
..."Aku sangat mencintaimu, tetapi ijinkan aku untuk mencintaimu dengan caraku sendiri. Maaf, maaf jika apa yang aku lakukan sering membuatmu muak. Itu semua aku lakukan agar kamu tidak bosan denganku." ~Nathan....
..."Kenapa? Kenapa godaan Iblis sangat susah untuk dihindari? Ternyata benar, godaan Iblis memang lebih menggoda." ~Nathan....
Jam menunjukkan pukul 10 lewat, tetapi dua pengantin baru tersebut masih betah barada di atas tempat tidur. Mereka sama sekali tidak terganggu dengan cahaya yang masuk dari celah-celah gorden, dan kicauan-kicauan burung.
Seluruh keluarga mereka hanya bisa diam, sama sekali tidak berniat untuk membangunkan mereka, karena berpikir mungkin saja kedua manusia itu kelelahan setelah menghabiskan malam panas semalam.
Dara tertidur sangat nyenyak, dia bahkan memeluk tubuh Nathan dengan sangat erat, karena mengira laki-laki itu adalah gulingnya.
Tidur Nathan terusik saat ada yang menendangnya, bahkan tubuhnya kini terasa berat, padahal dosanya tidak banyak, mungkin hanya ribuan karung saja.
Nathan mengucek matanya, berusaha untuk mengumpulkan kesadarannya. Setelah sadar sepenuhnya, dia langsung melihat pemilik kaki yang sangat lancang menindih tubuhnya.
"Ckk ... untung istri, kalau bukan udah gue smekdon!" gerutu Nathan menatap wajah polos istrinya.
"Dar, jujur saya pengen kamu tidur selama-lamanya aja, biar kamu nggak berubah, soalnya kalau kamu bangun, langsung berubah jadi macan tutul. Apa perlu saya suntik kamu?" Nathan memandang sendu istrinya, dia lalu merapikan anak rambut yang berjatuhan menutupi wajah cantik istri pembohong, mana tidak setia miliknya itu.
Nathan tersenyum tidak jelas saat melihat beberapa tanda yang dia buat di leher Dara saat wanita itu sedang tertidur semalam. Akibat sangat jengkel dengan istrinya, dia langsung membuat banyak kiss mark di leher wanita itu saat melihatnya yang tertidur pulas, dan sepertinya Dewi Fortuna memang sedang berpihak padanya, karena Dara sama sekali tidak terbangun, hanya sedikit melenguh saat dirinya menyedot dengan sangat kuat.
"Kamu makin cantik my Bini! Bibir seorang Nathan memang selalu yang terbaik!" Nathan merasa bangga pada dirinya, apalagi melihat pahatan indah buatannya tersebut.
FLASH BACK
Setelah membersihkan tubuhnya, Nathan segera keluar dari dalam kamar mandi, dan mendapatkan istrinya yang sudah terlelap tidur. Nathan hanya mampu berdecak kesal.
"Gini amat punya Bini! Bukannya suami dilayani dengan baik, ini malah molor! Gini sih ciri-ciri perempuan yang nggak bisa bersyukur. Udah syukur seorang laki-laki sholeh, pintar, dan pastinya rajin menabung mau sama dia, seorang perempuan pembohong, mana nggak setia lagi." Nathan terus menggerutu, rasanya tidak terima dengan penolakkan Dara tadi.
"Untung saya laki-laki sejati, jadi nggak mungkin ngapa-ngapain kamu. Kalau bukan, udah saya perk*sa kamu, Dar! Toh nggak mungkin 'kan ada berita seorang suami yang memperkosa istrinya, kini mendekam di penjara selama 10 tahun. Nggak mungkin, Dar! Kalau pun ada, udah pasti saya ... diam aja sih." Nathan terus menggerutu pada istrinya yang faktanya tidak akan mendengarkan ia.
