dikit napa sama calon suami! Jangan datar plus ketus mulu!" ketus Nathan. "Kalau kamu nggak mau, saya bakal laporin kamu ke Mama Vira, lho," sambung Nathan saat melihat wanita itu yang hendak berbicara.


"Wah, lo udah berani main ngadu, ya! Oke, fine. Terserah lo! Tapi lo liat aja pembalasan gue! Gue bakal nyiksa lo tiap hari setelah menikah nanti!" ujar Dara dengan sorot mata yang tajam, lalu tanpa basa-basi keluar dari dalam mobil untuk bertukaran tempat duduk dengan Nathan, laki-laki paling rese se dunia!


"Huh ... yaudahlah, nggak apa-apa, yang penting si Joni nanti udah ngerasain anu Dara yang kenyal-kenyal bernutrisi. Gue ikhlas kok setelah itu langsung meninggal, yang penting 'kan udah bobol gawang, dan udah ngerasain legitnya milik Dara. Tapi kalau bisa sih jangan, soalnya gue 'kan pengen ngeliat anak gue lahir di dunia dulu," gumam Nathan sambil terkekeh.


"Buruan lo pindah! Senyam-senyum mulu, lo masih waras, 'kan?" bentak Dara setelah membuka pintu mobil sebelah kiri, dan mendapati Nathan yang terkekeh tidak jelas.


"Astagfhirullah." Nathan beristigfar saat Dara membentaknya, sehingga membuat ia terkejut, pasalnya dia sedang melamun tadinya. "Kamu kalau ngomong lembut dikit napa sih, Dar! Perasaan kamu kayak benci banget sama saya. Padahal yang seharusnya benci itu saya, karena kamu itu wanita pem —"


"BURUAN!" teriak Dara dengan nyaring saat Nathan kembali berniat menyindir dirinya.


"I—iya, ini udah mau dinyalain kok," sahut Nathan sedikit terbata-bata. Dara terlihat sangat mengerikan saat ini.


'Mudah-mudahan tanduknya nggak keluar ya Allah, soalnya kalau itu terjadi, mungkin saja Nathan bakal terkencing di celana karena saking takutnya' Nathan terus merapalkan doa di dalam hatinya dengan sesekali melirik Dara yang sorot pandangannya benar-benar tajam ke arah depan.

__ADS_1


"Lo ngapain ngeliatin gue dari tadi? Mau gue colok tuh mata, hah?" tanya Dara dengan tampang psikopat, tapi matanya terus saja menatap ke arah depan tanpa melirik Nathan sedikit pun. Hal itu sontak saja membuat Nathan merinding mendengarnya.


"Wow, mata kamu ada berapa, Dar? Perasaan dari tadi kamu ngeliat ke arah depan, tapi kenapa malah bisa tau kalau saya dari tadi ngeliat kamu," celetuk Nathan memandang Dara dengan wajah yang takjub.




TBC



.



.



.


__ADS_1


.


__ADS_2