
Pagi
Jam 08:00
Seorang perempuan tengah berjalan di lantai lobi gedung besar sebuah perusahaan.
Ia mencari meja resepsionis tapi dari pintu masuk ternyata masih harus berjalan lagi untuk mencari resepsionis.
"Huh, kantor ini besar banget sihh." Ucapnya menggerutu karena lelah menyusuri lobi yang luas dan belum menemukan meja resepsionis.
Dia heran, biasanya meja resepsionis saat pintu masuk langsung terlihat. Ini kok dari tadi masih belum ketemu juga.
Sementara di tempat lain.
"An, jadwal saya hari ini apa?" Tanya Kenzo pada asistennya.
"Kosong Bos, namun tadi nyonya besar menelfon saya. Bos disuruh datang ke rumah besar menemui Nyonya sekalian makan malam," Ucapan Andi membuat Kenzo menghentikan kegiatannya dan menatap sang asisten sebentar.
"Nggak biasanya Mamah nyuruh aku makan malam. Ini pasti Mamah ngerencanain sesuatu makanya nyuruh aku buat datang" batin Kenzo memikirkan rencana Mamahnya.
"Nyonya juga berpesan agar bos tidak terlambat untuk datang, Anda diharuskan datang tep- " belum juga Andi menyelesaikan kalimatnya Kenzo langsung menyela.
"Iya! iya. Saya akan ke sana tepat waktu. Kamu bawel banget sih kayak perempuan." Kata Kenzo dengan nada sedikit kesal.
Andi si asisten sekaligus merupakan tangan kanan Kenzo hanya terkekeh karena si bos sudah mulai kesal.
"Hehehe. Ini kan perintah Nyonya." Kata Andi berusaha membela diri.
"Iya iya!!." Decak Kenzo kesal.
Kenzo memang sayang sekali pada Mamahnya. Apalagi semenjak Papahnya meninggal dunia, Mamahnya menggantikan posisi Papahnya untuk menghidupi Kenzo dan adiknya.
Bahkan Kenzo akan menuruti semua permintaan Mamahnya.
Apapun.Ya apapun yang Mamanya inginkan.
"Membosankan sekali disini. Saya pengen pergi keluar kantor ajalah." Ucap Kenzo yang mulai bosan karena terus berurusan dengan berkas yang sangat banyak.
"Bos mau keluar nyari calon istri yah bos? Waah, saya bakal punya bos Nyonya nih. Hihihi." Andi memang cerewet dan kadang suka asal bicara.
Brakk
Andi terkejut dengan sikap atasannya yang memukul meja dengan sangat keras.
"Saya ingin keluar cari angin, bukan nyari istri. Lagian saya belum ingin menikah, saya mau fokus kerja dan membuat perusahaan ini berkembang lebih maju." ucapnya seraya menatap tajam asistennya.
"Bos, bos, ckckck jangan gila kerja kenapa, sekali kali nyari bini bos, biar ada yang ngurusin bos." kata Andi dengan menaikan kedua alisnya menggoda bosnya.
"Tidak usah mengurusi hidup saya. Kamu saja tidak ada yang ngurusin, hahhaha" Ledek Kenzo ke asistennya.
__ADS_1
"Iya, bener juga sihh, terserahlah saya mah cuma bawahan." ucap Andi dibuat sedih.
"Oh iya bos, katanya bosan di kantor, mau pergi kemana bos, makan yuk?" ajak sang asisten dengan berjalan membukakan pintu.
"Ye, giliran makan langsung gercep ya kamu." ejek Kenzo tapi kakinya melangkah menuju pintu.
"Ye si bos, kan manusia butuh makan, traktir ya bos?" dengan berjalan dibelakang bosnya.
Kenzo menuju lift untuk pergi ke kantin yang letaknya di lantai bawah, karena perutnya minta diisi makanan dan juga memang sudah jam makan siang.
Saat di belokan menuju lift, Kenzo berjalan sambil menoleh pada asistennya yang berada dibelakang tubuhnya, karena dirinya bukan melihat depan tapi malah menoleh ke belakang, membuat Kenzo menabrak seseorang.
Brukhkhkh
Tubuh Kenzo menabrak seseorang dan tubuhnya terasa basah membuatnya harus berhenti.