"My Bini, your laki pengen belah duren!" pekik Nathan tertahan, apalagi dia semakin dibuat gemes saat mendengar dengkuran halus wanita itu. Rasanya ingin sekali dia memasukkan istrinya tersebut ke dalam karung, lalu membuangnya ke selokan. Tetapi untung sayang.
"Sumpah, gue gatel banget kalau sampai nggak ngerape-grape nih cewek pembohong, mana nggak setia lagi."
Nathan lalu merebahkan dirinya di samping Dara, lalu memeluk wanita itu dari belakang, mengendus tengkuknya dengan gemes.
__ADS_1
'Ciumlah!'
"Ya Allah, nih setan udah main bisik-bisik aja. Udah kayak bisik-bisik tetangga. Entar kalau gue cium, lo jangan baper, ya! Soalnya gue sholeh, sedangkan lo sesad!" Sepertinya laki-laki itu sudah menjadi gila saat menerima penolakkan istrinya sendiri. Sedari tadi dia terus berbicara sendiri.
Cupp
Nathan mulai mencium tengkuk istrinya, tetapi tidak mendapat respon sedikit pun, bahkan wanita itu sama sekali tidak terganggu.
"He-he ... lo menang, Blis!" Nathan tersenyum miring, matanya berbinar saat tidak mendapat penolakkan dari istrinya.
"Maafin Mas ya sayang. Mas kepaksa cium kamu, soalnya si iblisnya pintar ngerayu, masa dia bilang, kalau cium kamu bisa dapat cilok se panci!"
Cupp .... Muachh
Cupp .... Muachh
Nathan terus mencium tengkuk istrinya. Bukan hanya sekedar kecupan, tetapi laki-laki itu juga meninggalkan beberapa jejak kiss mark di lehar wanita itu, sehingga membuat Dara semakin cantik di matanya.
"Eughh!" Dara melenguh dengan mata yang masih tertutup.
"Eughh .... Shhh .... Ahhh!" Kini Dara mendes*h. Sepertinya wanita itu sedang bermimpi, sehingga tidak terbangun, meski Nathan sangat jahil padanya.
Mendengar des*han Dara, Nathan sontak bangkit, lalu menindih tubuh istrinya, berniat untuk tetap melakukan belah duren itu malam ini, meski mendapat penolakan dari istrinya.
Baru saja Nathan berniat membuka celananya, dia seketika teringat sesuatu. "Gue kan laki-laki ganteng plus sejati, jadi nggak mungkin mainnya kayak gini. Ckk ... yaudahlah, mungkin memang bukan rejeki kamu sekarang, Jon." Nathan mengelus benda pusaka miliknya.
"Lumayanlah kiss mark-nya."
Cupp
Kali ini Nathan mengecup kening Dara, menyalurkan rasa kasih sayangnya pada wanita itu.
"Good night, my Bini."
"Semoga aja gue bisa mimpiin ngegrape-grape Dara. Setidaknya kalau nggak di dunia nyata, di dunia mimpi pun lumayan."
__ADS_1
Tak berselang lama Nathan ikut terlelap dengan tangan yang memeluk istrinya.
FLASH BACK OFF
"Apa perlu saya kasih kamu racun tikus, Dar? Biar kamu nggak bangun dan berubah jadi macan rabies?" tanya Nathan pada Dara yang masih terlelap.
"Huh ... ini kalau Dara tau, udah pasti nggak selamat gue. Yaudahlah, sekali-kali nyicipin pakaian rumah sakit nggak apa-apa, kan?" kekeh Nathan. Jujur saja, dia sedikit takut saat istrinya nanti tau apa yang sudah dia lakukan, tapi mau bagaimana lagi, jika iblis yang sudah berada di dekatnya, maka jangan pernah berpikir bisikkan malaikat akan menang, karena bisikkan iblis jauh lebih menggoda.
Cuppp
Nathan mengecup kening Dara dengan lembut, lalu mendekatkan wajahnya dekat telingga wanita itu.
"Mas sangat mencintai kamu, sayang." Nathan berbisik dengan ucapan yang terdengar tulus.
TBC
.
.
.
.
__ADS_1