Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)

Menikah Dengan Pria M*esum (Suami Takut Istri)
Napas Buatan?


__ADS_3

"Oke, mari kita mulai!" Nathan tersenyum nakal.


"Dara! Kamu jangan meninggal dong! Hiks ...." Tangis Nathan sontak pecah. Ah, sepertinya laki-laki itu sangat berbakat menjadi actor.


"Napas buatan?" Tanpa basa-basi Nathan lalu menekan hidung Dara, lalu membuka mulut wanita itu. Segera Nathan memasuki mulutnya ke dalam mulut Dara, berniat untuk memberikan napas buatan. Tetapi karena laki-laki itu tidak tahu caranya, dan tidak pernah melakukannya, dia justru mel*mat bibir Dara dengan lembut.


Dara yang sedang tertidur pulas seketika terganggu. Wanita itu perlahan membuka matanya, lalu mengucek matanya, untuk mengumpulkan nyawanya yang sedang berkeliaran entah kemana.


Baru saja Dara mengucek matanya sekali, wanita itu seketika terdiam saat merasakan ada sesuatu yang aneh di mulutnya. Perlahan mata Dara membuka, dan alangkah terkejutnya dia melihat ada seorang yang sedang menciumnya.


"Bang**t!"


Bughh


Dara segera memukul kepala laki-laki yang sudah lancang menciumnya di saat dia sedang tertidur. Benar-benar br***sek!


"Aduhh!" Nathan memekik saat tangan Dara memukul kepalanya dengan sangat keras.


"NATHAN! LO APAIN GUE?" Dara berteriak sambil tangannya terus meraba-raba tubuhnya, takut Nathan sudah bermain terlalu jauh.


"Aduh, Dar. Kalau mukul itu lembut dikit napa!" ketus Nathan mengusap kepalanya, yang mulai benjol akibat pukulan wanita itu.


"Tadi kamu tiba-tiba nggak bernapas, untungnya saya dengan cepat memberikan napas buatan. Jadi, kamu nggak jadi menghadap Yang Maha Kuasa! Kamu seharusnya berterima kasih sama saya, karena berkat bibir saya yang suci ini, kamu jadi bisa kembali hidup," cerocos Nathan panjang lebar.


"Lo benar-benar, ya!" Dara menjadi sangat geram, wanita itu segera bangkit dari tempat tidurnya, berniat untuk menghabis laki-laki yang sudah lancang itu. Dia yakin sekali jika yang diucapkan Nathan barusan hanya akal-akalannya saja.


Bughh


Bughh

__ADS_1


"Aduh! Sakit, Dar!"


Dara terus memukul punggung Nathan tanpa ampun. Sementara Nathan berteriak kesakitan, meski sebenarnya dia tidak terlalu merasa sakit.


Meski Dara ahli dalam bela diri, tetapi wanita itu tidak memukul dirinya dengan sangat kuat.


"Dar, cukup! Besok kita kawin, lho. Kamu mau saya mengucapkan ijab qobulnya pakai kursi roda!"


Nathan berlari ke sudut ruangan, berusaha untuk menghindar serangan nenek lampir cantik yang ada di depannya. Dia memang sudah tau konsekuensinya jika berani melakukan hal tadi. Tapi mau bagaimana lagi, bibir Dara terlihat sangat s*exy, sehingga membuatnya tidak bisa menahan diri.


"LO NGAPAIN KE RUMAH GUE?" pekik Dara yang kesabarannya sudah mulai habis.


"Mau ketemu Ayank dong!" Nathan menautkan kedua tangannya, bergaya seolah-olah imut, tapi justru menjijikkan menurut Dara.


"Ihh ... kita kan mau beli cincin hari ini? Memangnya kamu mau diganti pakai tali jemuran pas nikah nanti?" ketus Nathan yang jengkel dengan calon istrinya yang sudah pikun duluan, padahal masih muda.


"KALUAR DARI KAMAR GUE!" teriak Dara, lalu melempar bantalnya, dan tepat mengenai wajah tampan Nathan.


Iya kalau dia membuat kiss mark saja, kalau dia gigit, terus langsung mati, kan bahaya.


"Nathan sialan! Gimana ceritanya first kiss gue diambil dengan cara yang tidak terhormat sama sekali? Sumpah, gue pengen bunuh, terus mutil*si lo, Than!" pekik Dara tertahan, bahkan wanita itu hanya mampu mengepalkan tanggannya.


"Untung calon laki gue, kalau bukan udah gue banting!" gerutu Dara, lalu segera masuk ke dalam kamar mandi.


Tak memerlukan waktu lama, Dara selesai membersihkan tubuhnya. Dia segera keluar dari dalam kamar mandi dengan handuk yang meliliti tubuhnya, karena dia lupa membawa pakaian ganti ke dalam kamar mandi tadi.


Sementara Nathan terus berdiri di depan pintu kamar Dara, dia sama sekali tidak bergerak dari sana.


"Ckk ... kok Dara lama banget sih!" gerutu Nathan yang terus melihat jarum jam yang ada di lengannya.

__ADS_1


Karena merasa sudah berdiri cukup lama, Nathan kembali masuk ke dalam kamar Dara.


Tetapi baru saja laki-laki itu membuka pintu, dia dibuat mengangga melihat pemandangan indah di depannya.


"Ya Allah, nikmat mana lagi yang tak terdustakan," gumam Nathan dengan pandangan mata yang tidak lepas dari objek yang sedang dia amati.


"Jatoh dong! Jatoh, pliss! Ya Allah, tolong jatuhkan handuk Dara." Nathan merapalkan doa, berharap handuk yang sedang meliliti tubuh wanita itu bisa terlepas, dan menampilkan pemandangan yang dari dulu sangat ingin dia lihat.


Baru saja Dara berbalik, dia langsung melotot melihat Nathan yang berada di ambang pintu dengan mulutnya yang terbuka lebar.


"AHH! NATHAN, KELUAR!"




TBC



.



.



.

__ADS_1



.


__ADS_2