"Arghhh. Jalan yang bener dong! jangan nabrak nabrak orang!" Gerutu Kenzo sambil membersihkan jasnya yang terkena tumpahan kopi.
Seorang wanita dengan kemeja birunya dan rok span hitam masih menunduk terdiam tidak berani menatap pria di depannya karena kaget dengan apa yang barusan terjadi.
Andi yang tahu sifat Bosnya pun merasa bahwa bosnya akan sangat marah besar, karena setahu nya bosnya itu tidak suka kopi.
"Tuan, are you ok?" Andi mencoba mengalihkan bosnya yang marah dengan memanggil bosnya dengan kata 'Tuan'.
"Apa kau tak lihat?." Sambil menunjuk jas yang terkena tumpahan kopi.
"Ma... Ma.. Maaf tuan, saya tidak sengaja menumpahkannya." wanita tersebut menunduk meminta maaf.
"Ma ma maaf tuan, sa sa saya sungguh tidak sengaja." ucapnya terbata-bata dan mendongak melihat yang di tabrak, lalu menundukkan kepala lagi.
Kenzo diam sesaat memandang wajah perempuan di depannya sebelum dirinya tersadar dengan apa yang dilakukannya.
Cantik
Astaghfirullah apa yang kau pikirkan Kenzo, sadar dia telah membuat jas mahal mu terkena tumpahan kopi.
"Maafkan saya Tuan," wanita tersebut masih menundukkan kepala ke bawah tak berani menatap wajah pria di depannya.
Kenapa pria ini memandang ku begitu? dan kenapa juga jantungku berdegup kencang.
Andi yang di samping Kenzo bingung, ia berusaha menggoda bosnya yang hanya diam saja.
"Bos, bos ko ngelamun bos, bos jatuh cinta yahh?" Bisik Andi yang sontak membuat Kenzo sadar dari lamunannya.
"Awas kau Andi!!" Geram Kenzo, tapi dia akan memberi pelajaran dahulu pada wanita yang dianggap membawa siall..
"Heh, maaf katamu? , maaf mu itu tak akan bisa membersihkan ini kembali, apa kau tau hah!!!" bentak Kenzo.
Kata kata Kenzo yang diucapkan dengan nada bicara tinggi membuat si wanita bergidik takut.
__ADS_1
"Woi, kau dengar tidak. Dasar bodoh, wanita memang menyebalkan, hariku jadi sial karena dirimu." Imbuh Kenzo menunjuk wanita yang masih menunduk.
Wanita tersebut terdiam mendengar kata-kata dari pria yang belum ia kenal.
Apa katanya? wanita menyebalkan. Kau bilang begitu. Aku membuatmu sial, dasar pria arogan, angkuh, sombong.
"Hey, apa kau tak mendengar. Atau kau tuli hah!!" bentak Kenzo dengan melotot.
"Maaf tuan, saya tadi tidak sengaja menabrak Anda, biar saya bersihkan."
Dia mendekati Kenzo dan hendak membersihkan jas Kenzo yang kotor terkena tumpahan kopi.
Namun, dengan kasar Kenzo menepis tangan wanita di hadapannya dengan kasar membuat si wanita mengaduh kesakitan.
"Astaghfirullah....."
Apa tadi dia berkata Astaghfirullah, apakah wanita ini muslim, Oh Ya Allah, memang dia sempurna, oh Ya Allah apa yang kupikirkan.
"Apa kau mencoba merayuku!!" Bentak Kenzo.
"Tidak Tuan. Saya hanya bermaksud ingin membersihkan baju Anda saja, lagian Tuan kan bukan muhrim saya." si wanita mencoba membela diri.
"Cuih, memang dimana-mana wanita selalu bermuka dua dan munafik." Bisik Kenzo tepat di telinga wanita di hadapannya.
Plakkkkk
Sebuah tamparan mendarat di pipi Kenzo.
"Wanita munafik! apa ibumu tidak mengajarimu sopan santun. Dasar, tadi bilang bukan muhrim tap-" Belum selesai menyelesaikan kalimatnya.
Plakkkkk
Si wanita kembali menampar pipi sebelah Kenzo.
"Argh" Kenzo mengerang sambil mengelus pipinya yang cukup sakit, dan ujung bibirnya yang agak mengeluarkan darah.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
***
Jangan lupa berikan dukungan kalian dengan cara klik like, komen, favorit anda rate.